Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted on Dec 17, 2018 in Buletin Teman Surga, Headline | 0 comments

Buletin Teman Surga 042. Liburan Unfaedah? Unfollow Aja!

Buletin Teman Surga 042. Liburan Unfaedah? Unfollow Aja!

Buletin Teman Surga-042. liburan unfaedahLIBURAN. Siapa yang ngga langsung berbinar-binar kalau denger kata libur? Apalagi kalau liburnya ngga sehari dua hari. Kalau lihat raut wajah anak sekolah jaman now tiap pulang sekolah kebanyakan udah agak kusut, secara berangkat pagi pulang sore bahkan bisa jadi malem kalau dilanjut les. Capek? Ngga usah ditanya. Coba aja cek, kalau pas ucapin salam mau berangkat sekolah sama salam pas pulang. Biasanya nih, kalau salam mau berangkat suaranya jahr alias keras giliran pulang sekolah ucapan salamnya tiba-tiba jadi sirr alias pelan. Saking capeknya ada juga yang langsung merebahkan badannya di kasur.

Sabar yaa TemanS… inilah konsekuensi dari menuntut ilmu pasti ada pengorbanannya. Imam Syafi’i salah seorang pembelajar sejati pernah mengatakan “Kalau kamu tidak tahan dengan lelahnya belajar, maka kamu harus sanggup menahan perihnya kebodohan”. Hakikatnya belajar itu adalah proses kita mengetahui dan memahami suatu ilmu atau bisa dibilang belajar itu dari yang ngga tahu jadi tahu. Maka kebayang kan betapa perih dan sakitnya bodoh itu, karna kita ngga banyak tahu ini dan itu.

So, jangan bangga dulu dengan status “anak gaul” kalau ditanya ini dan itu apalagi tentang ilmu agama jawabannya banyak ngga nyambung, ngga ngerti, ngga tahu. Tulalit..tulalit..koneksi terputus. Kalau anak gaul begini sih ngga ketjeh namanya.

KLIK di SINI untuk mendapatkan buletin versi PDF-nya.

Liburan UnFaedah??

Bagi sebagian kalangan, liburan bukan hanya sebatas melepas penat namun lebih dari itu liburan bagi mereka selain untuk bersenang-senang juga sebagai ajang eksistensi dan pengakuan diri sebagai kaum jetset. Hobi mereka pelesir ke tempat-tempat eksotis dengan menaiki pesawat jet.

Soal harga yang harus mereka bayar? Ngga usah tanya, bagi mereka berapa pun biaya yang harus dikeluarkan untuk liburan, ngga masalah. Yang penting bisa membayar kelelahan dan kepenatan yang menumpuk selama bekerja. Liburan keluar negeri untuk beberapa pekan, menikmati suasana yang berbeda, belanja ini itu yang serba branded. Eits, ngga lupa cekrek upload, banyak yang nge-like? Tambah happy dong.

Buat kamu yang masih pelajar? Gimana cara libur kamu? Minimal kalau libur hari minggu deh. Bangun siang, mandi cukup sekali atau malah ngga mandi? Nonton kartun sepuasnya dirumah diawali dengan nonton doraemon? Hang out sama temen, nge-mall? Libur pokoknya having fun. Besok seninnya back to school? Yaa… ada juga yang akhirnya harus nambahin booster karna mager buat mengawali hari senin dan kembali dengan rutinitas di sekolah, belajar, bikin tugas. Makanya ada istilah i hate monday. Cung, ada yang kaya gitu? Ups..

Hhmm.. beda racikan beda juga hasilnya. Misal aja racikan bahagia, kalau ngga tepat racikannya maka hasilnya pun kita sebatas dapetin bahagia yang semu. Happy sih happy, cuma ngga long lasting gitu loh. Coba deh lihat, orang-orang yang rela cari bahagia meski harus menebus dengan harga yang ngga murah. Saat mereka menyendiri berkontemplasi ternyata masih menemukan ruang kosong di hati yang ternyata masih ngga terisi juga. Bahagia semu ini dihasilkan dari pandangan hidup sekuler, dimana pandangan ini menstandarkan kebahagiaan hanya berupa kepuasan material dan jasadiyah saja. Jadi wajar aja meski sudah mengeluarkan materi yang banyak tapi ngga worth it, masih aja ngerasa ngga puas atau ngerasa masih belum dapetin happy yang seutuhnya, happy yang hanya berdimensi duniawi.

Banyak dalil yang menyebutkan betapa kesenangan dunia adalah sesuatu yang menipu. Allah Ta’ala berfirman yang artinya

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu”. (TQS. Al Hadid : 20)

See, kesenangannya saja menipu bahkan dunianya saja diibaratkan bagaikan bangkai. Sahabat yang mulia, Jabir bin Abdullah, mengabarkan bahwa Rasulullah pernah melewati sebuah pasar hingga kemudian banyak orang yang mengelilinginya. Sesaat kemudian beliau melihat bangkai anak kambing yang cacat telinganya. Rasulullah mengambil dan memegang telinga kambing itu seraya bersabda, ”Siapa di antara kalian yang mau memiliki anak kambing ini dengan harga satu dirham.” Para sahabat menjawab, ”Kami tidak mau anak kambing itu menjadi milik kami walau dengan harga murah, lagi pula apa yang dapat kami perbuat dengan bangkai ini?” Kemudian Rasulullah berkata lagi, ”Apakah kalian suka anak kambing ini menjadi milik kalian?” Mereka menjawab, ”Demi Allah, seandainya anak kambing ini hidup, maka ia cacat telinganya. Apalagi dalam keadaan mati.” Mendengar pernyataan mereka, Nabi bersabda,

”Demi Allah, sungguh dunia ini lebih rendah dan hina bagi Allah daripada bangkai anak kambing ini untuk kalian.” (HR. Muslim).

Jadi, meski kita kelilingin dunia berapa kali pun, pasti tetap saja ada yang kurang dan kosong selama racikan kebahagiaannya menggunakan rumus sekuler yang hanya mampu memberikan kebahagiaan jasadi duniawi.

Teman Surga On Vacation                                                                                                       

Terus kita ngga boleh gitu refreshing, traveling, holiday? Siapa bilang ngga boleh? Ya boleh dong sholih sholihaah. Islam agama kita adalah agama yang fitrah sedangkan manusia membutuhkan liburan juga adalah fitrah karna kita manusia bukanlah robot.

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. (TQS. Ar Rum: 30.)

BerIslam ngga melulu soal ibadah tapi dalam Islam semua hal bisa bernilai ibadah selama diniatkan karna Allah dan caranya sesuai tuntunan syariat Islam. Bahkan termasuk liburan yang bisa bernilai ibadah selain bisa me-refresh jiwa dan hati kita. Kalau sudah begini, bahagia haqiqi bisa dengan mudah kita dapatkan. Bahagia yang bukan hanya jasadi duniawi, tapi bahagia yang bisa mengisi “ruang kosong” meski ngga harus bayar mahal dengan berkeliling dunia.

Liburan adalah saatnya seseorang rehat sejenak dari berbagai rutinitas keseharian, namun tetap berfadah dan bernilai ibadah. Dalam riwayat bahwa sahabat Hanzhalah ra.(Beliau adalah salah satu juru tulis Nabi saw) dan sahabat Abu Bakar ra. merasa diri mereka munafik, karena di depan Nabi saw mereka semangat beriman dan beribadah, namun jika mereka bertemu dengan keluarga, istri dan anak-anak menyebabkan mereka lupa. Sehingga keduanya menemui Nabi saw dan menceritakan kondisi tersebut.

Maka Nabi bersabda “Demi jiwaku yang berada dalam genggamanNya, jika kalian senantiasa dalam berdzikir dalam segala kondisi sebagaimana ketika kalian bersama saya maka para Malaikat akan menyalami kalian di rumah-rumah kalian dan di jalan-jalan kalian. Akan tetapi wahai Hanzalah, sesaat demi sesaat. Beliau mengatakan ini tiga kali” (HR. Muslim).

Imam An Nawawi mengatakan: “Rehatkan jiwa kalian dari rutinitas dengan melakukan yang dibolehkan”. Sedangkan Ali ra berkata: “Rehatkan hati kalian, karena hati juga merasa bosan sebagaimana jiwa kalian merasa capek dan bosan”.

So, Islam adalah agama yang seimbang dan tidak memberatkan diri. Rasulullah saw bersabda

“Sesungguhnya agama ini mudah. Tiada orang yang memberatkan diri dalam urusan agama, kecuali ia akan dikalahkan. Maka mudahkanlah, mendekatlah, bergembiralah dan gunakan sebaik mungkin waktu pagi, waktu sore, dan sebagian waktu malam kalian untuk memperbanyak kebaikan”. (HR. Bukhari)

Intinya, ada saatnya kita ibadah shalat, puasa dan lain-lain, ada saatnya kita belajar, ada saatnya kita pun untuk berlibur atau rihlah. Dengan catatan semua itu dilakukan dalam koridor syariat Islam dan Allah ridho.

Kuy, Liburan Berfaedah?!

Gimana nih Teman Surga sudah rencanain liburannya? Mau traveling sama keluarga? Boleh.. selama travelingnya ke tempat yang baik dan tujuan yang baik tentunya. Dengan melakukan traveling selain bisa untuk refreshing juga bisa sekalian tadabbur, melihat dan merenungi tanda-tanda kebesaran Allah swt.

Banyak ayat yang menganjurkan kita untuk melakukan perjalanan. Salah satunya dalam qur’an surat Al Mulk ayat 15

“Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan”.

Perjalanan yang bisa kamu lakukan adalah dengan melaksanakan ibadah umrah dan ziarah. Rasulullah saw bersabda

“Tidak dianjurkan untuk melakukan rihlah atau kunjungan (dalam rangka ibadah) ke suatu tempat kecuali ke tiga masjid (saja) yaitu Masjidil Haram, Masjidku (Masjid Nabawi) dan Masjid Al Aqsha”. (HR. Muslim).

Atau bisa juga kamu mengunjungi tempat-tempat bersejarah di mana Islam pernah meninggalkan jejak kegemilangan yang kelak harus kita perjuangkan agar kembali gemilang.

Liburan bisa kita isi dengan bersilahturahmi ke rumah sanak saudara juga lho, sangat bisa jadi kita jarang banget buat ngumpul karna sibuk di sekolah. Nah.. liburan ini bisa dijadiin momen buat merajut kembali silahturahmi atau silah ukhuwah dengan orang-orang sholih.

“…Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”. (TQS. An Nisa: 1)

Atau di liburan kali ini justru jadi peluang besar kamu untuk bisa birrul walidain, misal dengan membantu pekerjaan Ibu dirumah. Buat kamu yang akhwat sekalian bisa latihan buat jadi ummu wa robatul bait kelak he hee. Buat yang ikhwan? Jangan salah, dengan kamu bantu kerjaan Ibu ngga akan ngurangin ke-kece-an kamu kok. Orang tua mana sih, yang ngga makin sayang dan bangga kalau anak-anaknya se-sholih dan se-sholihah kamu.

Bisa juga, di liburan ini kamu menyusun kegiatan berfaedah yang mungkin saat sekolah sulit untuk dikerjakan. Misal, khatamin dan hapalin qur’an, atau ngerjain hobi kamu yang saat sekolah susah dikerjain. Eiya, selain itu semua liburan berfaedah lainnya adalah dengan mengikuti kajian-kajian ilmu (Islam), mendatangi majelis-majelis ilmu selain kamu dapat ilmu, kamu bisa ketemu Teman Surga baru plus pahala kebaikan dari Allah swt. Sehingga selepas liburan berlalu, bukan hanya jiwa dan hati yang telah ter-recharge, namun kita mendapati diri menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya dengan semakin meningkatkan iman dan taqwallah. Selamat berlibur dan meraih bahagia haqiqi yaaz…[]

KLIK di SINI untuk mendapatkan buletin versi PDF-nya.

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *