Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted on Jan 14, 2019 in Buletin Teman Surga, Headline | 0 comments

Buletin Teman Surga 046. Remaja Peduli Lingkungan

Buletin Teman Surga 046. Remaja Peduli Lingkungan

buletin teman surga-046. peduli lingkunganJagalah Kebersihan. Buanglah Sampah Pada Tempatnya. Sering lihat dong, kalimat imbauan seperti ini? Yes, kalimat imbauan ini biasanya ada di tempat-tempat umum dari mulai WC umum sampai arena rekreasi. Ajakan ini tentu supaya kita peduli dengan lingkungan, menjaganya agar tetap bersih dan indah. Cuma, ya itu… meski sudah jelas dan disiapkan tempat sampah, tetap saja ada yang dengan mudah buang sampah sembarangan.

By the way, kenapa kita bahas lingkungan? Sesuatu yang sepele sih, tapi banyak juga yang abai padahal dari yang sepele bisa berdampak besar. Karna kalau bukan kita yang peduli lingkungan siapa lagi? Alam dan lingkungan ini tercipta sudah sangat luar biasa, kita manusialah yang diberi akal untuk bisa menjaga dan merawatnya bukan malah mengotori dan merusaknya.

Bisa dibilang “jagalah alam, maka alam akan menjagamu” maksudnya gimana kita bisa menikmati indahnya alam, segarnya udara, dan semilirnya angin di antara rindangnya pepohonan kalau kita jorok dengan buang sampah sembarangan, bakar sampah seenaknya, tebang pohon sesukanya.

KLIK di SINI untuk mendapatkan buletin versi PDF-nya.

Jangan Cuek Sama Lingkungan

Alam, manusia dan kehidupan sejatinya tidak terpisahkan. Allah SWT ciptakan ketiganya sebagai makhluk yang memiliki keterbatasan, serba kurang dan membutuhkan kepada yang lain. Oleh karnanya, alam ngga bisa merawat dirinya sendiri sehingga dia membutuhkan manusia untuk menjaga dan merawatnya. Begitupun sebaliknya, kita manusia bergantung pula pada alam baik darat, laut dan udara. Kita bisa menyambung hidup dengan makan dan minum yang alam telah menyediakannya. Kita ngga perlu sampai pergi ke planet Pluto untuk bercocok tanam atau menikmati hasil laut.

Allah SWT berfirman dalam Qur’an Surat Al Baqarah :168 “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu”. Dan di dalam Qur’an Surat Al Maidah :96 “Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan; dan diharamkan atasmu (menangkap) binatang buruan darat, selama kamu dalam ihram. Dan bertakwalah kepada Allah Yang kepada-Nya-lah kamu akan dikumpulkan”.

Allah SWT sudah sangat sempurna menciptakan alam ini, dimana keseimbangan ekosistem tercipta dan teratur dengan begitu detail. Namun, sangat disayangkan ibarat peribahasa “Air susu dibalas dengan air tuba”, manusia yang oleh Allah diberi amanah untuk menjaga alam malah berbuat kerusakan di darat dan di laut. So, bisa tebak dong apa yang akan terjadi? Ya, bencana alam di mana-mana. Ada asap pasti ada api, segala akibat pasti ada sebabnya. Kebiasaan buang sampah sembarangan, bahkan ngga sedikit sampah rumah tangga bahkan pabrik dengan mudahnya dibuang ke kali (sungai).

Walhasil, saat hujan deras turun banjir tak bisa terelakkan. Dan kalau sudah banjir tentu segala aktifitas menjadi lumpuh, mau pergi ke sekolah juga susah karna terrendam banjir. Kebiasaan nebang pohon secara sembarang dan besar-besaran atau aktifitas penggundulan hutan  menyebabkan tanah longsor yang bisa menimbun apa saja yang ada di bawahnya. Terlebih hutan yang sejatinya sebagai paru-paru bumi menjadi rusak, hutan tidak lagi mampu mensupplay oksigen dengan baik. Rasanya untuk menghirup udara yang bersih dan segar menjadi sesuatu yang “mahal”.

Kebiasaan lain yang dilakukan beberapa nelayan yang ingin cara gampang tapi menghasilkan ikan yang banyak dengan menggunakan bahan kimia atau peledak, tentu hal ini menyebabkan rusaknya ekosistem laut selain merusak keindahan taman laut.

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. TQS. Ar Ruum: 41.

Padahal dalam surat lain Allah SWT memperingatkan kita untuk tidak berbuat kerusakan

“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya…” TQS. Al A’raf: 56

Seperti bencana alam yang belakangan ini “marathon” terjadi, tentu tak seorang pun dari kita menghendakinya. Namun, seperti apa yang Allah katakan dalam surat Ar Ruum ayat 41 bahwa apa yang terjadi ini agar manusia tersadar atas kelalaiannya dan kembali kepada Allah, menjaga apa yang telah Allah amanahkan. Bencana alam ini tentu menyisakan kesedihan, duka dan keprihatinan. Dalam waktu sekejap apa yang selama ini dimililki apakah itu harta atau keluarga hilang begitu saja.

Bagi korban selamat tentu harus bersyukur karna masih diberi kesempatan untuk beribadah kepada Allah sekaligus bersabar dalam menerima musibah ini.

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. TQS. Al Baqarah: 155-156

Menjadi tanggung jawab kita bersama untuk me-recovery korban dan wilayah yang terkena dampak bencana. Negara tentu menjadi pioner dalam menanggulangi bencana sampai para korban bisa kembali ke kehidupan dan aktifitas semula. Kita sebagai remaja muslim pun harus aktif mengambil bagian untuk membantu para korban.

Misal, mengumpulkan donasi baik berupa uang, makanan, pakaian atau barang-barang lainnya yang dibutuhkan. Sembari membantu mereka untuk menumbuhkan semangat bangkit dari musibah yang dialami. Selain mengingatkan dan menguatkan keimanan kepada Allah yang menetapkan Qodho dan Qodar baik dan buruknya berasal dari Allah.

Islam Mengatur Kelestarian Lingkungan

Ok, sekarang kita semakin paham kenapa kita harus menjaga lingkungan. Sekali lagi, sesuatu yang oleh kebanyakan orang dianggap sepele (kecil) padahal berdampak besar. Kesadaran menjaga alam (lingkungan) harus ditumbuhkan. Betapa tidak, sesuatu yang tidak tumbuh dari kesadaran akan sangat sulit untuk dipraktekkan. Kesadaran membuang sampah pada tempatnya, kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan sebagai bagian dari keimanan kita kepada Allah.

Annazhoofatu minal iimaan, kebersihan itu sebagian dari iman. (HR. Ahmad).

Allah itu Maha Suci maka saat kita hendak beribadah kepadaNya kita diwajibkan untuk bersuci, membersihkan diri. Dari kebiasaan menjaga kebersihan diri, seorang muslim akan dengan mudah terdorong untuk menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan.

“Sesungguhnya Allah Maha Indah dan mencintai keindahan” (HR. Muslim).

Islam sebagai agama yang paripurna telah mengatur pelestarian lingkungan hidup dan melarang perbuatan merusak lingkungan hidup karena akan membahayakan kehidupan manusia di bumi ini. salah satu bukti bahwa Islam sangat memperhatikan lingkungan alam sekitar adalah perintah Nabi Muhammad saw untuk menyingkirkan gangguan dari jalan.

Dari Abu Hurairah ia berkata Rasulullah saw bersabda “Iman itu ada tujuh puluh atau enam puluh sekian cabang. Cabang yang paling utama adalah ucapan Laa ilaaha illaAllah, sedangkan cabang yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan…” (Muttafaq ‘alaih).

Kebayang yah, hal-hal yang bisa mengganggu pejalan kaki saat melintasi jalan saja sangat diperhatikan apalagi hal-hal yang bisa membahayakan manusia. Oleh karnanya, apa saja tindakan yang bisa merusak lingkungan wajib untuk dicegah.

Rasul saw pun memerintahkan untuk menanam pohon. Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Ahmad dari Anas bin Malik, Rasulullah saw bersabda

“Jika kiamat terjadi dan salah seorang di antara kalian memegang bibit pohon kurma, lalu ia mampu menanamnya sebelum bangkit berdiri, hendaklah ia bergegas menanamnya”.

Dalam hadits lain Rasulullah saw bersabda “Tanamlah bibit pohon yang ada di tanganmu sekarang juga, meski besok kiamat. Allah akan tetap memperhitungkan pahalanya”.

Kita tahu bahwa manusia sangat bergantung akan keberadaan pohon-pohon yang menghasilkan oksigen. Pemerintah berhak memerintahkan kepada rakyatnya untuk menanam pohon. Al Qurthubi berkata dalam tafsirnya “Bercocok tanam termasuk fardhu kifayah. Imam (penguasa) berkewajiban mendesak rakyatnya untuk bercocok tanam dan yang semakna dengan itu, seperti menanam pohon.

Kewajiban menanam pohon diiringi  dengan larangan menebang pohon tanpa adanya alasan yang benar.

“Barangsiapa yang menebang pepohonan, maka Allah akan mencelupkan kepalanya ke dalam neraka” (HR. Abu Dawud).

Menjaga alam adalah kewajiban bagi kita, karna dari alam-lah kita bisa mengimani keberadaan Allah SWT sebagai Al Khaliq (Pencipta) sekaligus Al Mudabbir (Pengatur). Dan dari alam pula kita bisa melihat tanda-tanda kebesaran Allah yang menghantarkan kita menemukan hakikat jati diri.

Yuk, kita mulai dari diri sendiri untuk memperhatikan kebersihan diri sebagai bagian dari akhlak Islam, kemudian asah kepekaan dengan peduli pada lingkungan sekitar. Segera switch kebiasaan buruk mengotori atau merusak lingkungan dengan kebiasaan baik untuk selalu menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan. Remaja muslim yang keren itu yang menjaga bukan yang merusak alam.[]

KLIK di SINI untuk mendapatkan buletin versi PDF-nya.

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *