Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted on May 15, 2019 in Buletin Teman Surga, Headline | 0 comments

Buletin Teman Surga 063. Keluargaku, Pondasi Masa Depanku

Buletin Teman Surga 063. Keluargaku, Pondasi Masa Depanku

buletin teman surga 063. keluargaku pondasi masa depankuHarta yang paling berharga
Adalah keluarga
Istana yang paling indah
Adalah keluarga

Puisi yang paling bermakna
Adalah keluarga
Mutiara tiada tara
Adalah keluarga

Ngomongin soal keluarga dan lirik lagu di atas, jadi inget serial tv tahun 90-an yang sukses bikin baper. Awal tahun ini, sinetron karya Arswendo Atmowiloto itu diangkat ke layar lebar. Dan hasilnya, lebih dari 1 juta penonton sejak pertama kali dirilis pada 3 Januari 2019. 

KLIK di SINI untuk mendapatkan buletin versi PDF-nya.

Remaja dan Broken Home

Nggak heran banyak yang menyukai film keluarga Ara dan Euis. Selain menghibur, banyak hikmah dan pelajaran berharga dalam berkeluarga yang bisa diambil, juga kisah kesehariannya yang langka kita temui dalam keluarga saat ini. Yup, di era milenial, keharmonisan keluarga yang diwarnai dengan hubungan baik antara orang tua dan anak lebih banyak kita saksikan di layar kaca dibanding dunia nyata.

Karena saat ini, banyak keluarga yang kurang harmonis.  Buntut-buntunya anak-anak deh yang jadi  korban.  Mereka tertekan secara batin, merasa tidak aman dan seringkali tidak mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang cukup dari orang tuanya. Akibatnya fatal. Perkembangan remaja yang besar dalam keluarga broken home lebih banyak mengarah pada perilaku negatif. Sebuah survei di Lembaga Pemasyarakatan Anak Blitar, 30 persen anak pelaku kejahatan di penjara itu latar belakang keluarganya broken home. Ngeri!

Secara psikologis, memang tekanan mental yang menimpa remaja broken home tak bisa dihindari. Kondisi ini melahirkan beberapa dampak yang cukup memprihatinkan.  Akibat ke egoisan dari kedua orang tua maka mereka tidak akan fokus dan kurang nya perhatian kepada anak sehingga tidak ada lagi kasih sayang. Kamu bisa bayangin kan kalo berada di posisi ini?  Rasanya kasih sayang orang tua sudah ga ada lagi.

Banyak riset menunjukkan anak-anak dan remaja berperilaku antisosial adalah buah penelantaran pengasuhan dari orang tua. Akal dan batin mereka kering, akibatnya  mereka gampang bersikap kasar secara verbal atau fisik pada orang lain, membully, emosi meledak-ledak, atau cuek pada lingkungan, sampai terlibat dalam aksi kejahatan. Ada juga yang muncul sebagai anak yang inferior, tidak punya kepercayaan diri, pemurung dan penyendiri. Tentu ini bukan kamu banget kan..

Psikolog Kory Floyd PhD dalam Psycholog Today mengistilahkan anak-anak dan orang dewasa yang berperilaku seperti itu sebagai kelompok yang mengalami ‘lapar sentuhan’ (skin hunger). Orang yang mengalami lapar sentuhan dalam hidupnya akan merasa kurang bahagia, kesepian, dan lebih merasa depresi juga stress. Masya Allah.. 

Rumahku Surgaku

Temans, tentu kita tidak ingin punya keluarga yang broken home. Sepanjang sejarah yang ada, keluarga broken home itu nyaris memakan korban.  Dan korbannya hampir bisa dipastikan selalu yang dalam posisi anak. Jangan sampai deh keluarga kita menjadi keluarga menyedihkan seperti itu.

Yang namanya kebahagian sebuah keluarga itu terwujud  mulai dari  dalam rumahnya. Kamu pernah ga punya impian rumah idaman?  Apakah rumah yang seperti istana? Seperti di kayangan? Atau seperti di negeri dongeng?

Yang pasti semua orang ingin rumahnya itu nyaman, setiap saat bisa rukun damai bersama dengan orang-orang yang dicintainya. Apalagi kalau kebutuhan  mulai dari sandang, pangan, papan, atau gadget dan kuota udah  disiapin oleh orang tuanya tercinta. Begitu juga dengan kebutuhan kasih sayang, perlindungan, tempat curhat, dan konsultasi untuk cari solusi dari masalah yang kita hadapi.  Hem, surga dunia ini mah namanya.

Tapi emang udah seharusnya rumah itu senantiasa jadi surga bagi para penghuninya. Rumah yang penuh dengan keberkahan sehingga anggota keluarga selalu dalam rahmat-Nya. Mau tahu ga sih supaya rumah kita penuh keberkahan?  Let’s chek it.

Pertama, hadirkan dalam rumah membaca Al Quran

Kadang tanpa kita sadari, dengan bertambah banyaknya aktifitas keseharian kita, seolah kita lupa dengan Al Quran yang kita taruh di atas meja kita, lemari atau mungkin dalam saku kita. Cuman jadi pajangan. Dibeli menjelang bulan Ramadhan, hingga lebaran tahun berikutnya masih rapi terbungkus plastik seperti ketika pertama kali beli. Awet. Tak tersentuh.

Padahal, justru lantunan dan bacaan Al-Qur’an yang terdengar dari dalam rumah kita akan memberikan keberkahan dan dijauhkan dari setan.

Rasulullah saw bersabda,  “Jangan kalian jadikan rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya syetan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al-Baqarah” (HR. Muslim).

Disamping itu, membaca Al-Qur’an di rumah dengan penuh kekhusyukan menjadikan para malaikat akan mendekat.

Kedua, Tunaikan shalat sunnah.

Kita bisa membiasakan untuk menunaikan shalat sunnah di dalam rumah. Minimal shalat dhuha atau tahajud setiap harinya.

Ibnu Umar menyampaikan bahwa Nabi saw bersabda: “Jadikanlah bagian dari shalat kalian di rumah-rumah kalian, dan jangan kalian jadikan rumah kalian seperti kuburan.” (HR. Al-Bukhari) 

Ketiga, senantiasa mengamalkan dzikir di dalam rumah .

Dalam situasi apapun, hendaknya anggota keluarga senantiasa dzikir kepada Allah, sehingga lahir ketentraman hati. Dan Rasulullah saw menjelaskan bahwa dzikir menjadikan rumah kita hidup dan bersinar.

“Perumpamaan rumah yang dijadikan sebagai tempat mengingat Allah dan rumah yang tidak dijadikan sebagai tempat mengingat Allah adalah bagaikan perbedaan antara orang yang hidup dan mati.(HR. Muslim). 

Keempat, persahabatan antara orang tua dan anak.

Hubungan orang tua dan anak idealnya seperti sahabat. Saling mengingatkan dan menguatkan. Semoga orang tua kamu termasuk orang tua yang bisa meluangkan waktu untuk memberikan waktu berkualitas bersama anak seperti saat kamu sakit, bagi rapot, pentas di sekolah, dan sesekali mengantar ke sekolah atau ke tempat pengajian. Rasulullah saw saja selalu menghibur anak-anak yang bersedih.  Contohnya saat  ada seorang anak yang punya julukan Abu Umair bersedih karena burung peliharaannya mati. Beliau menghampiri dan menghiburnya. 

Kelima, eratkan kebersamaan antar anggota keluarga.

Hubungan kita dengan anggota keluarga harus dijaga agar tidak kering kerontang. Membangun rasa saling perhatian dengan kakak, adik, dan anggota keluarga lainnya harus  sungguh-sungguh kita wujudkan. Kalau perlu singkirkanlah gadget. Karena seringkali gadget ini membuat yang dekat (keluarga)menjadi jauh, dan yang jauh (teman, kolega) jadi dekat. Sama-sama di depan meja makan sih, tapi hati dan fikiran masing-masing berselancar dengan gadgetnya. Hambar nian keluarga kayak begini… Semoga kita terhindar dari “musibah” seperti ini.  Kita bisa melihat contoh kedekatan  Rasulullah saw dengan keluarganya. Beliau sering bercanda dengan cucu-cucunya, bermain kuda-kudaan, atau menggendong mereka saat shalat. Kalau orang tua kamu gimana? 

Keenam, sama-sama menimba ilmu.

Sebaik-baik rumah adalah rumah yang penuh dengan semangat menuntut ilmu. Semua penghuninya berlomba-lomba menjadi ahli ilmu. Buku menjadi sahabat seluruh penghuni rumah. Diskusi berbagai ilmu agama ataupun ilmu dunia menjadi keseharian yang lazim dalam rumah, semuanya dalam suasana penuh keakraban dan saling berlomba dalam kebaikan.

 

Temans, kebayang dong gimana indahnya kalo generasi milenial saat ini lahir dan besar dari keluarga harmonis yang selalu diliputi rahmat. Pendidikan dan pengasuhan dalam rumah akan menjadi pondasi yang akan membentuk bangunan masa depannya di dunia dan akhirat.

Remaja gencar mengejar prestasi akademis karena orang tua mengajarkanya untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain dengan keilmuannya. Remaja getol beribadah, menimba ilmu agama, dan berdakwah karena orang tua yang mendidiknya menjadi bagian dari pelaku kebangkitan umat dan investasi bagi kedua orang tuanya di akhirat.  So, Jadikan keluarga kita keluarga sholeh, keluarga yang menjadi pondasi masa depan kita. And, mari jadikan rumah kita layaknya surga. Nyaman dan penuh berkah. Broken home? No way!

KLIK di SINI untuk mendapatkan buletin versi PDF-nya.

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *