Pages Menu
Categories Menu

Posted on Jul 10, 2019 in Buletin Teman Surga, Headline | 0 comments

Buletin Teman Surga 070. Back to School

Buletin Teman Surga 070. Back to School

buletin teman surga 070. back to schoolPanjang dan lama. Liburan yang dinikmati oleh para pelajar di tahun ini. Puas?? Mungkin jawabannya akan berbeda-beda, ada yang bilang kurang lama ada juga yang ngerasa kangen kembali ke sekolah. Kangen suasana belajar, kangen jajanan di kantin atau kangen dikasih uang jajan? Ups..  Kalau kamu yang mana nih?

Liburan kali ini memang panjang dari mulai libur lebaran sampai libur akhir tahun ajaran. Ada yang saat masuk sekolah langsung naik kelas ada juga yang berubah status dari anak SD ke SMP atau ada juga yang dari anak SMP ke SMA. Nah.. buat yang masuk ke sekolah baru, sangat bisa jadi lumayan kelimpungan karna harus menjadi pejuang sekolah zonasi. Di mana sekolah zonasi konon ditujukan agar ada pemerataan kualitas pendidikan. Jadi, ngga ada tuh label sekolah favorit atau unggulan yang biasanya diisi oleh siswa-siswa berprestasi dengan sekolah yang biasa-biasa saja atau tidak unggulan.

That’s why Pemerintah bikin kebijakan dengan sistem zonasi ini. Dalam Permendikbud No 14/2018 pasal 16 disebutkan bahwa sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah wajib menerima calon peserta didik yang berdomisili pada radius zona terdekat dari sekolah paling sedikit sebesar 90 persen dari total jumlah keseluruhan peserta didik yang diterima.

Hiruk pikuk sekolah zonasi memang tak bisa dihindari guys. Bahkan baru-baru ini ada seorang anak asal pekalongan viral karena membakar semua piagam prestasi miliknya karena sekolah yang menjadi impiannya tidak masuk ke zonanya. Meski pemerintah merevisi kebijakannya dengan memberi peluang 15 persen kepada peserta didik untuk masuk ke sekolah favorit melalui jalur prestasi. Pro kontra kebijakan ini sepertinya masih akan bergulir, namun satu yang pasti kamu selaku pelajar punya tugas utama yaitu belajar. Seandainya pun saat ini kamu tidak bersekolah di tempat favorit yang kamu harap dan tuju, jangan sampai semangatmu kendor untuk belajar dan berprestasi. So, keep fight guys!

Never stop to learning

Selama nyawa masih dikandung badan rasanya belajar ngga ada berhentinya deh. Karena hakikatnya belajar bukan soal “makan bangku sekolahan” aja ya, lebih dari itu belajar tentang banyak hal yang membuat kita ngga “buta” hidup di dunia ini. Terutama belajar tentang kehidupan dengan ilmu agama (Islam) tentunya. Tholabul ilmi faridhotun ‘alaa kulli muslimin, menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim. Nahh.. kamu muslim kan?? So, jangan pernah alergi sama yang namanya belajar atau menuntut ilmu apalagi merasa mencukupkan diri hanya sampai lulus sekolah doang seketika belajar berhenti. Oh, Big No!!.

Asal kamu tahu. Menjadi seorang muslim itu berarti menjadi seorang yang cerdas yaitu yang senantiasa menggunakan akalnya untuk berpikir benar. Untuk perkara iman atau aqidah saja harus melalui proses berpikir. Agar menjadi iman yang kokoh dan berpengaruh dengan amal (perbuatan)nya.  Jadi, bukan iman yang sekedar iman keturunan ya guys tapi iman yang dibenarkan oleh akal, diyakini  dalam hati, Imam Syafi’i berkata ketahuilah bahwa kewajiban pertama bagi seorang mukallaf adalah berpikir dan mencari dalil untuk mengenal Allah Ta’ala. Mukallaf itu adalah orang yang terbebani hukum syara, dan itu adalah kamu-kamu yang sudah baligh. Maksudnya ketika Allah perintahkan sesuatu kepada kita sebagai hambaNya maka bagi yang sudah baligh dia wajib mentaatinya, jika melanggar tentu ia berdosa.

Di banyak ayat Al Qur’an kita diperintahkan untuk memperhatikan apa saja yang kita indera lalu memikirkan tentang kebesaran Allah atas ciptaanNya, sehingga dapat menguatkan keimanan dan keyakinan kita kepada Allah sebagai Pencipta.

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal”. (TQS. Ali Imran: 190)

Kembali ke laptop, eh salah back to the topic tentang kamu anak sekolahan yang kembali bersekolah. Anak sekolahan seharusnya sudah terbiasa dan terasah untuk senantiasa menggunakan akalnya untuk berpikir, apalagi sebagai generasi pemimpin sikap berpikir kritis harusnya menjadi kekhasan dari remaja milenial. Namun, sayang seribu sayang generasi muda kita malah malas untuk berpikir benar.

Generasi kita masih terbius oleh ‘bisa’ (racun) pemikiran liberalisme yang menjadikan mereka hanya mencukupkan diri sebatas berpikir instan. Jangankan buat mikir pas belajar, buat mikir yang lebih dari itu sudah bikin pusing tujuh keliling, ditambah mual, perut kembung, mata kunang-kunang. Ups… tapi beneran sih ngga sedikit remaja yang berstatus pelajar lebih sibuk dan disibukkan dengan hal-hal yang remeh temeh (sepele).

Hal yang ngga penting malah dipikirin misal mikirin kenapa Song Joong Ki sama Song Hye Kyo cerai padahal mereka adalah pasangan serasi dan romantis kalau memerankan drama korea sampai bikin para penggila drakor ikutan baper. Giliran ditanya kenapa remaja sekarang susah banget kalau diajak sholat dan kajian palingan dijawab ketawa sambil garuk-garuk kepala. Apalagi kalau ditanya gimana caranya bikin remaja muslim milenial ini bisa bangkit dan menjadi garda terdepan dalam perubahan hakiki bagi bangsa bahkan dunia?.

Sebenarnya ngga aneh sih, kalau remaja kita bingung tentang arti bahkan perjuangan menuju kebangkitan yang haqiqi yaitu kebangkitan yang diawali dengan berubahnya cara berpikir dari berpikir yang rendah menjadi berpikir luhur. Berpikir rendah itu misal seperti pemikiran “semau gue” alias apapun yang dipikirkan, diucapkan dan dikerjakan ngga boleh ada yang atur-atur pokonya bebas gimana gue aja.

Kenapa pemikiran “semau gue” disebut sebagai berpikir rendah? Karna manusia pada hakikatnya adalah makhluk yang lemah, serba kurang, terbatas dan pastinya membutuhkan kepada yang lain. Nah.. hakikat manusia yang seperti ini, eh.. bisa-bisanya manusia ngerasa paling tahu dan buat aturan sesukanya sesuai keinginan dan hawa nafsu. Kalau udah begini, si manusia bakal mengalami kerugian dan kesengsaraan. Masa sih? Kayanya happy happy aja tuh apalagi kalau hidup semau gue, bebaass. Iyess.. bisa jadi happy. Tapi coba look at your deepest heart. Yakin itu happy yang kamu mau? Happy yang ngga sempurna, karna ketentraman hati ngga bisa dibohongin pasti ada segurat gelisah yang akan kamu rasain.

Okelah, seandainya aman-aman saja, baik-baik saja atau happy-happy saja di dunia ini, but di akhirat belum tentu guys. Inget, dunia itu sementara akhirat selamanya. Masa mau menggadaikan yang selamanya dengan yang sebentar dan numpang lewat. Rasulullah saw, mengingatkan buat yang cerdas. Ibnu Umar ra. Berkata “suatu hari aku duduk bersama Rasulullah saw, tiba-tiba datang seorang laki-laki dari kalangan Anshar, kemudian ia mengucapkan salam kepada Nabi saw dan bertanya “Wahai Rasulullah, siapakah orang mukmin yang paling utama?’ Rasulullah menjawab, ‘Yang paling baik akhlaknya’. Kemudian ia bertanya lagi, ‘Siapakah orang mukmin yang paling cerdas?’ Beliau menjawab, ‘Yang paling banyak mengingat mati, kemudian yang paling baik dalam mempersiapkan kematian tersebut, itulah orang yang paling cerdas.’ (HR. Ibnu Majah). See, cerdas itu ngga hanya tentang pintarnya kamu dalam bidang akademik di sekolah ya. Pelajar keren itu, yang cerdas dalam beriman juga cerdas dalam berilmu. Noted.

So, ubah cara berpikir rendah (pemikiran selain Islam) menjadi berpikir luhur nan mulia (pemikiran Islam) dengan begitu kita hanya akan melakukan hal-hal sesuai dengan tuntunan Islam.

“Islam itu tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi daripadanya” (HR. Ad Duruquthni).

To Be Smart With Islam

Better late than never. Kembali ke sekolah, mantapkan komitmen diri menjadi pembelajar sejati. Recharge and refresh nih apa aja yang harus kamu siapkan. Dalam kitab Ta’lim Muta’alim hal utama dan pertama yang harus dimiliki para pencari ilmu adalah niat yang sungguh-sungguh, niat mengharapkan ridho Allah SWT. Setelah niat yang sungguh-sungguh terpatri di dalam hati, miliki 6 hal berikut ini sebagai modal untuk belajar atau menuntut ilmu.

Pertama, kecerdasan. Ulama membagi kecerdasan menjadi dua yaitu : muhibatun minallah (kecerdasan yang diberikan Allah). Misal, seseorang yang memiliki kemampuan ingatan atau hapalan yang kuat. Selain itu ada kecerdasan yang didapat dengan usaha (muktasab). Misal, dengan rajin mencatat ilmu atau pelajaran, mengulang-ngulang materi yang dipelajari.

Kedua, bersungguh-sungguh. Ngga ada tuh kata malas di kamusnya para pembelajar sejati, seperti kata pepatah Man jadda wa jadda. Kalau kita bersungguh-sungguh niscaya kita akan mendapatkan kesuksesan.

Ketiga, kesabaran. Yes, belajar juga butuh sabar ya guys. Perjalanan menuntut ilmu begitu panjang, meniscayakan adanya pengorbanan yang harus kita berikan baik waktu, pikiran, atau fisik. Namun, Imam Syafi’i mengatakan

“Jika kamu tidak sanggup menahan lelahnya belajar maka kamu harus sanggup menahan perihnya kebodohan”.

Keempat, biaya. Dalam menuntut ilmu tentu butuh biaya (bekal). Seperti Imam Malik yang menjual salah satu penopang atap rumahnya untuk menuntut ilmu. Bersyukurlah jika orang tuamu begitu baik telah membiayai sekolahmu. Jadi jangan sia-siakan pengorbanan mereka belajarlah dengan sungguh-sungguh.

Kelima, bimbingan guru. Menuntut ilmu itu harus dibimbing oleh seorang guru terlebih ilmu agama agar tidak salah dalam memahami ilmu. Jasa guru begitu luar biasa dalam mengajarkan ilmu bagi kita, maka hormati dan muliakanlah mereka.

Keenam, waktu. Imam Al Baihaqi berkata, “Ilmu tidak akan mungkin didapatkan kecuali dengan kita meluangkan waktu”. Karna tidak ada kata selesai untuk belajar, maka waktu yang panjang dibutuhkan dalam menimba ilmu. Belajar dulu, belajar lagi dan belajar terus semakin kita mendapatkan ilmu maka seharusnya semakin bertaqwa kepada Allah karna Allah yang memberikan kita kemudahan untuk bisa menyerap dan mengerti banyak ilmu. Imam Al Qadhi ditanya “Sampai kapan seseorang harus menuntut ilmu?” Beliau menjawab “Sampai ia meninggal dan ikut tertuang tempat tintanya ke liang kubur”.

Buat kamu Para Pencari Ilmu yang sholih dan sholihah bersemangatlah menjadi generasi yang gemilang karna kamu adalah calon pemimpin di masa yang akan datang.[]

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *