Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted on Jul 17, 2019 in Buletin Teman Surga, Headline | 0 comments

Buletin Teman Surga 071. Teman Baru Semangat Baru

Buletin Teman Surga 071. Teman Baru Semangat Baru

buletin teman surga 071. teman baru semangat baruSiapa sih yang nggak pengin punya temen? Hampir bisa dipastikan, kita semua sangat hepy kalo punya banyak teman. Mulai teman main di rumah, di sekolah, bahkan teman di dunia maya sekalipun. Memang ada sih beberapa orang yang memiliki karakter bawaan introvert, yang biasanya suka menyendiri, tapi nggak setiap orang introvert, nggak punya teman. Pasti punya teman, cuman mungkin jumlah temannya, nggak terlalu banyak.

Nah, ngomongin teman, sekarang kan masa-masanya masuk sekolah, ada juga yang naik tingkat dari SD ke SMP, dari SMP ke SMA, pastinya dong bakal punya teman-teman baru. Jangan lupa lho ya, buletin ini juga bisa jadi teman kamu. Teman dalam mencari ilmu, teman menambah tsaqofah, dan yang pasti teman dalam ketaatan.

Tapi yang kita mau kupas di sini, soal teman dalam wujud manusia ya. Namanya juga manusia, pasti punya karakter yang berbeda-beda. Kadangkala kita mencari teman atau mau berteman, kalo kita ng-frend banget sama dia, alias suka cocok-cocokan. Ada yang suka banget berteman dengan tipe orang yang hobinya traktir temannya. Wah, kalo ada model teman yang kayak gitu, kayaknya semuanya ngga bakalan nolak berteman dengan dia, hehee..

KLIK di SINI untuk mendapatkan buletin versi PDF-nya.

Temanmu Surga-Nerakamu

Ada hadist yang sangat masyhur, dan kayaknya man-teman sering dengar hadits ini:

“Kawan pendamping yang sholih adalah ibarat penjual minyak wangi. Bila dia tidak memberikanmu minyak wangi, setidaknya kamu akan mencium keharumannya. Sedangkan kawan pendamping yang buruk adalah ibarat tukang pandai besi. Bila kamu tidak terjilat apinya, setidaknya kamu akan terkena asapnya.” (HR. Bukhori)

“Seseorang adalah sejalan dan sealiran dengan kawan akrabnya, maka hendaklah kamu berhati-hati dalam memilih kawan pendamping.” (HR. Ahmad)

Hadits-hadits di atas ngasih pemahaman kepada kita, agar kita bener-bener selektif milih teman, karena warna hidup kita salah satu corak dominannya akan diwarnai oleh siapa teman kita. Coba kita perhatikan dalam keseharian kita, pada umumnya kita akan selalu mencari dan bertemu dengan teman. Di sekolah, tempat duduk kita aja, kita nyari teman sebangku yang kita nyaman dengan dia. Lalu, belum nanti kalo pas istirahat, mulai dari teman main, sampe teman jajan di kantin, kita penginnya juga nyari teman, nggak pengin sendirian, syukur-syukur ditraktirin, wkwkwk…

Di rumah, pulang sekolah, kalo kebetulan teman sekolah dan teman rumah kita beda, maka sepulang sekolah, kita juga bakalan nyari teman rumah tersebut. Main dengan dia, belajar sama dia, hangout bareng dia. Jadi, ternyata separoh lebih hidup kita habiskan bersama teman-teman kita. Kalo kita nggak hati-hati, selektif milih teman, istilahnya kita akan salah gaul. Kalo udah salah gaul, maka perilaku buruk teman kita, akan nular ke kita dengan mudah.

Sebaliknya, kalo teman-teman kita orang baik, yang selalu mengingatkan kepada kebenaran alias teman taat, maka disitulah kita juga bisa kebawa pada kebaikan. Allah SWT pun mensinyalir bahwa teman terbaik adalah teman takwa:

Teman-teman karib (para sahabat yang di Dunia saling berkasih-sayang) pada hari itu (di Hari Penghakiman-Pembalasan) saling bermusuhan satu sama lain, kecuali mereka yang bertakwa. (QS. Az-Zukhruf 67)

Tapi, nyari teman baik, teman takwa, teman taat, teman surga, di kondisi sekarang ini, kan nggak gampang?! Nggak gampang, bukan berarti nggak bisa. Bisa koq, hanya saja kita memang kudu serius mencarinya dan kalo udah ketemu harus istiqomah berteman dengannya. Kenapa harus istiqomah berteman dengan teman yang bisa ngajak ke surga? Ya, salah satu alasanya, karena bisa jadi dari sisi jumlah, teman yang kayak gitu, nggak banyak. Kalo nggak banyak, berarti nanti orang yang sering kita jumpai justru sebaliknya. Kalo diibaratkan ekstrimnya kayak, ada setitik putih di tengah lautan hitam. Nah, kira-kira kayak gitu.

Saat seperti itu, bukan berarti yang banyak itu yang benar, dan kebenaran nggak ditentukan oleh banyaknya orang.  Apalagi jika kebanyakan orang itu disetir oleh hawa nafsunya, maka Al-Qur’an sudah mengingatkan hal tersebut

“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allâh. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allâh). Sesungguhnya Rabbmu, Dia-lah yang lebih mengetahui tentang orang yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia lebih mengetahui tentang orang orang yang mendapat petunjuk.” (QS. al-An’âm:116-117)

Lalu, alasan lain, kenapa kita kudu istiqomah mencari dan berteman dengan teman yang shalih, adalah karena pasti ujiannya nggak sedikit. Sebab, saat ini kita sedang hidup dalam arena sekularisme, di mana agama (Islam) aturannya dipinggirkan alias nggak dipake dalam keseharian. Kesehariannya lebih banyak menggunakan perasaan, atau kesepakatan tak tertulis, yang cenderung bertentangan dengan tata aturan Islam.

Kalo kita nggak kuat-kuat amat imannya, berteman dengan orang baik itu nggak gampang di kondisi seperti ini. Mulai dari ejekan, sok alim-lah, sok ustadz-lah, sok bau surga-lah dan sejenisnya akan sering mampir ke telinga kita. Di kondisi kayak gitulah iman dan keistiqomahan kita berteman dengan teman yang baik akan benar-benar teruji. Kalo benteng kita nggak kuat-kuat amat akan jebol, selanjutnya kita galau dan bisa jadi kita jatuh di pelukan teman-teman yang justru menjauhkan kita kepada ketaatan. Naudzubillah min dzalik.

Oleh karenanya, kalo udah punya teman taat, teman surga, pegang erat-erat, jangan sampe lepas. Pesan Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘anhu: “Tidaklah seorang hamba diberi kenikmatan yang lebih besar setelah keislaman, selain sahabat yang sholih. Maka apabila kalian mendapati teman yang sholih, peganglah ia erat-erat”.

Imam Syafi’i pun berpetuah ” Apabila kalian memiliki teman yang membantumu dalam ketaatan, maka genggam erat tanannya, karena mendapatkan seorang sahabat itu sulit sedangkan berpisah darinya itu mudah.”

Fadilah Punya Teman Baik

Biar makin yakin bin mantab, berikut ini fadilah alias keutamaan kita punya teman yang baik, teman yang mengajak kepada kebaikan.

Pertama, akan senantiasa ada yang saling ingat-mengingatkan. Pepatah arab mengatakan Shadiqaka man shadaqaka laa man shaddaqaka” (Sahabat sejati-mu adalah yang senantiasa jujur (kalau salah diingatkan), bukan yang senantiasa membenarkanmu). Pada faktanya emang benar, kalo namanya sahabat sejati pasti bakal seperti itu perilaku kepada sahabatnya. Kalo ada teman, selalu membenarkan kita meski kita salah, nah yang kayak gitu ngak bakal lama jadi teman, dan nggak layak disebut sahabat sejati.

Kedua, namanya sahabat atau teman, pasti orang yang sangat akrab dengan kita, bahkan mungkin dia tahu kelemahan dan kelebihan kita, oleh karenanya teman yang baik akan selalu saling mendoakan, agar tak terjadi hal buruk menimpa kita. Dan doa dari teman, salah satu doa yang makbul.

“Sesungguhnya doa seorang muslim kepada saudaranya di saat saudaranya tidak mengetahuinya adalah doa yang mustajab (terkabulkan). Di sisi orang yang akan mendoakan saudaranya ini ada malaikat yang bertugas mengaminkan doanya. Tatkala dia mendoakan saudaranya dengan kebaikan, malaikat tersebut akan berkata: Aamiin. Engkau akan mendapatkan semisal dengan saudaramu tadi.” (HR. Muslim)

Ketiga, ada hadits yang bunyinya “Setiap orang akan dikumpulkan bersama orang yang ia cintai.’” (HR. Bukhari, Muslim). Itu artinya, teman taat yang kita mencintainya dan dia mencintai kita karena Allah, InsyaAllah akan saling bertemu lagi kelak di surga. Berteman di dunia, bertetangga di surga.

Keempat, pesan dari Syekh Hasan Al- Bashri, ”Perbanyaklah berteman dengan orang-orang yang beriman. Karena mereka memiliki syafaat pada hari klamat.” (Ma’alimut Tanzil 4/268). Jadi kalo kita punya banyak teman-teman baik, jika kelak kita di hari kiamat, teman baik itu bisa membawa kita kepada surga. Sehingga kita bisa pesankan kepada teman-teman baik kita, jika kelak di akhirat kita tidak bertemu, tolong cari aku di neraka, dan ajaklah aku ke surga. Aamiin.

Warning! Teman Lawan Jenis

Satu catatan penting, di saat mau mencari teman-teman baru untuk bisa menumbuhkan semangat baru, maka tak perlu repot-repot mencari teman lawan jenis. Artinya, dalam Islam aturan pertemanan dengan lawan jenis, sangat diatur, karena al-aslu alias hukum asalnya, kehidupan cowok-cewek itu terpisah. Baru boleh bertemu jika ada keperluan yang dibolehkan oleh syara (hajat syar’i). Jadi, yang selama ini sudah berteman dengan lawan jenis, maka sudah harus mulai diijaga interaksinya. Bagi yang belum punya teman lawan jenis, nggak usah galau kalo nggak punya teman lawan jenis.

Namanya teman, berbeda dengan yang bukan teman. Kalo disebut teman berarti adalah orang yang dekat, yang kita sering berinteraksi dengannya. Nah, berabe bangets kalo teman kita yang beda jenisnya. Karena sudah fitrahnya, ibarat magnet yang berbeda kutubnya akan saling tarik-menarik. Ini bukan hanya sekedar kekhawatiran, tapi sudah kebukti bahwa cowok-cewek kalo interaksinya terlau intens, bakal menimbulkan pelanggaran-pelanggaran syariat. Sudah banyak bukti, dari teman akhirnya demen alias suka. Bukan hanya masalah perasaan, tapi interaksi yang lain kayak ngobrol bareng, pun yang diatur oleh Islam, nggak diindahkan lagi, entah itu mereka antara nggak tahu atau emang nggak mau tahu.

Makanya penting banget hal ini jadi perhatian dalam berteman. Jangan hanya karena alasan pengin dapat motivasi, semangat baru, lalu serampangan berteman dengan lawan jenis. Awalnya sih ketemuan, lalu janjian, terus telepon-teleponan, habis itu saling motivasi, kemudian saling merasa nyaman, akhirnya interaksi yang nggak karuan. Duh.. jadi kelewatan deh.

Nyiksa banget, kalo kita nggak boleh berteman dengan lawan jenis, padahal kita hidup di dunia kan memang sudah ditakdirkan berlawanan jenis?! Man-teman satu hal yang kudu kita camkan bersama bahwa nggak ada aturan Islam (yang berasal dari Allah) yang nyiksa manusia. Allah ngasih aturan buat manusia, tentu saja untuk kemaslahatan umat manusia, salah satunya aturan pergaulan lawan jenis.

Adanya kita berlawan jenis, itu hak prerogratif Allah, lalu Allah ciptakan juga ketertarikan antar lawan jenis itu sebagai sebuah fitrah, bisa jadi nikmat, tapi bisa juga jadi laknat, jika nggak menuruti aturan Allah dalam berinteraksi. Sama kayak Allah ciptakan rasa lapar, bukan berarti kita dilarang lapar atau dilarang makan, tapi pada saat makan kita harus ingat aturan. Nggak boleh makan yang haram, nggak boleh berlebihan, dan sebagainya.

Nah, demikian pula dengan berteman lawan jenis. Bukan berarti nggak boleh bertemu atau berinteraksi dengan lawan jenis, akan tetapi diatur. Mulai dari ketemuan, obrolan, interaksi, transaksi, sampe soal perasaan. Makanya, ketika kita berinteraksi dengan lawan jenis, misalnya karena urusan kerja kelompok, urusan organisasi, nggak boleh mengedepankan perasaan. Kalo interaksi cowok-cewek pake baper, nantinya malah ada perasaan-perasaan lain ngikutin, kayak rasa nyaman, sampe rasa jatuh cinta. Wah bisa gaswat tuh!

Interaksi dengan teman lawan jenis, kudu hati-hati, seperti berduaan, berboncengan dengan lawan jenis tentu saja nggak boleh meskipun alasannya memotivasi atau urusan organisasi.

Rasulullah saw berpesan “Ingatlah, bahwa tidaklah seorang laki-laki itu berkhalwat dengan seorang wanita kecuali yang ketiganya adalah setan.” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi dan Al-Hakim)

Katanya, seakan-akan rasanya lebih nyambung kalo curhat atau ngobrol dengan lawan jenis. Ah itu alasan yang terlalu dibuat-buat dan mengada-ada, padahal sebetulnya nggak perlu ada yang kayak gitu. Makanya cukupkan diri berteman yang cowok dengan yang cowok, yang cewek dengan yang cewek, itu tidak akan mengurangi dan menghilangkan fadilah dari berteman yang sudah disebutkan di atas.

So, selamat dan semangat mencari teman baru, teman baik, teman yang membawa kita ke surganya Allah SWT. Aamiin []

KLIK di SINI untuk mendapatkan buletin versi PDF-nya.

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *