Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted on Jul 19, 2018 in Buletin Teman Surga, Headline | 0 comments

Buletin Teman Surga 20. Jangan Jadi Generasi Tik Tok Yang Alay

Buletin Teman Surga 20. Jangan Jadi Generasi Tik Tok Yang Alay

Buat Men-temen yang Eksis di dunia maya pasti bakalan gak asing lagi ama yang namanya Bowo Alpenliebe, iya kan!. Dia Ngedadak viral lantaran aplikasi tik tok. Tau ga sihh..ternyata umurnya masih 13 tahun friends, nama aslinya  Prabowo Mondardo and masih duduk di kelas VIII SMP. Dia jadi bahan obrolan tuh, and bikin gempar dunia instagram karena jadi seleb di “aplikasi alay”.  Followernya ja ngalahin follower kamu tu friends, hehe… dah nyampe 600 ribuan loch Weww..

Oopss…Ngomong2 neh friends, kamu sendiri tau kan aplikasi tik tok itu apa? Hadeuh..jangan2 pada gak update neh. Tepok lutut 7 kali dah! Tenang friends buat kamu2 yang masih asing ama tik tok kita bakalan kasih tau sekilas tentang aplikasi tik tok neh yah.

Nah, aplikasi TikTok yang lagi hits and  belakangan diblokir di Indonesia neh, adalah aplikasi yang ngasih special effects unik and menarik friends, bisa digunain dengan mudah untuk buat video pendek and bisa dipamerin ke teman-teman atau user lainnya. Buat anak-anak alay yang suka lebay and seneng eksis di dunia maya,  aplikasi sosial video pendek ini memang ngedukung banget. Karena bisa bikin video dengan banyak pilihan  musik terus bergaya bebas, nari-nari lebay, kayak  yang dilakuin ama Bowo. 

Generasi Alay Kebablasan

Friends, pada tau kan apa itu yang namanya alay? Walau pun  istilah Alay itu sendiri emang nggak jelas apa sebenar nya hehe.. Di kalangan remaja nya ja banyak perbedaan pendapat, ada yg bilang anak lebay, anak layangan, anak kelayapan etc. Yah itu lah istilah2 gahoel anak muda mudi zaman now. Yang jelas neh friends kita bisa ngenalin ciri-ciri anak alay itu sendiri let’s check this out!.

Anak alay biasanya remaja-remaja yang dikenal dengan sikap atau gaya mereka yang narsis always, dan pengen eksis di mana pun lewat cara yang unik and menarik (buat mereka! padahal mah bagi kita aneh and jijay beudd,,dah). Unik or anehnya itu bisa dalam berpakaian, pake Bahasa atau istilah gahoel, juga dalam penggunaan teknologi khususnya dunia maya buat jadi bahan eksis dirinya. Nah kayak bowo gitu deh contohnya.

Bowo itu sebenernya cuma satu dari sekian banyak artis dadakan di dunia maya. Viralnya Bowo juga bukan fenomena baru friends. Pasti kamu-kamu  masih ingat kan, Sinta and Jojo, dua remaja yang ngedadak tenar lewat lipsing ‘Keong Racun’nya. Kamu juga gak asing ama nama Awkarin, Yusi Fadila and yang gak lama sebelum neh ada sosok Nuraini yang ngedadak ‘ngartis’ berkat aksinya juga di dunia maya dengan artis favoritnya.

Nah kehadiran aplikasi Tik Tok neh semakin jadi wadah anak-anak muda alay bereksis diri,  padahal mereka cuma joget-joget gak jelas and pastinya miskin manfaat. Parahnya pengguna aplikasi Tik Tok neh banyak juga dari kalangan cewek alias perempuan bin wanita yang bangga mamerin aurat nya yang seharusnya bukan jadi konsumsi publik. And next, yang ikut jingkrak-jingkrak ngeramein dunia Tik Tok itu juga remaja berkerudung. Iih miris ga siih. Identitas mereka jelas, tapi ke mana rasa malu seorang muslimah yang eksis dengan joget-joget alay itu? Kelihatan banget kalau mereka lebih enjoy dengan aktifitas yang miskin faedah.

Ada lagi Yang lebih bikin miris mpe ngiris  hati bingitzz, yaitu ngelihat tingkah laku para fans Bowo Tik Tok. Mereka mpe fanatiknya  ngidolain sosok Bowo. Di akun-akun fans Bowo itu bertebaran ungkapan-ungkapan yang di luar batas. Contohnya neh: “Kak Bowo ganteng banget. Saya rela ga masuk surga asal perawanku pecah sama Kak Bowo”.  “Ambil aja keperawananku untuk kaka aku iklas”, “Bikin agama baru yuk, Kak Bowo Tuhannya, kita semua umatnya. Yang mau jadi Nabinya chat aku ya.” “tiada yang hebat selain tuhan kita Bowohuakbar”,  “Tiada tuhan selain Bowo kalian harus tunduk sama Bowo tuhanquee. Yang ga tunduk kalian masuk neraka jahanam ya…” dan lain sebagainya.

Astagfirullah… kamu sedih ga sih baca status-status alay and jijay kayak gitu? Ini mah udah kebablasan namanya. Sedihnya lagi, para fans Bowo itu ternyata lumayan banyak. Liat aja antusias fans demi jumpa Bowo sang idola.  Meet and greet digelar dengan tarif 80.000 sampai 100 ribu rupiah. Padahal konon meet and greet artis beneran aja kalau di mall doang mah ga berbayar. Parahnya,  banyak fansnya yang keblinger demi ketemu Bowo. Ada yang bilang di statusnya “aku rela jual ginjal ibuku untuk ketemu sama kak Bowo”.  Bahkan sempat viral juga tuh curhatan seorang ayah yang mengeluhkan kelakuan anaknya yang fans berat Bowo. “Anak saya sudah tergila gila sama bowo. Sampai maling duit saya di laci 500 ribu untuk ketemu Bowo padahal buat bayar kontrakan”. Sungguh Ter…la…lu… Sungguh gak masuk akal sehat. Rela ngelakuin apa pun demi sekedar bertemu seorang fans yang nota bene gak kenal siapa elo. Tapi ini jadi bukti kalau anak alay itu makin menjamur. Mereka abai dengan  identitas dirinya yang muslim, yang harus menjaga kehormatan diri. Bahkan mungkin abai juga dengan hidupnya yang hanya sementara ini. Apakah idolanya akan bisa menyelamatkan hidupnya di dunia apalagi di akhirat?

Generai Alay, kenapa menjamur

Sobat, penah kepikir ga kenapa generasi kita ini jadi makin banyak yang alay trus abai sama aturan agama? Ini semua gegara kita nih jauh dari aturan agama.  Agama Islam yang melekat di akta kelahiran remaja udah ga banyak yang difahami, malah remaja jadi asing dengan aturan- aturan Islam yang lengkap. Ini neh buah nyata dari kehidupan sekuler yang lagi diterapin saat ini. Apaan tuh kehidupan sekuler? Tenang friends kita jelasin, jadi sistem kehidupan sekuler itu misahin agama dari kehidupan. Agama jadinya cuma sebatas ritual doang, ibadah aja gitu. Akhirnya agama disepelein, bahkan dihina-hina macam statusnya para fans Bowo. Hasilnya, remaja zaman now ngalamin krisis identitas. Gak paham sama jati dirinya. Jauh dari agama and lebih memilih gaya hidup bebas sebebas-bebasnya, semaunya, akhirnya mpe kebablasan.

Yang makin jadi bikin Sedih lagi neh, kebanyakan remaja yang kebablasan itu adalah remaja Islam. Mereka  terjerumus ngikutin gaya hidup bebas ala Barat. Barat dijadiin kiblat buat kehidupan, yah katanya sihh keren, gaul, padahal mereka gak tau qlo barat emang sengaja tuh friends bikin remaja muslim nya kayak gitu. Hasilnya, Halal and haram dah gak lagi dijadiin standar berbuat. Yang penting trendi and bisa ngeraih  eksistensi diri. Hedonis. Yang penting seneng. Kehidupan remaja Islam yang serba bebas ini  ga akan  bawa maslahat buat dirinya apalagi buat masyarakat. Sebaliknya, mudharat atau kerusakan siap menerkam and  mencabik-cabik remaja Islam.

So Friends, Mau disadari atau gak, sebenarnya penerapan sistem sekuler ini neh biang keladi lahirnya generasi ‘Bowo’ yang alay bin abai. Kalo sistem neh terus eksis, gak nutup kemungkinan the next ‘Bowo’ akan terus tumbuh subur bahkan lebih hancur dari yang dah ada.

 Harus Gimana?

Sebenernya  Bowo or para remaja selebgram lainnya itu adalah korban kemajuan teknologi di era globalisasi. Sementara fansnya itu korban rusaknya sistem kehidupan sekuler yang ngagungin kebebasan. Sebagai seorang muslim neh friends, dah seharusnya nilai agama itu kita jadikan standar berfikir dan berbuat. Standar buat memilih and memilah hal yang positif and negatife dari globalisasi, termasuk media.  Kemajuan teknologi media sah sah aja kita gunakan, tapi apakah harus membuat kita kebablasan?

Sebagai remaja muslim yang baik, kita harus sadar hakikat diri kita. Kita ini makhluk Allah Swt, tujuan hidup kita buat beribadah kepada Allah swt.  Firman Allah:

“Tidaklah Aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah” (QS.Adz Dzariyat 56). And kita juga harus sadar kalo setelah kehidupan di dunia ini akan ada balasan atas perbuatan manusia baik ataupun buruk. Allah swt berfirman: “Maka barangsiapa yang mengerjakan kebajikan seberat dzarrah niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan keburukan seberat dzarrah niscaya dia akan melihat (balasan)nya” (QS.Al-Zalzalah 7-8).

Makanya  kita harus tau  hal-hal yang diperintahkan agama Islam untuk dikerjakan (wajib), hal-hal yang dilarang (haram) ataupun yang berbentuk pilihan (mubah). Di antara yang mubah/ boleh itu harus kita pilih yang bermanfaat and ngehindarin yang gak bermanfaat. Ini neh  yang bakalan jadi imunitas terkuat kalo kita berhadapan ama kemajuan di era globalisasi ini. Dengan bekal pemahaman Islam,  otomatis bakalan terjadi filterisasi nilai baik ataupun buruk dengan standar agama. So kita sah aja pake smartphone, pake semua aplikasi yang ada di dalamnya. Tapi kita ga akan terjebak dengan aktifitas yang haram seperti mengakses konten porno. Apalagi sampai ketagihan. Buat remaja putri, aplikasi di smartphone ga akan membuat kamu pengen eksis dengan mengumbar aurat. Remaja muslim yang ideal bakalan punya identitas diri yang  jelas and gak terjebak ama perilaku alay kayak remaja pegiat Tik Tok, karena sadar perbuatan itu ga bermanfaat.

So, kalo kamu memilih untuk menjadi Remaja muslim yang ideal maka yang menjadi tujuan hidup hanyalah kebahagiaan sejati yaitu Ridho Allah. Kebahagiaan sejati emang hanya diberikan oleh Allah swt makanya kebahagiaan yang ini spesial pakai banget. Meski tak berwujud seperti smartphone baru tapi yakin deh kalo kamu dapetin bahagia sejati itu artinya kamu sudah bisa merasakan manisnya iman. Dan percaya deh kalo kamu udah ngerasain yang satu ini ngga ada kebahagiaan lain yang bisa mengalihkan dunia dan akhiratmu. “Ada tiga perkara, siapa saja yang memilikinya ia telah menemukan manisnya iman. Yaitu orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya lebih dari yang lainnya, orang yang mencintai seseorang hanya karena Allah, dan orang yang tida suka kembali kepada kekufuran sebagaimana ia tidak suka dilemparkan ke neraka” (Mutafaq ‘alaih).

Last but not the least. Say thanks lah pada mereka yang udah berjasa banget dalam hidup kita, mengajarkan kita pada hal yang baik, mengajak kita kepada kebaikan dan mengingatkan ketika kita salah. Mereka guru di sekolah, orangtua, guru di pengajian, kakak pengisi kajian keislaman kita, bahkan mungkin teman kita sendiri. Doakan mereka, karena kebaikan mereka tidak ternilai oleh harta. Ngga ada yang perlu disesali ketika kita sudah dan sedang melakukan kebaikan. Sekalipun kita ga seeksis anak alay. Sedihlah ketika kita ngga dikelilingi orang baik yang selalu ngingetin kita. So, sobat, setelah kita learn dan akhirnya bisa move kepada hal yang baik, jangan lupa selalu learn untuk bisa move kepada tahapan baik selanjutnya, yaitu takwa. So, tetap mengaji, mengaji, mengaji. Keep spirit and istiqomah. Jadilah remaja sholih, bukan remaja salah. Insya Alah kita akan terjauh dari generasi alay bahkan bisa jadi generasi Islam yang ideal.

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *