Pages Menu
Categories Menu

Posted on Feb 13, 2018 in Trend Remaja | 0 comments

Azab Menimpa Negeri Karena Pergaulan Bebas

Azab Menimpa Negeri Karena Pergaulan Bebas

Azab Dilan yang nyeremin

Yang judi gue. Pake duit gue. Kenapa lu pusing? Yang zina gue kenapa lu ribut?
Iya… yang judi elo, yang mabok elo, yang zina elo.
Tapi judi, mabok, zina, maksiat mas.
Kalau ini negeri kebanyakan maksiatnya, Allah marah.
Turun gempa bumi. Yang mampus bukan elo doang, monyong!

Pasti sobat sudah tahu kan kutipan darimana kalimat di atas? Betul banget, itu adalah ucapan KH Zainuddin MZ (alm.), penceramah yang dikenal juga dengan sebutan “Kyai Sejuta Umat”, dalam salah satu ceramahnya. Loh, apa dalilnya ya? Allah SWT berfirman,

وَٱتَّقُواْ فِتۡنَةٗ لَّا تُصِيبَنَّ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ مِنكُمۡ خَآصَّةٗۖ وَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلۡعِقَابِ

Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.” (TQS al-Anfal [8]: 25)

Ayat ini juga dimaknai oleh KH. Shiddiq al-Jawi sebagai peringatan untuk berhati-hati akan siksaan (azab) yang menimpa secara umum, baik yang zalim maupun yang tidak zalim. Ayat ini mengisyaratkan bahwa azab menimpa negeri, meski di dalamnya terdapat juga orang-orang shaleh. Ayat ini mendorong kita sebagai umat Islam agar tidak bersikap individualistik, mau sholeh sendiri saja tanpa memperhatikan permasalahan umat, khususnya perzinahan di kalangan remaja ini. Ayat ini memperingatkan orang-orang yang tidak peduli terhadap orang-orang yang berpemahaman “asalkan anak dan keluarga saya tidak maksiat” agar bergerak beramar makruf nahi munkar.

Ini adalah fenomena yang kita lihat hari ini sob. Yang namanya pergaulan bebas di kalangan remaja sudah begitu parah. KPAI menemukan 62,7% remaja SMP tidak perawan dan 21,2% remaja perempuannya telah melakukan aborsi, dalam survey yang dilakukan di 33 provinsi pada bulan Januari hingga Juni 2008. (Elvigro, 2015).  Jelas, ini fenomena gunung es, alias fenomena yang hanya terlihat saja, sementara kasus yang belum tercatat masih jauh lebih banyak lagi.

Lalu, apa fitnah yang dimaksud di ayat di atas? Imam al-Qurthubi menafsirkan fitnah yang dimaksud dalam ayat di atas adalah meluasnya kemaksiatan (zhuhur al-ma’ashi), menyebarnya kemungkaran (intisyar al-munkar), dan tidak adanya upaya mengubah kemungkaran (‘adam at-taghyir). Jelas, kasus maraknya pergaulan bebas di kalangan remaja ini memenuhi semua makna fitnah di atas.

Jika kita perhatikan dengan seksama, azab dari Allah SWT sudah turun kepada manusia dalam semua bentuknya, baik itu merupakan kerusakan, bencana alam, termasuk menyebarnya penyakit-penyakit menular. Inilah bentuk peringatan keras karena kemaksiatan yang dilakukan oleh manusia. Allah SWT berfirman,

ظَهَرَ ٱلۡفَسَادُ فِي ٱلۡبَرِّ وَٱلۡبَحۡرِ بِمَا كَسَبَتۡ أَيۡدِي ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعۡضَ ٱلَّذِي عَمِلُواْ لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُونَ

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (TQS ar-Rum [30]: 41)

Oleh karena itu sob, sudah saatnya kita hijrah dari pergaulan bebas menuju pergaulan Islami. Tidak hanya berhenti sampai di situ, melainkan kita juga wajib mengajak teman-teman kita yang lain. Jangan sampai kita meninggalkan mereka, seolah-olah mau sholeh sendiri saja. Bukankah bentuk kecintaan kita kepada teman-teman kita adalah dengan mengajak mereka pada kebaikan? Sungguh besar pahala di sisi Allah bagi kita, apalagi seorang remaja, yang berdakwah. Allah SWT berfirman,

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: ‘Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?’” (TQS Fussilat [41]: 33)

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *