Buletin Teman Surga 009. Prestise Ujian Nasional

0
16
TS-009 ujian nasional

TS-009 ujian nasionalBulan April 2018 penuh dengan ujian bagi pelajar tingkat menengah. Ujian dalam arti sebenarnya lho ya. Lantaran pemerintah sudah tetapkan jadwal ujian nasional bebasis komputer alias UNBK bagi pelajar SMK minggu lalu tanggal 02 April. Dilanjut pelajar SMA/MA tanggal 09 April ini dan tingkat SMP/MTs tanggal 26 April 2018.

Meski Ujian Nasional (unas) bukan satu-satunya penentu kelulusan, tapi masih jadi momok yang bikin anak didik harap-harap cemas menunggu hasilnya. Siswa berlomba untuk dapatkan nilai terbaik. Soal ujian dari pemerintah pusat dan sama untuk seluruh sekolah, pastinya punya gengsi tersendiri kalo bisa dapatkan hasil bagus. Apalagi kalo masuk deretan siswa dengan nilai tinggi se-sekolah, se-kecamatan, se-kota, se-provinsi, atau se-Indoensia. Ada rasa bangga turut mengharumkan nama baik sekolah, dan orang tua. Mupeng. 😀 

Nilai Gengsi Dibalik Ujian Nasional

Dari dulu, isu terkait ujian nasional nggak cuman berkaitan dengan kelulusan siswa. Tapi banyak nilai gengsi yang tak kasat mata di balik ujian nasional. Walau ujian nasional nggak sepenuhnya menentukan kelulusan siswa, tapi bukan berarti pihak sekolah dan siswa bisa berleha-leha.

Bagi siswa, nilai unas tetap punya pengaruh terhadap kelulusannya. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No. 03 Tahun 2017 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pemerindan dan Satuan Pendidikan, disebutkan ada tiga jenis ujian yang harus ditempuh peserta didik agar lulus dari satuan pendidikan. Yaitu Ujian Nasional (UN), Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), dan Ujian Sekolah (US).

Dan menurut Pasal 18 Permendikbud No. 03 Tahun 2017, syarat lulus dari satuan pendidikan adalah:

  1. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran.
  2. Memperoleh nilai sikap atau perilaku minimal baik.
  3. Lulus ujian satuan pendidikan/program pendidikan.

Alhamdulillaah.. kalo nilai ujian sekolah siswa bagus. Penilaian perilaku oleh sekolah juga nggak bermasalah. Sehingga nilai unas kalopun nggak terlalu bagus, masih berpeluang besar untuk lulus.

Tapi ceritanya akan berbeda jika hasil ujian sekolah pas-pasan, bolos sekolah jadi kebiasaan, tugas dari guru mata pelajaran nggak dikerjakan, alamat nilai akhir terancam mengenaskan. Kalo udah gitu, siswa nggak punya pilihan kecuali memaksimalkan peraihan nilai unasnya  demi mendongkrak hasil akhir. Semoga lulus.

Kebayang kalo siswa memaksa dirinya agar dapat nilai unas tinggi tapi kemampuan pas-pasan. Mending kalo doi komitmen untuk belajar siang malam, banyak latihan biar terbiasa jawab soal ujian. Tapi dengan waktu mepet menjelang ujian, yang ada dibenak cuman rempongnya aja kalo harus belajar mati-matian. Akhirnya nyari jalan pintas dengan berburu bocoran dan jawaban soal ujian.

Sialnya, banyak oknum yang memanfaatkan peluang ini dengan menjual kunci jawaban UNBK. Di Tuban, seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Bojonegoro berhasil meraup untung  31 juta sebelum tertangkap tangan saat transaksi jual beli kunci jawaban UNBK SMA 2017. Di Kolaka Sulawesi Tenggara, sejumlah siswa SMA mengumpulkan uang jutaan rupiah untuk membeli kunci jawaban palsu UNBK 2017 dari sosial media. (Kompas.com – 11/04/2017)

Selain bocoran kunci jawaban, pelaksanaan UNBK juga sarat dengan isu contek mencontek yang dilakukan peserta ujian yang pengen dapat nilai tinggi. Tentu tanpa sepengetahuan pengawas ujian ya. Dengan berbagai macam kreatifitas, catatan penting yang ditulis kecil-kecil pada secarik kertas jadi andalan untuk memecah kebuntuan. Ada yang ditempelin dibalik rok, di dalam kalkulator, atau dibalik casing hp. Ada juga yang pake kode jari, lirik sana sini, hingga chat di line untuk dapat contekan.

Di satu sisi, nilai UN juga mempertaruhkan nama baik sekolah. Lantaran ada perhitungan secara nasional, pihak sekolah berusaha semaksimal mungkin agar seluruh siswanya dapat nilai bagus. Tak ayal ada aja oknum guru atau pengawas yang membantu siswa dalam pelaksanaan ujian di sekolah. Ini yang dikhawatirkan oleh mendikbud Muhadjir Effendy sehingga dengan tegas akan akan memecat guru yang terbukti melakukan kecurangan dalam pelaksanaan ujian di sekolah, baik Ujian Nasional (UN) maupun Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). (Kompas.com – 05/04/2017)

Sahabat, sebuah pepatah mengatakan learning is a journey, not a destination. Artinya, belajar itu adalah sebuah perjalanan, bukan tujuan. Proses belajarnya itu yang penting, bukan hasilnya. Kalo cuman ngejar hasil akhir, banyak cara bisa dilakukan yang cepat, mudah, dan nggak ribet. Tapi hanya melahirkan generasi bemental instan yang lemah bin cupu dalam berproses meraih keberhasilannya. Karena itulah Islam mewajibkan kita menuntut ilmu, bukan menuntut nilai. Catat! 

Jujur itu keren banget lho

Salah satu akhlak mulia yang Rasul contohkan pada kita adalah sikap jujur alias nggak curang. Sikap mulia ini menjadi salah satu ciri orang-orang yang berilmu dan bertakwa. Makanya Allah swt senantiasa memerintahkan kita agar selalu hidup bersama orang-orang jujur.

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah, dan hendaklah kalian bersama orang-orang yang jujur (benar)!(QS At-Taubah: 119)

Kejujuran dalam Islam adalah jalan kebaikan yang akan mengantarkan kita pada surga. Sebaliknya, kecurangan hanya akan menggiring kita pada perbuatan dosa dan ujung-ujungnya masuk neraka. Sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah saw.

Kalian wajib berlaku jujur. Sesungguhnya kejujuran akan mengantarkan kepada kebajikan (ketakwaan) dan sesungguhnya ketakwaan akan mengantarkan kepada surga. Jika seseorang senantiasa berlaku jujur dan selalu berusaha untuk jujur maka akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang shiddiiq (yang sangat jujur). Kalian harus menjauhi kedustaan. Sesungguhnya kedustaan itu akan mengantarkan kepada perbuatan dosa dan sesungguhnya dosa itu akan mengantarkan kepada neraka. Jika seseorang senantiasa berdusta dan selalu berusaha untuk berdusta, maka akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang kadzdzaab (suka berdusta).” [HR Al-Bukhari no. 6094 dan Muslim no. 2607/6637]

Karena kejujuran adalah kebaikan, maka orang yang memiliki sifat jujur akan mendapatkan ketenangan di dalam hatinya. Sebaliknya, mereka yang suka curang, dusta, atau mencontek saat ujian hatinya gelisah takut ketahuan. Dan kalo kebeneran kebongkar curangnya, dia akan berusaha menutupinya dengan kebohongan yang lain.

Rasul saw mengingatkan kita,  “Tinggalkanlah apa-apa yang meragukanmu dengan mengerjakan apa-apa yang tidak meragukanmu. Sesungguhnya kejujuran adalah ketenangan dan sesungguhnya kedustaan (akan mengantarkan kepada) keragu-raguan atau kebingungan.”[HR At-Tirmidzi no. 2518]

Terlebih, Allah subhanahu wa ta’ala akan memberikan surga atas kejujuran seseorang selama hidup di dunia.

Allah berkata: Ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang jujur kejujuran mereka. Bagi mereka surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah rida terhadap mereka dan mereka rida terhadap Allah. Itulah keberuntungan yang paling besar“. (QS Al-Maidah: 119)

Kerennya lagi, Allah subhanahu wa ta’ala akan menempatkan orang-orang yang jujur bersama para Nabi, syuhada, dan orang-orang shalih di surga-Nya kelak.

 “Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang Allah berikan kenikmatan kepada mereka dari kalangan nabi-nabi, para shiddiiqiin (orang-orang yang sangat jujur), orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang shalih. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.” (QS An-Nisa’: 69)

Jujur Ujian, Sebuah Kebanggaan

Banyak kisah yang menunjukkan pada kita betapa mulianya arti sebuah kejujuran. Seperti kisah Idris, seorang pemuda yang memakan buah delima yang terhanyut di bawah air. Dia merasa bersalah dan mencari sumber pemilik buah delima itu dengan menyusuri sungai hingga sampai di sebuah perkebuna ndelima. Idris bertemu dengan pemilik kebun dan jujur mengakui telah memakan buah delima yang dia temukan. Untuk menebus kesalahannya, ia harus bekerja selama sebulan menjaga dan merawat kebun tanpa upah sepeserpun. Atas kejujurannya, pemilik kebun meminta Idris menikahi putrinya yang buta, tulis, bisu, dan lumpuh. Setelah akad, ternyata gadis yang ditemui justru cantik jelita dan nyaris sempurna bernama Ruqoyyah. Dari pernikahan mereka lahirlah ulama besar Imam’Syafi’i yang menjadi guru dan panutan jutaan umat Islam di dunia.

Begitu juga dengan kisah Mubarak. Seorang penjaga kebun Anggur selama belasan tahun yang tidak pernah mencicipi buahnya. Sehingga ketika majikannya meminta untuk diambilkan buah anggur yang manis, berulang kali keliru. Majikannya merasa jengkel karena selalu diambilkan buah yang masam. Dan ketika Mubarak di tanya, mengapa selalu mengambilkan buah delima yang masam, jawabnya karena selama ini tugasnya hanya menjaga dan merawat kebun sehingga dia tidak pernah mencicipi buahnya. Jawaban ini membuat sang pemilik kebun, Qadhi Nuh bin Marwan, merasa kagum atas kejujurannya. Untuk itu, ia menikahkan Mubarak dengan putrinya yang cantik jelita dan dari pernikahan itu lahirlah ulama besar Abdullah bin Mubarak.

Sahabat, kejujuran bagi seorang muslim bukan sekedar hiasan akhlak yang mulia dalam pandangan manusia. Tapi wujud ketaatan pada Allah swt. Sehingga orang yang jujur akan berusaha mencari ridho-Nya, bukan ridho manusia. Dalam keadaan susah maupun senang, sikap jujur selalu dia pegang. Apalagi dalam menuntut ilmu, tentu sikap jujur ini yang akan memberikan keberkahan pada proses belajar yang kita jalani.

Jadi nggak ada alasan bagi kita untuk berbuat curang saat mengerjakan ujian di sekolah. Kejar ridho Allah, bukan ridho manusia, teman sebaya, atau orang tua sampai harus menghalalkan segala cara. Jemput nilai terbaik hasil ujian dengan belajar, mengulang pelajaran, diskusi dengan teman, atau bertanya pada guru. Bukan dengan berburu kunci jawaban atau mempersiapkan contekan. Kejujuran kita akan menjadi jalan kebaikan di dunia dan akhirat. Hari ini dan di masa depan nanti. Lebih baik dapat nilai ujian yang bagus hasil kerja sendiri daripada dapat nilai jelek karena pakai kunci jawaban palsu dan mencontek.

Selamat menempuh ujian yang jujur dan semoga Allah memudahkan jalan kita dalam menuntut ilmu untuk meraih hasil yang terbaik. Semangat![]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here