Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted on Apr 17, 2018 in Buletin Teman Surga, Headline | 3 comments

Buletin Teman Surga 010. Mulianya Perempuan Kekinian

Buletin Teman Surga 010. Mulianya Perempuan Kekinian

buletin teman surga 010 Mulianya Perempuan Kekinian Girls Power, Wonder Women, The Power of Emak Emak, dan masih banyak lagi sebutan buat Kaum Hawa zaman now. And, bicara soal wanita, perempuan, cewek emang ngga pernah ada habisnya. 24 jam sehari, 7 hari seminggu rasanya ngga cukup untuk ngebahas serba-serbi dunia perempuan. O… oww… buat kamu yang cowok jangan buru-buru simpen buletin kece ini yah, meski di edisi Teman Surga kali ini ngebahas tentang perempuan. B’coz what? Karna cowok keren itu yang tahu gimana menghormati dan menghargai wanita sesuai tuntunan Sang Pencipta, Allah Ta’ala. Catet. Nah.. buat kamu yang cewek terusin juga bacanya yah, karna kamu akan tahu betapa Extra Ordinary-nya kamu. Swit..swiiww..

Perempuan kini yang kekinian?

Katanya perempuan kini itu yang kekinian. Ngikutin apa yang lagi nge-hits. Sayangnya yang dianggap hits itu apa yang dipromosikan dan diviralkan oleh Barat. Dan semakin disayangkan lagi generasi kita masih banyak yang jadi follower bahkan ada yang jadi promotor dari ide dan life style-nya. Kenapa mereka melakukan itu? yaa.. biar dianggap kekinian katanya. Pertama, Barat menyebarkan ide freedom of expression. Salah satu bukti berhasilnya Barat menanamkan ide ini bisa kita lihat  banyak perempuan yang semakin ingin bebas ekspresikan diri. Terlebih apa yang mereka lakukan karna perempuan masih dianggap sebagai makhluk lemah sehingga mudah mendapatkan diskriminasi. Walhasil, mereka pun “berontak” dengan beraksi “semau gue”. Hal ini dapat kita lihat saat aksi turun ke jalan, dimana mereka mengusung poster beraroma sarkasme “tubuhku otoritasku”, “aurat gue bukan urusan lo”, dan masih banyak lagi. Mereka ngga mau kalo perempuan disalahkan sebagai pemicu banyaknya tindak pelecehan seksual karna pakaian minim yang mereka kenakan. Bagi mereka yang berpikiran permisiv akhirnya bertingkah suka-suka, mau umbar aurat ya suka-suka, tubuh-tubuh gue. Kalau banyak laki-laki yang tergoda ya itu bukan urusan gue. Jadi jangan suruh apalagi paksa perempuan untuk tutup aurat, ngga boleh ada yang atur-atur termasuk agama sekalipun. Because my body is mine. Hadeehh… kicau ini sih, eh kacau.

Kebebasan berekspresi ternyata ngga sampe di urusan umbar aurat doang, temans. Pergaulan bebas  yang membawa perempuan merugi dunia akhirat pun semakin leluasa dilakukan, bahkan remaja perempuan yang terseret dengan perilaku suka sesama jenis atau lesbian juga sudah semakin vulgar ditunjukkan. Yaa… lagi-lagi konsep “suka-suka” jadi andalan mereka berbuat semua dan semaunya. “Budaya timur” terlebih norma agama dilabrak abis tanpa ampun jika pemikiran dibenak sudah dibebas liarkan. Prihatinnya banyak remaja yang bangga dengan pemikiran liberal sekuler yang mereka anut, karna dianggap modern. Namun, sebaliknya bagi remaja yang berpikir atas dasar agama malah dianggap kuno bahkan radikal. Innalillaah.

Eits, masih ada nih pemikiran yang menjangkiti kawula muda jaman kini. Di mana remaja (perempuan) pengen disejajarkan sama laki-laki. Pemikiran apakah itu? Namanya Feminisme. Intinya apa aja yang bisa dilakuin oleh laki-laki, maka perempuan boleh untuk melakukannya. Misalnya, kalo laki-laki boleh pulang malem maka perempuan juga sah-sah aja dong. Intinya, ide ini mengusung kesetaraan, ngga boleh beda-bedain antara laki-laki dan perempuan apalagi melebihkan laki-laki dibanding perempuan. Sekarang, ide feminis ini semakin kenceng disuarakan dan “diperjuangkan terlebih moment Hari Kartini dijadikan Booster bagi “perjuangan” mereka. Konon katanya Ibu R.A Kartini adalah sosok perempuan pertama yang memperjuangkan hak-hak perempuan agar tidak didiskriminasi. Is that true?

Antara Konde Bu Kartini dan Emansipasi?

Baru-baru ini konde tiba-tiba jadi viral setelah seorang tokoh membacakan puisi dengan menyebutkan konde di dalamnya. Konon katanya konde itu ciri khas Ibu Indonesia. Mungkin bagi Kids jaman old yang suka atau rajin ikut peringatan Kartini-an atau Agustus-an suka didandanin sama ortu lengkap dengan kondenya. Telisik punya telisik ternyata ada sepotong kisah dari kehidupan Ibu Raden Ajeng Kartini yang justru ngga banyak orang tahu, lho. Kisah R.A Kartini yang mempelajari dan mendalami Islam melalui Al-Qur’an. Namun, Ibu Kartini merasa menemukan kesulitan untuk bisa memahami ayat-ayat Al-Qur’an karna berbahasa Arab sedang pada saat itu tidak ada guru yang bisa mengajari dan membimbingnya. Kegelisahan Ibu Kartini membuncah sampai di suatu waktu Beliau menghadiri Pengajian, di mana Kyai Sholeh Darat memberikan ceramah tentang tafsir Al-Fatihah. Ibu Kartini menyimak dan tertegun sepanjang pengajian. Ini bisa dipahami karena selama ini Kartini hanya tahu membaca Al Fatihah, tanpa pernah tahu makna ayat-ayat itu.

Semangat Ibu Kartini untuk mempelajari dan memahami Al-Qur’an sungguh luar biasa. Bahkan Beliau menyatakan bahwa Al-Qur’an adalah bimbingan hidup bahagia dan sejahtera bagi manusia. Ayoo.. buat yang masih males baca dan memahami Al-Qur’an, apa yang dilakukan Ibu Kartini wajib kita teladani tuh. Di setiap waktu luangnya Ibu Kartini selalu membaca dan mempelajari Al-Qur’an yang sudah diterjemahkan ayat per ayat oleh Kyai Sholeh dari Surat Al Fatihah sampai Surat Ibrahim. Sayangnya, Ibu Kartini tidak pernah mendapat terjemahan ayat-ayat berikut, karena Kyai Sholeh meninggal dunia.

Saat mempelajari Islam melalui Al-Quran terjemahan berbahasa Jawa itu, Ibu Kartini menemukan dalam surat Al-Baqarah: 257, bahwa Allah-lah yang membimbing orang-orang beriman dari gelap kepada cahaya (Minazh-Zhulumaati ilan Nuur). Ternyata, Ibu Kartini begitu terkesan dengan kata-kata Minazh-Zhulumaati ilan Nuur yang berarti dari gelap kepada cahaya. Dalam banyak suratnya sebelum wafat, Ibu Kartini banyak sekali mengulang-ulang kalimat “Dari Gelap Kepada Cahaya” ini. Karena Kartini selalu menulis suratnya dalam bahasa Belanda, maka kata-kata ini dia terjemahkan dengan “Door Duisternis Tot Licht”. Mungkin temans, lebih kenal dengan kalimat “habis gelap terbitlah terang”. So, hikmah yang bisa kita petik nih friends, semangat mempelajari dan mendalami agama yang dihembuskan Ibu Kartini agar kita menjadi mukmin sejati. Oiya, kembali bicara soal konde dan kalo dibolehkan berandai nih.. seandainya Kyai Sholeh menerjemahkan Al-Qur’annya sampai surat An-Nuur dan Al-Ahzab sangat bisa jadi Ibu Kartini yang kita kenal akan mengenakan kerudung dan jilbab bukan berkonde. Karna setiap apa yang Ibu Kartini pelajari dari Al-Qur’an Beliau senantiasa mengamalkannya. Maa syaa Allah.

Siapa yang bilang R.A Kartini pejuang emansipasi/feminisme? Atau diantara kamu ada yang masih berpikiran gitu? Hmm… you have to know the true story-nyah.. Petikan surat Ibu Kartini “Kami di sini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak perempuan, bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya, menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama. See.. bukan kesetaraan salah kaprah ala kaum feminis barat yang diperjuangkan oleh R.A Kartini. Ibu Kartini cuma pengen perempuan juga bisa belajar, tentu dalam Islam emang menuntut ilmu itu wajib baik laki-laki maupun perempuan. Catet trus langsung stabilo nih friends.

Hanya dengan Islam kamu akan mulia

Kalo saat ini temans menyaksikan banyak perempuan yang dilecehkan, ngga dihargai, disakiti bahkan dijadikan bagai barang komoditi. Yang perlu temans pahami bahwa hal itu terjadi justru karna ngga diterapkannya Islam sebagai tuntunan dalam kehidupan. Mau bukti? Ayoo.. buka cakrawala pengetahuanmu. Dulu saat Islam belum datang (diturunkan oleh Allah sebagai agama sempurna) wanita diperlakukan ya persis seperti sekarang ini banyak dilecehkan, tidak dihargai, diperlakukan kasar dan tidak semestinya. Bahkan punya anak perempuan itu dianggap aib keluarga makanya ada yang dibuang bahkan bayi-bayi perempuan dikubur hidup-hidup seperti yang dilakukan Umar Bin Khoththob saat masih jahiliyah belum mengenal dan masuk ke dalam Islam. Percaya deh, “perjuangan” kesetaraan ala barat ngga akan jadi solusi yang ada malah nambah masalah baru dimana perempuan-lah yang lagi-lagi jadi korbannya.

The one and only solution is Islam. Sewaktu Our Beloved Rasulullah Muhammad SAW diutus dengan membawa dan menyebarkan Islam, disaat itulah Islam mengangkat harkat dan derajat perempuan bahkan Islam menempatkan perempuan di posisi yang mulia.

“Aku wasiatkan kepada kalian untuk berbuat baik kepada para wanita” (HR. Muslim).

Islam datang dengan paket komplit syari’atnya untuk menjaga kemuliaan wanita. Bagaikan mutiara yang mahal, tubuh perempuan harus benar-benar terjaga kesuciannya dengan diwajibkannya bagi perempuan untuk mengenakan kerudung dan jilbab.

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (TQS. Al Ahzab : 59).

Simak, ada hikmah dengan kamu menutup tubuhmu agar kamu ngga diganggu, bahkan dilecehkan. Perempuan dilarang pergi sendirian tanpa ditemani mahrom terlebih di perjalanan yang sehari semalam justru karna Islam bener-bener pengen jagain kamu dari orang-orang jahat. Sekali lagi karna kamu itu perhiasan mahal yang harus dijaga. Karna kamu itu M-U-L-I-A maka jagalah kemuliaanmu dengan membersamai Islam nan mulia didalam kehidupanmu sehari-hari. jangan mau ikut terjebak propaganda jahat barat ya temans yang bilang kalo aturan agama itu mengekang, merekalah justru yang menjerumuskan perempuan bagaikan barang dagangan. Liat aja salah satu faktanya, yang dijual mobil kenapa harus perempuan seksi yang dijadikan penarik minat pembeli bukan keunggulan dari mobil itu sendiri.let’s thinking friends!!.

Ayoo.. alirkan semangat belajar Islam-mu agar hidupmu mulia dunia dan akhirat. Dan jangan lupa terus sebarkan kebaikan dan kebenaran (Islam) supaya kita jadi teman sesurga. []

3 Comments

  1. Assalamu’alaikum admin
    Bagaimana caranya dapat artikelnya dalam bentuk pdf?

    • wa’alaikum salam. sila hubungi admin via wa 0858 1477 1511

  2. Assalamualaikum…. apa buletin teman surga menerima pengiriman artikel? kalo ada bisa saya kirimkan kemana? syukran

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *