Pages Menu
Categories Menu

Posted on Jul 26, 2018 in Buletin Teman Surga, Headline | 1 comment

Buletin Teman Surga 021. Temukan Sababat Sejatimu!

Buletin Teman Surga 021. Temukan Sababat Sejatimu!

buletin teman surga-021. sahabat sejatiTahun ajaran baru, ketemu suasana baru. Yang naik kelas, jumpa dengan kawan-kawan baru satu angkatan yang dulunya beda kelas. Yang pertama kali menginjakkan kaki di sekolah baru, pastinya ngumpul dengan teman-teman baru yang sebelumnya beda sekolah. Ada rasa canggung ketika berkenalan. Ada rasa sungkan ketika memulai pembicaraan. Nikmatin aja. Langkah-langkah kecil menuju masa depanmu kembali dimulai.

Ya, karena masa depan kita banyak dipengaruhi oleh keberadaan teman-teman sebaya. Itu artinya, peran sahabat untuk meraih impian masa depan gemilang sangat berarti. Mereka yang biasanya membersamai kita dalam suka dan duka. Mereka yang menguatkan kita ketika terpuruk. Mereka yang mengingatkan kita ketika berjaya. Mereka yang bantu tunjukkan jalan saat kita tersesat.

Makanya penting banget kita punya sahabat. Apalagi di lingkungan baru. Harus itu. Bisa jadi, inilah agenda pertama yang mesti kita jalani. Biar ke depannya nanti, kita nyaman jalanin proses pendidikan. Belajar tambah semangat karena punya sahabat.

 

Hati-hati Peer Pressure

Sebagai remaja pasti kita pengen ngelakuin banyak hal bareng-bareng teman-teman. Apalagi sama teman baru di sekolah atau kelas. Nyoba hal-hal baru bareng, pulang sekolah bareng, nongkrong bareng, atau bahkan cuma sekedar ke kantin bareng-bareng. Pasti seru aja kalo bisa diterima sama teman-teman di sekitar kita karena kalian punya banyak kesamaan.

Saking asyiknya jalan bareng teman, terkadang kita suka nggak enakan. Sungkan untuk menolak ajakannya. Terlepas baik atau buruknya, kita ngikutin aja dengan alasan solider. Masih mending kalo sahabat kita ngajak pada kebaikan. Ayo aja. Lah, kalo ternyata ngajakin yang berbau kemaksiatan, berabe urusannya. Perasaan nggak enakan ini yang dikenal dengan peer pressure alias tekanan teman sebaya.

Peer pressure (tekanan teman sebaya) adalah saat pendapat atau keputusan seseorang dipengaruhi oleh orang lain di kelompok teman sebayanya. Teman sebaya yang bertingkah semaunya, bisa menjerumuskan kamu dalam perilaku negatif. Apalagi kalo dia dominan di antara teman-teman yang lain. Sok kuasa dan jadi leader. Kalo ajakannya nggak diikutin, kita dikucilkan. Ini yang berat bagi remaja. Kehilangan eksistensi. Nggak diterima di antara teman sebaya.

Makanya banyak kasus kenakalan remaja yang berawal dari peer pressure. Beberapa diantaranya:

Merokok.

Kebiasaan menghisap tembakau pada remaja banyak yang dipengaruh oleh teman sebaya. Satu batang dihisap bersama-sama secara bergantian. Alasannya, biar solider. Padahal nggak semua temannya suka merokok. Tapi lantaran diajak jadi ikut-ikutan. Kalo menolak, secara tak tertulis sangsinya bakal dijauhin.

Ngerinya, kebiasaan merokok yang awalnya coba-coba lantaran diajak teman ujungnya bisa kecanduan. Jadi kegiatan keseharian. Lama-kelamaan, bisa dengan mudah terjerumus dalam jeratan narkotika hisap. Terutama kalo peer pressure udah ikut ambil bagian. Kena deh!

Pergaulan bebas.

Biasanya berkaitan dengan status jomblo yang sering jadi bahan bully teman sebaya. Nggak keren kalo usia remaja masih jalan sendiri nggak punya gacoan. Saat ngumpul ngalor ngidul bareng teman, cuman jadi kambing congek dengerin yang lain pada ngoceh kisah-kisah asmaranya. Nggak heran kalo banyak remaja yang galau setengah dewa kalo tak kunjung dapat jawaban dari si dia. Pacaran biar dapat pengakuan.

Parahnya, peer pressure tak hanya memaksa remaja untuk berpacaran. Tapi juga menantang cara berpacaran yang cenderung pada gaya hidup seks bebas. Tak peduli dengan dosa besar yang mengancam pelaku zina. Karena peer pressure, remaja berusaha cari cara agar bisa memuaskan nafsunya. Bahaya!

Tawuran.

Remaja sumbu pendek banyak berkeliaran di sekolah. Terutama kalo dapat kabar temannya ada yang isengin oleh pelajar sekolah lain. Tanpa tabayun mudah terprovokasi. Apalagi kalo dibumbui peer pressure. Langsung bikin rencana untuk melancarakan serangan balasan. Nggak peduli siapa yang salah, yang penting menjaga nama baik sekolah. Padahal bisa jadi masalahnya sepele dan bisa diberesin tanpa harus adu jotos. 

Fashion.

Dalam urusan fashion, remaja paling mudah kebawa-bawa. Ngeliat temannya asyik pakai gadget terbaru, merengek sama ortu biar ganti gadget yang sama atau lebih keren. Ada temannya outfit dengan busana kekinian, kasak-kusuk cari model yang sepadan.

Peer pressure dalam fashion seringnya tak terucapkan. Tapi bisa menjerumuskan remaja pada gaya hidup konsumtif. Biar penampilaan bisa samaan atau matching dengan teman, apa aja dijabanin. Yang penting nggak ketinggalan jaman. 

Hura-hura.

Usia remaja nggak afdhol kalo absen dari gaya hidup pesta pora. Momen apa aja dijadikan alasan untuk menggelar pesta. Dari tahun baruan, valentinan, april mop, ulang tahun, hari jadian, nonton konser musik, hingga kelulusan semuanya dirayain. Kalo nggak ikut ambil bagian, dianggap merusak persahabatan. Berabe!

Pengaruh negatif peer pessure di atas yang mesti kita waspadai. Kalo diikutin, kita tak bisa jadi diri sendiri. Parahnya, bisa terjerumus dalam kemaksiatan karena pengaruh teman. Sejatinya seorang sahabat sejati nggak akan rela teman karibnya celaka apalagi menuai murka dari sang Pencipta. Makanya, segera temukan sahabat sejatimu. 

Menjadi Sahabat Sejati

Mencari sahabat sejati, pastinya nggak kaya bikin mi instan tiga menit udah kecium aroma nikmatnya. Tapi perlu waktu dan kebersamaan yang lumayan panjang. Nggak cuman fisiknya aja yang kontak, tapi udah melibatkan perasaan dari hati yang paling dalem plus banyak kecocokan satu sama lain sehingga bisa saling melengkapi. Ini yang bikin betah tiap orang untuk terus menjalin persahabatan. Dan yang namanya sahabat sejati, nggak bisa dipukul rata. Beda orang, beda juga karakter sahabat sejatinya.

Kalo perburuan sahabat sejati kita hasilnya nihil, nggak usah bete. Kita bisa jadi sahabat sejati bagi orang lain. Apalagi sebagai seorang muslim, menjadi sahabat sejati bukan semata-mata pengen dihargai balik. Tapi bagian dari kewajiban kita sebagai umat terbaik. Bernilai ibadah pula. Nggak sulit kok. Berikut aturan mainnya dalam Islam.

Pertama, Mencintai dan membenci karna Allah swt. Dalam Islam, persahabatan bukan untuk meraih manfaat atau simbol status sosial. Tapi untuk meningkatkan ketaatan kepada Allah swt. Rasul saw bersabda:

“Tidaklah kedua orang saling mencintai karena Allah swt, kecuali bahwa dia lebih mencintai sahabatnya.” (Ihya ‘Ulumu al-Dîn).

Kedua, saling menghormati dan menghargai. Jalinan persahabatan nggak selalu mulus. Terkadang ada perbedaan pendapat atau perbuatan yang menyinggung. Sikap terbaik sebagai sahabat sejati, obrolin dan diskusikan dengan kepala dingin. Bukan mendendam atau ngomongin di belakang. Selain untuk mengurangi prasangka buruk, bagus juga untuk menambah kedekatan. Rasul saw mengingatkan,

Jangan saling membenci, jangan saling memusuhi, dan jangan memutus hubungan. Jadilah kalian hamba Allah yang saling bersaudara. Tidak diperbolehkan seorang Muslim memboikot sesamanya selama lebih dari tiga hari” (HR. Muslim dan Tirmidzi).

Ketigamenyembunyikan aib. Kalo kita tahu sahabat sejati berbuat nggak pantas bin tercela, jangan bingung apalagi malah ikut-ikutan dengan alasan solidaritas. Sahabat terbaik akan menjaga aib sodaranya alias nggak diobral ke orang lain. Dan nggak lupa untuk ngingetin juga agar nggak mengulangi perbuatan tercela itu. Rasul saw bersabda,

“Siapa saja yang menyembunyikan (aib) seorang muslim, maka Allah akan menyembunyikan (aibnya) di dunia dan akhirat. Allah akan menolong seorang hamba yang gemar menolong saudaranya.” (HR. Muslim).

Keempat, saling mengutamakan. Ada saatnya sahabat perlu uluran tangan kita. Baik waktu, tenaga, harta, atau masukan. Jadi jangan sungkan untuk menawarkan bantuan. Atau kita bisa ngasih hadiah untuk meringankan bebannya. Itulah yang diajarkan rasul saw.

“Tidaklah seorang menemani sahabatnya, meskipun hanya sesaat di siang hari, kecuali ia akan ditanya (tentang tanggung jawabnya) dalam persahabatan itu, apakah dia melaksanakan hak-hak Allah atau mengabaikannya.” (Ihya’ Ulumu al-Diin).

Kelima, saling mengingatkan. Sahabat sejati pastinya akan mengajak untuk berbuat taat, bukan maksiat. Saling menasihati untuk kebaikan dunia akhirat. Karena seorang sahabat sejati, nggak pengen temannya celaka atau dibenci Allah swt. Sama seperti dirinya. Jadi, jangan segan untuk saling mengingatkan dan menyampaikan kebenaran Islam meski terasa pahit.

 

Nah, semoga beberapa aturan main di atas bisa menjadikan kita sahabat sejati bagi orang lain. Atau nyari sahabat yang memenuhi kriteria di atas. Percaya deh, sahabat sejati pasti ngasih kebaikan bagi kita dunia akhirat. Karena pengaruh teman plus lingkungan sangat besar membentuk cara berpikir dan perilaku kita. Rasul saw mengingatkan,

“Orang itu mengikuti agama teman dekatnya; karena itu perhatikanlah dengan siapa ia berteman dekat”. (HR Tirmidzi).

Oh ya, dalam mencari sahabat sejati sebaiknya sesama jenis. Yang cewek bersahabat ama cewek, juga yang cowok ama cowok lagi. Bukan berarti anti lawan jenis lho. Boleh aja berhubungan ama lawan jenis selama ada keperluan yang mengharuskan adanya komunikasi dan interaksi. Seperti dalam mengenyam pendidikan, belanja di pasar, atau berobat ke dokter. Di luar itu, sebaiknya kembali ke alam masing-masing. Selain sesama jenis, muslim or muslimah lebih layak kita jadikan sahabat sejati. Allah swt berfirman:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. [QS. Ali-Imran [3]: 118]

Punya sahabat itu memang indah tiada tara. Lebih indah lagi kalo dia adalah sahabat sejati. Yang bisa ngasih semangat kita untuk tetep terikat dengan aturan syar’i dan bersama-sama meraih ridho Illahi. Dan kalo udah punya sahabat, jagalah jalinan persahabatan jangan sampe disia-siakan.

Imam Syafi’ie (Rahimahullah) mengingatkan: “Jika engkau punyai sahabat yang selalu membantumu dalam rangka ketaatan kepada Allah; maka peganglah dia erat-erat; dan jangan sesekali kau lepaskannya. Karena mencari teman baik itu susah. Tetapi melepaskannya sangat mudah sekali”. Yuk, temukan sahabat sejatimu!

1 Comment

  1. tolong buat pdf nya min biar bisa di donwload

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *