Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted on Aug 28, 2018 in Buletin Teman Surga, Headline | 0 comments

Buletin Teman Surga 026. We Are One

Buletin Teman Surga 026. We Are One

Buletin Teman Surga-026. we are oneDimulai dari angka nol yaa!?. Ada yang ngeh (tahu) sama tagline itu?. Yes, kata-kata itu biasa diucapkan oleh petugas pengisian bahan bakar minyak (BBM). Dimulai dari nol lalu selanjutnya indikator pengisian BBM berjalan sesuai dengan jumlah liter yang diinginkan. Setelah diisi bahan bakar, kendaraan pun siap melaju mengantarkan si empunya ke tujuan. Tergantung jarak tujuan bisa jadi kendaraan membutuhkan pengisian bahan bakar beberapa kali. Jangan sampe deh tuh kendaraan kosong bahan bakar, alamat dorong itu sih. Fiiiuuuuhh.

Eiya, kita ngga bakal bahas tentang BBM kok meski BBM ini diem-diem suka naik harganya. Yang udah pasti kalo harga BBM udah naik-naik ke puncak gunung (eh malah nyanyi) ikutan dweehh yang laennya juga naik. Naik uang jajan juga nggaaa?? Weeehh… ini sih semua Teman Surga juga pada mau. (udah ngga usah cengar cengir, udah ketebak deh) hehee…

KLIK di SINI untuk mendapatkan buletin versi PDF-nya.

Semua Kan Ada Hikmahnya…

Ok friends, sebagai insan yang dimuliakan Allah Ta’ala dengan diberikannya akal. Kita tentu harus en wajib dund pake akal kita, termasuk apa yang kita indera (lihat, dengar dan rasakan). Ternyata apa yang kita indera pasti ada hikmahnya selama kita pake akal kita untuk berpikir, selain juga bisa ningkatin iman kita sama Allah Ta’ala lho TemanS. Simak nih apa yang Allah sampaikan dalam Qur’an Surat Al Baqarah ayat 269

“Allah menganugerahkan hikmah kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran”.

So, hikmah apa yang bisa kita petik dari BBM, kendaraan, mogok? Ups, ini bukan quiz sambung kata yah.. hhmm.. gini TemanS, ibarat kata kendaraan itu adalah kita (manusia) dan yang menjadi bahan bakarnya adalah Iman yang menggerakkan kita untuk melakukan segala hal dengan benar sesuai dengan yang Allah perintahkan. Dan iman itu ngga tiba-tiba ada dengan gitu aja ya sobat, meski pada fitrahnya manusia memiliki naluri untuk beragama. Iman ngga diturunkan atau diwariskan apalagi iman juga bukan tablet hisap yang setiap kali diemut seketika iman kita meningkat. Iman itu hadir saat kita berpikir tentang Tuhan kita, Allah Subhanahu wa Ta’ala. itu kenapa Imam Syafi’i pernah bilang kalo kewajiban pertama bagi seorang mukallaf (yang sudah baligh) adalah berpikir tentang Tuhannya karna dari situ iman kita hadir dan menjadi “bahan bakar” dari setiap amal yang kita lakukan. Jadi, pastikan Imanmu full biar amalmu powerful dan jangan sampe imanmu drop yang bikin amalmu stop. Karna hanya dengan iman segala amalmu akan bernilai ibadah. Bahkan meski hanya memindahkan duri di jalan agar orang lain tak terluka itu bisa bernilai ibadah lho sobaatt. Kebayang kan menjadi seorang muslim itu banyak banget pahalanya, tentu wajib juga menyertakan setiap amal perbuatan kita dengan ikhlas lillahi ta’ala bukan karna pengen dipuji apalagi dapet imbalan dari manusia.

Makanya kita harus hati-hati banget tuh jaga hati biar tetep ikhlas. Secara godaan jaman now smartphone dan budaya upload setiap aktivitas udah jadi candu. Coba aja liat kalo dulu sebelum makan baca do’a sekarang foto dulu abis itu update status “makan siang dulu”, lagi apa aja cekrek foto upload termasuk lagi ibadah misal kalo pas lagi ibadah sholat sembari tangan berdzikir pasang status “hanya dengan mengingatMu hati menjadi tenang”. Nah kalo pas ibadah haji ada lagi nih.. lagi “lempar jumroh” cekrek upload, “lagi thawaf” cekrek upload, “lagi wuquf di Arafah nih” cekrek upload dan aktivitas ibadah lainnya foto dan upload sambil berstatus “nikmat TuhanMu yang manakah yang kamu dustakan”. Trus, pulang ke tanah air dapet gelar Pak Haji atau Bu Haji. Ups, gelara Haji Cuma ada di negeri ini lho hehee… Belum pernah denger kan Mahmud orang Arab dipanggil Haji Mahmud?. Emang sih urusan niat itu ada dalam hati tapi kalo semua kegiatan dipublish termasuk ibadah apa ngga jadi ngga khusyu tuh ibadah?

Eiya, ngomong-ngomong soal haji. Minggu lalu kita Kaum Muslimin baru aja ngerayain Hari Raya Idul Adha atau Idul Qurban. Biasanya setelah motong hewan qurban, rame-rame nyate (bakar sate) yahh meski perjuangan juga mata perih, baju bau asep tapi makannya sih ngga lama juga ludes. Tapi ya gimana juga kebersamaannya itu yang seru, ngga ada lo ngga rame, iya ngga TemanS?.

Kembali ke laptop, eh salah kembali ke hikmah maksudnya. Kalo liat ibadah Haji sebenernya bisa kita ambil hikmahnya lho TemanS, pertama seluruh Kaum Muslimin di dunia mendatangi Baitulloh (Masjidil Haram) di mana semua umat Islam menjadikannya sebagai Kiblat, jadi mau di manapun kita kiblat kita satu friends yaitu Ka’bah di Mekkah Al Mukarromah.

“Maka palingkanlah wajahmu ke arah masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, maka palingkanlah wajahmu kearahnya” TQS. Al Baqarah 150.

Rasulullaah saw pun bersabda

“Apabila kamu hendak sholat, maka berwudhulah dengan sempurna kemudian menghadaplah ke kiblat lalu bertakbirlah” HR. Bukhori dan Muslim.

So, that’s why? Kalo kita mau sholat harus menghadap kiblat yang satu, kalo ada yang berani ngerubah atau berkiblat ke arah yang salah udah pasti ibadahnya mardud alias tertolak. Kecuali ada rukhsoh (keringanan) dari Yang Maha Baik, Allah swt untuk kondisi-kondisi tertentu seperti sedang di dalam kendaraan. Kedua, ngga kenal warna kulit, ras dan dari wilayah mana semua bersatu untuk satu tujuan ibadah kepada Allah, mengagungkan kebesaran asmaNya. Meski berbeda bahasa entah mengapa aqidah yang menyatukan mampu membuat mereka saling tolong menolong saling memuliakan satu sama lain. Kalo liat kaum muslimin nyatu (bersatu) gini rasanya meleleh deh, terharu.

Sayang seribu sayang, moment bersatunya umat Islam seluruh dunia bisa dirasakan hanya pada saat pelaksaanaan ibadah haji. Selepas itu, semua kembali ke negaranya masing-masing seolah persaudaraan berakhir saat berakhirnya pelaksanaan ibadah haji. Bahkan ngga jarang antar negeri-negeri muslim sekalipun ada yang cuek dan ngga peduli sama kesusahan dan penderitaan saudara muslim kita di belahan dunia lain. Sebut aja, gejolak yang sampai sekarang belum jua usai bagaimana saudara kita di Palestina, Kashmir dan negeri muslim lainnya bertahan hidup dari serangan penjajah kafir yang rakus dan penuh kebencian. Hiks, garis teritorial itu telah memisahkan kita dengan saudara kita sendiri. Padahal ibarat satu tubuh, kita ini ngga mungkin dipisahkan. Kalo ada salah satu bagian tubuh sakit maka bagian tubuh lainnya pasti ikut ngerasain. Kecuali emang udah mati rasa, jangankan ikut ngerasain sakit, dirinya disakiti sekalipun bisa ngga ngerasain tuh. Hufftt,, semoga masih ada “rasa” yang terpatri di antara kita sesama muslim. Let’s see, para remaja Palestina lebih rela pulang hanya tinggal nama demi membela agama bahkan tanah milik kaum Muslim (Palestina) yang ngga rela dikuasai gitu aja oleh para pembenci agama Allah. Kalo remaja muslim di sana bertekad membela dan memperjuangkan keagungan agama (Islam) bagaimana dengan remaja kita di sini? Ngga berlebihan dong, kalo bisa dibilang remaja kita masih asyik dengan hal-hal yang “nothing”.

Salah satunya tawuran antar pelajar. Mereka ngerasa udah paling hebat dan jago saat beradu tawuran meski karna alasan sepele. Alasan rebut-rebutan pacar, alasan solidaritas yang ngga logis atas nama almamater gampang aja tuh nyerang bahkan ngga sedikit yang berani saling melukai dan membunuh. Astaghfirulloh, nyawa melayang sia-sia kalopun masih hidup masa depan alamat suram itu sih. Camkan nih yang suka petatang peteteng sok jago padahal beraninya keroyokan di tawuran.

”Dan barangsiapa yang membunuh seorang mu’min dengan sengaja maka balasannya adalah Jahanam, ia kekal di dalamnya dan Allah murka kepadanya dan melaknatinya serta menyediakan azab yang besar baginya” TQS. An Nisa 93.

Na’udzubillaah. Sudahlah menang jadi arang kalah jadi abu, di akhirat sama-sama balasan bertubi-tubi dari Allah. Hiihh.. sereem. Tapi, kamu ikhwan yang lagi genggam buletin keren ini pasti ngga mungkin masuk daftar pelaku aksi tawuran yah hehee.. cukup jadi pelaku aksi sebar kebaikan (Islam) aja. Karna hidup itu apalagi masa remaja cuma sekali udah gitu singkat lagi, think smart dund isi masa remajamu dengan hal-hal yang berfaedah dan menjalankan segala perintahNya. Beneran deh, ngga ada sesuatu pun yang mau Allah kasih ke hambaNya yang bertaqwa selain kebaikan untuk dirimu sendiri.

Lelah Berpisah, Bersatu yuk!!

Dalam kalam muliaNya, Allah swt berfirman dalam surat Ali Imran 103

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu (masa jahiliyyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara dan kamu telah berada di tepi jurang neraka lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayatNya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk”. Clear kan TemanS?

Kalo kita ini ngga boleh bercerai berai karna Torang Samua Basudara (Kita semua bersaudara). Jangan karna beda dalam masalah yang furuiyyah (cabang) misalnya qunut dan ngga qunut saat sholat subuh jadi menyulut emosi bahkan perseteruan. Atau mempermasalahkan bahkan memperuncing perihal penggunaan cadar atau niqab bagi seorang muslimah. Ada yang mewajibkan, ada yang men-sunnahkan dan ada yang berpendapat mubah. Gini sisters, selama apa yang diyakini dan dilakukan semua harus berdasarkan kepada dalil-dalil syar’i. Yang jadi masalah itu yang ngga nutup aurat dan malah ngumbar aurat sana sini. Jangan juga di antara kita saling telunjuk bahwa kelompok dakwahnya paling benar, sehingga menutup pintu persaudaraan. Bisa jadi inilah yang menjadi alasan pesimistis seseorang tentang bersatunya kaum Muslimin seluruh dunia. Lha wong, di negeri sendiri saja sesama muslimnya sulit untuk bersatu apalagi seluruh dunia.

Buat yang berjiwa pesismistis dan menganggap utopis bahwa umat Islam bisa bersatu, mungkin perlu membaca ulang kisah sejarah Islam dan Kaum Muslimin pernah bersatu dalam satu kepemimpinan  yang membentang di dua pertiga dunia selama kurang lebih 13 abad. Ahh… itukan sejarah, masa lalu hanya cukup untuk dikenang. Eits, jangan terburu-buru berpikir seperti itu ya TemanS karna perintah Allah dalam Qur’an Surat Ali Imran di atas masih berlaku sampai hari kiamat kelak, apalagi sabda Rasulullah saw bahwa akan hadir kembali Kepemimpinan Islam sesuai metode kenabian adalah tanda bahwa kelak akan tegak dan bersatunya Kaum Muslim yang sudah pasti memberikan rahmat bagi seluruh alam. Catet, itu artinya bukan buat orang Islam saja ya tapi semua makhluk yang bernaung dalam keagungang Kepemimpinan Islam akan merasakan kebahagiaan. Jadi, ini misi mulia yang harus kita emban bersama, darimana pun kamu, kita ini bersaudara. Ingat Tuhan kita satu Allah SWT, Rasul kita pun sama Nabi Muhammad saw, dan kita berpedoman pada kitab yang satu yaitu Al Quran karna kita umat yang satu, ummatan wahiddatan.[]

KLIK di SINI untuk mendapatkan buletin versi PDF-nya.

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *