Buletin Teman Surga 033. Perilaku Gay Itu Maksiat Bro!

0
47
Buletin Teman Surga-033. gay

Buletin Teman Surga-033. gayHeboh, sebuah grup Facebook diduga kelompok gay yang anggotanya pelajar SMP dan SMA Garut. Grup FB tersebut disinyalir masih aktif dan beranggotakan kurang lebih 2.500 member. Kasus ini menjadi heboh lantaran dihebohkan warganet Garut khususnya, dan netizen pada umumnya. Padahal grup-grup serupa di kota-kota lain juga tak kalah hebohnya.

Tapi gaes, kalian nggak perlu kepoin terlalu dalam, apalagi sampe masuk ke grup yang begituan. Just you know aja, bahwa ada kasus seperti di kotamu, dan sampe saat ini kasus seperti itu (kelompok gay) kayaknya masih aja berulang, dan belum ada upaya serius untuk menanganinya.

Nah, sayang sejuta sayang, nggak sedikit yang menganggap masalah gay ini bukan sebuah penyimpangan, malah disebutnya sebagai sebuah kewajaran sampe nyangkut hak-hak kemanusiaan. Hadew, ini sudah pemikiran yang keblinger, dan bakal bisa gaswat bin bahaya kalo sampe diadopsi teman-teman kita di sekolah. Yuk ah, kita kudu serius ngebahas masalah penyimpangan gay ini dari sisi perspekif Islam. Cekidot…!

  KLIK di SINI untuk mendapatkan buletin versi PDF-nya.

Gay Itu Penyimpangan, Bro 

TemanS, Gay itu merupakan bagian dari perilaku menyimpang yang biasa disebut LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgander). Keempatnya satu sama lain, saling berkaitan. Namun sayangnya, masih ada beberapa orang, bahkan bisa terbilang publik figure maupun pakar menyatakan ini bukan penyimpangan. Bahkan tak jarang yang justru membelanya. Naudzubillah min dzalik.

Kamu kudu tahu, kalau perilaku LGBT itu bukanlah sesuatu yang fitrah. Kalau fitrah itu artinya diciptakan dari sononya, dari Sang Pencipta. Ada banyak yang berpendapat kalo gay itu semacam genetik, karena gen dan hormon. Jadi menurut aliran ini, seseorang begitu lahir punya bakat untuk jadi gay… WHATS?!?! Waduh-waduh yang berbicara seperti itu bukan orang biasa lho, mereka sering dilabeli pakar, khususnya dokter atau psikiater. Padahal ini adalah pendapat yang keliru.

Jadi gaes, LGBT termasuk gay di dalamnya, adalah satu bentuk penyimpangan perilaku.  Perilaku ini lahir dari gaya hidup liar yang diajarkan sekularisme-liberalisme. Menurut mereka perilaku seks bebas seperti lesbianisme, gay, biseksual, dan transgender itu boleh karena merupakan hak asasi manusia (HAM) dan bagian dari kebebasan individu yang harus dihormati. Gubrag..!

You know Friends, perilaku gay bisa terjadi karena kesalahan pendidikan, baik di dalam maupun di luar rumah. Di dalam rumah karena kesalahan perlakuan orangtua kepada anaknya. Misalnya anak cowok sering diperlakukan kayak anak cewek . Trus gay juga bisa terjadi karena lingkungan, pergaulan, bacaan dan tontonan seputar begituan yang terus dikonsumsi. Apalagi dengan berkembangnya berbagai aplikasi internet, komunitas gay ini terus mempromosikan dan menularkan perilaku bejatnya kepada anak baik-baik sekalipun.

Meski suatu penyimpangan, sayangnya yang terjadi di masyarakat gay itu dianggap suatu kewajaran. Kalo sudah dianggap wajar, yang terjadi selanjutnya adalah pembiaran kemaksiatan. Karena pada fakta berikutnya, para pelaku gay itu demonstratif menujukkan gaya hidupnya. Nah, kalo kemaksiatan aja sudah dibiarkan, mau jadi apa negeri kita ini?

Nggak Usah Bawa-Bawa Agama (Islam)?

Perilaku gay tentu nggak bisa dibiarkan begitu saja. Nggak cukup argumentasi yang menyatakan “pelakunya (gay) merasa nyaman, bahagia koq”. Karena kalo dibiarkan ukuran kenyamanan atau kebahagiaan, maka berbagai perilaku yang menurut sekelompok orang nyaman-nyaman aja, belum tentu nyaman bagi yang lain. Apalagi, kalo ini dibawa ke ranah agama (Islam), tentu itu pandangan yang sangat bertentangan, dan perilakunya di masyarakat bisa disebut zarimah (kemaksiatan). Kalo perilaku kaum gay diminta dibiarkan saja, karena pelakunya merasa nyaman dan bahagia, maka lantas apa peran aturan Islam? Mau dibawa kemana aturan-aturan Islam tentang interaksi antar manusia, interaksi antar lawan jenis?

Muncullah akhirnya pernyataan “janganlah bawa-bawa agama (Islam)”. Woy!! Kalo sampe sekarang masih ada yang menyatakan kayak gitu, dan kalo dia orang Islam suruh deh baca QS. Ali Imron ayat 102:

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.”

Atau juga suruh baca QS. Al Baqarah 208:

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” 

Seenggaknya dua ayat di atas bisa jadi argumentasi kalo selama kita hidup disuruh sama Allah untuk bertakwa dan memakai aturan-aturan Islam secara kaafah, biar nanti matinya tetap dalam keadaan Islam. Itu kan artinya, selama hidup kita disuruh sama Allah untuk bawa-bawa agama (Islam).

Islam telah melarang perilaku semacam, gay, lesbi, homoseksual ini. Perilaku ini akan menimbulkan kerusakan di tengah masyarakat. Paling fundamentalnya, jika perilaku gay atau kalo orientasi seksual menjadi sesama jenis ini dibiarkan dan bahkan dibikin undang-undangnya, maka bakal merusak tatanan keluarga di masyarakat. So, nggak ada lagi pernikahan alias terjadi desakralisasi institusi pernikahan. Pernikahan sesama jenis dianggap wajar dan jangan dianggap kriminal. Jika perilaku gay atau menikah sesasama jenis ini sudah merajalela, punahlah spesies manusia, dan itu bertentangan dengan kodrat manusia. Akibat lebih parahnya, adalah berarti kalo ini dibiarkan, kita telah mengundang adzab Allah, sebagaimana Allah pernah menimpakan adzab kepada kaum Nabi Luth AS. Naudzubillah min dzalik

Propaganda Haq Vs Bathil

Di sisi yang lain, para pelaku LGBT di mana-mana sudah unjuk diri, mereka sudah deklarasi, bahkan menggelar beberapa event, seperti yang baru ini akan diadakan di Bali, pesta kaum gay dan waria dengan label ‘Mister & Miss Gaya Dewata’. Naudzubillah min dzalik.

Jadi, apakah maksudnya “menghormati” mereka adalah membiarkan acara-acara maksiat seperti itu tetap ada? Apakah yang dimaksud “menghargai hak asasi” adalah mewajarkan grup-grup FB yang berisi kaum gay, lesbi dan sejenisnya? Tentu kalo tujuan dan maksud dari pelaku dan pendukung propaganda kaum gay itu adalah untuk melegalkan kemaksiatan, melegalkan perilaku menyimpang, membolehkan nikah sesama jenis, maka satu kata saja untuk tujuan seperti itu, TOLAK!Kenapa harus ditolak, karena semu itu adalah perilaku sampah yang hakikatnya adalah mempertuhankan hawa nafsu dan membunuh akal sehat. Bukankah ini suatu kebodohan? Firman Allah SWT (artinya) :

Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya? Atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami? Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (daripada binatang ternak itu).(QS Al-Furqaan : 43-44).

Karena itu, sebagai muslim pegangan kita adalah dalil (Qur’an, Hadits), jelas bahwa perilaku LGBT adalah perilaku maksiat, membelanya adalah bathil. Sebagai lawannya, man-teman kudu berani mendakwahkan al-haq (kebenaran).

Sebagai bentuk dakwah, yuk suarakan dan opinikan bahwa gay dan sejenisnya adalah perilaku maksiat, kriminal dan sudah pasti dosa. Inilah dalil-dalil tentang hal tersebut:

Pertama, perilaku sodom, gay dan sejenisnya termasuk fahisyah (keji):

“Sesungguhnya perbuatan yang paling kutakuti akan menimpa umatku adalah perbuatan yang dilakukan oleh kaum Luth” (HR. Ibnu Majah)

“Sungguh dilaknat orang yang melakukan perbuatan seperti yang dilakukan kaum Luth” (HR. Ahmad).

Dan (Kami juga telah mengutus Nabi) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kalian mengerjakan perbuatan yang sangat hina itu, yang belum pernah dilakukan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelum kalian?” [Al-A’raaf: 80].

Perbuatan fahisyah adalah suatu perbuatan yang sangat hina dan mencakup berbagai macam kehinaan serta kerendahan. Hal ini sebagaimana penafsiran ahli tafsir, Syaikh Abdur Rahman As-Sa’di rahimahullah, ketika beliau menjelaskan fahisyah dalam ayat ini,

Perbuatan yang sampai pada tingkatan mencakup berbagai macam kehinaan, jika ditinjau dari sisi besarnya dosa dan kehinaannya!”. (Tafsir As-Sa’di)

Kedua, perilaku kaum gay adalah perbuatan musyrifiin (melampaui batas)

“Sesungguhnya kalian mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsu kalian (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kalian ini adalah kaum yang melampaui batas(QS. Al-A’raaf 81).

Al-Baghawi rahimahullah, menjelaskan makna “musyrifiin (melampui batas) dalam ayat ini,

Melampui batasan yang halal (beralih) kepada perkara yang haram(Tafsir Al-Baghawi).

Ketiga, perilaku kaum gay adalah termasuk (zarimah) kriminal:

Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kriminal itu. (QS. Al-A’raaf: 80).

Sehingga dalam Kitab Subulus Salam dijelaskan mengenai orang yang mengerjakan (homoseks) pekerjaan kaum Luth, tidak diragukan lagi bahwa itu adalah perbuatan dosa besar. Tentang hukumnya ada beberapa pendapat: Pertama, bahwa ia dihukum dengan hukuman zina diqiyaskan (dianalogikan) dengan zina karena sama-sama memasukkan barang haram ke kemaluan yang haram. Ini adalah pendapat Hadawiyah dan jama’ah dari kaum salaf dan khalaf, demikian pula Imam Syafi’i. Kedua, pelaku homoseks dan yang dihomo itu dibunuh semua baik keduanya itu muhshon (sudah pernah nikah dan bersetubuh) atau ghoiru muhshon (belum pernah nikah) karena hadits tersebut. Itu menurut pendapat pendukung dan qaul qadim As-Syafi’i.

Terakhir, sebagai pengingat bagi kita semua friends, bahwa Allah sudah pasti lebih tahu apa yang terbaik dan apa yang tidak baik bagi makhluk-Nya. Allah berfirman,

“Apakah kamu lebih mengetahui ataukah Allah, dan siapakah yang lebih zalim dari pada orang yang menyembunyikan syahadah dari Allah yang ada padanya?” (QS. al-Baqarah: 140).

So, Allah sudah pasti menurunkan syariat untuk kebaikan dan kemashlahatan manusia. Allah memerintahkan dan melarang sesuatu pasti untuk kemaslahatan dan kebaikan manusia. Jadi, nggak usah menggugat aturan dari Allah, kita hanya harus siap tunduk, termasuk larangan tentang perilaku gay. Wallahu’alam bi showab[]

KLIK di SINI untuk mendapatkan buletin versi PDF-nya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here