Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted on Jan 28, 2019 in Buletin Teman Surga, Headline | 0 comments

Buletin Teman Surga 048. Halal Food vs Junk Food

Buletin Teman Surga 048. Halal Food vs Junk Food

buletin teman surga-048. halal foodHidup untuk makan atau makan untuk hidup? Dua kalimat yang mirip-mirip tapi maknanya bisa jauh banget. Di mana kalo hidup untuk makan seolah hari-hari seseorang diisi cuma sama makan, makan inilah itulah. Pokoknya kuliner-an terus.

Entah kapan diawali, rasanya saat ini makan sudah bukan lagi untuk memenuhi kebutuhan jasmani saja. Tapi, sekarang makan sudah jadi pemenuh gengsi semata. Dari mulai memenuhi rasa kepenasaranan dengan jenis makanan baru sampai makan cuma buat gaya doang. Kalau kaya gini sih, bukan perut yang kenyang tapi kepuasan gengsi yang kenyang. Biar dibilang gaul and ngga kuper karna udah cicip makanan yang lagi hits apalagi kalau makannya di tempat yang juga lagi nge-trend.

Kalau makan untuk hidup, kalimat ini bermakna makan sebagai pemenuh kebutuhan jasmani dan bisa dibilang menyambung hidup di mana makan sebagai amunisi seseorang untuk menjalankan aktifitasnya sehari-hari. Nah, kalau kamu yang mana?

KLIK di SINI untuk mendapatkan buletin versi PDF-nya.

“Perang” Terselubung Di Balik Makan dan Makanan

Setiap yang hidup pasti membutuhkan makanan dan harus makan. Bukan hanya manusia saja tapi hewan dan tumbuhan pun membutuhkan makan dan makanan. Kenapa makhluk hidup harus makan? Karna makan adalah salah satu kebutuhan pokok atau mendasar jadi kalau makhluk hidup ngga makan yaa bisa mati.

Contohnya aja kalau kita telat makan aja bisa kena sakit maag, kalau keseringan telat makan ditambah kecapean dan fisik lagi ngga fit bisa kena sakit typus. Atau malah ada juga yang malah sengaja ngga makan biar badannya kurus, emang sih kurus tapi kurusnya karena kena penyakit anoreksia. Itulah orang kalau sudah terjebak sama propaganda pemikiran Barat yang bilang kalau perempuan cantik itu KuTiLang alias Kurus Tinggi Langsing. Makanya ngga sedikit juga lho remaja yang punya tubuh gemuk merasa minder dan ngga jarang juga mereka jadi korban perundungan (bullying).

Haduhh.. padahal Rasulullah saw bersabda “Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada rupa kalian, juga tidak kepada harta kalian akan tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian”. Catet tuh guys, yang dilihat itu hati dan amal yang sesuai dengan tuntunan yang dibawa Rasul.

Eiya, bicara soal propaganda barat ngga cuma soal kalau cantik itu wajib kurus lho.. ternyata banyak propaganda yang dijadikan alat Barat sebagai “perang terselubung” mereka untuk menjauhkan remaja muslim dari jati dirinya dan lebih milih terlebih bangga dengan pemikiran dan gaya hidup Barat. Kenapa terselubung? Karena perangnya ngga bikin berdarah tapi bikin hidup salah arah. Lihat saja banyak remaja yang ngga sadar sudah jadi korban perang pemikiran (ghozwul fikri).

Barat. Barat cukup bikin sesuatu itu viral maka banyak remaja labil akhirnya ngikut. Fakta nih, Barat cukup propagandakan atau bahasa gampangnya ngiklanin kalau remaja gaul itu makannya fast food. Yes, makanan cepat saji yang diolah sedemikian rupa. Di mana gaya hidup instan yang akhirnya bikin masyarakat lebih  memilih dan menyukai makanan yang proses penyajiannya ngga butuh waktu berjam-jam. Nah, biasanya fast food ini kebanyakannya adalah junk food, meski bisa jadi ada makanan cepat saji tapi ngga termasuk junk food walau memang jumlahnya sedikit. Nah, sayangnya justru yang lebih jadi favorit remaja adalah junk food.

Junk food, makanan yang rendah nutrisi tinggi lemak ini namun dipromosikan sebagai makanan modern. Nah, dari sini banyak orang yang suka dengan makanan jenis ini. Coba deh, seandainya kamu disodorin makanan yang secara terang-terangan disampaikan kalau makanan itu mengandung sesuatu yang berbahaya bagi tubuh terlebih jika dikonsumsinya dalam jumlah yang besar atau banyak dengan frekuensi sering. Trus, dikasih tahu juga penyakit apa saja yang siap mengintai. Kira-kira teman-teman masih mau makan gak? Pasti nggak, minimal akan berpikir seribu kali.

Tapi, pada kenyataannya junk food atau ada yang bilang dengan istilah makanan “sampah” (karena tak bernutrisi) ini malah jadi makanan favorit. Tanya kenapa? Inilah friends yang disebut sebagai propaganda atau perang pemikiran. Dengan tanpa sadar remaja mengikuti apa saja yang diviralkan oleh Barat meski itu sesat, ya salah satunya ini tentang makan makanan yang dianggap modern padahal sebenarnya makanan itu unfaedah.

For your information, ini dia beberapa bahaya junk food yang bisa merusak kesehatan tubuh kita.

1. Mengganggu Sistem Ingatan. Sebuah studi menunjukkan bahwa orang sehat yang makan junk food selama lebih dari lima hari maka akan berdampak buruk pada hati, kecepatan dan sensitivitasnya. Jika terus dilanjutkan makan junk food selama lima hari bisa semakin memperburuk ingatan. Ini disebabkan, karena pola makan yang buruk dapat menyebabkan reaksi kimia tertentu yang menyebabkan peradangan di otak, yang berhubungan dengan ingatan.

2. Tidak Bisa Mengontrol Nafsu Makan. Terlalu banyak konsumsi lemak jenuh yang ditemukan dalam makanan olahan dan makanan yang digoreng dapat membuat otak sulit untuk memproses seberapa besar rasa lapar dan apa yang telah dimakan.

3. Meningkatkan Risiko Demensia (pikun). Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kelebihan asam lemak dan manisan dapat meningkatkan kadar insulin dalam tubuh secara substansial. Semakin tinggi tingkat insulin dalam tubuh, semakin banyak otak berhenti merespons hormon ini dan menjadi resisten terhadapnya. Ini membatasi kemampuan untuk mengingat atau berpikir, sehingga menciptakan risiko demensia.

4. Dapat Menyebabkan Depresi. Mengkonsumsi makanan tinggi lemak dan gula mengubah aktivitas kimia otak dan ini dapat menyebabkan ketidakmampuan untuk mengatasi stres, dan itu akan membuat kamu tertekan.

5. Tidak Sabaran dan Keinginan yang Tidak Terkendali. Junk food dipenuhi dengan karbohidrat olahan, yang mengubah tingkat gula darah. Kandungan lemak dan gula yang tinggi dalam junk food akan membuat kamu banyak makan hanya karna didorong oleh rasa penasaran atau keinginan saja bukan kebutuhan. Pengen makan ini, pengen makan itu.

6. Menyebabkan Gangguan Pencernaan. Salah satu efek junk food pada perut adalah bahwa hal itu menyebabkan masalah pencernaan seperti Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) dan Irritable Bowel Syndrome (IBS). Alasannya, karena makanan cepat saji ini digoreng dan minyak dari makanan terakumulasi di perut, menyebabkan keasaman.

7. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung. Makanan cepat saji meningkatkan kadar kolesterol dan trigliserida, yang merupakan faktor risiko utama dari gejala penyakit jantung. Lemak yang ada di dalam junk food berakumulasi di tubuh dan membuat obesitas. Semakin bertambah berat badan maka semakin tinggi risiko penyakit jantung. (okezone.com)

Gimana TemanS, sudah bikin merinding? Sayangnya bahaya-bahaya ini tidak lebih diviralkan dibandingkan dengan propaganda kalau junk food itu makanan kekinian, terlebih kalau remaja hang out-nya di restoran cepat saji seperti ada kebanggaan tersendiri gitu dibanding makan di warteg.

Nah, di sini Barat telah berhasil “brainwash” remaja melalui food (makanan). Kebayang ngga sih, kalau remaja kita sebagai harapan bangsa dicekoki dengan makanan yang ngga sehat ditambah dengan di”racuni” pemikirannya agar mengikuti gaya hidup ala Barat. Sudahlah tubuh dilemahkan dengan asupan makanan yang tak bergizi, pemikiran pun ditumpulkan agar remaja muslim berpikiran instan se-instan makanan yang dimakan. Bagaimana bisa kebangkitan haqiqi bisa diraih dari generasi yang lemah? Ini saatnya buat kamu yang baca buletin ini khususnnya, untuk terus mengajak teman-temanmu menjadi remaja muslim ideal yang tercermin melalui pola pikir dan pola sikap.

Remaja Keren itu Iman Inside, Healthy Outside

Barat emang menguasai media besar di dunia. Sehingga bagi mereka sangat mudah untuk mengiklankan “produk-produk” yang sengaja dijual ke negeri-negeri muslim. TemanS, sebagai seorang muslim apapun yang kita lakukan semuanya harus terikat dengan syariat Islam. Termasuk soal makan dan makanan. Tatacara makan diatur begitupun makanan yang masuk ke dalam tubuh kita. Makan jangan asal makan perut buncit langsung kenyang. Karna Allah SWT melarang makan berlebihan,

“…makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”. (TQS. Al A’raf: 31)

Aktifitas makan bisa jadi bernilai ibadah lho kalau sesuai tuntunan Islam. Makanan yang kita makan pun harus yang halal dan thoyyib (baik) untuk tubuh kita. Allah SWT berfirman dalam Qur’an Surat An Nahl: 114

“Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah”.

Nah.. harus lebih selektif nih pilih makanan, pastikan halal dan thoyyib-nya. Karna Islam ngga memandang makan itu sebagai prestise, makan itu adalah kebutuhan mendasar manusia. Jadi, ngga peduli tuh mau makan di mana dan makan apa yang penting halal dan thoyyib. Thoyyib di sini, makanan sehat bergizi. So, junk food sudah pasti bukan makanan thoyyib yaa.

Kalau makanan yang akan kita santap sudah pasti halal dan thoyyib. Iringi makan kita dengan mencuci tangan sebelum makan. Terus baca basmallah dan do’a. Bukan hanya sekedar foto makanannya sebelum makan yah. Makannya pakai tangan kanan, jangan ikut-ikutan gaya Barat, makan pakai tangan kiri.

“Bacalah basmallah (jika akan makan/minum, makanlah dengan tangan kananmu“ (HR. Bukhari).

Makan juga harus duduk ya TemanS, jangan makan berdiri seperti kebiasaan orang-orang Barat. Nabi SAW, melarang seorang laki-laki minum sambil berdiri.

Qatadah r.a berkata, “Kami bertanya kepada Anas “bagaimana dengan makan (sambil berdiri)? Anas menjawab, “itu lebih parah dan lebih jelek”. (HR. Muslim).

You know what? Makan dan minum sambil berdiri juga berbahaya lho bagi kesehatan. Bisa menimbulkan efek penyakit perut dari mulai asam lambung naik sampai resiko kegemukan karna ternyata makan sambil berdiri malah membuat kita selalu merasa lapar dan ingin makan terus. Eits, jangan lupa ucapkan hamdallah saat kita selesai makan. Alhamdulillaah.

Dengan senantiasa mengikatkan segala aktifitas dan pemikiran dengan Islam ditambah dengan makan dan minum dengan yang halal dan thoyyib maka generasi beriman kuat dan berraga tangguh akan lahir membawa perubahan dan kebangkitan haqiqi.[]

KLIK di SINI untuk mendapatkan buletin versi PDF-nya.

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *