Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted on Feb 11, 2019 in Buletin Teman Surga, Headline | 0 comments

Buletin Teman Surga 050. Cinta Allah Di Atas Segalanya

Buletin Teman Surga 050. Cinta Allah Di Atas Segalanya

buletin teman surga 050. cinta AllahRemaja dan Cinta. Dua hal yang melekat saat remaja sudah kenal dengan lawan jenis dan muncul rasa suka-sukaan. Makanya ada yang bilang remaja itu penuh warna, ya itu salah satunya karna sudah terkena virus merah jambu. Saat remaja sudah mulai berinteraksi dengan lawan jenis di situlah rasa suka bisa muncul. Dilanjut ngganya rasa suka itu, berakhir menjadi pacar atau memendam rasa suka, itu tergantung bagaimana cara pandang remaja tersebut. Rasa suka atau cinta yang menggebu pada diri remaja bisa dikarenakan banyak faktor dari mulai buku apa yang dibaca, film apa yang ditonton dan komunitas atau lingkungan yang seperti apa yang mereka aktif di dalamnya.

Misal aja nih, kalau yang jadi favorit untuk dibaca adalah buku-buku atau novel romance, terus yang ditonton drakor (drama korea) ditambah punya teman-teman (lingkungan) yang jadi supporter pacaran, sangat mungkin sekali jika rasa suka itu berlanjut dan berakhir menjadi pacaran. Gaya pacarannya? Ya itu, ngga jauh dari apa yang mereka baca dan tonton atau lihat. You are what you read, you are what you watch.

Sesungguhnnya, gaya berpacaran kids jaman now bisa dibilang parah sih. Bebas pacaran yang bebas blass. Fakta sudah banyak berseliweran di media sosial, bikin perasaan campur aduk melihat ulah mereka dari mulai miris, prihatin, sedih bahkan marah. Gimana ngga campur aduk, generasi yang dijadikan harapan untuk bangkitkan masa depan bangsa malah jadi generasi yang “sakit” identitas jati diri dan kepribadiannya.

Remaja kita “sakit amnesia” lupa ingatan bahwa dirinya adalah seorang remaja muslim/muslimah yang terpancar darinya kepribadian muslim sejati. Saat Barat begitu gencarnya mempropagandakan gaya hidup sekuler-liberal, maka seolah pola pikir dan pola sikap remaja kita terinstal dengan identitas dan kepribadian Barat. Memamerkan kemesraan yang tak pantas di muka umum seolah sudah lazim. Bahkan, yang lebih parahnya saking sudah teridap penyakit liberal akut, remaja kita tak segan bahkan tak malu menjadi pelaku LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, TransGender). Menjadi pasangan sesama jenis yang lagi-lagi seolah tak ada urat malu menunjukkan rasa suka dan cintanya di depan khalayak ramai. Na’udzubillaah.

KLIK di SINI untuk mendapatkan buletin versi PDF-nya.

You’re On Target!!

Pernah lihat atau mencoba olah raga sunnah panahan atau memanah? Buat yang belum pernah coba mungkin sepintas terlihat mudah, hanya tinggal melepaskan anak panah menuju papan target. Tapi, bagi yang sudah mencoba atau mempraktekkan sangat bisa jadi akan bilang olah raga ini tak semudah teori.

Dari mulai menempatkan anak panah pada busur dan memegang kuat anak panah, lalu mengangkat busur dan mengarahkan panah pada titik target, setelah itu baru melepas anak panah. Keakuratan anak panah yang melesat menuju titik target tergantung sejauh mana ketajaman pemanah melihat titik target dan ketepatan dalam melepas anak panah.

So, buat kamu remaja kece yang cewek atau cowok, you have to try it. Olah raga memanah yang bukan saja banyak faedah tapi juga bernilai ibadah lho karna dianjurkan oleh Rasulullah saw.

Namun, sayang beribu sayang. Tak sedikit remaja kita asyik dengan hal-hal unfaedah bahkan haram. Kebalikannya, untuk hal-hal yang berfaedah bahkan berpahala malah mager alias males gerak. Mereka lebih milih memanah hati dari target yang disukai, berharap tepat sasaran dan sang target merespon sesuai yang diharapkan oleh pemanah abal-abal ini.

Biasanya, laki-laki dianggap lebih aktif dan ekspresif untuk menyatakan cinta dibandingkan perempuan. Perempuan yang berbalut malu-malu ngarep (berharap) lebih memilih untuk pasif menunggu saat ada lelaki yang “menembak” dan menginginkan untuk menjadi pacarnya. Baginya masih dianggap tabu jika perempuan yang menyatakan terlebih dahulu. So, bisa dibilang perempuan sebagai target sedang laki-lakinya adalah pemanahnya.

Konon, lelaki memiliki jiwa penantang dan penakluk. Sedang perempuan yang dianggap lemah akan mudah untuk ditaklukkan menjadi kekasihnya. Lihat saja, program televisi reality show bertajuk “Katakan Cinta”, yang menjadi peserta kebanyakan adalah para pria yang dengan segala macam cara dilakukan untuk membuktikan cintanya agar sang pujaan hati luluh dan mau menerimanya sebagai pacar. Dari mulai sesuatu yang ekstrim membahayakan sampai sesuatu yang memalukan. Katanya kalau sudah abis-abisan melakukan pengorbanan cinta, pasti sang wanita tertekuk klepek-klepek dan dengan wajah yang bersemu merah akhirnya menerima cinta si “pejuang” cinta.

Eits, sampe sini jangan cepet-cepet baper jadi berharap ada yang nyatain cinta trus minta kamu jadi pacarnya ya. Apalagi karna kelamaan jomblo sedang teman-teman yang lain sudah punya pacar. Cup..cup.. girls, kamu ngga akan jadi hina kok hanya karna kamu ngga pacaran. Bully-an teman-teman hanya karna kamu ngga pacaran juga ngga akan bikin kamu langsung berhenti bernapas kan?

Yang harus kamu ingat ya friends, pacaran itu adalah status palsu dimana cinta berbalut nafsu. Cinta yang diperjuangkan pun adalah ilusi berbalut dusta. Bagaimana bisa dikatakan cinta sedang yang hendak dituju adalah kemaksiatan. Jadi, buat kamu para ukhti jangan ngerasa GR alias Gede Rasa karna seolah diperjuangkan kalau hanya untuk dijadikan pasangan dalam bermaksiat.

Seorang lelaki yang merasa mudah “menaklukkan” seorang wanita berpeluang untuk mencari target selanjutnya yang lebih menantang. Maka ngga heran, kebalikan dari reality show “Katakan Cinta” yang kebanyakan pesertanya adalah laki-laki. Giliran reality show “Katakan Putus” yang kebanyakan peserta atau pelapornya adalah para perempuan yang merasa dikhianati. Ngga sedikit sang pelapor nangis bombay karna ngeliat apa yang dilakukan pacarnya.

Terus, apa sang pacar akan nangis bombay juga? Yang udah-udah sih ngga, biasa aja tuh pikirnya masih banyak perempuan lain. Nah, kalau udah kaya gini yang rugi siapa? Apalagi kalau sampai si perempuan sudah terlanjur memberikan apa yang menjadi kesucian dan kehormatannya begitu saja hanya karna ingin membalas pembuktian dan pengorbanan cintanya. Allah SWT menegaskan dalam Qur’an Surat Al Isra ayat 32

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk”.

Nastaghfirulloh. Ini sih namanya rugi serugi ruginya. Kalau udah kaya gini, perempuan (maaf) sama seperti barang bekas pakai. Sama seperti dahulu saat masa jahiliyyah di mana Islam belum datang. Orang-orang Yunani menganggap perempuan sebagai pemuas kesenangan saja. Orang-orang Romawi memberikan hak atas seorang ayah atau suami untuk menjual anak perempuan atau istrinya. Orang-orang Arab Jahiliyyah pun biasa mengubur anak perempuan mereka hidup-hidup karna menurut mereka memiliki anak perempuan adalah sebuah aib. See.. apa yang terjadi sekarang seolah kembali ke masa kegelapan jahiliyyah dimana Islam belum datang sebagai cahaya yang menerangi.

Cintailah Sejatinya Cinta

For you brothers, yang baca buletin ini, yakin deh kalau kamu bukanlah lelaki si pejuang cinta dusta. Jadikan gambaran ini sebagai pelajaran bahwa seorang lelaki sejati itu yang bisa memperlakukan perempuan sesuai tuntunan Islam dengan menghormati, menghargai bahkan memuliakannya. Karna bagaimana pun Ibu yang melahirkanmu adalah seorang perempuan. Bisa jadi antum juga punya saudara perempuan yang pastinya tidak akan rela jika ada yang melecehkannya sedikit pun. Rasulullah saw bersabda

“Aku wasiatkan kepada kalian untuk berbuat baik kepada para wanita” (HR. Muslim).

Buat kamu wahai ukhties, kamu itu ngga boleh lemah. Jangan mudah luluh hati dan perasaan saat ada yang menyatakan cinta dan menginginkanmu jadi pacarnya. Kamu harus punya prinsip yang kuat untuk berani bilang TIDAK saat ada yang mengajakmu pacaran atau ngedate. Begitu juga, berani say no to chocolate and Valentine Day. Karna lelaki sejati itu bukan yang berani mengajakmu bermaksiat tapi yang berani nge-halal-in kamu.

So, selama kamu belum siap nge-halal-in atau di-halal-in lebih baik perbanyak kegiatan berfaedah seperti aktif di Rohis untuk mengajak teman-teman yang tadinya asyik pacaran jadi asyik kajian. Selain itu, perkuat benteng keimanan dengan beribadah kepada Allah dalam rangka mendekat untuk taat. Insya Allah, keinginan untuk bermaksiat akan minggat (pergi) dari dalam diri.

Cinta yang sejatinya fitrah biarlah tetap fitri (suci) jangan nodai dengan senoktah perbuatan haram. Sebelum mencintai makhluk, bergelutlah dengan mencintai Al Khaliq agar kita senantiasa dituntun pada jalan yang benar termasuk menempatkan dan mendapatkan cinta yang Allah ridhoi. Jangan sampai cinta kepada makhluk lebih kita perjuangkan mati-matian, tapi cinta kepada Allah Yang Maha Mematikan malah ditempatkan di posisi ke sekian. Bukankah Allah yang Maha Menghidupkan? Dari Anas Bin Malik dari Nabi shallahu’alaihi wasallam bersabda,

“Tidak (sempurna) iman salah seorang kalian sehingga Allah dan rasulNya lebih dia cintai daripada selainnya, dan hingga ia dilempar ke neraka lebih disukainya dari pada kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkannya. Dan tidak (sempurna) iman salah seorang kalian sehingga saya (Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam) lebih dicintainya daripada anaknya, orang tuanya atau manusia semuanya”. (HR. Ahmad).[]

KLIK di SINI untuk mendapatkan buletin versi PDF-nya.

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *