Buletin Teman Surga 052. Eksis Di Dunia Sampai Ke Surga

0
126
buletin teman surga 052. eksis di dunia

buletin teman surga 052. eksis di duniaHai guys, jangan lupa subscribe, share and comment. Buat para milenial yang lebih seneng lihat youtube dibanding nongkrongin televisi pasti sudah ngga asing dengan istilah-istilah tersebut. Di jaman digital saat ini keberadaan gawai (gadget) yang semakin canggih ditambah dengan aplikasi yang semakin inovatif membuat generasi Z semakin enjoy dengan dunia mayanya. Malah ada juga lho anak-anak dan remaja yang kecanduan gadget sampai berdampak pada gangguan jiwa.

Selain ada juga istilah phubbing yang diartikan sebagai sikap acuh tak acuh atau cuek saat berada dalam satu lingkungan. Misalnya saat kumpul keluarga bukannya berbincang hangat dan saling bercerita malah asyik dengan smartphonenya senyam senyum sendiri, giliran ditanya jawabnya ngga nyambung.

Pengaruh gadget memang tergantung si empunya, bisa positif bisa juga negatif. Karna secanggih apapun teknologi tetap lebih canggih akal manusia yang digunakan untuk berpikir benar. Cuma pertanyaan selanjutnya, remaja kita sekarang ini sudah bisa dan terbiasa berpikir benar belum? Perlu jawaban yang komprehensif sepertinya. Berat banget nih istilah. Tenang aja kamu cukup baca aja si buletin yang keren ini sampe khatam, in sya Allah kamu bakal paham gimana cara jadi milenial yang ideal. So, let’s check this one out!

KLIK di SINI untuk mendapatkan buletin versi PDF-nya.

Viralkan Amal Sholih BUKAN Amal Salah

Viral. Apa sih viral itu? Sama seperti virus yang dengan mudah dan cepat tersebar bahkan dalam hitungan detik. Nah, di sinilah peran media sosial sangat besar untuk membuat sesuatu itu viral bahkan menjadi trending topic.

Seperti baru-baru ini video seorang pelajar yang berlaku tidak terpuji terhadap gurunya menjadi ramai diperbincangkan. Guru yang seharusnya dihormati bahkan dimuliakan sebagai seorang pengajar dan pendidik malah diperlakukan tidak sepantasnya bahkan bisa dibilang ngga beradab.

Kejadian yang sangat memalukan dan memilukan ini pun direkam atau diabadikan oleh siswa lainnya dan parahnya lagi diupload ke media sosial, seketika berita itupun menjadi viral. Bukan menjadi sebuah pelajaran untuk tidak meniru perbuatan tercela tersebut, yang ada malah perbuatan yang serupa dilakukan oleh pelajar-pelajar lain, karna sudah tersebar di media sosial di mana setiap orang bisa melihatnya.

Inilah trend di kalangan penggiat media sosial, untuk merekam berbagai kejadian di sekitar, menguploadnya dengan memberi judul yang membuat orang penasaran untuk melihat. Lalu seketika berita itupun menjadi viral dan individunya menjadi terkenal. Pokoknya apapun dan siapapun bisa menjadi viral dan terkenal.

Mereka tidak tampil di layar kaca tapi banyak orang memperbincangkannya. Mereka biasa disebut sebagai artis youtube. Aksinya yang mencuri perhatian telah mengundang banyak subscriber memfollow apa saja yang youtuber itu lakukan. Dan sekarang youtube dan menjadi youtuber sedang ngetrend di kalangan milenials.

Para artis yang biasa hilir mudik di layar kaca pun ikutan punya channel youtube pribadi. Konon, dari youtube bisa dapat uang yang lumayan menggiurkan loh.  Semakin banyak subscriber maka semakin banyak pula “penghasilan” yang didapatkan.

Makin ke sini keberadaan media sosial khususnya youtube sudah semakin popular bahkan dari bocah yang belum bisa baca aja sudah hapal dan bisa menayangkan video konten anak-anak yang mereka suka.

Di era digital seperti sekarang ini, dunia seolah ada dalam genggaman. Apa saja yang terjadi di belahan dunia mana saja bisa dengan mudah dan cepat kita ketahui. Sayangnya, belum ada filter atau sensor dari tayangan-tayangan unfaedah atau negatif. Inilah sebab, sebagai remaja harus paham bagaimana kita cerdas dalam memanfaatkan teknologi.

Ngga ada yang salah dengan kemajuan dan kecanggihan teknologi, karna itu adalah hasil dari kecerdasan manusia yang telah Allah berikan modal utamanya berupa otak yang memiliki kemampuan luar biasa. Namun, kecanggihan teknologi sesungguhnya tertakluk kepada siapa saja yang menggunakannya. Bisa jadi baik jika digunakan untuk kebaikan, akan buruk jika digunakan untuk keburukan. Dan tentu pengaruh baik dan buruk itu akan berpulang kepada manusianya.

“Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri…” (TQS. Al Isra: 7)

Selain itu apa yang kita lihat, dengar, dan sebarkan akan dimintai pertanggung jawaban di hadapan Allah kelak.

“Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban)?” (TQS. Qiyamah: 36)

So, hati-hati ya friends pastikan apa yang kita lihat atau tonton adalah sesuatu yang mendatangkan kebaikan apakah itu ilmu atau hikmah. Terlebih apa yang kita sebar harus bisa memberikan kebaikan dan bisa memberikan keteladanan. Jangan sampai apa yang kita share adalah sesuatu yang tidak baik atau mencontohkan sesuatu yang buruk terlebih maksiat. Semakin banyak yang follow, ternyata malah memberikan tumpukan dosa.

“(ucapan mereka) menyebabkan mereka memikul dosa-dosanya dengan sepenuh-penuhnya pada hari kiamat, dan sebahagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun (bahwa mereka disesatkan). Ingatlah, amat buruklah dosa yang mereka pikul itu”. (TQS. An Nahl: 25)  Na’udzubillah.

So, sebelum kita share sesuatu pikirkan dulu ini benar atau salah, mendatangkan manfaat atau laknat, akan mendekatkan pada taat atau pada maksiat. Ribet banget? Pilih ribet sebelum upload and share apa ribet karna harus mempertanggung jawabkannya di hadapan Allah?

To be Milenial Ideal

Paham banget. Kamu yang lagi ada di masa remaja pasti masih punya banyak banget energi. Ibarat kata baterai masih full. Full energinya remaja kalau ngga diarahin bisa disalurkan ke hal-hal yang sia-sia. Paham juga kalau remaja adalah masa transisi dari anak-anak yang butuh ruang dan waktu untuk bisa tampilkan eksistensinya. Di mana pengakuan diri menjadi sesuatu yang dicari. Katanya gak ngeksis, gak ngehitz.

Salah satu cara untuk ngeksis adalah dengan tampil menjadi vlogger atau youtuber. Generasi milenial memilih memanfaatkan media untuk menampilkan diri. Eits, tapi ngga cukup dong jadi milenial abal-abal yang cuma akrab dengan digital tapi kurang pakai akal (berpikir).

Maksudnya gini Temans, boleh saja ngeksis, cuma yang pertama perlu kamu pikirkan apa tujuan kamu ngeksis? Inget yaa.. milenial Ideal itu bukan yang berpikir instan apalagi melakukan sesuatu tanpa dipikir. Ngeksisnya ala remaja TemanSurga adalah dalam rangka menyebarkan keindahan Islam, lebih mendekatkan diri dan teman-teman dengan agamanya.

Buat apa kita eksis dikenal banyak orang tapi Allah Sang Pencipta kita ngga menganggap eksistensi (keberadaan) kita. Kalau kaya gini sih, sakitnya tuh di sini (dunia) dan di sana (akhirat). Karna apa yang kita lakukan itu ngga disukai Allah. Misal, kamu share foto atau video kamu tapi sedang ngga berhijab padahal Allah perintahkan bagi wanita muslimah untuk menutup auratnya.

“Allah berfirman: “Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan”. (TQS. Thaha: 126)

Kejar subscriber atau follower boleh alias tidak dilarang. Tapi, mantapkan terlebih dahulu kalau kamu adalah youtuber muslim/muslimah sejati yang menampilkan diri dengan pesona kepribadian Islam yang luhur, setelah itu pribadimu yang sholih/sholihah menjadi leader di antara follower-mu. Caranya rajinlah ke kajian (Islam).

Sedikit banyak subscriber atau follower bukanlah menjadi tujuan yang utama. Karna milenial ideal adalah yang paham bahwa yang utama adalah membawa keindahan dan kehebatan Islam sebagai jalan hidup. Menjadi media atau perantara orang lain menemukan kebenaran Islam adalah kebahagiaan. Menjadi wasilah orang lain mendapatkan hidayah untuk hijrah menuju Islam kaffah itulah yang menjadi arah.

Rasulullah saw bersabda “Barangsiapa mengajak kepada petunjuk, maka baginya pahala seperti pahala orang-orang uang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun” (HR. Muslim).

Dari Sahl bin Sa’ad, bahwasanya Rasulullah saw bersabda “Demi Allah, sungguh Allah memberi petunjuk kepada satu orang melalui perantaraanmu, maka itu lebih baik dari unta merah”. (HR. Bukhari).

Unta merah adalah harta teristimewa di kalangan orang arab kala itu. Dan permisalan unta merah yang diungkapkan Rasulullah saw untuk mengungkapkan betapa berharga (mulianya) perbuatan tersebut. Gimana guys, Makin semangat buat konten bermanfaat sesuai syariat?.

Paham, emang ngga mudah untuk sebarkan kebenaran Islam di jaman now, kala media dikuasai oleh yang berkuasa, yang benar menjadi salah dan yang salah menjadi benar. Hoax dibilang fakta, eh yang fakta malah dibilang hoax. Jangankan mendapatkan jutaan subscriber, menyampaikan kebenaran si penyebar malah diuber (dikejar).

Terlebih budaya hedonis yang sudah terpampang nyata di kalangan remaja saat ini, sehingga menjadikan mereka seolah alergi dengan konten-konten yang “berbau” religi atau agama. Tapi, buat kamu milenial ideal ingatlah bahwa pada akhirnya kebenaran akan tetap menjadi kebenaran sampai kiamat sekalipun dan Allah SWT berjanji atas kemenangan agama (Islam) ini.

Allah berfirman dalam surat Ash Shaf ayat 9.  “Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik membenci”.

Wahai Milenial Muslim Sejati, jangan pernah surutkan langkah untuk sebarkan Islam yang berkah. #LanjutkanPerjuangan!![]

KLIK di SINI untuk mendapatkan buletin versi PDF-nya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here