Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted on Mar 13, 2019 in Buletin Teman Surga, Headline | 0 comments

Buletin Teman Surga 054. Jadilah Perempuan Berkarir Surga

Buletin Teman Surga 054. Jadilah Perempuan Berkarir Surga

Buletin Teman Surga 054. Jadilah Perempuan Berkarir SurgavOh ibuku..
Engkaulah wanita yang ku cinta selama hidupku.
Maafkan anakmu bila ada salah, pengorbananmu tanpa balas jasa.

Yaa Allah..
ampuni dosanya,
sayangilah seperti menyayangiku.
Berilah dia kebahagiaan, di dunia juga di akhirat.

Penggalan lirik lagu Ibu yang sangat menyentuh hati. Rasanya kita sebagai anak tidak akan pernah bisa memberikan atau membalas budi baik orang tua selama ini. Jasa yang tidak pernah bisa dihitung sedari kita dilahirkan hingga remaja saat ini. Keluh dan kesahnya tidak lebih sering terucap dibanding doa tulus bagi anak-anaknya.

Sosok ibu adalah perawat dan pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya. Kalau mau dipretelin satu-satu apa saja jasa orang tua kita selama ini, selembar edisi ini ngga akan cukup. Terkadang kita lebih sering menuntut keinginan ini dan itu dibanding mensyukuri atas apa yang sudah mereka berikan untuk kebaikan kita. Nasihat atau wejangan ibu sering kali kita anggap seperti angin lalu yang cuma masuk kuping kiri keluar kuping kanan. Padahal nasihat itu adalah tanda sayang sekaligus kekhawatiran jangan sampai hal buruk atau yang tidak baik menimpa anak-anaknya. Cuma ya itu, dimasa-masa remaja yang lagi pengen coba ini itu, pengen mengaktualisasikan diri dalam berbagai hal akhirnya merasa nasihat orang tua dipandang mengekang keinginan mereka.

Friends, seorang ibu itu merasa khawatir sangat wajar lho, bukan karna ngga percaya sama anaknya tapi yang ngga ibu percaya itu adalah lingkungan atau pergaulan di sekitar kamu. Karna sedikit banyak orang tua pasti mengajarkan kita mana yang baik dan mana yang buruk. Tapi, jahat dan menyeramkannya kondisi lingkungan pergaulan anak jaman now ini yang bikin jantung emak deg-degan khawatir.

Lihat aja tuh, baru-baru ini ada sosok remaja yang viral karna beradegan mesra dengan pacarnya. Melakukan hal yang tidak sepantasnya dilakukan seorang pelajar terhadap gurunya. Dan solatnya kalau pas pelajaran agama doang. Yes, you are right!! Dialah Dilan. Mirisnya dan yang bikin para ibu generasi geleng-geleng kepala sosok Dilan ini malah diusung sebagai remaja yang patut untuk ditiru. Sampai sini paham? Kenapa orang tua khususnya Ibu lebih sering mengingatkan anak-anaknya untuk hati-hati memilih teman dan pergaulan? 

KLIK di SINI untuk mendapatkan buletin versi PDF-nya.

Kesetaraan Yang Menyengsarakan

Sosok ibu sungguh luar biasa. Bisa dibilang beliau itu wonder woman. Ibu adalah ratunya rumah tangga, manager segala bidang, perawat terbaik saat ada salah satu anggota keluarga sakit, sekaligus pendidik utama. Ibu yang mengajari kita tentang adab dan akhlak yang baik, tak bosan mengingatkan dan mengajak anak-anaknya untuk sholat. Gimana the best kan? Tugas mulia yang diganjar pahala spesial dari Allah SWT. That’s why, kita sebagai seorang anak harus berbuat baik kepada kedua orang tua dan senantiasa mendoakannya. Allah SWT berfirman dalam Qur’an Surat Al Isra: 23

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia”.

Noted, Allah melarang kita tuh untuk membantah apalagi membentak mereka. So, seandainya kamu mau menyampaikan pendapat ke orang tuamu sampaikanlah dengan cara dan perkataan yang baik.

Jika peran seorang Ibu begitu sangat luar biasa dalam mendidik dan membesarkan anak-anaknya, mengapa masih banyak remaja yang sepertinya hilang kontrol orang tua, akhirnya melakukan aksi kenakalan remaja?.

TemanS, sadar ngga sadar,  perlahan tapi pasti barat telah berhasil mem”brainwash” pemikiran para perempuan khususnya muslimah dengan paham kesetaraan gender yaitu persamaan hak sepenuhnya antara kaum perempuan dan laki-laki tanpa adanya diskriminasi. Menurut paham ini perempuan yang hebat itu adalah perempuan yang berkarir di luar rumah. Yang bisa bersaing dengan laki-laki bahkan melebihinya. Apapun yang dilakukan oleh laki-laki harus bisa dilakukan oleh perempuan. Kaum perempuan yang terbius dengan ide ini lebih senang dan bangga ketika menjabat sebagai wanita karir yang sibuk di luar rumah. Sebaliknya, perempuan yang memilih menjadi ibu rumah tangga dianggap sebagai sebuah kemunduran atau kuno karna dianggap ngga produktif  alias ngga menghasilkan uang (materi) ditambah tidak memiliki prestise di tengah masyarakat.

Kerja dan berkarir di luar rumah menjadikan peran dan tugas hakiki seorang perempuan (Ibu) di dalam rumah menjadi terkorbankan terutama perannya sebagai pendidik anak-anaknya. Pemikiran feminis yang muncul dari paham liberal-sekuler akhirnya melahirkan perempuan yang merasa dirinya mampu berdikari alias berdiri di atas kaki sendiri. Maksudnya hidup tanpa laki-laki pun sanggup karna sudah punya penghasilan sendiri bahkan cenderung meremehkan laki-laki dalam hal ini adalah suaminya. Kalau sudah begini  bisa ditebak apa yang akan terjadi di dalam keluarga terutama anak-anaknya. Ya, lahirnya anak-anak broken home, yang selanjutnya  terlahir pula generasi muda yang lemah, generasi yang salah arah.

Padahal Allah SWT sudah me”warning” dalam kalam muliaNya

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar”. TQS. An Nisa: 9

For you all, brothers and sisters.. memang ngga semua anak dengan kondisi broken home jadi anak nakal ya.. banyak juga dari mereka justru menjadi anak yang tangguh bahkan jadi anak yang sholih/sholihah. Karna mereka mencari dan bertemu dengan teman yang mengajak kepada kebaikan, teman surga yang menunjukkan arah hidup yang benar. Malah dari kesholihan anak broken home ini ngga sedikit yang menjadi wasilah bagi kedua orang tuanya kembali berbagi peran di keluarga sesuai dengan tuntunan Islam.

Perempuan Berkarir Surga

Semua ada porsinya, dan porsinya harus pas sesuai dengan yang Allah tetapkan. Allah SWT menciptakan laki-laki dan perempuan hakikatnya adalah sama-sama  sebagai hamba Allah yang diberi kewajiban untuk tunduk dan beribadah kepada Allah. Namun, Allah telah menentukan kadar bagi masing-masing kita baik yang perempuan maupun laki-laki dengan adil. Allah SWT menciptakan dan memposisikan laki-laki sebagai qowwam (pemimpin) bagi kaum perempuan.

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita)…” TQS. An Nisa: 34.

Bagi laki-laki dilebihkan bukan berarti berlaku semena-mena terhadap perempuan. Begitupun sebaliknya bukan juga berarti perempuan termarjinalkan. Secara fitrah laki-laki diciptakan memiliki kekuatan fisik yang lebih dibandingkan dengan perempuan. Karnanya laki-laki dituntut menjadi kepala keluarga yang berkewajiban memenuhi nafkah,  memberikan perlindungan bagi keluarganya dan memastikan pendidikan bagi anak-anaknya sudah benar serta ikut menanamkan aqidah dan akhlak pada anak-anaknya.

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu..” TQS. AT Tahrim: 6

Sedangkan perempuan diciptakan penuh dengan kelemah lembutan dan memiliki kasih sayang yang lebih besar. Karnanya perempuan disiapkan untuk menjadi pendidik dan pembimbing bagi tumbuh dan kembang anak-anaknya, sekaligus mengurus rumah tangga. Kedua peran dan tugas ini sangatlah mulia. Ayah yang bekerja mencari nafkah dibalas pahala besar oleh Allah

“Sungguh tidaklah engkau menginfakkan nafkah (harta) dengan tujuan mengharapkan (melihat) wajah Allah (pada hari kiamat nanti) kecuali kamu akan mendapatkan ganjaran pahala (yang besar) sampai pun makanan yang kamu berikan kepada istrimu”. (HR. Bukhari).

Ibu yang bertugas mengurus rumah tangga dan anak-anak termasuk mendidiknya diganjar pahala yang luar biasa, bahkan seorang Ibu begitu dimuliakan. Rasulullaah saw memerintahkan kita untuk berbakti kepada Ibu. Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata,

“Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.” (HR. Bukhari)

For you girls, paham barat yang seolah ingin mengangkat derajat perempuan dan menjadikan perempuan setara dengan laki-laki itu hoax. Karna yang terjadi malah semakin membuat perempuan tidak berada pada posisi yang mulia dan dimuliakan. Berbeda dengan Islam yang begitu memuliakan perempuan. Rasulullah saw bersabda

“Aku wasiatkan kepada kalian untuk berbuat baik kepada para wanita” (HR. Muslim).

Islam ngga ngelarang perempuan untuk berkarya dan menuntut ilmu terlebih jika ilmunya bisa memberikan manfaat bagi banyak orang selama itu semua tidak keluar dari koridor hukum syara ya sisters. Misal ada yang jadi dokter, guru, bahkan ilmuwan sekalipun seperti Maryam Al Asturlabi seorang astronom dan pembuat astrolab yang canggih sama seperti GPS. Intinya, selama bisa mensinergiskan dengan tugas utamanya maka Islam ngga larang.

Tapi, buat kamu ukhties yang belum menikah bukan berarti bebas berkarier di luar rumah. Karna ada tugas utama kamu juga di rumah sebagai seorang anak yang wajib berbakti dan membantu orang tua. Jadilah perempuan berkarir surga, apa saja yang dilakukan baik itu menjalankan perannya di dalam rumah atau di luar rumah harus bervisi surga dengan memurnikan niat ikhlas karna Allah dan cara yang dilakukan benar sesuai dengan tuntunan Islam.[]

KLIK di SINI untuk mendapatkan buletin versi PDF-nya.

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *