Buletin Teman Surga 056. Mesjid I Love You

0
71
buletin teman surga 056. mesjid i love you

buletin teman surga 056. mesjid i love youAllahumma bariklanaa fii rajaba wa sya’baana  wa balighnaa ramadhaan. 

Yaa Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban serta sampaikanlah kami di bulan Ramadhan.

Doa yang dipanjatkan Rasulullaah saw saat memasuki bulan mulia Rajab. Kalau sudah memasuki bulan Rajab itu artinya ngga akan lama lagi kita bakal ketemu dengan bulan Ramadhan. Ngga kerasa ya temanS waktu begitu cepat bergulir, aroma nuansa Ramadhan sudah mulai tercium oleh insan yang merindunya.

Gimana ngga merindu, bagi kita seorang muslim mengumpulkan pundi-pundi pahala di dunia harus getol (rajin) kita lakukan agar kelak saat kita pulang ke kampung akhirat kita bisa menikmati indahnya surgawi. Nah, bulan Ramadhan ini bisa kita manfaatkan untuk meraih banyak pahala dan remove dosa-dosa yang bakal menghambat kita ke surgaNya.

So, don’t miss it guys. Persiapkan diri dari sekarang supaya saat Ramadhan tiba, kita siap. Oiya, by the way teman-teman yang tahun lalu masih punya hutang puasa khususnya ukhties segera dilunasin yah jangan sampai keburu puasa Ramadhan tiba.

But anyway, oneday kita akan bahas all about Ramadhan. Sekarang karena masih di suasana rajab, kita akan ulik ada hal istimewa apa di bulan ke tujuh tahun Hijriah ini.

KLIK di SINI untuk mendapatkan buletin versi PDF-nya.

Bukan Perjalanan Biasa

Bicara soal Rajab, biasanya di sekolah-sekolah rutin mengadakan acara rajab-an, dimana sekolah mengumpulkan siswa-siswinya lalu memanggil seorang ustadz yang memberikan ceramah tentang peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad saw. Isra mi’raj memang terjadi pada tanggal 27 Rajab. Tentang apa atau bagaimana itu Isra Mi’raj rasanya Teman Surga semua sudah hapal deh.

Secara sedari SD bahkan mungkin TK kita sudah diceritakan tentang peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad saw. Al Qur’an Kariim mengabadikan peristiwa ini dalam surat Al Isra ayat 1.

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.

Perjalanan isra dan mi’raj Rasulullah saw bisa dibilang sebagai pelipur lara dan sedihnya Rasul setelah istri tercintanya yakni Khadijah (semoga Allah meridhoinya) meninggalkan Rasul untuk selama-lamanya. Khadijah selalu setia mendampingi Rasul dalam dakwahnya menyebarkan Islam. Kesedihan Rasul bertambah karna pamannya yang semasa hidupnya memberikan perlindungan dakwah yang Rasul lakukan meski sampai akhir hidup pamannya belum sempat memeluk Islam, dialah Abu Thalib. Dari sini, Allah swt ngga mau lihat kekasihNya bersedih maka Allah swt menghiburnya dengan perjalanan isra mi’raj.

Isra, perjalanan Rasulullah saw bersama Malaikat Jibril dari Masjidil Haram (Mekkah) ke Masjidil Aqsho (Baitul Maqdis, Palestina). Dan, Mi’raj adalah sesuatu (tangga) khusus yang digunakan oleh Nabi saw untuk naik dari bumi menuju keatas langit.

Perjalanan luar biasa yang ditempuh dalam waktu semalam saja dengan menunggangi Buraaq yaitu hewan putih yang panjang, lebih besar dari keledai dan lebih kecil dari baghal. Inilah bukti atau tanda kebesaran Allah ya TemanS, banyak orang yang tidak mempercayai atas perjalanan yang Rasul lakukan namun ada seorang sahabat Rasul yang membenarkan dan mengimani peristiwa tersebut sampai akhirnya beliau digelari Ash Shiddiq (yang membenarkan), yes.. Abu Bakar Ash Shiddiq.

Perjalanan Mi’raj Rasulullah saw bersama Jibril dari langit pertama ke langit ketujuh dan berakhir di sidratul muntaha. Dari perjalanannya sampai langit ke tujuh ada peristiwa yang luar biasa dimana Rasulullah saw bertemu dengan Nabi Ibrahim as. Kisah ini diceritakan dalam riwayat Muslim.

“…Kemudian Jibril naik bersamaku  ke langit ketujuh dan Jibril meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya): “Siapa engkau?” Dia menjawab: “Jibril”. Dikatakan lagi: “Siapa yang bersamamu?” Dia menjawab, “Muhammad” Dikatakan, “Apakah dia telah diutus?” Dia menjawab, “Dia telah diutus”. Maka dibukakan bagi kami (pintu langit ketujuh) dan saya bertemu dengan Ibrahim. Beliau sedang menyandarkan punggungnya ke Baitul Ma’muur.

Setiap hari masuk ke Baitul Ma’muur tujuh puluh ribu malaikat yang tidak kembali lagi. Kemudian Ibrahim pergi bersamaku ke Sidratul Muntaha. Ternyata daun-daunnya seperti telinga-telinga gajah dan buahnya seperti tempayan besar. Tatkala dia diliputi oleh perintah Allah, diapun berubah sehingga tidak ada seorang pun dari makhluk Allah yang sanggup mengambarkan keindahannya.

Lalu Allah mewahyukan kepadaku apa yang Dia wahyukan. Allah mewajibkan kepadaku 50 sholat sehari semalam. Kemudian saya turun menemui Musa ’alaihis salam.  Lalu dia bertanya: “Apa yang diwajibkan Tuhanmu atas ummatmu?”. Saya menjawab: “50 sholat”. Dia berkata: “Kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan, karena sesungguhnya ummatmu tidak akan mampu mengerjakannya. Sesungguhnya saya telah menguji dan mencoba Bani Isra`il”.

Beliau bersabda :“Maka saya pun kembali kepada Tuhanku seraya berkata: “Wahai Tuhanku, ringankanlah untuk ummatku”. Maka dikurangi dariku 5 sholat. Kemudian saya kembali kepada Musa dan berkata:“Allah mengurangi untukku 5 sholat”. Dia berkata:“Sesungguhnya ummatmu tidak akan mampu mengerjakannya, maka kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan”.

Maka terus menerus saya pulang balik antara Tuhanku Tabaraka wa Ta’ala dan Musa ‘alaihis salaam, sampai pada akhirnya Allah berfirman:“Wahai Muhammad, sesungguhnya ini adalah 5 sholat sehari semalam, setiap sholat (pahalanya) 10, maka semuanya 50 sholat. Barangsiapa yang meniatkan kejelekan lalu dia tidak mengerjakannya, maka tidak ditulis (dosa baginya) sedikitpun. Jika dia mengerjakannya, maka ditulis (baginya) satu kejelekan”.

Kemudian saya turun sampai saya bertemu dengan Musa’alaihis salaam seraya aku ceritakan hal ini kepadanya. Dia berkata: “Kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan”, maka sayapun berkata: “Sungguh saya telah kembali kepada Tuhanku sampai sayapun malu kepada-Nya”. (H.R Muslim)

Teman Surga yang sholih sholihah dari sinilah perintah sholat itu bermula. Kebayang ngga awalnya kita diperintahkan sholat sebanyak 50 kali sehari? Dan Rasul tercinta kita minta keringanan kepada Allah swt dan Allah pun mengurangi menjadi 5 kali dalam sehari, meski pahala yang Allah berikan sama seperti 50 sholat.

Kalau 5 kali sholat masih ada yang ngerasa berat atau males trus masih bolong-bolong ini sih TER-LA-LU. Sampai-sampai saat Nabi Musa a.s menyarankan untuk tetap menguranginya lagi Rasulpun berkata malu (kepada Allah). Dipikir-pikir iya juga sih friends, coba aja deh hitung sehari kita dikasih waktu 24 jam, seandainya satu sholat yang kita kerjakan 10 menit itu artinya ngga sampe sejam waktu yang digunakan untuk kita sholat malah masih lebih banyak waktu tidur. Bener apa betul nih guys?

Asholaatu ‘Imaaduddiin

Sholat itu tiang agama. Ibarat pilar dalam sebuah bangunan fungsi pilar adalah untuk menegakkan bangunan agar kokoh dan ngga gampang roboh. Simplenya kalau sholat yang hanya 5 kali dalam sehari saja tidak ditegakkan bagaimana bisa menegakkan atau melaksanakan perintah Allah yang lainnya.

Sholat adalah kewajiban utama setelah syahadatain, konsekuensi sebagai seorang yang mengimani Allah dan RasulNya. Itu kenapa sholat menjadi pembeda antara muslim dan kafir, Rasul saw bersabda

“Sesungguhnya batasan antara seseorang dengan kekafiran dan kesyirikana adalah sholat. Barangsiapa meninggalkan sholat, maka ia kafir” (HR. Muslim).

Dan sholat yang ngga lebih menyita waktu kamu inilah yang justru pertama kali akan dihisab oleh Allah swt. Nabi Muhammad saw bersabda,

“Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya. Apabila shalatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Apabila shalatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi…” (HR. Abu Daud).

Remaja Milenials yang sholih/sholihah ingatlah dan sadarilah bahwa kita ini adalah makhluk Allah, hamba Allah yang tercipta untuk menghamba kepadaNya seharusnya tanpa imbalan pun kita tunduk patuh atas perintahNya namun Allah Yang Maha Baik mengganjar setiap amalan yang kita lakukan.

Seperti yang telah Allah janjikan dalam Qur’an Surat Al Mu’minun

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sholatnya, … Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.”

Remember friends, sholat yang kita lakukan haruslah ditunaikan dengan dorongan iman dan taqwa sehingga kita akan berupaya untuk khusyuk dalam sholat. Sholat yang diiringi dengan ketundukan dan ketaatan sempurna kepada Allah akan membawa dampak yang luar biasa dimana kita akan mencegah kita dari melakukan kemaksiatan.

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”. TQS. Al Ankabut: 45

So, kalau masih ada yang STMJ alias Sholat Terus Maksiat Jalan misal sholat tapi masih pacaran, sholat tapi masih nyontek, sholat tapi masih mengumbar aurat, sholat tapi masih ngelawan orang tua berarti sholatnya belum ditegakkan dengan kesadaran akan keberadaan diri sebagai makhluk yang menghamba kepada Allah swt (idrak silah billah). Tidak ada kata terlambat selama nyawa masih dikandung badan, yuk kita perbaiki sholat kita karna Allah. Mulai dari sekarang sholat ngga usah nunggu disuruh orang tua, begitu dengar panggilan Allah (adzan) bersegeralah penuhi panggilan indah itu, gegas ke mesjid sholat berjama’ah (diutamakan ikhwan).

Wahai para pemuda, jangan alergi dekat dengan mesjid terlebih takut pergi ke mesjid. Terlebih apa yang baru saja terjadi di sebuah mesjid di New Zealand, dimana jama’ah sholat ditembak secara brutal oleh teroris. Jangan biarkan musuh Allah menang dengan menjadikan generasi muslim menjauh dari mesjid, anti dengan kegiatan yang diadakan di  mesjid. See, apa yang terjadi di Selandia Baru justru malah membuat  warga negara non muslim di sana berbondong-bondong ingin lebih tahu dan dekat dengan Islam. Ngga sedikit dari mereka mendatangi mesjid-mesjid. So, how about us??

Remaja Keren itu remaja yang cinta mesjid dan memakmurkannya.

“Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk”.  TQS. At Taubah: 18.

Mesjid I Love You…![]

KLIK di SINI untuk mendapatkan buletin versi PDF-nya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here