Pages Menu
Categories Menu

Posted on Apr 25, 2019 in Buletin Teman Surga, Headline | 0 comments

Buletin Teman Surga 060. Love Your Book

Buletin Teman Surga 060. Love Your Book

buletin teman surga 060. love your bookKutu buku. Kata kiasan ini biasa sering dipakai bagi seseorang yang gemar membaca buku. Itu kah kamu si kutu buku?? Memang bagi sebagian pelajar saat ini membaca bukanlah salah satu kegemaran. Padahal seorang pelajar seharusnya akrab dengan buku dan tidak alergi membaca buku.

Apa jadinya jika ke sekolah saja seorang pelajar hanya membawa satu buku tulis dan itupun hanya diselipkan di saku celana? Ibarat kata mau latihan perang tapi persiapan senjata dan mental yang minim gimana skill kita bisa terasah? Sedang musuh mempersiapkan begitu luar biasa, walhasil kita kalah perang sudah bisa dipastikan.

Tapi, bener lho.. sesungguhnya kita ini sedang menghadapi peperangan. Ngga sadar ya?? Yes, emang perang ini ngga banyak disadari oleh banyak orang khususnya generasi muda kita. Karna perang ini bukanlah menyerang fisik tapi lebih kepada pemikiran. Ya itu salah satunya yang bikin kita akhirnya jadi males sama yang namanya baca buku dan belajar.

Generasi muda kita khususnya muslim disibukkan dengan hal-hal yang unfaedah dan di sini generasi kita kalah untuk bisa melawan serangan budaya barat dan dan lemah untuk memproteksi diri dari serangan pemikiran liberal. Akal generasi muda kita seolah ter-lock sehingga sulit untuk berpikir benar, terlebih berpikir serius tentang apa yang dilihat, didengar dan dirasa.

Come on guys, wake up. Kita tercipta sebagai generasi yang terbaik. So, open your eyes “serangan – serangan” sudah semakiin massif ini waktunya jadi pelajar yang aktif positif dimulai dengan change your habbit, salah satunya mulailah suka membaca.

KLIK di SINI untuk mendapatkan buletin versi PDF-nya.

Semakin Dibaca Semakin Banyak Tahu

Pernah dengar istilah buku adalah jendela dunia?  Karna dengan membacanya kita bisa mengetahui banyak hal, segala yang ingin kita tahu bisa kita dapatkan dengan membaca. Memang tak bisa dipungkiri di zaman digital seperti sekarang ini, kita dimanjakan dengan kemudahan untuk mengetahui banyak hal melalui sentuhan jari.

Ponsel pintar pun bisa memberikan banyak informasi yang kita inginkan. Bahkan ada juga e-book atau versi elektronik dari buku. Kalau biasanya buku berisi lembaran-lembaran kertas berisi teks atau gambar, sedangkan e-book berisi informasi digital yang juga berisi teks dan gambar. Kemajuan teknologi ini ngga usah kita nafikan karna hal itu akan terus berkembang seiring dengan kemajuan berfikir manusia meski semua ada plus minusnya.

Kalau bicara teknologi, Islam sudah lebih dulu menjadi pioner dalam menciptakan kemajuan dan kecanggihan teknologi. Jadi buat teknologi yang kekinian hanya mengembangkan dari hasil karya ilmuwan – ilmuwan muslim. Sampai seorang Mark Zuckerberg yang notabene menciptakan facebook disebutkan mengidolakan Al Khawarizmi penemu rumus algoritma. Bos facebook ini mengatakan “Saya heran ada orang yang terlalu mengidolakan saya, padahal saya sangat mengidolakan ilmuwan muslim Al Khawarizmi karena tanpa Algoritma dan Aljabar, maka jangan pernah bermimpi ada faceboook, whats App, games bahkan komputer”.

Zuckeberg seorang yang mendapat julukan ‘Yahudi Paling Berpengaruh’ oleh The Jerussalem Post ternyata gemar membaca dan biasanya ia akan memilih buku yang dianggap memiliki pandangan yang luas, serta memberikan pengaruh yang besar bagi kehidupan sosial dan bisnis. Dan yang menjadi pilihannya adalah buku tentang sejarah manusia dan alam semesta yang ditulis oleh ilmuwan Islam bernama Ibnu Khaldun.

How about Us?? Sayangnya remaja milenial kita masih lebih asyik bermedsos-an dan menikmati segala hasil kemajuan teknologi, sedang membaca sebagai sesuatu yang mudah dilakukan masih dianggap sebagai sesuatu yang buang – buang waktu, ngga keren. Pelajar sekarang lebih PeDe bawa HP dibanding bawa buku.

Coba aja lihat saat kita berada di angkutan umum, mayoritas penumpang asyik dengan gadgetnya dibanding melewati perjalanan dengan membaca buku. Stay alert guys, keseringan lihat gadget bisa bikin mata mudah lelah dan bikin males baca buku lhoo.. karna dengan gadget mata kita fokus pada satu arah sedangkan kalau kita membaca buku otot-otot mata kita bergerak mengikuti baris demi baris kalimat.

Iqra!! Bacalah!! Inilah wahyu yang pertama kali diturunkan oleh Allah Ta’ala kepada Nabi Muhammad SAW yaitu surat Al Alaq yang memerintahkan kita untuk membaca.

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran qolam (pena), Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (TQS. Al Alaq 1-5)

So, yang namanya pelajar ya tugasnya belajar yaitu proses memahami ilmu pengetahuan dan salah satu caranya adalah dengan membaca. Kebayang yah kalau seorang pelajar malas membaca apalagi bergiat dalam belajar. Mungkin dari sini akhirnya Pemerintah mencanangkan kegiatan literasi sebelum mulai belajar mengajar, diharapkan para pelajar kembali gemar membaca. Hanya karna tak diimbangi dengan penanaman konsep berpikir yang benar dan didasari pada aqidah yang lurus walhasil motivasi pelajar untuk membaca dan belajar tidak kuat. Kalau pun sedikit agak getol membaca dan belajar pas mau ujian aja. Padahal dengan belajar kita bisa mencipta karya dan dari karya yang bermanfaat itulah kita bisa mendapatkan pahala mengalir sepanjang karya yang kita ciptakan masih dimanfaatkan oleh banyak orang.

Oiya, bahkan seorang pahlawan wanita Indonesia Ibu Raden Ajeng Kartini berjuang agar seluruh rakyat Indonesia tak terkecuali diperbolehkan untuk menuntut ilmu. Karna pada saat itu yang diperbolehkan sekolah kebanyakan adalah kaum laki-laki kalaupun yang perempuan hanya dari golongan ningrat atau bangsawan saja. Aturan inilah yang coba didobrak oleh Ibu RA. Kartini.

Jadi sebenarnya salah kaprah jika ada yang menilai atau menyimpulan jika RA. Kartini memperjuangkan emansipasi wanita yang mengharuskan menyetarakan antara laki-laki dan perempuan di segala bidang tanpa kecuali. Justru yang diperjuangkan oleh beliau adalah menghilangkan perbedaan antara kaum bangsawan dengan rakyat jelata, karna memang di sisi Allah yang mulia adalah yang bertaqwa

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. (TQS. Al Hujurat: 13).

Selain itu beliau pun memperjuangkan agar kaum perempuan boleh belajar dan bersekolah. Karna memang dalam Islam kewajiban untuk menuntut ilmu bagi setiap muslim baik yang laki-laki maupun yang perempuan.

Sekali lagi, big wrong ya guys.. kalau RA. Kartini dikatakan sebagai pejuang emansipasi dan feminisme. Apalagi fakta sebenarnya Beliau adalah orang yang haus akan ilmu agama hingga mencari seorang guru untuk mengajarkannya membaca dan mengkaji al qur’an hingga judul bukunya yang sangat fenomenal “habis gelap terbitlah terang (Door Duisternis Tot Licht)” terinspirasi dari satu kalimat di dalam Al Qur’an yaitu Minnazh zhulumaati ilaan Nuur yang terdapat dalam Qur’an Surat Al Baqarah ayat 257. Sayang belum selesai mengkhatamkan belajar membaca dan mengkaji Al Qur’an Ibu Kita Kartini meninggal dunia.

Ayoo.. buat kamu-kamu yang perempuan lanjutkan semangatnya Beliau ya untuk belajar mengaji dan mengkaji Al Qur’an Kariim. Eits, buat yang laki-laki jangan kalah semangat dong.

You are What You Read

Kamu adalah apa yang kamu baca. Kalau kamu sukanya baca buku komik, kartun dan yang semisalnya bisa dipastikan kamu suka berpikir imajinatif cenderung berangan-angan ingin seperti tokoh yang dikisahkan dalam buku tersebut.

Misal, karna suka baca buku Harry Potter biasanya jadi kepengen punya kekuatan magic juga. Atau karna sukanya baca buku-buku drama romance akhirnya gampang baperan dan kebawa di kehidupan nyata. Nah, biasanya lagi orang-orang yang punya hobi baca buku-buku begini kalau diajak ngobrol dan membahas soal peristiwa sekitar atau kondisi perpolitikan negeri sepertinya akan sedikit ngga nyambung. Karna isu politik dianggap sesuatu yang berat dan rumit.

Sebenarnya guys, ringan atau beratnya tema buku yang kita baca tergantung dari seberapa kuat dorongan kita untuk mencari tahu tentang banyak hal dan yang terpenting ada yang disebut sebagai kekuatan motivasi ruhiyyah. Maksudnya, apa saja yang ingin kita lakukan termasuk membaca dan belajar didorong karna kekuatan keimanan kepada Allah, bahwa Allah mencintai orang-orang berilmu dan terlebih dari banyaknya ilmu yang kita miliki maka akan semakin banyak kita bisa menebar manfaat bagi kemaslahatan umat.

Maka bagi seorang pelajar yang paham tentang dasar ini akan senantiasa semangat untuk mencari ilmu, dan membaca adalah sebuah kebutuhan yang menyenangkan untuk dilakukan. Coba deh TemanS bayangin, kalau yang dikatakan anak gaul itu adalah yang slalu ngikutin apa yang lagi trend bergaya trendy, hapal bahkan khatam dengan artis-artis korea tapi giliran ditanya tentang rukun iman dan rukum islam aja langsung nyengir-nyengir malu, clingak-clinguk cari jawaban karna ngga hapal. Ini siyh parah bin memalukan.

Tapi, saat kamu yang sholih/sholihaah ini diajak ngobrol bahkan diskusi tentang banyak hal paham dan ngga tulalit bahkan banyak tahu tentang ini dan itu, gimana ngga jadi remaja gaul yang ketjeh coba?. Mulai sekarang yuk kita jadikan membaca adalah hobi, cintai buku agar kamu tambah ilmu.[]

KLIK di SINI untuk mendapatkan buletin versi PDF-nya.

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *