Pages Menu
Categories Menu

Posted on Jul 30, 2019 in Buletin Teman Surga, Headline | 0 comments

Buletin Teman Surga 073. Narkoba Masih Menggila

Buletin Teman Surga 073. Narkoba Masih Menggila

buletin teman surga 073. narkoba masih menggilaKayaknya harapan tahun 2019 bakal sepi kasus selebritis yang terkena narkoba, bakal berujung harapan kosong. Because of, artis peran yang berinisial JN, menambah deretan panjang pesohor negeri ini, ditangkap polisi terkait kasus narkoba. Senin (22/7/2019) pukul 23.30 WIB di A Residences, Jakarta Selatan penangkapan aktor muda yang berperan sebagai Nathan di film ‘Dear Nathan’ ini, hanya selang beberapa hari setelah penangkapan komedian senior N, yang diringkus pada Jumat (19/7) lalu. Beberapa bulan sebelumnya juga sempat heboh berita vokalis band Zivilia, ditangkap polisi bukan hanya sebagai pemakai, tapi juga pengedar narkoba. Wah, wah..

KLIK di SINI untuk mendapatkan buletin versi PDF-nya.

Pengin Feel Good and Better?

Saking seringya selebritis yang kena narkoba, kita jadi bertanya-tanya, kenapa ya koq kaum selebritis yang selalu jadi korban jeratan narkoba? Dan rata-ratanya yang kena kasusnya, masih pada muda. Iya, serius memang artis dan narkoba, bukan lagi sebuah korelasi yang asing di masyarakat Indonesia. Hampir tiap tahun, pemberitaan kita nggak pernah sepi dari kasus narkoba dan artis. Why? Kenapa Ya?

Coba kita kutip pernyataan salah satu pakar di sebuah laman internet. Menurut psikiater dari RS Jiwa Dr Soeharto Heerdjan Jakarta, dr Nova Riyanti Yusuf, SpKJ hal tersebut dikarenakan gaya hidup artis yang mayoritas glamor. Banyak artis yang ‘kebablasan’ berkecimpung di dunia hiburan.  Sumber yang lain menyatakan seperti dilansir dari Psychology Today, artis merasa cemas ketika menghadapi kritik dan kompetisi yang dialami sehari-hari, akhirnya termanifestasi dalam bentuk depresi, kekurangan tidur, menangis tanpa ada alasan yang jelas, bad mood, kurang konsentrasi, paranoid, kurangnya rasa percaya pada sesama, dan munculnya rasa benci akan diri sendiri. Dengan rasa depresi berlebihan ini, obat terlarang menjadi rute keluar yang dapat digunakan untuk menghibur diri.

Wow, asumsi di atas itu pas banget kayak apa yang dialami oleh Bobbi Kristina, putri mendiang diva pop Whitney Houston akhirnya meninggal dunia. Gadis malang berusia 22 tahun itu ditemukan tenggelam di bath tub-nya pada Januari tahun 2015. Kalo dari segi kekayaan, kurang kaya apa mereka? Lahir dari keluarga selebriti; ibunya diva musik pop yang mungkin jadi idolanya bapak-ibunya man-teman sekalian. Whitney menjual jutaan kopi album rekaman dan penghargaan platinum. Ayahnya rapper yang juga pernah menjadi top selebriti. Tapi seluruh jagat dunia hiburan tahu, keluarga Whitney-Bobby Brown tidak bahagia. Pertengkaran, penganiayaan, drugs jadi bagian keluarga pesohor ini. Whitney berkali-kali keluar panti rehab untuk menanggulangi kecanduannya. Ia tewas tenggelam setelah mengkonsumsi minuman beralkohol dan kokain.

 

Mengejar Dunia, Dapartnya Narkoba

Oiya, kita dari tadi ngomongin dunia selebritis, bukan semata-mata benci terhadap mereka, tapi ini sebagai bentuk peringatan bagi kita semua, karena mereka kebetulan pesohor negeri ini, jadi wajar dong kita ikut nimbrung ngasih uneg-uneg dan solusi. Biar kita yang bukan selebritis nggak terjerat di kasus yang sama, dan juga jangan mentang-mentang, artis pujaannya, lalu kita punya sikap posesif, wrong or right, pokoke saya ngefans sama dia. Nggak boleh kita punya prinsip gitu.

Yawis, kita sekarang coba cari akar masalahnya dari si-selebritis itu sendiri, kenapa koq bisa konsumsi narkoba? Jadi, kalo membaca lagi uraian di atas tadi, sebenarnya kita sudah bisa tarik benang merahnya. Bahwa para seleb yang sudah terlanjur jadi public figure, satu sisi kayak semacam kena krisis diri, harus tampil sempurna, nggak boleh salah dan sebagainya. Di sisi yang lain, tuntutan skenario bikin mereka harus kerja seharian, bahkan ada yang syutingnya striping, tampil tiap hari di teve, maka stamina tetap kudu prima, supaya menghidari ketidaksempurnaan tampilan di muka umum.

Nah, karena pekerjaan mengharuskan mereka seperti itu, akhirnya pantaslah kalo mereka disebut layaknya menghamba pada dunia, mereka kejar dunia untuk kesempurnaan hidup, tapi malah narkoba yang jadi pelariannya. Jadi, gaya hidup mewah, bekerja tak kenal waktu, menjadi keseharian mereka.

Kalo masih ada yang ngimpi jadi artis or selebritis, sepertinya kudu berpikir ulang. Kalo masih banyak yang kepincut untuk ikut audisi-audisi jadi artis, sepertinya harus berpikir berkali-kali. Bukan berarti semua artis seperti itu, tapi itu kebanyakan, apalagi kalo dunia sudah yang dikejar, wah alamat agama (Islam) nggak bakal digubris.

Jadi artis, jangan cuman dilihat terkenal dan banyak duitnya aja. Iya, mungkin ada beberapa artis yang mudah untuk mendapatkan dunianya, tetapi yang jadi masalah dan harus dipikirkan juga adalah life style alias gaya hidup, setelah nanti jadi artis beneran. Kalo life style, jauh dari nilai-nilai Islam, maka nggak jamin, kalo dia nanti nggak bakal sama nasibnya kayak pendahulunya.

Maka, sebagai bentuk peringatan, kita yang masih menghamba pada dunia, kudu renungkan firman Allah berikut

“Dan tidaklah kehidupan dunia kecuali hanyalah permainan dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Apakah kalian tidak mau berpikir ? “ (QS. Al-An’am: 32).

Atau, juga yang masih cemas jika urusan dunianya nggak terpenuhi, sabda Rasulullah Saw berikut bisa jadi renungan

“Celakalah hamba dinar, celakalah hamba dirham, celakalah hamba khamisah dan khamilah (sejenis pakaian yang terbuat dari wool/sutera). Jjika diberi ia senang, tetapi jika tidak diberi ia marah” (HR. Bukhari).

Bukan nggak boleh kaya, tapi pembahasan kita dari tadi, bahwa kekayaan yang kita cari secara berlebihan, malah jatuhnya kita diperbudak oleh dunia. Jangan sampai kayak gitu. Dalam urusan dunia, mencari pekerjaan atau kekayaan masih lah harus ingat sama urusan kita kelak di akhirat. Makanya, doa kita setiap hari kan  “Rabbana atina fiddun ‘ya hasanah wa fil akhirati hasanah waqina aza bannar“, supaya dikasih kebaikan dunia-akhirat. Wake Up Bro, Jangan Jadi Hamba Dunia.

Nggak Melulu Salah Selebritisnya

Kalo soal hukum mengkonsumsi narkoba, secara umum Islam melarang penyalaggunaan narkoba, karena salah satunya bisa menghilangkan akal. Kalo soal detailnya pembahasan hukum narkoba dan jenis-jenisnya, boleh tanya kepada para Ustadz atau Guru Agama ya. Tapi fokus bahasan kita di sini, lebih kepada sebab fundamental kenapa seseorang, lebih khususnya selebritis terjerat kasus narkoba. Dan, sedikit banyak tadi kita sudah uraikan sebabnya.

Maka yang kudu dibenerin dari kita adalah mindset kita terhadap dunia dan akhirat. Seringlah bertanya, tiga pertanyaan penting, yakni ‘darimana kita berasal, untuk apa kita hidup, dan kemana setelah kita mati?’. Tapi nggak cukup cuman bertanya, harus nyari jawaban yang shahih (benar) terhadap 3 pertanyaan penting itu. Carilah guru ngaji, yang bisa mengajarkan dan ngasih jawaban itu dengan tuntas. Sebab, ujung dari jawaban terhadap pertanyaan itu yang bikin kita punya mindset terhadap hidup kita.

Kenapa kita jadi hamba uang, hamba dunia, hamba harta, itu karena mindset kita yang salah terhadap kehidupan dunia. Kalo mindset kita benar, maka kita akan berkesimpulan bahwa puncak dari kebahagiaan bukan di banyak harta, banyak pemuja, melainkan puncak kebahagiaan adalah ridha Allah. Loh koq bisa? Ya bisa to, ya kan buat apa kita dapat segalanya di dunia, tapi kalo Allah ngak ridha? Kalo Allah nggak ridha, kita cuman dapat dunianya doang, akhirat kita rugi. Itu bertentangan dengan kita tadi, yang memohon kebaikan di dunia dan akhirat.

Then, kalo sudah kita benerin mindset, lalu apakah masalah narkoba selesai? Jawabannya, enggak. Lah? Iya, dong kan selebritis atau kita hidup di dunia, di tanah air kita ini, kan nggak sendiri. Hidup bersama orang lain, dan hidup di bawah sebuah sistem negara. Kalo pun mindset kita udah bener, jangan lupa ada orang lain yang mindsetnya tentang hidup, beda dengan kita. Trus, kalo kita mau berusaha meluruskan mindset masyarakat, kita kan juga kudu sadar bahwa di negeri kita ini ada aturan atau hukum. Hukum yang ada, harus yang bikin jera dan jangan pilih kasih. Mentang-mentang selebritis, dihukumnya cuma beberapa bulan, abis itu dilepasin lagi.

Nah, makanya khusus untuk kasus narkoba yang menjerat selebritis, nggak sepenuhnya salah si-selebritisnya. Masyarakatnya yang sekuler, yang meminggirkan prinsip-prinsip Islam, jelas juga salah dalam hal ini. Sebab masyarakat yang sekuler, akan tetap melahirkan selebritis-selebritis yang sekuler pula. Perumpamaan masyarakat yang rusak, seperti pernah disabdakan Rasulullah saw

“Perumpamaan orang yang mengingkari kemungkaran dan orang yang terjerumus dalam kemungkaran adalah bagaikan suatu kaum yang berundi dalam sebuah kapal. Nantinya ada sebagian berada di bagian atas dan sebagiannya lagi di bagian bawah kapal tersebut. Yang berada di bagian bawah kala ingin mengambil air, tentu ia harus melewati orang-orang di atasnya. Mereka berkata, “Andaikata kita membuat lubang saja sehingga tidak mengganggu orang yang berada di atas kita.” Seandainya yang berada di bagian atas membiarkan orang-orang bawah menuruti kehendaknya, niscaya semuanya akan binasa. Namun, jika orang bagian atas melarang orang bagian bawah berbuat demikian, niscaya mereka selamat dan selamat pula semua penumpang kapal itu.” (HR. Bukhari).

Maka masyarakat yang sekuler ini, harus didakwahi, bukan saja agar mereka kenal kembali kepada Islam, akan tetapi juga agar mereka nggak islamophobia dan akhirnya mau menerapkan Islam dalam kehidupan sehari-hari. Kalo dakwah alias amar maruf sudah jadi kultur di masyarakat, maka sesiapapun pelaku maksiat akan diingatkan oleh masyarakat. Termasuk perilaku maksiat mengkonsumsi narkoba dan pengedarnya. Makanya, jangan malas dan takut berdakwah. Dakwahkan Islam sekarang juga, jangan ditunda! []

KLIK di SINI untuk mendapatkan buletin versi PDF-nya.

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *