Pages Menu
Categories Menu

Posted on Sep 15, 2019 in Buletin Teman Surga, Headline | 0 comments

Buletin Teman Surga 079. Be A Smart Reader

Buletin Teman Surga 079. Be A Smart Reader

buletin teman surga 079. be a smart readerSaat kita terlahir ke dunia, tangisan adalah komunikasi yang sering digunakan di kala merasa lapar dan butuh makan, merasa haus ingin minum, merasakan sakit dan tidak nyaman dan masih banyak lagi. Sampai terus bertumbuhnya sang bayi mulai bisa mengikuti kata per kata yang disampaikan Ibunya sebagai sosok yang paling sering bersama dengan bayi mungilnya. Meski terkadang belum terlalu jelas bicara, namun sudah bisa berkomunikasi dengan kata.Tak letih ibu mengajarkan kita bicara dan mengenalkan nama-nama benda yang ada disekitar kita. Bisa bicara dengan beberapa kata tidak berarti kita langsung bisa membaca. Lagi, lagi.. Ibu sebagai guru pertama mengajarkan huruf per huruf yang dirangkai menjadi kata, dan kata per kata yang dirangkai menjadi kalimat sampai akhirnya kita bisa membaca dan belajar banyak. Bisa membaca pada saat itu membuat kita senang mengeja dan membaca setiap kata atau tulisan yang dilihat. Dan ada kebahagiaan tersendiri saat kita berhasil membaca tulisan tersebut dengan benar. But, gimana kamu sekarang ini? Saat usiamu beranjak remaja, apakah membaca masih menjadi kegemaran kamu?

You Are What You Read

For your information. Angka buta aksara atau buta huruf di negeri ini memang menurun hingga tersisa kurang lebih 1% dari total penduduk Indonesia itu artinya jumlah penduduk Indonesia yang bisa membaca sudah diatas 98%. Namun sayangnya hal ini tidak dibarengi dengan peningkatan minat membaca terlebih di kalangan pelajar. Hasil dari penelitian dari Program for International Student Assessment (PISA), Indonesia berada pada ranking 62 dari 70 negara yang disurvei. Ada beberapa faktor yang membuat minat baca di kalangan pelajar rendah bahkan perpustakaan rasanya sudah jarang atau mungkin tidak pernah disinggahi, jika pun mengunjungi perpustakaan karna ada tugas sekolah. Akhirnya buku-buku di perpustakaan pun banyak yang kotor, rusak  bahkan habis dimakan oleh rayap. Faktor pertama rendahnya minat membaca, sulitnya mengakses buku-buku berkualitas. Kedua, buku-bukunya dirasa kurang menarik sehingga kurang antusias untuk membaca. Akhirnya mereka lebih senang membaca buku-buku terjemahan dari luar negeri. Ketiga, tentu peran pemerintah yang harus lebih concern dalam meningkatkan minat membaca salah satunya menyediakan buku-buku berkualitas yang menarik dibaca dan memfasilitasi perpustakaan-perpustakaan yang nyaman dan bikin betah berlama-lama membaca.

Buku adalah jendela dunia, dari membaca kita jadi tahu apa saja yang ada di dunia ini. Dari buku kita mengetahui dan memahami banyak hal. Tentu buku yang kita baca harus buku yang berfaedah ya friends, buku yang mengandung ilmu yang bermanfaat. B’coz you are what your read, kamu adalah apa yang kamu baca. Kalau senangnya baca buku fantasi, ngga jauh pasti kamu senang berpikir fantasi dan berimajinasi. Nah, hati-hati nih.. misal kamu baca buku yang peran utamanya bisa terbang pakai sapu, trus punya tongkat sihir dan keajaiban lainnya akhirnya kamu berimajinasi ingin seperti itu. Ngga sedikit lho, orang-orang yang terobsesi menjadi apa yang diimajinasikan sampai rela mengeluarkan banyak uang hanya untuk mengoperasi tubuhnya agar mirip dengan tokoh tertentu. Ada yang terobsesi menjadi putri duyung, menjadi seperti barbie, menjadi superhero seperti spiderman atau superman. So, mulailah pilih buku bacaan yang bikin kamu jadi tambah cerdas dan tambah sholih. Kalau sudah begini kamu pasti bakalan jadi tambah keren.

Buku dan ilmu memiliki tempat yang istimewa di dalam Islam. Buku adalah cara agar ilmu bisa terjaga dan terus memberikan manfaat bahkan ketika penulisnya sudah meninggal dunia. Dan ini bakal jadi amal jariyah yang terus memberikan pahala selama ilmu tersebut masih dimanfaatkan. Islam mewajibkan menuntut ilmu bagi setiap muslim baik ilmu pengetahuan terlebih ilmu agama. Oleh karnanya, banyak keutamaan yang dimiliki seorang penuntut ilmu yaitu Allah angkat derajatnya dan Allah mudahkan jalan ke surga bahkan dimintakan ampun atas dosa-dosanya.

Allah SWT berfirman “Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (TQS. Al Mujadilah: 11).

Selain itu Rasulullah saw bersabda “Barang siapa yang menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan jalannya ke surga. Sesungguhnya para malaikat meletakkan sayapnya (memayungkan sayapnya) sebagai tanda ridho pada penuntut ilmu. Sesungguhnya orang yang berilmu dimintai ampun oleh setiap penduduk langit dan bumi, hingga ikan yang berada didalam air…” (HR. Abu Daud)

Buku dibayar dengan emas? Yess.. siapa saja yang mempunyai karya yang dibukukan maka Ia akan dibayar dengan emas seberat berat buku tersebut. Kemudian buku tersebut bisa diperbanyak dan disebarkan tanpa perlu izin dari sang penulis. Hal ini pernah terjadi pada masa Khalifah Al Makmun yang memberikan emas kepada Hunain bin Ishak seberat kitab-kitab yang Ia salin ke bahasa arab. Sudahlah dihargai dan dibayar dengan emas, kita pun bisa mendapat pahala yang mengalir selama buku dan ilmunya dimanfaatkan. Amazing!! Kalau kaya gini sih siapa yang ngga pengen jadi penulis? Yang perlu TemanS ingat, ada pahala yang mengalir bahkan ketika kita sudah meninggalkan dunia ini sekali pun, saldo pahala akan terus mengisi pundi-pundi amalan kita.

Generasi Milenial Cinta Al Qur’an

Iqra!! Bacalah!! Ayat pertama dari surat Al-Alaq yang memerintahkan untuk membaca. Karna dari membacalah kita dapat mengetahui tentang banyak hal. that’s why orang yang hobinya membaca pasti orang yang punya wawasan luas dan pengetahuan yang banyak. Yakin deh, orang kaya gini ngga akan tulalit kalau diajak ngobrol atau diskusi tentang apa saja. Kalau menurut kebanyakan orang, gaul itu yang slalu mengikuti apa saja yang sedang happening. Tapi, bagi versi Teman Surga gaul itu yang tahu tentang banyak hal dan tak segan membagi ilmunya kepada yang membutuhkan. Ngga keren kan, dandanan modis stylish tapi pas ditanya ini dan itu jawabnya cuma garuk-garuk kepala karna ngga tahu.

Memanglah, di era 4.0 sekarang ini bisa dibilang masa yang hampir semuanya menggunakan teknologi atau internet. Semua bisa dilakukan melalui ponsel pintar yang hanya dengan sentuhan jemari seolah kita bisa menjelajah dunia. Termasuk membaca, di era digital ini buku pun dibuat menjadi e-book atau electronic book yaitu buku digital yang berisi informasi. Hal ini tentu memudahkan bagi siapa saja yang mau mencari informasi, walaupun tetap saja ada plus minus dari yang namanya teknologi. Misal, kalau baca buku melalui smart phone tidak lebih leluasa dibanding membaca bukunya langsung, ditambah mata mudah lelah saat membaca tulisan di layar HP, tablet ataupun PC. Kemajuan teknologi memang tidak bisa dihindarkan karna itu adalah hasil dari berkembangnya ilmu pengetahuan (sains), namun bagi kita seorang muslim harus bijak dalam memanfaatkan atau menggunakan teknologi sesuai dengan syariat Islam.

Wahai generasi milenial!! Kalau bukan kamu siapa lagi? Generasi cemerlang yang kelak membawa perubahan negeri ini menjadi gemilang. So, mulailah senang membaca buku yang berfaedah karna dari situ kamu akan tertunjuki pada ilmu yang bisa menerangi dunia bahkan kelak akhiratmu. Jika membaca sudah menjadi habbitmu, pastikan bahwa kamu tidak termasuk ke dalam yang belum bisa membaca Al-Qur’an. Jika angka buta aksara Indonesia hanya 1%, ternyata untuk angka buta aksara (huruf) Al-Qur’an di Indonesia masih tinggi yaitu sekitar 65%. Bisa jadi ngga sedikit orang yang hapal huruf hijaiyah tapi belum bisa membaca Al-Qur’an. Masih besarnya rasa malu untuk memulai belajar baca Al-Qur’an ketika sudah beranjak remaja atau dewasa menjadi faktor yang juga menghambat berkurangnya angka buta huruf al Qur’an. Padahal, bukankah lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali? Sungguh sangat disayangkan, karna Al Qur’an adalah pedoman (petunjuk) hidup manusia agar selamat di dunia dan di akhirat. “…Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)…”. (TQS. Al Baqarah: 185). Bisa jadi banyak faktor kenapa angka buta aksara Alqur’an masih sangat tinggi. Namun, alasan yang mendasar adalah kurangnya kesadaran dan pemahaman bahwa Al Qur’an itu adalah kalamullah (perkataan) Allah yang mengandung perintah dan larangan, di mana setiap muslim wajib tunduk menjalankan perintahNya dan menjauhi apa yang dilarangNya. Kitab sempurna yang berisi berbagai macam hal dari mulai keimanan sampai bagaimana membangun suatu pemerintahan. Oleh karnanya, bagaimana mungkin bisa memahami dan mengamalkan apa yang tersurat di dalamnya, jika membaca Al Qur’an saja belum bisa. Padahal, memahami dan mengamalkannya adalah wajib hukumnya.

Bagi yang sudah bisa membaca Al-qur’an dengan tartil, ber-istiqomahlah. Dan bagi yang sedang and mau belajar membaca Al-Qur’an ber-semangatlah. Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang mahir dengan Al-Qur’an akan bersama-sama dengan rombongan malaikat yang mulia dan senantiasa berbuat baik. Dan orang yang membaca Al-Qur’an tapi terbata-bata dan sangat berat baginya, ia akan mendapatkan dua pahala”. (HR. Muslim). Next, iringi mengaji Al-Qur’an dengan mengkaji Al-Qur’an, niscaya hatimu akan tenang dan kamu akan temukan betapa indah dan sempurnanya Kalam Illaahi ini.[]

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *