Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted on Nov 8, 2019 in Buletin Teman Surga, Headline | 0 comments

Buletin Teman Surga 087. Generasi Digital: Cerdas Bermedia Sosial

Buletin Teman Surga 087. Generasi Digital: Cerdas Bermedia Sosial

buletin teman surga 087. cerdas bermedia“Ga ada loe ga rame”. Pernah denger tagline ini dong? Keseruan emang bisa tercipta saat kita kumpul bareng temen-temen. Katanya dunia lebih berwarna aja gitu. Wajar aja sih, namanya juga manusia makhluk sosial pasti seneng kumpul, berinteraksi dan berbagi cerita satu sama lain selain melakukan hal-hal seru tentunya.

Makanya ngga heran kalau banyak komunitas, grup, perkumpulan, squad apalah namanya dibuat untuk bisa bersosialisasi. Ada yang bikin grup atau kumpul karna alasan kesamaan hobi, ada juga yang karna teman sepermainan dari kecil, atau bisa juga karna alumni dari satu sekolah yang sama.

Nah, biasanya yang lebih sering kumpul dan punya grup-grup itu remaja putri. Basic sih, karna cewek itu seneng ngobrol trus banyak banget hal yang bisa diulik dan dibahas dari kaum hawa ini. Bener apa betul?? Dari masalah jerawat sampe masalah outfit apa yang cocok buat dipake hangout. Ups.. tapi kita ngga akan bahas jerawat apalagi outfit yang lagi trend yaa.. Because of what? Karna buat Teman Surga jerawat sih kecil, eh.. emang jerawat kecil yah, ngapain dibesar-besarin trus dibikin galau segala? Then, buat Teman Surga yang sholih/ah outfit terkeren itu yang menutup aurat (titik) jadi ngga perlu heboh ngikutin setiap ada tren busana baru yang notabene berasal dari barat sana.

Nih ya guys, ngikutin tren barat itu udah kaya lari marathon tapi ngga ada garis finish, nyampe kagak tapi capek iya. Sudah hentikan saja menjadi follower tren barat.

iklan buletin teman surga

Gen Z, It’s You?

Bicara soal bersosialisasi mungkin buat generasi milenial yang lahir dalam rentang tahun 1981 sampai 1995 masih mengalami masa kecil dan remaja dengan berkumpul dan main seru-seruan bersama teman-teman, dari main petak umpet, bola bekel, kelereng, lompat tali, egrang dan jenis permainan tradisional lainnya.

Kenapa disebut generasi milenial? Karna mereka mengalami masa remaja di tahun milenium yaitu tahun 2000. Kalaupun sudah ada gadget belum secanggih sekarang ini. Beda halnya kamu generasi Z yang lahir dalam rentang tahun 1995 sampai 2010 dimana perkembangan teknologi sudah canggih dan pesat, bahkan bisa jadi saat kamu terlahir dan menghirup dunia untuk pertama kali, orang tuamu tak lupa mengabadikan momen yang membahagiakan ini dengan menggunakan gadget canggihnya.

Ngga heran bagi generasi Z seolah mereka tumbuh bersama canggihnya gadget, dan ga sempet tuh main seperti generasi kakak-kakakmu. IPhone dan android booming di masa ini. Bahkan adik-adik kita yang masih imut pun sudah bisa membuka channel youtube meski belum bisa baca dan tulis.

Buat kamu generasi Z, pegang gadget yang canggih sudah biasa. Punya dan aktif berselancar di dunia maya juga sudah pasti. That’s why, kamu disebut sebagai generasi digital.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 89 persen remaja telah memiliki smartphone. Jumlah itu meningkat dibanding 2012 yang hanya 41 persen. Penelitian ini dilakukan oleh Common Sense Media, dengan responden 1.413 orang antara usia 13-17 tahun di seluruh bagian Amerika Serikat. Kaum Gen Z paling banyak menggunakan media sosial Instagram, Snapchat dan Youtube. Instagram masih menjadi media sosial favorit para remaja saat ini, fitur-fitur instagram yang semakin bikin remaja-remaja betah berlama-lama dengan instagramnya, dari mulai kepo-in artis idolanya sampai rajin upload instastory.

Dilansir laman Mashable, Rabu(24/10/2018) berdasarkan riset Pipper Jaffray, Instagram dikatakan menjadi platform yang paling banyak digunakan oleh kalangan remaja perbulannya, yaitu 85 persen. Posisi kedua setelah IG adalah youtube, ada yang nonton drakor, liat aksi panggung boyband kesukaan dan ngikutin juga aksi youtuber favorit. Makanya ga heran kalau sekarang banyak banget muncul para youtuber atau vlogger bak jamur dimusim hujan. Dan ketiga teratas adalah Snapchat.

Dibanding 2012, cara remaja berkomunikasi masih secara pribadi. Namun kini hal itu berubah menjadi hanya berkirim pesan. Berkat ponsel yang kini menjadi pintar dan koneksi internet yang lebih cepat, 10 persen dari responden memilih video-chatting sebagai cara favorit mereka untuk berkomunikasi. Selain itu, lebih dari setengah juga menyadari bahwa media sosial mengalihkan perhatian mereka ketika harus melakukan pekerjaan rumah atau memperhatikan orang sekitar. 42 persen responden juga menyadari bahwa di media sosial mengambil banyak waktu mereka yang bisa dihabiskan dengan teman-teman mereka di dunia nyata.

Nah lhoo.. asyik bermedsos ria malah bikin males bantuin Ibu di rumah, ngga sedikit lho remaja yang ngga mengindahkan panggilan ortunya saat memanggil karna saking ‘khusyu”nya berselancar di media sosial. Don’t try this at home ya friends.

 

Dampak Negatif Media Sosial Bagi Remaja Putri

Ternyata wanita muda dan remaja putri adalah salah satu kelompok usia yang sangat aktif menggunakan media sosial. Mungkin bisa lepas dari gadget saat tidur dan belajar dikelas. Ups.. itu juga kalau ngga ada yang diem-diem buka hape pas lagi di kelas lho yaa apalagi pas guru lagi terangin pelajaran. Ngga boleh ya guys.

Bicara soal remaja putri yang lebih aktif di media sosial ternyata hal ini membawa dampak negatif yang ngga sedikit bahkan bisa membahayakan kesehatan akibat kekurangan tidur, aktivitas fisik yang tidak memadai karna males gerak, dan membuat mereka terkena cyberbullying.

Dalam hasil penelitian yang diterbitkan di jurnal Lancet, disebutkan, risiko tersebut tak terlihat pada anak laki-laki. Para peneliti dari University College London mempelajari penggunaan media sosial dari hampir 13.000 remaja di Inggris, sejak mereka berusia 13-16 tahun. Para peneliti juga mengevaluasi laporan para remaja yang menjadi responden terkait level kesejahteraan yang dirasakan. Studi ini menemukan, 27 persen remaja wanita yang sering menggunakan media sosial memiliki level stres dan tekanan psikologis yang tinggi. (kompas.com)

Contoh aja nih, biasanya remaja putri yang aktif di media sosial dengan membagikan gambar atau video dari kegiatannya misal melalui instagram pasti mengharapkan respon dari yang melihatnya dengan banyaknya jumlah like. Kalau banyak yang like tuh rasanya happy banget, kebalikannya giliran postingannya sepi respon atau like mereka pun ga segan untuk menghapus postingannya. 43 persen mengatakan mereka telah menghapus postingan di media sosial kerena terlalu sedikit yang memberikan like. 43 persen lainnya juga menunjukkan remaja yang merasa buruk ketika tak ada yang memberikan komentar atau like pada postingan mereka.

Over all, pengalaman media sosial tampak menjadi lingkungan remaja secara digital. Ketika disukai dan populer, akan memberikan mereka dorongan emosional. Sementara jika mereka dikucilkan akan membuat mereka buruk. Ga aneh sih, secara jiwa remaja yang labil masih butuh ruang untuk eksis dan diakui.

Selain itu, yang tak kalah bahayanya dari dampak medsos bagi remaja putri adalah meningkatnya cyber bullying. Kita tahu bahwa bully atau perundungan di kalangan remaja saat ini tidaklah sedikit baik itu di lingkungan sekolah atau di luar sekolah. Pelaku bisa cepat ditangani dan korban bisa melapor ke pihak sekolah.

Namun, berbeda dengan cyberbullying yang merupakan aksi di mana pelaku dapat mengintai korbannya dimanapun ia berada, apalagi di zaman media sosial seperti sekarang. Menurut data Bullying Statistics yang dilansir Kamis (15/3/2018) cyberbullying sangat berbahaya bagi anak-anak muda karena mengakibatkan kecemasan, depresi, bahkan bunuh diri. Sayangnya, pelaku cyberbullying belum tentu sadar bahwa perilakunya tidaklah terpuji.

Data yang diperoleh dari UNICEF pada 2016 sebanyak 41 sampai 50 persen remaja Indonesia pernah mengalami cyber bullying. Perilaku cyber bullying sulit dilacak karna mereka muncul di dunia maya saja untuk membully korbannya, meski bisa saja ditelusuri terlebih jika sudah sampai terjadi cyber crime. Cyber bullying lebih banyak terjadi dalam bentuk verbal, yaitu mengolok-olok dengan menghina fisik atau biasa disebut body shaming (mempermalukan tubuh). B

agi remaja putri diolok fisik tentu lebih sensitif dibanding laki-laki, (maaf) dibilang gendut, kulit yang gelap, hidung yang ngga mancung dan masih banyak lagi. Yang dikhawatirkan adalah ketika korban body shaming melakukan upaya tidak sehat untuk mencapai “kecantikan”nya atau yang lebih parah jika korban merasa sudah tidak sanggup menerima bully-an ini memutuskan untuk bunuh diri. Seperti yang terjadi pada sosok artis korea sulli yang memilih mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri diduga karna bully-an atau komen nyinyir dari netizen tentang diri dan kehidupannya.

 

Kunci Pengaman Di kala Remaja Bermedsos

Bagai dua sisi mata uang. Perkembangan teknologi sebagai hasil dari berkembangnya ilmu sains bisa berpengaruh positif dan juga negatif. Tinggal bagaimana kita memanfaatkannya, maka jika remaja tidak dibekali dengan ilmu terlebih ilmu agama dalam membentengi diri dari hal-hal yang buruk tentu akan berdampak yang tidak baik khususnya bagi remaja yang masih butuh bimbingan. Setidaknya ada dua hal yang bisa jadi “kunci” agar kita terhindar dari sosmed addict.

Pertama, pastikan aktifitas kamu di sosmed hanya yang mendatangkan pahala misal menyebarkan dan mengajak pada kebaikan, sebaliknya hindarkan diri dari hal-hal yang mendatangkan mudhorot (bahaya) dan dosa misal posting foto atau video yang mengumbar aurat atau melakukan cyber bullying.

Kedua, jadikan media sosial sebagai wasilah kamu untuk menambah ilmu yang bermanfaat. So, jadilah pengguna medsos yang smart, jangan habiskan waktumu dengan yang hal yang sia-sia. Media sosial bukanlah segalanya, tetaplah hidup di dunia nyata. Karena kehidupan sebenarnya ada di dunia nyata, bukan dunia maya. Berinteraksilah dengan sesama. Kebayang dong seandainya kita lebih sering “hidup” di dunia maya dibanding di dunia nyata, akhirnya kita akan kesulitan saat membutuhkan pertolongan dari seseorang. Kembali ke fitrah bahwa kita adalah makhluk sosial yang ngga akan pernah bisa hidup sendiri di dunia ini.

So, be smart untuk cari dan lakukan yang manfaat agar kita selamat dunia sampai akhirat.[]

iklan buletin teman surga

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *