Buletin Teman Surga 091. Islam Agama Teroris?

0
53
buletin teman surga 091. islam agama teroris

buletin teman surga 091. islam agama terorisGaes, kalo ada salah satu kucing di sekitar rumah kita, nyuri ikan yang mau kita makan, trus kita marah lalu membenci dan memukul atau nyiramin air ke semua kucing yang mendekati kita, sepertinya kita sepakat. perilaku kayak gitu selain lebay juga nggak logis. Sepadan dengan itu, kalo ada yang kelihatan rajin sholat di masjid, tapi ternyata nyuri sendal, lantas ada yang bilang kalo gitu sholatnya sia-sia, mending nggak usah sekalian sholat aja. Nah yang bilang gitu itu dia pasti lagi ngaco. Wadaw!

Fenomena kayak di atas itu yang disebut menggebyah uyah, atau bahasa orang kulon disebut generalisasi atau generalisir. Generalisasi adalah proses penalaran yang membentuk kesimpulan secara umum melalui suatu kejadian, hal, dan sebagainya. Generalisasi seperti ini sama seperti manusia (termasuk kalian gaes) sama seperti monyet hanya karena sama-sama mahluk hidup yang berkaki 2.

Kira-kira kayak gitulah penjelasan kekeliruan teori generalisasi kalo diterapkan pada kasus manusia – monyet. Nah, rupa-rupanya teori generalisasi itu juga yang dipake untuk membuat sebuah kesimpulan ‘Islam itu teroris’. Kita ingat beberapa waktu lalu lagi rame opini tentang ‘celana cingkrang’ dan ‘cadar’ disebut-disebut sebagai ciri teroris. Sontak, rame-rame orang protes dong, sama protesnya kalo kita disebut monyet gegara memiliki ciri yang sama sebagai mahluk berkaki dua. Padahal bisa jadi celana cingkrang adalah bagian dari mode, bahkan gaya kekinian modis seperti yang dipraktekkan opa-opa korea ya celana cingkarang itu. Apa iya para opa-opa korea itu mau disebut teroris? Pasti, hanya orang yang konslet otaknya aja, kalo ada yang bilang gitu.

iklan buletin teman surga

Virus Islamophobia!

Coba kalo kita baca berita di belahan bumi yang lain, misalnya baru-baru ini beredar video penganiayaan seorang muslimah berjilbab di sebuah kafe, di Australia. Lalu di Norwegia, berita terbaru ada sekolompok aktivis berdemo sambil membakar al-qur’an.  Sebelumnya juga sempat gempar aksi penembakan di Masjid Al Noor dan Linwood, kota Christcruch, Selandia Baru yang menewaskan 49 kaum muslim.

Penggunaan idiom ‘islam teroris’ di Barat maupun di seluruh dunia, popular sejak peristiwa tragedi WTC pada 11 September 2001 lalu, komunitas Islam disebut sebagai penyebab tragedi itu, walaupun fakta dan bukti korelasi hal tersebut nggak lebih hanya sebuah tuduhan, yang nggak pernah ada bukti nyatanya.

Tapi opini sudah terlanjur menggelinding, apalagi diserukan oleh negara dengan presidennya waktu itu George W Bush, dengan pilihan kepada siapapun wa bil khusus umat muslim, disuruh milih antara carrot or stick. Carrot (wortel) maksudnya, kalo mau bersama Amrik, kalian aman dan akan dikasih ‘perlindungan’. Tapi kalo kamu kamu nggak setuju alias nggak pro kebijakan anti teroris akan dikasih Stick alias pukulan, yang artinya kalian akan ditindak mulai dari dicap pro teroris atau teroris itu sendiri. Sejak saat itulah kampanye war on terrorism dikumandangkan, yang nggak lain sasaranya udah pasti umat Islam.

Akhirnya, Barat yang mayoritas non muslim, dengan adanya kampanye itu, bagi sebagian orang Barat membuat mereka anti terhadap Islam alias islamophobia. Jadi semenjak saat itu sampe sekarang virus islamophobia itu masih berjangkit, dan suatu waktu bisa tetiba aja dihembuskan, seperti contohnya peristiwa-peristiwa yang disebut di atas tadi. Sehingga bisalah ditarik kesimpulan sebutan “islam teroris” itu muncul karena Islamophobia, yang islamophobia itu sendiri merupakan akibat dari agenda Barat memerangi Islam, karena sejatinya Islam nggak pernah menebarkan terror seperti yang dituduhkan pada peristiwa 911.

iklan buletin teman surga

Perang Peradaban Barat Versus Islam

Pernah dengar kata “kebarat-baratan” kan? Nah, begitulah Barat diidentikan dengan gaya hidup, pandangan hidup, dan sejenisnya dari suatu kaum tertentu. Siapa yang biasa disebut mewakili Barat? Tak lain negara-negara Eropa dan Amerika.

Perseteruan pemikiran antara Barat dengan Islam dalam catatan sejarah, sangat meruncing tatkala Negara-negara Eropa, terutama Perancis mencoba keluar dari apa yang mereka sebut The Dark Age alias masa gelap Eropa, lalu berlanjut ditandai dengan kebangkitan Eropa yang disebut Renaisance. Kebangkitan Eropa ini nggak lain terpicu oleh kemajuan yang sangat pesat, sebelumnya yang dialami oleh dunia Islam saat itu. Islam saat itu menemui puncak kejayaannya, penemuan, para ilmuwan bahkan wilayah futuhat sudah memasuki Spanyol di Eropa.

Kemajuan dunia Islam saat itu dicontek abis oleh Eropa, apalagi saat Perang Salib telah terjadi berabad-abad, ditambah gempuran dari pasukan Tartar kepada Daulah Islam, maka lengkaplah penderitaan kaum muslimin saat itu. Hinga akhirnya berpuncak runtuhnya kekuasaan kaum muslimin di Turki tahun 1924. Jadi, kalo berbicara perang peradaban (ghazwul fikri) keberlangsungannya sudah berabab-abad silam dimulainya.

Disisi yang lain, menurut Syaikh Taqiyudin An-Nabhani dalam bukunya Daulah Islam menyebutkan, Barat (Eropa) saat itu telah dengan sengaja memerangi dunia Islam dengan serangan misionarisnya yang mengatasnamakan ilmu pengetahuan dan kemanusiaan. Gerakan misionaris merangsek ke tubuh kaum muslimin sambil menyerukan gerakan kesukuan Arab dan Turki. Misi mereka saat itu ada 2 (dua), yakni: (1) Memisahkan Arab dari Turki sebagai pusat Daulah Ustmaniyah; (2) Menjauhkan kaum muslimin dari ikatan yang hakiki, yakni ikatan Islam. Berkat gerakan inilah muncul fanatisme yang memecah kesatuan umat Islam, sehingga buta terhadap ideologi Islam.

Sobat, dengan dipaparkannya secuil fragmen dimulainya perang peradaban di atas, menjadikan kita ngeh bahwa memang ghazwul fikri itu benar-benar ada, bukan mengada-ada. Pertarungan antara haq dan batil itu sudah berlangsung lama dan ternyata kita berada di dalam arena peperangan itu, tanpa menyadari kita menjadi bagian yang ikut diserang. Maka kalo kita sudah ngeh akan adanya perang peradaban, maka setelah ini berarti kita tidak bisa santai-santai saja memandang Barat hanya sebatas film-film bioskop yang sudah kita lihat semenjak kita kecil, akan tetapi kita harus memandang Barat, dengan pandangan yang waspada.

Barat yang dimaksud di sini tentu saja peradabannya, bukan sementah-mentahnya tekhnologinya. Jangan gegara kita harus waspada terhadap Barat, lalu kita juga anti terhadap tekhnologi yang diciptakan oleh orang-orang Barat. Jadi yang lebih kita waspadai tentu saja ada produk-produk pemikiran Barat yang notabene sekuler, yakni memisahkan agama untuk mengatur kehidupan, untuk kita ambil dan adopsi sebagai life style maupun sebagai way of life kita sebagai seorang muslim. Dengan cara pandang perang seperti itulah seharusnya kita memposisikan diri, sebagaimana Barat pun tetap akan setia memposisikan Islam sebagai musuh peradabannya dalam salah satu kampanyenya war on terorisme.

iklan buletin teman surga

Islam Nggak Pernah Ngajarin Teror

Kalo dituduh Islam itu teroris, artinya kan itu menuduh ajaran Islam, mulai dari akidah sampe syariat ngajarin untuk menteror. Padahal kalo mau jujur, coba cari aja 1 aja ajaran Islam yang mengajak umatnya untuk melakukan terror?! Nggak akan pernah ditemukan ajaran itu, paling-paling menemukan yang selama ini dituduh mengajarkan aksi terorisme yaitu ajaran jihad. Padahal jihad bukan dan tidak sama sekali mengajarkan aksi terror, karena merupakan ajaran mulia yang berasal dari Allah rabbul alamin, pencipta seluruh umat manusia. Maka adalah logis dan konsekuen dong, kalo kita menerapkan ajaran yang memang diperintahkan oleh Dzat yang menciptakan kita.

“Hai orang-orang beriman, apabila kamu bertemu orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur).” (QS. Al-Anfaal : 15)

Jihad itu sendiri dilakukan sebagai nasrul islam ilal alam alias menyebarkan Islam ke seluruh dunia. Dan pada faktanya ajaran jihad itu beda banget dengan imperialisme yang dilakukan Barat.

“Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) agama itu hanya untuk Allah belaka. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Baqarah: 193)

Jadi, jihad itu bukan penjajahan sebagaimana imperialisme yang dilakukan Barat, taruh aja contoh Amrik menjajah Irak dengan alasan bom nuklir bawah tanah yang disimpan Saddam Husein, yang nggak pernah ada buktinya tuduhan itu. Jihad nggak kayak gitu. Kalo pun memang jihad itu diidentikan dengan perang, maka jihad itu ada semacam adab-adabnya, nggak sebagaiman perang pada umumnya.

“Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampui batas” (QS. Al-Baqarah : 190)

“Berjalanlah dengan menyebut nama Allah dan di jalan Allah, perangilah orang-orang yang kafir kepada Allah. Janganlah mecincang (mayat) dan janganlah berbuat curang serta jangan membunuh anak kecil” (HR Muslim 1731)

Dari penjelasan mengenai jihad adan adabnya di atas, jelas sekali kalo tindakan seperti peledakan bom ataupun bom bunuh diri bukan di dalam wilayah perang, seperti di Indonesia atau negara lainnya bukanlah termasuk jihad fi sabilillah. Alasannya: (1) Tindakan tersebut dilakukan bukan dalam wilayah perang; (2) Tindakan tersebut nyata-nyata telah mengorbankan banyak orang yang seharusnya tidak boleh dibunuh. Tindakan ini haram dan termasuk dosa besar (QS al-Isra’ [17]: 33; QS. an-Nisa’ [4]: 93; QS an-Nisa’ [4]: 29). (3).

Tindakan teror seperti peledakan bom, jujur aja menimbulkan fitnah besar bagi umat Islam. Digeneralisir seolah-olah itu Islam dan Islam terkait dengan terorisme. Di sisi yang lain memang ada upaya jahat untuk menjadikan aksi peledakan bom itu mengarah kepada Islam dan kaum muslimin. Sehingga kita memang harus waspada, Islam itu sejatinya bukan teroris, jihad juga bukanlah terorisme. Jika ada yang menjadikan ajaran jihad sebagai tertuduh dan dituduh mengajarkan terorisme. Itu Jahat! []

iklan buletin teman surga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here