Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted on Dec 18, 2019 in Buletin Teman Surga, Headline | 0 comments

Buletin Teman Surga 092. Be Smart Shopper, Please!!

Buletin Teman Surga 092. Be Smart Shopper, Please!!

buletin teman surga 092. be smart shopersGratis ongkir, Flash Sale, Diskon Akhir dan Awal Tahun. Buat para shopper itu semua bakal bikin “mata” jadi laper buat belanja. Biasanya yang punya kecenderungan dan ketertarikan buat belanja-belanji itu kaum hawa. Konon katanya sudah nalurinya perempuan. Hmm.. that it’s true? Yang cewek kayanya senyum-senyum nih.

Mungkin ada yang berdalih, ya namanya  juga perempuan banyak pakai “pernak pernik”, it’s mean kalau cowok cukup pakai baju, celana, sendal atau sepatu berbeda dengan perempuan dari ujung rambut sampai ujung kaki. Makanya para kapital banyak yang melirik potensi besar ini dengan menawarkan dan menjual segala sesuatu yang konon bisa membuat penampilan kaum hawa lebih modis, apalagi kalau ada tawaran diskon yang menggiurkan. Ngga sampai disitu, saat ini dimana teknologi semakin berkembang membuat belanja cukup dari rumah atau dimana saja kita berada tanpa perlu beranjak mendatangi toko.

Yupz.. belanja online melalui e-commerce yang benar-benar memanjakan para shopper terlebih bagi shopacholic. Hanya dengan sentuhan jari klik apa yang diinginkan beberapa saat paket akan dikirim. Malah bukan hanya itu, sistem pembayaran pun bisa dilakukan di tempat ketika barang sampai ditangan pembeli atau istilahnya COD (Cash On Delivery) yang semakin memudahkan para pelanggan online shopping.

Kalangan muda seperti kamu-kamu ini ternyata cukup banyak dan aktif juga berbelanja online. Survei lembaga riset Snapcart di Januari 2018 mengungkapkan bahwa generasi milenial menjadi pembelanja terbanyak di bidang e-commerce yakni sebanyak 50 persen. Jika digabung dengan generasi Z maka jumlah pembelanja dari generasi muda mencapai 80 persen. Ngga heran pangsa pasar yang besar ini dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan e-commerce untuk menawarkan produk-produknya tentu dengan promosi yang menggiurkan.

iklan buletin teman surga

You Are Trapped In Fashion

Setiap orang pasti pernah membelanjakan uangnya apakah itu untuk membeli kebutuhan atau hanya sekedar ingin memuaskan keinginan saja. Ya, itulah manusia dengan fitrah yang Allah telah berikan, manusia memiliki kebutuhan yang wajib untuk dipenuhi. Namun, manusia juga memiliki dorongan keinginan yang merupakan bagian dari naluri mempertahankan diri (gharizatul baqa) misal ingin beli tas baru sementara yang lama masih bagus dan layak biar bisa ganti-ganti atau karna tergiur diskon gede.

Hal senada dengan yang dikatakan oleh Head of HiTech and Communication Media MarkPlus, bahwa kebanyakan perempuan tidak melakukan perencanaan ketika akan berbelanja online. Sebanyak 35,4 persen perempuan melakukan browsing terlebih dahulu untuk mencari produk serta merk yang ingin dibeli. Ini membuktikan bahwa perilaku perempuan Indonesia yang sekedar iseng browsing pada e-commerce tertentu dapat mengarahkan mereka pada pembelian.

Hmm.. emang ya antara kebutuhan dan keinginan itu beda. Kebutuhan ada batasnya sedangkan keinginan bisa ngga berbatas guys. Sama seperti belanja sesuatu, bisa karna kebutuhan atau karna keinginan semata bahkan ada yang belanja menjadi kecanduan atau yang biasa disebut shopaholic.

Bagi para shopaholic belanja sudah bukan lagi untuk memenuhi kebutuhan namun mereka kalap berbelanja bahkan untuk hal-hal yang tidak penting dan merasa terpuaskan saat keinginan berbelanja sudah terpuaskan. Berbeda halnya dengan shopalogic di mana mereka yang secara pikiran, perasaan, maupun perbuatan cerdas, intinya orang ini masih berpikir rasional saat berbelanja dan bisa membedakan atau menentukan mana kebutuhan dan keinginan.

Produk best seller dari belanja online ternyata adalah produk fashion dan perempuan tentu menjadi shopper terbanyak. Dalam survei ditunjukkan sebanyak 66,9 persen perempuan memilih produk pakaian, baru kemudian disusul oleh produk kecantikan dengan presentase 57,3 persen. Yes, mayoritas perempuan memang lebih punya kepekaan lebih terhadap penampilan, makanya ngga heran segala hal yang bisa menunjang agar tampil lebih cantik dan modis akan dilakukan meski ngga jarang harus mengeluarkan “ongkos” yang mahal.

Outlook is number one. Ikutin gaya dan trend fashion kekinian seolah menjadi keharusan agar tetap bisa eksis dan ngga ketinggalan jaman. Dan, seperti yang kita tahu yang menjadi “kiblat” fashion dunia adalah negara barat. So, negara barat pulalah yang “memainkan” fashion apa yang tahun ini menjadi trend. Seperti roda yang terus berputar tiada henti begitulah fashion dimainkan dan bagi yang mengikuti trend fashion barat seolah berlari tanpa garis finish.

Ya, standar barat dalam mengakui eksistensi seseorang dalam suatu komunitas salah satunya dari penampilan dan bagaimana seseorang loyal dalam berbelanja tentu dengan saldo rekening yang fantasis. Seperti yang saat ini viral dilakukan oleh para artis dengan menunjukkan isi rekening atm yang dimilikinya. Semakin besar saldo rekening yang dimilikinya maka eksistensinya sebagai orang dengan kelas sosial atas pun diakui. Inilah yang disebut sebagai standar materialistik.

And do you know? Fashion ternyata menjadi salah satu senjata dalam memerangi dan melemahkan generasi muda kita. Tentu bukan fisik yang diperangi namun pemikiran yang akan mempengaruhi gaya hidup termasuk gaya berpakaian.

Lihat saja, remaja yang berhasil “diperangi” pemikirannya seketika terjebak dalam konsep cantik ala barat, gaul ala barat. Cantik ala barat adalah yang berkulit putih dan langsing maka skincare yang bisa menjadikan wajah dan kulit menjadi putih dan produk pelangsing pun laris manis di pasaran.

Gaul ala barat pun dimaknai dengan mengikuti segala apa yang datangnya dari barat termasuk gaya berpakaian yang tentu saja tidak sesuai dengan tuntunan syariat Islam. Kalau sudah seperti ini, generasi muda Islam menjadi lemah dalam mempertahankan identitasnya sebagai seorang muslim. Perlahan tapi pasti barat membuat remaja muslim seolah tak mengenali hakikat dirinya kebalikannya mereka lebih hapal tentang apa saja yang berasal dari budaya barat.

iklan buletin teman surga

Back to Muslim Identity

Tak kan pernah bosan untuk mengatakan Islam adalan agama sempurna dan tak henti pula Teman Surga mengajak kamu semua untuk menjadikan Islam sebagai tuntunan hidup. Semua dalam Islam sudah terukur dan diatur dengan sangat pas. Bahkan dalam urusan membelanjakan uang untuk membeli sesuatu. Islam menghalalkan berbelanja baik secara online maupun offline selama aktifitasnya tidak bertentangan dengan syari’at islam.

Allah SWT berfirman “Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (QS. Al-Baqarah: 275).

Pertama, yang perlu dipahami dan diingat adalah bahwa yang kita beli adalah sesuatu yang dihalalkan atau dibolehkan. Meskipun jual beli hukumnya adalah halal namun terlarang bagi kita untuk membeli sesuatu yang haram. Misal. Beli baju yang mengumbar aurat sedangkan perempuan wajib untuk menutup aurat.

Jelas dan tegas Allah memerintahkannya dalam Qur’an Surat Al Ahzab: 59

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

Maka meski fashion barat silih berganti, bagi seorang muslimah fashion terbaiknya adalah khimar (kerudung) dan jilbab. Bukan berarti seorang muslimah tidak boleh memperhatikan penampilan, namun Islam menuntun para muslimah untuk tidak berlebihan. Allah SWT berfirman,

“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah setiap (memasuki) masjid. Makan dan minumlah, tapi janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan” (QS. Al-A‘raaf, 7: 31).

Ketika Rasulullah SAW sedang duduk beristirahat di masjid, tiba-tiba ada seorang perempuan golongan muzainah terlihat memamerkan dandanannya di masjid sambil menyeret-nyeret busana panjangnya. Kemudian Rasulullah SAW bersabda:

 ”Hai sekalian manusia, laranglah istri-istrimu (termasuk anak-anak remaja perempuan yang mereka miliki) mengenakan dandanan seraya berjalan angkuh di dalam masjid. Sesungguhnya Bani Israil tidak akan dilaknati sehingga kaum perempuan mereka dandanan menyolok (berlebihan) dan berjalan di dalam masjid. (Diriwayatkan Ibnu Majah).

Karna dalam Islam tujuan berpakaian yang syar’i adalah sebagai pelindung kehormatan serta menandakan identitas sebagai seorang muslim yang tunduk dengan aturan Allah SWT bukan sebagai gaya hidup agar tampil keren.

Islam pun telah mengatur bagaimana seseorang membelanjakan hartanya, karna kembali apa yang diperoleh dan dikeluarkan dari harta kita akan dimintai pertanggungjawaban. Rasulullah SAW bersabda,

Tidak akan bergeser dua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai dia ditanya (dimintai pertanggungjawaban) tentang umurnya kemana dihabiskannya, tentang ilmunya bagaimana dia mengamalkannya, tentang hartanya; dari mana diperolehnya dan ke mana dibelanjakannya, serta tentang tubuhnya untuk apa digunakannya(HR. At Tirmidzi).

So, cerdaslah menjadi pembelanja, bukan tidak boleh membeli apa yang diinginkan namun yang perlu diingat bahwa apa yang kita beli tetaplah bermanfaat dan tidak akan menyengsarakan kita kelak di akhirat.

The last, penampilan bukanlah segalanya namun jika Allah yang menjadi tujuan dari segalanya maka kita pun akan tunduk terhadap apa yang menjadi aturannya termasuk dalam hal berpenampilan dan memandang harta yang dimiliki.

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk rupa dan harta kalian. Akan tetapi, Allah hanyalah melihat pada hati dan amalan kalian.” (HR. Muslim).

Karna harta hanyalah titipan yang menjadi ujian apakah dengannya akan membawa kita pada ridhoNya atau tidak. Dan orang kaya pada hakikatnya adalah orang yang bersyukur dan senantiasa bersikap qona’ah (merasa cukup dan puas dengan rezki yang Allah berikan) yang akan melahirkan rasa ridha dan selalu merasa cukup dalam diri manusia, dan inilah kekayaan yang sebenarnya. Sebagaimana sabda Rasululah SAW,

Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya kemewahan dunia (harta), akan tetapi kekayaan (yang hakiki) adalah kekayaan (kecukupan) dalam jiwa (hati)”. []

iklan buletin teman surga

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *