Buletin Teman Surga 093. Hadiah Terbaik Untuk Ibu

1
53
buletin teman surga 093. hadiah terbaik untuk ibu

Air wudhu’ selalu membasahimu…
Ayat suci selalu dikumandangkan…
Suaramu penuh keluh dan kesah…
Berdoa untuk putra putrinya… 

Oh ibuku…
Engkaulah wanita…
Yang ku cinta selama hidupku…
Maafkan anakmu bila ada salah…
Pengorbananmu tanpa balas jasa…

buletin teman surga 093. hadiah terbaik untuk ibuLirik lagu Sakha ini bikin baper kalo kita dengerin sambil liatin foto ibu tercinta. Cobain deh. Siapin tissue. Apalagi kalo disambung dengan lagu Bunda-nya Melly Goeslaw atau Ibu-nya Iwan Fals. Lagu-lagu lawas yang selalu mengingatkan kita pada sosok pahlawan sepanjang masa yang dekat dengan kita.

 

Hari Ibu, Universal

Ngomongin tentang ibu, mengingatkan kita pada perayaan hari Ibu yang digelar setiap tanggal 22 Desember di negeri kita. Hari Ibu tanggal 22 Desember ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 tentang Hari-Hari Nasional yang Bukan Hari Libur.

Penetapan tanggal tersebut disesuaikan dengan tanggal pelaksanaan Kongres Perempuan Indonesia yang pertama kali diselenggarakan di Yogyakarta pada tanggal 22 Desember 1928. Dalam kongres tersebut, mereka juga membahas tentang perbaikan nasib kaum perempuan dan perbaikan gizi dan kesehatan bagi ibu dan balita.

Karena ibu dengan segala bentuk panggilannya, hadir di setiap pemukaan bumi, nggak heran kalo hari Ibu juga dirayain di negara-negara lain yang jatuh pada tanggal yang berbeda-beda.

Hari Ibu di Meksiko jatuh pada tanggal 10 Mei. Hari Ibu di negara ini dirayakan dengan orang-orang yang memakai baju-baju berwarna meriah. Biasanya, orang-orang Meksiko memberikan hadiah yang mereka buat dengan tangan sendiri untuk ibu mereka.

Sejarah Hari Ibu di Amerika Serikat dimulai untuk mengenang Anna Jarvis. Kemudian, hari Ibupun disahkan oleh Presiden Woodrow Wilson untuk dirayakan di setiap Hari Minggu kedua di bulan Mei, bertepatan dengan Joint Revolution di tanggal 8 Mei 1914.

Hari Ibu di Thailand jatuh pada tanggal 12 Agustus. Hari ini dipilih juga sebagai peringatan ulang tahun Ratu Sirikit. Sirikit merupakan ibu negara yang sangat dihormati akibat aksi sosialnya. Dia juga menjadi presiden palang merah Thailand sejak 1956.

Peringatan hari Ibu digelar setiap tahun. Meski kita ngerayainnya jor-joran, tetap gak akan cukup untuk membalas jasa dan cinta ibu pada kita. Tapi bukan berarti kita gak boleh mengungkapkan rasa sayang kita kepada ibunda tercinta di momen spesial itu. Santuy aja. Jadikan sebagai momen untuk menjalin hubungan lebih dekat dengan Ibu. Bukan untuk meniru budaya orang-orang kafir ya…

iklan buletin teman surga

Baktiku Bukan Karena Hari Ibu

Jasa ibu dalam melahirkan dan mendidik anaknya itu dirasakan oleh semua orang. Tak hanya oleh kita sebagai seorang muslim. Makanya di negara-negara Barat, peringatan hari ibu identik dengan aksi balas budi dari anak kepada orang tua. Ya sebatas itu aja.

Namun bagi seorang muslim, bakti kita kepada ibu bukan semata karena tradisi atau balas jasa. Bukan juga sebagai bentuk solidaritas hari ibu. Tapi karena perintah Allah swt. Agar bisa menimbun pahala dan mengurangi dosa. Sehingga dapat tiket masuk surga dan dijauhkan dari neraka. Itu aja. Nggak ada niatan yang lain.

Allah swt sudah menempatkan ibu dalam kedudukan yang mulia. Karena itu kita diperintahkan untuk berbakti padanya. Firman-Nya,

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun . Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (Qs. Luqman : 14)

Dalam ayat ini disebutkan bahwa ibu mengalami tiga macam kepayahan, yang pertama adalah hamil, kemudian melahirkan dan selanjutnya menyusui. Karena itu kebaikan kepada ibu tiga kali lebih besar daripada kepada ayah.

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)

Imam Al-Qurthubi menjelaskan, “Hadits tersebut menunjukkan bahwa kecintaan dan kasih sayang terhadap seorang ibu, harus tiga kali lipat besarnya dibandingkan terhadap seorang ayah. Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menyebutkan kata ibu sebanyak tiga kali, sementara kata ayah hanya satu kali. Bila hal itu sudah kita mengerti, realitas lain bisa menguatkan pengertian tersebut. Karena kesulitan dalam menghadapi masa hamil, kesulitan ketika melahirkan, dan kesulitan pada saat menyusui dan merawat anak, hanya dialami oleh seorang ibu. Ketiga bentuk kehormatan itu hanya dimiliki oleh seorang ibu, seorang ayah tidak memilikinya. (Lihat Tafsir Al-Qurthubi X : 239. al-Qadhi Iyadh menyatakan bahwa ibu memiliki keutamaan yang lebih besar dibandingkan ayah)

Berbuat baik kepada ibu adalah amal sholeh yang dapat menghapuskan dosa-dosa kita lho. Itu artinya, berbakti kepada ibu merupakan jalan untuk masuk surga. Yang harus kita lakukan setiap waktu. Nggak mesti tunggu hari ibu. Sebagaimana ditegaskan dalam hadits dari Mu’awiyah bin Jahimah as-Sulami bahwa ayahnya Jahimah as-Sulami Radhiyallahu anhu  datang kepada Nabi Muhammad saw dan berkata:

Wahai Rasûlullâh! Aku ingin ikut dalam peperangan (berjihad di jalan Allâh Azza wa Jalla ) dan aku datang untuk meminta pendapatmu.” Maka Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apakah kamu mempunyai ibu?” Dia menjawab, “Ya.” Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tetaplah bersamanya! Karena sesungguhnya surga ada di bawah kedua kakinya.

iklan buletin teman surga

Hadiah Terbaik untuk Ibu

Di hari Ibu, banyak yang berlomba-lomba ngasih hadiah terbaik untuk ibundanya. Selain bunga yang paling banyak, ada juga yang traktir makan di restoran mewah, liburan bersama anak cucu, kue bikinan sendiri, atau mengerjakan semua tugas ibu seharian penuh agar ibu bisa beristirahat dan mendapatkan layanan super premium bak hotel bintang lima.

Bagaimana dengan kita? sesuaikan aja dengan kemampuan materi kita dalam memberi hadiah. Yang penting, ungkapkan rasa sayang secara lisan dan ngasih hadiah untuk merawat rasa sayang kita padanya. Rasulullah saw mengingatkan kita dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,

Saling bersalamanlah (berjabat tanganlah) kalian, maka akan hilanglah kedengkian (dendam). Saling memberi hadiahlah kalian, maka kalian akan saling mencintai dan akan hilang kebencian.” (HR. Malik)

Selain pemberian hadiah secara materi, hal terbaik yang bisa kita persembahkan untuk Ibu sepanjang masa adalah dengan menjadi anak yang sholeh dan sholehah. Hadiah terbaik yang akan memberikan kebanggaan baginya di dunia dan menyelamatkannya di akhirat.

Lantaran doa anak sholeh akan mendatangkan keberkahan untuk orangtuanya. Diriwayatkan dari hadits Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda,

Sesungguhnya Allah mengangkat derajat seorang hamba sholeh di surga, lalu ia berkata: Wahai Tuhanku, darimana aku dapatkan semua ini? Kemudian Allah menjawab: Dengan sebab istighfar anakmu untuk dirimu.(HR. Ahmad)

Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah saw. bersabda, “Apabila seseorang meninggal dunia maka (pahala) amalnya terputus kecuali 3 perkara: shodaqoh jariyah, ilmu bermanfaat, atau anak sholeh yang mendoakannya.” (HR. Muslim)

Di momen hari Ibu, bisa juga kita jadikan ajang evaluasi diri. Sudahkah kita menjadi anak yang sholeh dan sholehah untuk kebaikan bunda tercinta? Sudahkah kita memberikan kebanggaan padanya di dunia karena amal sholeh kita?

Nggak usah baper kalo ngerasa belum. Ini saatnya kita mulai membangun beberapa karakter anak sholeh dan sholehah berikut dalam diri kita.

Pertama, beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT

Ini pondasi dasar untuk menjadi anak yang sholeh dan sholehah. Keimanan yang bukan cuman perkataan, tapi ditunjukkan dengan perbuatan. Selalu dekat dalam ketaatan dan jauh dari kemaksiatan. Pantang ikut ngerayain tahun baruan yang udah jelas-jelas budaya kafir yang sesat dan menyesatkan.

 

kedua, berakhlak mulia.

Anak yang sholeh memiliki akhlak mulia, bermoral dan berprilaku terpuji. Seperti berbuat baik kepada orang lain (tetangga, teman, guru, dls), jujur dalam berkata, mudah memaafkan, tidak sombong, dapat dipercaya, santun dalam berbicara, menghargai orang lain dan lain sebagainya.

Terhadap ibu, anak sholeh selalu menjaga sikap. Pantang baginya bikin ibunya kecewa atau menyakiti hatinya. Jika orangtua meminta bantuan, tanpa tapi tanpa nanti, sesegera mungkin dipenuhi.

Anak sholeh selalu berbicara dengan lemah lembut pada ibunya. Jika ada perbedaan pendapat, nggak pake ngegas yang bisa bikin sakit hatinya. Tetap santun saat menjelaskan duduk pekaranya. Nggak pake bete saat menemaninya belanja. Tetap bahagia ketika diminta belanja keperluan sehari-hari. Tetap tersenyum saat dapat giliran beres-beres rumah. Berikan layanan terbaik bak bintang lima untuknya.

 

Ketiga, menjaga sholat dan ibadahnya

Anak-anak sholeh terlihat dari bagaimana ia menjaga sholat wajibnyanya tepat waktu dan berjamaah di mesjid/mushola. Sholatnya dengan penuh kekhusyuan, tumaíninah atau tidak terburu-buru dalam sholat, memperbanyak ibadah sunnah, seperti sholat sunnah, puasa sunnah, menghidupkan malam-malam untuk beribadah, membaca dan menghafalkan Al-Qurían serta mengamalkannya.

 

Keempat, cinta terhadap ilmu

Anak sholeh itu seorang pembelajar. Nggak pernah puas dengan ilmu yang telah didapatkan, terutama ilmu agama. Ngaji rutin jadi bagian dari kegiatan mingguannya. Baca buku untuk menambah wawasan keislaman bagian dari kesehariannya. Karena dia super yakin, ilmu yang akan memuliakannya di dunia dan akhirat.

 

Kelima, aktif dalam berdakwah.

Anak sholeh nggak egois. Keterlibatannya dalam dakwah bagian dari persembahan terbaik untuk ibunda tercinta. Karena hanya dakwah yang menjadi jalan kemuliaan baginya di dunia dan akhirat.

 

Temans, agar bisa menanamkan beberapa karakter anak sholeh di atas dalam diri kita, kuncinya rutin ikut pengajian. Sampai nanti, sampai mati. Mari berikan hadiah terbaik untuk ibu kita. So, tunggu apalagi, #YukNgaji![]

iklan buletin teman surga

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here