Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted on Jan 23, 2020 in Buletin Teman Surga, Headline | 0 comments

Buletin Teman Surga 097. Doyan Jajan? Hati-Hati Gaes..!

Buletin Teman Surga 097. Doyan Jajan? Hati-Hati Gaes..!

buletin teman surga 097. doyan jajan hati-hati gaes“Tahu bulat, digoreng dadakan, lima ratusan, gurih-gurih nyoi!”

Kamu pasti udah familier dengan Jingle yang sering terdengar dari penjual tahu bulat yang berkeliling menggunakan mobil bak terbuka ini. Saban hari tuh jingle meramaikan suasana jalan perkotaan hingga memecah kesunyian jalan perkampungan.  Anak-anak, remaja, hingga orang dewasa berbondong-bondong beli selagi hangat. Apalagi harganya juga sangat terjangkau. Cuman gope gitu lho!

iklan buletin teman surga

Menjamurnya Jajanan Kekinian

Selain tahu bulat, jajanan pinggir jalan yang siap santap makin banyak dijajakan para pedagang keliling. Malah hari gini, cemilan favorit pelajar ini gampang kita jumpai di depan sekolah. Mulai dari tahu goreng, bakso goreng, sotong, seblak, cilok, cilung, telur gulung, dll. Semuanya laris manis diserbu anak-anak baik saat jam istirahat atau pulang sekolah.

Apa sih yang bikin cemilan murah meriah basreng dan kaumnya itu diminati remaja dan anak-anak? Yang pasti cita rasa gurihnya yang dominan. Campuran saos kacang, kecap, dan sambal bikin jajanan cilok atau batagor makin mantap disantap. Begitu juga dengan sensasi toping bumbu gurih, manis, hingga pedas yang ditambahkan pada tahu bulat, cimol, cireng, atau basreng. Mak nyus!

Selain makanan, aneka minuman kekinian dengan cita rasa manis yang dominan juga nggak kalah populernya di kalangan pelajar. Sebut saja Thai Tea. Minuman asal Thailand ini tak pernah kehabisan konsumen meski yang jualnya udah banyak dengan berbagai macam merk. Atau Cheese Tea, perpaduan tea dan keju menghasilkan rasa unik bin nikmat dalam setiap sedotannya. Nggak ketinggalan Boba Drink, tekstur boba yang kenyal dan rasa manis bikin minum es makin asyik.

Meski enak dan kekinian, kita mesti jujur kalo kebanyakan jajanan yang digandrungi remaja dan pelajar saat ini termasuk kategori makanan sampah alias Junk Food yang tak sehat dan tak aman lho. Menurut data dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM), selama tahun 2006-2010 terdapat sebanyak 40 persen jajanan tidak sehat yang ditemukan mengandung zat adiktif seperti bahan pewarna, pemanis, pengawet, pengenyal, dan penambah rasa.

Dr. Oetoro, seorang dokter spesialis gizi mengatakan bahwa Junk Food mengandung jumlah lemak yang besar, rendah serat, banyak mengandung garam, gula, zat aditif dan kalori tinggi tetapi rendah nutrisi, rendah vitamin, dan rendah mineral sehingga dapat memicu segala macam penyakit berbahaya seperti obesitas, jantung dan kanker.

Biar kamu bisa pilih jajanan sehat, kenali beberapa jenis makanan yang dicap Junk Food oleh WHO (World Health Organization) yang mesti dihindari. Yaitu,  gorengan, fast food, jeroan dan daging berlemak, asinan, daging olahan, makanan yang dipanggang, sajian manis beku, manisan kering, makanan kaleng, dan semua olahan keju.

Nggak ketinggalan, minuman kekinian dengan harga terjangkau, kandungan gulanya lumayan tinggi bahkan ada yang segaja ditambahkan pemanis buatan. Sangat beresiko terserang sakit diabetes melitus bagi penikmatnya. Mau?

iklan buletin teman surga

Bahaya Di Balik Junk Food

Tiada hari tanpa jajan jadi tren remaja kekinian. Uang saku tak hanya untuk ongkos ke sekolah, mesti ada lebih untuk jajan kuliner yang lagi ngehits. Mereka bukan tak tahu bahaya di balik konsumsi Junk Food yang berlebihan. Tapi ngeliat teman merem melek gitu gigitin cilung yang kenyal berbalut saos merah pedas kayanya enak. Tergoda deh. Belon lagi kalo ditraktir temen makan di gerai fast food. Hamburger, kentang goreng, dan soft drink jadi menu utama. Yummy!

Untuk itu, kita mau ngingetin lagi bahaya di balik konsumsi Junk Food jika sering dikonsumsi. Meski nggak tiap hari. Berikut beberapa bahaya yang mengintai para penikmat Junk Food.

Obesitas. Kelebihan konsumsi lemak trans yang ditemukan dalam makanan yang digoreng dan diolah dapat mengirim sinyal campuran ke otak yang membuat sulit untuk memproses rasa kenyang. Akibatnya, seseorang yang mengonsumsi Junk Food cenderung makan lebih banyak dan mudah lapar. Lemak trans dalam Junk Food juga dapat menyebabkan peradangan di hipotalamus, bagian otak yang mengandung neuron untuk mengendalikan berat badan.

Aterosklerosis. Junk Food berbasis daging dan ikan, serta snack seperti onion ring dan kentang goreng, mengandung kolesterol dan lemak jenuh dalam jumlah besar, zat yang mengancam kesehatan arteri. Semakin banyak makanan ini dikonsumsi semakin besar penumpukan di arteri. Ini mempersempit ruang darah mengalir, sehingga mengurangi jumlah oksigen yang mencapai sel-sel. Kerusakan pada dinding arteri dapat membuat pendarahan dan pembekuan darah yang berbahaya yang disebut Aterosklerosis.

Stroke. Stroke terjadi ketika suplai darah ke bagian otak terganggu atau berkurang, sehingga jaringan oksigen dan nutrisi tidak tercukupi. Stroke dapat disebabkan oleh arteri yang tersumbat (stroke iskemik) atau kebocoran atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Salah satu penyebab stroke adalah obesitas akibat sering mengonsumsi Junk Food.

Hipertensi. Hipertensi, atau tekanan darah tinggi, secara langsung terkait dengan asupan natrium yang berlebihan. Banyak makanan cepat saji mengandung natrium yang berasal dari garam yang digunakan dalam bumbu. Burger, taco, kentang goreng, dan bahkan pai buah panas memiliki kandungan natrium yang tinggi. Hipertensi meningkatkan perkembangan aterosklerosis dan meningkatkan risiko terkena penyakit jantung.

iklan buletin teman surga

Perbaiki Pola Makanmu, Terjaga Kesehatanmu

Nggak bisa dipungkiri kalo makan itu kebutuhan jasmani. Artinya, kalo gak makan, kesehatan kita bisa terganggu. Masalahnya, hari gini banyak makanan nggak sehat yang masuk kategori Junk Food seperti diuraikan di atas hits di kalangan remaja. Mentang-mentang masih muda, sehat, segar bugar, segala macam bentuk jajanan yang murah meriah dengan cita rasa gurih dan manis yang dominan dijabanin. Awal cuman nyicipin ngikutin teman, kelamaan jadi ketagihan.

Padahal jelas banget kalo bahaya Junk Food nggak bisa disepelekan. Emang sih, dampak kritisnya gak langsung terasa saat itu juga. Paling cepat, cuman sakit perut atau radang tenggorokan yang sering dianggap wajar meski terkadang bikin tepar. Setelah ke dokter, minum obat, kondisinya baik, langsung jajan lagi. Pokoknya tiada hari tanpa jajan meski sudah bawa bekal makan siang dari rumah.

Padahal kalo kita membaca kisah kehidupan Rasulullah saw, beliau nggak pernah jajan lho. Bukan karena semata2 di Madinah sana saat itu gak ada tukang tahu bulat keliling atau yang jual basreng dan thai tea pinggir jalan ya, tapi karena pola hidup beliau dalam urusan makanan, tak berlebihan.

Allah swt Ta’ala berfirman, “Makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf  [7]: 31)

Larangan sikap berlebih-lebihan juga ditegaskan oleh Rasulullah saw  dalam sabdanya “Tidaklah seorang manusia memenuhi satu wadah yang lebih berbahaya dibandingkan perutnya sendiri. Sebenarnya seorang manusia itu cukup dengan beberapa suap makanan yang bisa menegakkan tulang punggungnya. Namun jika tidak ada pilihan lain, maka hendaknya sepertiga perut itu untuk makanan, sepertiga yang lain untuk minuman dan sepertiga terakhir untuk nafas.” (HR Ibnu Majah no. 3349, dinilai shahih oleh Al-Albani)

Terkadang, Nabi saw tidak makan sama sekali karena memang tidak punya makanan. Dan pada kondisi semacam itu, beliau pun kemudian berpuasa sunnah. Dari ibunda ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau mengatakan “Rasulullah saw bertanya kepadaku pada suatu hari, “Wahai ‘Aisyah, apakah Engkau memiliki sesuatu (untuk dimakan pagi ini)?” Aku menjawab, “Wahai Rasulullah, kita tidak memiliki makanan sedikit pun (untuk dimakan).” Beliau lalu berkata, “Kalau begitu, aku akan puasa hari ini.” (HR. Muslim no. 1154)

Dengan pola makan sehat, Rasulullah  jarang sakit karena beliau mampu mencegah hal-hal yang berpotensi mendatangkan penyakit. Ada beberapa kebiasaan positif dalam urusan makanan yang membuat Rasulullah saw selalu tampil fit, sehat dan jarang sakit, antara lain:

Pertama, selektif terhadap makanan. Tidak ada makanan yang masuk ke mulut Rasulullah, kecuali makanan yang halal dan thayyib (baik). Halal cara mendapatkannya dan halal barangnya. Sedangkan thayyib berkaitan dengan baik tidaknya atau bergizi tidaknya makanan yang dikonsumsi. Salah satu makanan kegemaran Rasul adalah madu. Beliau biasa meminum madu yang dicampur air untuk membersihan saluran pencernaan.

Rasul bersabda,” Hendaknya kalian menggunakan dua macam obat, yaitu madu dan Alquran”(HR. Ibnu Majah dan Hakim).

Kedua, tidak makan sebelum lapar dan berhenti makan sebelum kenyang. Aturannya, kapasitas perut dibagi ke dalam tiga bagian, yaitu sepertiga untuk makanan (zat padat), sepertiga untuk minuman (zat cair), dan sepertiga lagi untuk udara (gas).

Hal ini sebagaimana sabda rasulullah,”Anak Adam tidak memenuhkan suatu tempat yang lebih jelek dari perutnya. Cukuplah bagi mereka beberapa suap yang dapat memfungsikan tubuhnya. Kalau tidak ditemukan jalan lain, maka (ia dapat mengisi perutnya) dengan sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiganya lagi untuk pernafasan” (HR Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).

Ketiga, tidak makan/minum sambil berdiri.

Dari Anas bin Malik ra dari Rasulullah Shallahu ‘alaihi wassalam bahwasanya beliau melarang seseorang untuk minum dengan berdiri. Qatadah bertanya kepada Anas, “Bagaimana kalau makan ?” Anas menjawab, “Kalau makan dengan berdiri itu lebih jelek dan lebih buruk.” (HR Muslim).

Jika kita minum sambil berdiri, air yang kita minum akan meluncur langsung menuju kandung kemih tanpa disaring terlebih dahulu oleh sistem dalam tubuh. Akibatnya akan terjadi pengendapan di saluran ureter. Endapan ini bila semakin dapat menyebabkan penyakit kristal ginjal atau batu ginjal.

Nah teman, bagi yang doyan jajan Junk Food, hati-hati ya. Jangan cuman mikirin lidah yang pengen selalu dimanjain atau gengsi yang mau dinaikin. Pikirin juga bagian tubuh lain yang sering terkena getahnya lantaran kebiasaan jajan Junk Food yang kalap. Kesehatan tubuh kita gak cuman hari ini saja, tapi juga sampai nanti sampai mati.

Tak sedikit orang tua yang menjalani sisa hidupnya bergelut dengan berbagai penyakit. Mulai dari diabetes, jantung, gula darah, atau stroke. Padahal, secara medis bisa kita hindari semua itu sedini mungkin dengan menerapkan pola hidup sehat dalam urusan makanan selagi kita masih muda. Seperti dicontohkan Rasulullah saw. So, bijaklah dalam memuaskan nafsu makanmu. Doyan jajan? Hati-hati gaes! []

iklan buletin teman surga

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *