Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted on Feb 12, 2020 in Buletin Teman Surga, Headline | 0 comments

Buletin Teman Surga 100. Cinta Mulia, Bersih Tidak Ternoda!

Buletin Teman Surga 100. Cinta Mulia, Bersih Tidak Ternoda!

buletin teman surga 100. CInta mulia bersih tak ternodaGuys, jumlah korban meninggal dunia akibat virus Corona Wuhan atau 2019-nCoV sampai tulisan ini dibuat masih terus bertambah. Pihak otoritas China mengumumkan sudah lebih dari 1000 orang meninggal dunia karena terinfeksi virus Corona. Iyyy…ngeri banget ya Guys? Gara-gara virus ini semua orang di seluruh belahan bumi ini dibuat sibuk dan khawatir, tak terkecuali kamu. Bagaimana tidak ngeri dan khawatir, coz virus ini dalam waktu singkat sudah banyak memakan korban jiwa, dan konon belum ada anti-vrusnya alias tidak ada obatnya… Semoga kita semua terhindar dari virus yang jahat dan mematikan itu…aamiin.

Ngomong-ngomong tentang virus Corona, TemanSurga juga mau ngingetin  untuk hati-hati sama virus lain yang jahat dan mematikan yang menyerang kebanyakan kawula muda alias para remaja, dan virus ini sengaja lho disebar dan biasanya mewabah pada bulan Februari. Virus apakah itu? Yups…virus Merah Jambu. Siapa saja yang sudah terserang virus ini pasti bakal klepek-klepek tak berdaya, perasaan gelisah, makan jadi gak enak, malam susah tidur, parahnya lagi hati dan jantung selalu berdegub lebih tidak beraturan. Yang unik virus ini disebarkan dengan kemasan cinta-cintaan.

Tapi Guys, maaf ya ngomong tentang virus bukan berarti Teman Surga kali ini mau bahas virus-virusan, tapi ingin fokus bicara soal cinta saja yang dijadikan kemasan penyebaran virus itu, yang bagi para remaja bisa berupa  rasa yang diuapayakan terangkai dalam bentuk kata untuk diungkapkan di momen istimewa, di februari ini. Eits…

Bagi mereka yang sudah terserang virus Merah Jambu, bulan Februari itu rasanya sesuatu. Ada aroma-aroma cinta yang tiba-tiba merebak di mana-mana. Otomatis, semua tersuasanakan dengan simbol bentuk hati dan serba-serbi berwarna pink. Di pusat perbelanjaan, di jalan-jalan, bahkan tayangan-tayangan di televisi maupun sosial media, semuanya kompak mengusung tema pinky-pinky.

Tapi, sebenarnya salah gak sih jika rasa cinta itu melanda, menerjang, dan meluluh-lantakkan hati kita? Terus, bagaimana agar cinta tidak menorehkan luka luar-dalam pada si Pecinta? Adakah cinta yang mengukir bahagia tanpa harus ada duka yang menganga? Ya, Ampun! Maafkan jika narasi ini sudah seperti drakor saja ya, dear. Melow-melow club! Hihihi.

iklan buletin teman surga

Hakikat Rasa Cinta: Fitrah dan Mulia

Kamu manusia, sehat, tumbuh, berkembang, dan berakal? Fix, kamu pasti punya rasa cinta. Pasti pernah jatuh cinta. Bahkan, mungkin sedang jatuh cinta. Iyes atau iyes banget?

Jangan sangka kalau Teman Surga adalah paranormal, ya. Sama sekali bukan. Teman Surga hanya ingin sampaikan, bahwa adanya rasa cinta itu adalah fitrah bagi manusia. Tahu kan fitrah? Ya, fitrah itu adalah sesuatu yang alami. Bawaan sejak kita lahir di dunia. Siapa yang membekalkan rasa cinta tersebut? Benar, Dialah yang telah menciptakan kita. Dialah Allah Swt.

”Allah pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu pasangan-pasangan dari jenis kamu sendiri, dan dari jenis hewan ternak pasangan-pasangan (juga). Dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia. Dan Dia Yang Maha Mendengar, Maha Melihat.” (QS. Asy-Syura: 11)

Masyaallah, betapa besar kuasa Allah Swt. Setelah membaca kala ilahi tersebut, menjadi sangat jelas bagi kita bahwa rasa cinta atau cendrung terhadap lawan jenis itu adalah fitrah alias alami terjadi. Oleh karena itu, fitrah ini tidak akan mungkin bisa dibasmi. Namun, tidak juga boleh dilepas secara liar dan bebas. Allah Swt. memiliki rambu-rambu untuk kita agar cinta yang ada membawa bahagia, bukan petaka.

Ok, pertama coba kita selidiki. Apa sih tujuan Allah Swt. memberikan rasa cinta? Jawabannya sudah ada dalam surat Asy-Syura ayat 11. Ya, tujuan diberikan rasa cinta adalah untuk wasilah atau jalan berkembang biaknya keturunan. So, Allah Swt. berikan rasa cinta, agar makhluk jenis manusia ini tetap eksis di muka bumi, bro and sist!

Inilah tujuan mulia dari getar-getar cinta yang ada. Tujuan mulia ini tidak bisa didapat begitu saja berdasarkan hawa nafsu kita. Melainkan ada tata cara atau syariat yang Allah berikan agar tujuan mulia tersebut bisa terwujud dengan jalan yang mulia pula. Nah, di sinilah ada syariat pernikahan. Yapz, rasa cinta itu fitrahnya harus disatukan di pelaminan. Bukan di pojokan kelas, apalagi di jalanan. Paham, kan?

Lah, bagaimana yang masih sekolah? Belum siap menikah! Tenang, sebagai kebutuhan naluri, rasa cinta ini gak akan buat kamu mati, kok. Betul bahwa rasa cinta itu tidak bisa dihilangkan, tapi dia bisa dialihkan. Jaga pandangan, jaga interaski, perbanyak amal saleh, sibukkan diri dengan berbagai kegiatan positif. Dan, biarkan waktu yang akan membawamu pada cinta yang semestinya. Cinta mulia, cinta yang bersih tanpa noda. Asyik!

iklan buletin teman surga

Waspada, Malapraktik Cinta!

Jadi begitu ya, Sobat. Perkara cinta ini ada tata caranya agar mulia dan berbuah bahagia. Tata cara yang ada bukan bersumber dari akal manusia semata, melainkan terlahir dari wahyu Allah Swt. So, jangan sampai kita salah dalam memaknai dan mengamalkan perkara cinta. Sebab, menyimpang sedikit saja dari syariat bisa menjebloskan kita dalam aktivitas malapraktik cinta.

Makanya, sedih banget jika ada teman-teman yang terjebak dalam malapraktik cinta. Yakni mengumbar naluri cinta bukan dalam aktivitas yang semestinya. Gaul bebas, pacaran, sampai pada level perzinaan. Apalagi di momen februari ini, virus-virus banyak bergentayangan. Hiks! Iya sih, awalnya terlihat romantis. Di pertengahannya jadi melankolis. Tapi kemudian berubah jadi dramatis, dan akhirnya berujung tragis. Sadis!

Begitulah, malapraktik cinta nyata membawa petaka. Sudah berapa banyak generasai muda yang jadi korban dari malapraktik cinta? Dari mulai matinya nurani, aborsi, bahkan bunuh diri. Mereka yang meregang nyawa di tangan pacar pun, jangan ditanya lagi. Usia SMP, SMA, Mahasiswa, merata ada. Dibekap, dicekik, dibuang ke sungai, dibakar, juga dicangkul, semua ini nyata adanya.   Teman-teman pasti sudah pernah mendengar beritanya, kan? Serem!

iklan buletin teman surga

Remaja Muslim, Remaja Istimewa

Jujur deh, bagaimana perasaanmu ketika mendengar berita-berita horor di atas? Sedih, kesal, marah, benci, terluka? Semuanya campur jadi satu, kan? Karenanya cukup! Tidak boleh lagi ada korban malapraktik cinta selanjutnya.

Sebagai remaja muslim, sejatinya kita telah dilabeli dengan gelar umat yang terbaik. Kita adalah generasi istimewa. Generasi leader, bukan generasi follower. Kita yang mewarnai, buka diwarnai. Bagaimana bisa?

Smart with islam, inilah jawabannya. Sebutan muslim tidak cukup hanya sekadar identitas formalitas saja. Seorang muslim juga harus menjadikan aqidah islam sebagai landasannya dalam berpikir dan bertingkah laku. Sehingga jadilah dirinya memiliki kepribadian yang baik, kepribadian islam.

Kepribadian islam inilah yang akan mampu menjadikan remaja muslim sebagai remaja yang istimewa. Remaja yang tidak mudah terseret arus kebebasan yang menyesatkan. Hidupnya memiliki prinsip yang jelas. Baginya, hidup adalah untuk menggapai rida Allah Swt. Maka standar hidupnya bukanlah trend atau apa yang sedang kekinian, melainkan halal dan haram saja yang menjadi patokan.

Segala pikir dan lakunya selalu dimatching-kan dengan syariat yang mulia. Remaja muslim sangat memahami, bahwa segala yang dilarang dalam syariat pasti akan membawa mudharat (bahaya). Karenanya, ia tidak akan ragu untuk menjauhi aktivitas pacaran. Ia juga tidak akan tergiur untuk ikut-ikutan merayakan valentinan. Se-unyu apapun konsep dan konten yang ditawarkan. Jawabanya tegas dan jelas, BIG NO untuk apapun yang menyalahi syariat-Nya! Keren!

iklan buletin teman surga

Cinta Tak Melulu Tentangnya

Dear, di awal kita sudah bahas bahwa cinta itu adalah fitrah, kan. Nah, sebagai naluri yang alami ada, ternyata cinta itu tidak melulu soal si doi, loh! Cinta, kasih sayang, perhatian, semuanya itu juga tertuju untuk orang-orang terdekat kita. Siapa mereka? Ya, orang tua yang selalu ada untuk kita sejak kita bayi yang tidak bisa apa-apa. Mereka yang berjuang, berpeluh, berkorban apa saja untuk kebahagiaan kita. Merekalah, yang paling berhak dan utama untuk kita cintai, sayangi, dan kasihi. Coba ingat, kapan terakhir kali kamu mengungkapkan rasa cinta kepada kedua orang tua? atau jangan-jangan belum pernah sekalipun? Jangan sampai menyesal di kemudian hari. Segeralah, raih dan cium tangan kedua orang tua mu. Peluk mereka dan ucapkan rasa cinta terdalammu untuk keduanya.

Kemudian, keluargamu seluruhnya. Kakak, adik, paman, tante, pakde, bude, kakek dan nenek. Mereka semua adalah yang sudah jelas menjadi bagian dalam hidupmu. Mereka adalah orang-orang yang berhak atas cinta dan kasih sayangmu. Sudahkah hak mereka itu engkau tunaikan? Berkomunikasilah. Bercengkramalah. Berkah, rahmat kebahagiaan akan tercurah untukmu.

So, cinta tidak harus selalu tentang dirinya yang bukan siapa-siapa. Cinta yang ada haruslah tetap mulia. Harus dijaga agar tidak ternoda. Cinta hanya untuk yang Allah Swt. halalkan saja, tidak untuk selainnya. Taati titah-Nya, hidupmu akan melaju dalam kebaikan. Cintamu akan terjaga dalam kesucian. Cinta yang mulia, bersih tidak tenoda. Perjuangkan![]

iklan buletin teman surga

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *