Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted on Feb 24, 2020 in Buletin Teman Surga, Headline | 0 comments

Buletin Teman Surga 102. The Thinking is Power

Buletin Teman Surga 102. The Thinking is Power

buletin teman surga 102. the thinking is power#TemanSurga, persoalan di dunia remaja itu seolah tidak ada habisnya. Semakin ke sini, problematika yang dihadapi remaja makin ruwet bin mumet. Dari mulai soal perasaan yang baperan. Halu gak jelas. Menghalalkan segala cara demi prestise. Kecanduan narkoba. Gila game. Terlibat pergaulan bebas. Menjadi pelaku perundungan. Tawuran bahkan hingga bunuh-bunuhan, ada!

Banyak faktor yang mendorong remaja terlibat tindakan amoral semisal yang disebutkan. Salah satu penyebab yang paling dominan adalah lemahnya taraf berpikir yang melanda generasi muda masa kini. Semua mau serba praktis dan instan. Dari mulai makanan bahkan hingga menyelesaikan soal-soal pelajaran. Tinggal ketuk-ketuk layar smartphone, seketika semua ada.

Termasuk ketika menghadapi persoalan kehidupan, malas berfikir rumit-rumit untuk menyelesaikannya. Sehingga muncul selogan, “Senggol, bacok!”. Semua diselesaikan dengan kekerasan. Siapa yang kuat dan nekat, dialah yang dianggap hebat. Ya, semisal hukum rimba gitu. Serem, kan?!

iklan buletin teman surga

Budaya Berfikir, Aktifitas Orang Beriman

#TemanSurga, dalam Alquran banyak sekali ayat yang menyinggung tentang aktifitas berpikir. Setidaknya ada 43 ayat dalam Alquran yang menyeru manusia agar menggunakan akalnya untuk berpikir. Mengapa aktifitas berpikir ini begitu diperhatikan oleh Allah Swt? Sebab, perbuatan seseorang akan sangat dipengaruhi oleh pemahaman yang didapatkan melalui proses berpikir tersebut.

Berpikir di sini tentu saja bukan asal saja, ya! Terdapat empat unsur yang harus ada agar terwujudnya sebuah pemikiran. Yakni adanya indra, objek (fakta), otak, dan tabung informasi. Keempat komponen inilah yang akan saling berkaitan, memproses sebuah pemikiran, dan kemudian menghasilkan sebuah pemahaman.

Adapun faktor yang paling berpengaruh dalam membentuk pemahaman adalah tabung informasi yang dimiliki oleh masing-masing individu. Maka sangat mungkin antara individu yang satu dengan yang lainnya memiliki pandangan serta sikap berbeda pada satu objek/fakta yang sama. Semua ini ditentukan oleh tabung informasi yang dipunya.

Sebagai contoh, ada fakta ritual mencontek setiap kali musim ujian. Fakta yang ada ini, tentu tidak semua orang membenarkan. Pro dan kontra pasti akan ada. bahkan di kalangan remaja itu sendiri.

Ada yang merasa biasa saja karena memang sudah rutinitas musiman dan banyak pula yang mengamalkan. Ada yang sampai mengancam kalau tidak mendapat contekan.  Ada juga yang risih dan kesal dengan budaya mencontek ini. Nah, apa yang membuat mereka beda sikap dalam memandang aktifitas mencontek ini? Betul, tabung informasinya.

Tabung informasi ini kita dapatkan dari apa yang kita dengar, baca, dan tonton. Artinya, tabung informasi ini bukanlah sesuatu yang tiba-tiba ada. Ia adalah sesuatu yang harus diusahakan. So, kita kudu bin wajib pilah-pilih apa saja yang layak untuk dimasukkan ke dalam tabung informasi yang kita punya. Jangan sampai nyampah. Pastikan informasi yang masuk adalah informasi yang pasti kebenarannya.

Sebagai seorang muslim, kita harus sadar bahwa sumber informasi yang pasti kebenarannya adalah wahyu Ilahi. Yakni Alquran dan Assunnah. Inilah  yang seharusnya menjadi santapan setiap hari sebagai pengisi tabung informasi yang kita miliki. Bukan K-Pop, Drakor, atau konten-konten unfaedah lainnya yang bergentayangan di jagat maya. Catat!

Sebagaimana para pemuda pada masa peradaban islam, mereka unggul dengan bekal pemikiran yang berasaskan islam. setiap fakta yang mereka hadapi, selalu dikaitkan dengan tabung informasi yang bersumber dari wahyu Ilahi. Sehingga keimanan mereka bertambah. Karya-karya merekapun cetar mendunia bahkan dikenal hingga masa sekarang.

Sebut saja Muhammad Al-Fatih. Ketika Ia mengindra Konstantinopel, maka seketika itu pula ia mengaitkannya dengan tabung informasi yang dimiliki. Sebuah kabar gembira dari Rasulullah Saw., bahwa Konstantinopel pasti akan takhluk. Sebaik-baik pemimpin adalah pemimpin yang menakhlukkanya. Sebaik-baik pasukan adalah pasukannya. Hingga pada akhirnya, Muhammad Al-Fatih menjadi seorang pemuda yang berhasil membuktikan kebenaran sabda Nabi Saw. Konstantinopel takhluk di tangan seorang pemuda yang mengoptimalkan aktivitas berfikirnya dan tebal keimanannya. Luar biasa!

iklan buletin teman surga

Jejak Keagungan Peradaban Islam

Sudah jamak diketahui, bahwa islam pernah mengampu kancah peradaban dunia. Tidak kurang dari tiga belas abad, peradaban islam menjadi mercusuar dalam berbagai hal kehidupan. Bahkan negeri-negeri barat sekalipun, mereka berkiblat pada dunia islam.

Sepanjang peradaban islam itulah, khazanah serta keagungan yang ditorehkan oleh para ilmuan dan pemikir muslim tidak terhitung jumlahnya. Dalam hal kedokteran, fisika, arsitektur, geografi, ilmu astronomi, kimia, apoteker, geologi, dan berbagai cabang ilmu lainnya berkembang sangat pesat.

Tidak hanya sekadar capaian duniawi, lebih dari itu para ilmuan muslim mendedikasikan buah pikir mereka untuk kemaslahatan umat seluas-luasnya. Menorehkan tinta emas peradaban yang sulit untuk dilupakan. Semua ini mereka lakukan hanya dengan satu dorongan, yakni harapan peroleh rida Allah Swt. dan layak menjadi penduduk surga. Masyaallah!

iklan buletin teman surga

Berfikir, Bikin Hidup Lebih Hidup

Penting untuk kita ketahui, bahwa maju mundurnya sebuah peradaban adalah ditentukan oleh seberapa tinggi tingkat pemikiran generasinya. Percayalah, peradaban rusak yang kita saksikan hari ini tidak akan pernah berubah selama generasi mudanya hanya jadi kaum rebahan. Perubahan hanya bisa terjadi jika adanya revolusi pemikiran.

Berfikir benar dengan cara rutin mengkaji islam. Memahami apa yang Allah Swt. titahkan dalam Alquran dan Assunah. Sebab telah kita ketahui, bahwa tidak ada kebenaran mutlak kecuali yang bersumber dari wahyu. Maka tidak berlaku bila akal semata yang menjadi penentu. Benarnya, akal mutlak harus tunduk pada wahyu, bukan nafsu.

Ingat, corak peradaban masa depan ada di pundak kita. Mau jadi pejuang atau pecundang, pilihan ada pada kita. Generasi smart tentu tidak akan memilih yang sia-sia. Berubah dan berbuatlah untuk menghasilkan peradaban yang agung nan mulia, peradaban islam. dimulai dengan mengaktifkan produktifitas berpikir kita. Setelahnya, rasakan sensasi yang berbeda. Bahwa hidup akan terasa lebih hidup karenanya. Keren![]

iklan buletin teman surga

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *