Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted on Mar 3, 2020 in Buletin Teman Surga, Headline | 0 comments

Buletin Teman Surga 103. LaGiBeTe Koq Bangga?

Buletin Teman Surga 103. LaGiBeTe Koq Bangga?

buletin teman surga 103. lagibete kok banggaGaes, kayaknya nggak banyak yang tahu ya, kalo setiap tanggal 1 Maret diperingati sebagai hari solidaritas L68T nasional. Nggak perlu kita ceritakan gimana awal mulanya koq bisa diperingati sebagai hari itu, tapi yang jelas keberadaan kaum L68T bukan hal sepele dua pele dari segi jumlah. Mereka sengaja bikin sebuah peringatan, tentu ada maksud dan tujuannya, salah satunya biar keberadaan mereka di bumi nusanara diakui. Kalo sudah diakui oleh masyarakat, itu artinya mereka bakal makin bebas, lebih berani dan biar dianggap lumrah bin wajar. Wadaw, gaswat bener nih!

Kita, beberapa bulan yang lalu sempat dihebohkan oleh berita yang mendunia tentang perilaku menyimpang kaum LGxx ini. Perihnya, pelaku maksiat tersebut mahasiswa Indonesia yang didakwa atas 136 pemerkosaan yang dilakukan di Manchester, Inggris, sejak tahun 2015 sampai 2017. Duh! Itu artinya sebenarnya di Barat yang liberal, perilaku menyimpang ini bisa terkategori sebagai sebuah kriminal, tapi dengan catatan, kalo korbannya melaporkan sebagai perbuatan kriminal. Kalo antara pelaku dan korban diem-dieman alias suka sama suka, maka ya well done, namanya juga liberal.

Nah, di Barat yang sekuler bin liberal emang kayak gitu, apa iya di negeri ini mau mencontek abis perilaku menyimpang itu, lalu dibiarkan bebas-bebas aja?! Dengan adanya hari solidaritas itu membuktikan bahwa di Indonesia para pelaku penyimpangan seksual ini sudah berani untuk minta diperhatiin. Kalo pun nggak diperhatiin sih kayaknya mereka bakal tetap kekeuh nyari perhatian. Mereka menggelar acara peringatan solidartas dalam rangka biar terbentuk opini umum, bahwa kaum mereka berikut perilakunya, bukanlah penyimpangan, kriminal atau dosa.

iklan buletin teman surga

Kaum L68T, Siapa Mereka?

Biar ngebahasnya enak, kita kudu jelas dulu nih siapa yang kita sebut kaum LGxx itu. Oiya sebelum lanjut, ditulisan ini sengaja kita nggak tulis (ketik) dengan sebutan normal, tapi kita pake kode L68T atau LGxx, karena kalo ditulis asli, trus nti diuplod di sosmed (FB dan IG) bakal dideteksi sebagai ujaran kebencian, udah gitu nti pasti kehapus otomatis sama robotnya FB maupun Instagram. Padahal maksud kita dakwah lho, ngasih tau ke khalayak kalo perilaku kaum L6xx ini dosa maksiat dan kriminal. Masak iya dakwah dikategorikan sebagai ujaran kebencian. Aneh aja!

Kaum L68T bisa diwakili oleh perilaku lesbian dan gay (homosekusual). Homoseksual (gay) di dalam Islam disebut dengan istilah “al-liwath” (طاوللا) yang artinya orang yang melakukan perbuatan  seperti  perbuatan  kaum  Nabi  Luth,  yang  pelakunya disebut “al-luthiyyu” (يطوللا), yang berarti laki-laki yang melakukan hubungan seksual dengan laki-laki. Seperti dijelaskan dalam Majma‟ al-Lughah al-‟Arabiyah. Sementara lesbian di dalam Kamus Al-Munawir  disebut dengan “al-sihaq” (قاحسلا)  yang berarti perempuan yang melakukan hubungan seksual dengan sesama perempuan.

Jadi, homoseksual adalah hubungan seksual antara cowok dengan cowok, sedangkan berhubungan seks antara cewek, disebut lesbian (female homosex). Lawan homosex dan lesbian adalah heterosex, artinya hubungan seksual antara orang-orang yang berbeda jenis kelaminnya (seorang pria dengan seorang wanita). Dalam berbagai referensi semua mengatakan, bahwa homoseksual  adalah kebiasaan seorang laki- laki melampiaskan nafsu seksualnya pada sesamanya. Sedangkan lesbian adalah kebiasaan seorang perempuan melampiaskan nafsu seksualnya pada sesamanya.

Perbuatan homoseks disebut  liwath,  karena  perbuatan tersebut pernah dilakukan oleh kaum yang durhaka kepada seruan Nabi Luth as. Kaum itu berdomisili di negeri Sodom (di sebelah timur Laut Mati atau di Yordania sekarang) dan karena itu di kalangan bangsa   Barat, perbuatan mereka disebut sodomi.

iklan buletin teman surga

L68T Adalah Penyimpangan

Perbuatan kaum homoseks atau liwath termasuk adalah tindak pidana berat (dosa besar), karena termasuk perbuatan keji, sebagaimana firman Allah dalam QS al-A‟raf ayat 80 dan 81:

“Dan (kami juga telah mengutus) Luth ketika dia berkata kepada mereka: “mengapa kamu mengerjakan perbuatan keji, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini)”. Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas”.

Rasululah dalam sabadanya juga menyebutkan: “Allah tidak melihat seorang  laki-laki  yang  mendatangi  laki-laki  (melakukan hubungan sex dengan sesamanya) dan mendatangi (menggauli) isteri melalui dubur).” (HR. al Tirmidzi).

“Allah mengutuk perempuan yang menyerupai laki-laki dan laki-laki menyerupai perempuan.(HR. Ahmad, Abu Daud, al-Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Ibnu Abbas)

Jadi, jelas bin gamblang kalo kita menggunakan standar al-Qur’an dan Hadits maka perbuatan kaum nabi luth ini termasuk penyimpangan seksual yang terkategori dosa alias maksiat. Adapun kalangan liberal pelaku dan pembela kaum LGxx menyebut perilaku suka dengan sesama jenis sebagai “given” atau pemberian Tuhan, adalah kesalahan besar.

Cowok yang mempunyai  sifat  feminim dan sebaliknya,  itu  bisa terbentuk dari lingkungannya sejak kecil. Kalau lingkungan keluarga membiarkan anak cowok bergaul dengan anak perempuan terus-menerus, bahkan mengikuti pakaian, atau aktivitasnya,  maka  anak  cowok itu  akan  terbiasa  mengikuti sifat-sifat  anak  perempuan.  Begitu  pula  sebaliknya.  Maka di sinilah peran orang tuanya bisa mengarahkannya menjadi seorang laki-laki atau seorang perempuan sesuai dengan jenis kelamin anak. Sehingga perilaku feminim seorang cowok, atau perilaku macho seorang cewek bukan given alias pemberian, melainkan itu hasil bentukan (baca: ikhtiar) manusia.

iklan buletin teman surga

Awas, Mereka Pake Dalil

Kaum liberal pelaku maupun pembela LGxx biar bisa diterima kaum muslim, wa bil khusus di negeri ini, mereka pake dalil untuk melegalkan perbuatan keji tersebut. Biasanya ayat yang mereka pake adalah ayat tentang pernikahan, seperti QS Ar-Rum ayat 21.

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguh-nya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”.

Dalam ayat tersebut terdapat frase “اجاوزأ”, yang oleh kaum liberal ditafsirkan “pasangan”, nah pasangan menurut mereka tidak disebutkan di ayat tersebut harus heteroksesual, yakni pria-wanita, tapi bisa juga adalah homoseksual alias pria dengan pria, atau wanita dengan wanita. Artinya, mereka secara nggak langsung pengin mengatakan bahwa pernikahan sesama jenis nggak apa-apa, asalkan sakinah ma wadah wa rahmah. Wacaw!

Padahal kalo kita merujuk ke tafsir popular Ibnu Katsir, pengertian ayat 21 al-Rum  di  atas adalah  “yaitu   (dan   di   antara   tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri- isteri dari jenismu sendiri), yakni menciptakan kaum wanita  dari  jenismu  sebagai  pasangan  hidup,  (supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya), yakni agar terciptalah keserasian di antara mereka, karena kalau pasangan itu bukan dari jenismu, maka timbullah keganjilan. Maka  di  antara  rahmat-Nya  ialah  Dia menciptakan kamu semua, laki-laki dan perempuan, dari jenis  yang  satu  sehingga  timbullah  rasa  kasih  sayang, cinta dan senang. Karena itu, Dia berfirman, (dan dijadikan-Nya  di  antara  kamu  rasa  kasih  dan  sayang), agar sarana-sarana keterikatan tetap terpelihara dan proses berketurunan   pun   berkesinambungan,   (sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir).” (Ibnu Katsir, Tafsir Al-Qur‟an al-‟Azhim, jilid III).  Penafsiran kata “اجاوزأ” dengan makna isteri-isteri, juga disampaikan juga oleh al-Qurthuby, dalam tafsirnya al-Jami‟ li Ahkam al-Qur‟an,  cet III, Jilid XIII.

Dari penafsiran para ulama tafsir terkemuka di atas, semuanya menunjukkan, bahwa kata-kata “اجاوزا” – “جاوزلاا”  dan “يجوز” adalah berarti pasangan laki-laki dan perempuan. Nggak ada satu pun di antara ulama tafsir yang mengatakan, bahwa   kata-kata   tersebut   berarti   pasangan   laki-laki dengan   laki-laki   (homo),   atau   pasangan   perempuan dengan perempuan (lesbi).

So, nggak benar sama sekali ungkapan kaum liberal, alias kaum liberal itu hanya sok ngutip ayat, tapi penafsirannya berdasarkan akal dan hawa nafsu mereka. Ungkapan mereka adalah menyesatkan, karena bertentangan  dengan  nash-nash  Al-Qur‟an  dan  Hadis serta kesepakatan ulama Islam yang mengatakan bahwa homoseks dan lesbian haram hukumnya dan pelakunya harus diberi hukuman atau sanksi. Jadi pelaku homoseks dan lesbian bukan masalah khilafiyah (perbedaan pendapat ulama fikih dalam menetapkan  hukumnya),  karena  ada  larangan  langsung dari Al-Qur‟an dan Hadis, kemudian diikuti dengan kesepakatan ulama tentang keharaman perbuatan homo dan lesbi tersebut.

iklan buletin teman surga

Kudu Dikasih Solusi Tuntas

Dalam Islam sendiri untuk mencegah perilaku menyimpang dalam  hal  permainan,  pakaian,  menganjurkan untuk memisahkan tempat tidur antara laki- laki dan perempuan ketika usia udah tujuh tahun, sebagaimana Hadits Nabi Muhammad Saw:

“Dari Amr bin Syu‟aib, dari ayahnya, dari kakeknya yang mengatakan bahwa Rasululllah Saw bersabda:“Perintahlah anak-anakmu melakukan shalat ketika umurnya sudah sampai tujuh tahun dan pukullah jika mereka meninggalkan shalat, jika umurnya sudah sepuluh tahun dan pisahkanlah tempat tidurnya.” (H.R. Abu Daud)

Maka di sini peran orang tua sangat urgent banget, menjauhkan hal-hal yang dapat mengarahkan pada perilaku yang mendekatkan pada tindakan homoseksual dan lesbian. Misalnya melarang laki-laki melakukan hal-hal yang menyerupai tindakan perempuan, begitupun sebaliknya.

Sebagaimana Rasulullah Muhammad Saw sampaikan “Allah mengutuk     laki-laki     memakai pakaian perempuan dan perempuan memakai pakaian laki-laki.” (H.R. Abu Daud dan al-Hakim dari Ibnu Abbas).

Dan yang nggak kalah pentingnya, menetapkan dan menerapkan hukuman dan sanksi terhadap   pelaku   penyimpangan   seksual   (homoseksual   dan lesbian). Kudu ada regulasi atau kebijakan yang melarang segala bentuk propaganda, promosi dan dukungan terhadap legalisasi dan perkembangan LGxx. Harus dilarang masuknya dana asing  yang diperuntukkan bagi kampanye dan  sosialisasi serta dukungan bagi LGxx di Indonesia yang dilakukan oleh pihak manapun, termasuk oleh organisasi internasional serta perusahaan internasional. Karena sebenarnya yang mereka inginkan cuman satu, yakni rusaknya generasi muda, wa bil khusus generasi muslim, sebagai penghuni terbesar negeri ini.

Oleh karenanya, man-teman semuanya, yang ngebaca buletin ini kudu ngeh, bangkit dan ngasih tau kepada teman-temannya, biar mereka nggak ikut-ikutan mengkampanyekan perilaku menyimpang kaum pelangi ini. Dan bekalnya untuk ngasih tau itu cuman satu, yaitu NGAJI. Ayo ngaji sekarang, atau mau nunggu orang-orang baik ikutan rusak, dirusak dan merusak. Naudzubilah min dzalik. []

iklan buletin teman surga

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *