Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted on Mar 23, 2020 in Buletin Teman Surga, Headline | 0 comments

Buletin Teman Surga 106. Beramal Optimal dalam Kondisi Minimal

Buletin Teman Surga 106. Beramal Optimal dalam Kondisi Minimal

buletin teman surga 106. beramal optimal dalam kondisi minimal(Remaja Islam Menyikapi Wabah Virus Corona)

Duka sedang melanda negeri kita. Semula biasa saja mendengar istilah corona, kini tiba-tiba bagai bencana. Si mungil yang tadinya hanya beredar di Wuhan Cina, kini mereka eksodus ke ratusan negara termasuk Indonesia.  Kabar yang dimuat di Kompas.com pada jumat (20/3) menyebutkan bahwa sebanyak 242.713 orang yang telah positif covid-19. Ini yang terdata loh ya, bagaimana dengan yang tidak atau belum terdata? Seperti fenomena gunung es gitu. Ngeri, ya!

iklan buletin teman surga

Tak Kenal Maka Kenalan

Hai! Barangkali masih ada yang termangu mencari tahu tentang apa itu virus corona, sini kita ngobrol dan kenalan dulu. Ada yang unik, nih. Kuy! Jadi, penamaan Corona Virus dipilih berdasarkan kemiripan bentuknya dengan crown atau mahkota. Mahkota loh, Guys! Mahkota! Temuan ini didapatkan oleh para ilmuwan di National Institute of Health (NIH), Amerika Serikat. Data ini dirangkum oleh Tribunnews.com dari Dily Mail pada 16 Maret 2020. Tapi sayangnya, ternyata mahkota itu tidak selalu menjadi simbol kekaguman. Yaa, sebagaimana virus Corona yang telah menjagal ribuan nyawa manusia ini. Adakah yang mengaguminya? Serius, pasti gak ada yang mau dipakein mahkota dari bangsa virus ini, kan? Pasti!

Ngomong-ngomong, tahukah kamu? Ternyata virus Corona ini emang sudah ada sejak dulu, loh. Hanya saja si mungil ini memiliki setidaknya enam jenis keluarga. Nah, dari enam jenis ini mayoritas di antara mereka hanya menyebabkan flu atau demam biasa. Adapun yang tergolong berbahaya, para pakar mengidentifikasi dalam dua jenis yakni MERS-Cov dan SARS-Cov. SARS-Cov sendiri pernah mewabah di indonesia pada tahun 2002.

Masing-masing virus dari keluarga Corona ini memiliki qadar (khasiat) yang spesifik, yakni menyerang pada area pernafasan. Menurut Bapak Ahmad Rusdan, Ph.D (Ahli Biologi Molekuler), jenis paling ekstrim adalah yang terbaru saat ini. Yakni coronavirus atau disebut juga dengan Covid-19. Ia menyasar ke paru-paru dan mengakibatkan penyempitan saluran pernafasan. Inilah penyebab si penderita tiba-tiba kejang-kejang dan tumbang seperti yang beredar di banyak video. Mereka gagal nafas.

Lebih dahsyat lagi dari Covid-19 ini adalah tingkat penularan yang sangat cepat bahkan hingga jadi pandemi. Meneror dunia hingga detik ini dengan jumlah kematian yang melaju tajam karenanya. Subhanallah, horor banget! Maka, qadar dari virus mungil ini tidak boleh diremehkan, yes! Harus dipahami dan diwaspadai agar tepat dalam bersikap agar selamat semuanya, terhindar dari bahaya. Sip, ya?!

iklan buletin teman surga

Jangan Santuy, Jangan Cemas, Ikuti Panduan!

#TemanSurga di seluruh nusantara, berita tentang pesatnya laju penyebaran Covid-19 khususnya di Indonesia pasti sudah sampai ke kamu, kan? Sejak 16 Maret 2020 sekolah-sekolah sudah diliburkan. Setidaknya dua pekan waktu yang diberikan untuk kita agar #dirumahaja. Dipilih waktu selama 14 hari ini bukan tanpa alasan loh, ya. Ada data dan penelitian yang tentu saja tidak mudah untuk peroleh angka 14 ini.

Coba sini, duduk manis dulu. Menurut para ahli, waktu 14 hari itu sangat penting untuk memotong rantai penularan virus Covid-19. Mampu menghentikan laju penularannya. Bahkan mampu menyelamatkan ribuan orang. Syaratnya, masing-masing kita harus patuh tetap diam di rumah selama 14 hari yang ditetapkan.

Jadi begini, sebagaimana tulisan dr. Raisa Broto Asmoro yang viral di sosial media, #dirumahaja ini memiliki filosofi penting, loh! Disebutkan bahwa ketika seseorang kontak dengan apapun yang bisa menginfeksi dirinya dengan Covid-19, maka harus ditunggu minimal 14 hari untuk diobservasi. Jika dalam waktu 14 hari tidak terjadi apa-apa, maka orang tersebut aman.

Masalah besarnya adalah ketika kita tidak menghiraukan perintah untuk #dirumahaja in. Masih tetap ingin serasa sebahagia dan sesantai di pantai, kita menganggap bahwa  libur 14 hari adalah waktunya bersuka ria. Bebas dari sekolah, berarti merdeka mau apa aja. STOP! Dalam kondisi wabah virus corona ini, tindakan tersebut berbahaya bagi diri sendiri juga orang lain, Bro dan Sist!

Keluguan dan kecerobohan kita tersebut akan menggagalkan pemutusan rantai wabah virus corona. Jika kita terjangkiti virus, kemudian kita berinteraksi dengan orang lain maka orang tersebut akan tertular. Begitu seterusnya hingga penularan terjadi di mana-mana. Efek domino akan berlangsung, rantai penularan akan terus berlangsung. Libur 14 hari yang sejatinya untuk mengisolasi diri agar wabah bisa ditangani pun menjadi sia-sia. Korban akan semakin banyak sedangkan tenaga dan alat medis terbatas. Apa jadinya? Bayangkan saja, sungguh mengerikan.

Namun demikian, rasa takut dan cemas berlebihan juga tidak dibenarkan. Sebagai seorang muslim, kita punya pegangan dan sandaran yang kokoh banget. Ya, pegangan kita adalah aqidah islam. sandaran kita adalah Allah SWT. Adakah yang lebih kuat dari itu semua? Pasti tidak!

Tugas kita adalah mengupayakan apa yang berada pada area yang kita kuasai. Semisal berikhtiar untuk menghindari stimulus penularan seperti berkerumun, tempat keramaian, dll. Selain itu, konsumsi makanan sehat bergizi, istirahat yang cukup, menjaga kebersihan badan dan lingkungan, sesering mungkin mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker jika sedang sakit, ini semua juga masuk ke dalam wilayah yang kita kuasai dan sangat bisa kita ikhtiarkan. Gampangnya nih ya, udah deh, ikuti aja panduan yang sudah diberikan oleh para ahli yang ada. Jangan songong dan belagu buat aturan main sendiri yang justru akan membahayakan diri sendiri dan orang lain. Sip, ya!

Selanjutnya, tugas kita adalah perbanyak doa dan bertawakal. Meminta ampunan kepada Allah SWT. Memohon pertolongan-Nya agar segera tiba. Mengiba agar Allah SWT. memusnahkan virus corona. Merengek supaya masih ada kesempatan bagi kita untuk hidup dan menambah berat timbangan pahala. So,  jangan santuy, jangan pula cemas berlebihan. Cukup ikuti panduan!

iklan buletin teman surga

Beramal maksimal dalam Kondisi Minimal

Sahabat, memang tidak mudah bagi kita untuk mengisolasi diri selama 14 hari. Rasa bosan pasti akan menghampiri. Tetapi ingat, kita harus tetap bersabar dan bertahan dalam masa isolasi ini demi keselamatan bersama.

Hal yang juga paling penting untuk selalu kita ingat adalah banyaknya kebaikan bagi seorang muslim dalam kondisi apapun. Ya, dalam kondisi wabah yang menggila ini, kita sangat bisa mendulang kebaikan dan mengumpulkan pundi-pundi pahala, loh. Caranya gampang banget.

Pertama, luruskan niat kita agar ikhlas semata-mata karena Allah SWT. Diam di rumah untuk membantu memutus rantai wabah penyakit merupakan bagian dari syariat, jika kita melakukannya semata karena Allah, maka diamnya kita di rumah bisa berpahala. Asyik, kan?!

Selanjutnya, lakukan berbagai aktivitas positif  yang bisa kita lakukan di rumah. Apa saja aktivitasnya? Banyak! Kita bisa memaksimalkan belajar di rumah. Baik belajar pelajaran sekolah maupun belajar tentang keislaman. Baca buku, simak kajian di youtube, atau sesekali video call-an dengan para guru kesayangan. Lebih fleksibel dan santai, bisa sambil rebahan. Kurang enak apa coba? Alhamdulillah.

Selain itu, kita juga bisa semakin jor-joran dalam berbakti kepada kedua orang tua. Selama diam di rumah, kita bisa membantu berbagai aktivitas mereka. Bersama-sama menyiapkan hidangan makan, atau bersih-bersih rumah dan pekarangan misalnya. Ini pasti seru banget dan semakin menumbuhkan rasa kasih dan sayang. Masyaallah!

Hal penting lainnya yang juga bisa dilakukan dari rumah adalah tetap melakukan aktivitas menebar cinta. Yakni aktivitas amar makruf nahiy munkar alias dakwah. Ya, kita tetap bisa berbagi kebaikan islam dari rumah untuk teman-teman kita.

Caranya? Melalui sosial media, kita tetap bisa saling menasehati dan mengingatkan teman-teman untuk selalu terikat pada syariat. Melalui akun sosmed kita bisa menebarkan kebaikan secara leluasa. Tanpa batas, jarak, dan waktu. Kapanpun bisa panen pahala dari sana. Seru ga?

Semua sudah dikerjakan. Bantu ortu, beres. Tugas-tugas sekolah, finish. Baca-baca buku, tuntas.  Berbagi kebaikan via sosmed juga sudah. Nah, tiba waktunya bagi kita untuk perbanyak zikir agar semakin dekat dengan Allah SWT. dan bisa terhindar dari virus ini.  Berikut doa dan dzikir yang dapat kita munajatkan kepada Allah Swt.:

سورة الفاتحة

المعوذات (سورة الإخلاص وسورة الفلق وسورة الناس)

اَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ اَلَّذِى لاَ اِلَهَ اِلاَّ هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّوْمُ وَاَتُوْبُ اِلَيْهِ

“Aku memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung,  tiada Tuhan selain Dia Yang hidup kekal serta terus menerus mengurus (makhluk); dan aku bertobat kepada-Nya.” (minimal 10x)

 

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“(Aku berlindung) dengan Nama Allah yang bersama nama-Nya tidak ada sesuatu di bumi dan di langit yang bisa membahayakan. Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,” (3 kali)

 

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakan-Nya. (3 kali)

Lalu doa berikut :

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبَرَصِ، وَالْجُنُونِ، وَالْجُذَامِ، وَمِنْ سَيِّئِ الأَسْقَامِ

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari penyakit sopak, gila, kusta, dan dari segala penyakit yang buruk/mengerikan lainnya.

 

اللَّهُمَّ إِنِّي اعوذ بِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلاَءِ ، وَدَرَكِ الشَّقَاءِ ، وَسُوءِ الْقَضَاءِ ، وَشَمَاتَةِ الأَعْدَاءِ

Ya Allâh, aku berlindung kepada-Mu dari beratnya musibah yang tak mampu ditanggung, dari datangnya sebab-sebab kebinasaan, dari buruknya akibat apa yang telah ditakdirkan, dan gembiranya musuh atas penderitaan yang menimpa.

 

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيعِ سَخَطِكَ

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya kenikmatan yang telah Engkau berikan, dari berubahnya kesehatan yang telah Engkau anugerahkan, dari siksa-Mu yang datang secara tiba-tiba, dan dari segala kemurkaan-Mu.

 

Masyaallah, ternyata banyak banget kegiatan positif yang bisa kita lakukan selama masa isolasi diri ini. Intinya mah, kalau mau berbuat kebaikan pasti ada aja jalannya. Yakin deh, kita mampu beramal optimal meski dalam kondisi yang minimal seperti saat ini. tinggal kemauan kita yang harus diperbesar. Hempaskan mager dan berkeluh kesah. Tingkatkan sabar, syukur dan amal soleh untuk dapatkan berlipat kebaikan. Semangat lawan virus corona, yes! Semoga wabah ini segera berlalu, rahmat Allah SWT. tercurah untuk kita dan seluruh kaum muslimin di muka bumi ini. Amin![]

iklan buletin teman surga

 

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *