Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted on Apr 13, 2020 in Buletin Teman Surga, Headline | 0 comments

Buletin Teman Surga 109. Ramadhan yang Kurindukan

Buletin Teman Surga 109. Ramadhan yang Kurindukan

buletin teman surga 109. ramadhan yang kurindukanTak lama lagi, kita bakal berjumpa lagi dengan bulan suci Ramadhan. Bulan mulia yang ‘memaksa’ sebagian besar umat Islam untuk inget akherat. Soalnya di bulan-bulan laen, banyak dari kita yang pura-pura lupa dengan surga atau neraka. Asyik aja berlomba-lomba mengejar kesenangan dunia. Boro-boro inget ama pahala dan dosa. Ketutup sama hawa nafsu yang gak ada ujungnya.

Makanya beruntung banget kita masih bisa ketemuan lagi dengan bulan puasa ini. Jadi masih dikasih kesempatan untuk tobat. Atau minimal bisa mendongkrak kesadaran kita tentang akherat. Lantaran di bulan suci, geliat umat Islam menunjukkan tanda-tanda kehidupannya. Di dunia nyata, dunia maya, juga dalam dunia layar kaca. Segala hal yang berbau gaya hidup hedonis kudu rela dikarantina. Minggir!

iklan buletin teman surga

Jangan Jadi Kaum Rebahan

Bulan Ramadhan selalu dinanti kehadirannya. Karena di bulan ini kita punya kesempatan guede banget untuk menambah tabungan pahala kita. Coba simak cuplikan khotbah Rasulullah SAW menjelang bulan Ramadhan yang diriwayatkan Imam Ali R.A.

“Wahai manusia, sungguh telah datang kepada kalian bulan Allah yang membawa berkah, rahmat, dan maghfirah, bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama, malam-malam di bulan Ramadhan adalah malam-malam yang paling utama, jam demi jamnya adalah jam yang paling utama.

“Lalu Amirulmukminin Ali bin Abi Thalib berdiri dan berkata: ‘Ya Rasulallah, amal apa yang paling utama di bulan ini.’ Rasul yang mulia menjawab, ‘Ya Abal Hasan, amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah SWT”

“Inilah bulan yang ketika engkau diundang menjadi tetamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Pada bulan ini napasmu menjadi tasbih, tidurmu menjadi ibadah, amal-amalmu diterima, dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah, Rab-mu dengan hati yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan saum dan membaca kitab-Nya. Sungguh celakalah orang yang tidak mendapatkan ampunan Allah pada bulan yang agung ini.

“Wahai manusia! Barang siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini, dia akan berhasil melewati shiraatalmustaqim, pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Barang siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya dan membantunya di bulan ini, maka Allah akan meringankan pemeriksaannya di hari kiamat.

“Barang siapa yang menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murkanya pada hari dia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa yang memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakannya di hari berjumpa dengan-Nya, dan barang siapa yang menyambungkan tali silaturahmi di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari dia berjumpa dengan-Nya. Dan barang siapa yang memutuskan silaturahmi di bulan ini, Allah akan memutuskan dia dari rahmat-Nya.

“Siapa yang melakukan salat sunat di bulan Ramadhan, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barang siapa yang melakukan salat fardu, baginya ganjaran seperti 70 salat fardu di bulan yang lain. “Barang siapa yang memperbanyak salawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barang siapa yang pada bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama dengan mengkhatamkan Al-Quran di bulan-bulan yang lain.“Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak akan pernah menutupkan-nya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup maka mohonkanlah kepada Rab-mu agar tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar mereka tidak pernah lagi menguasaimu.

Tuh kan, bener apa yang kita bilang. Banyak banget amal kebaikan yang berbuah pahala berlipat di bulan Ramadhan. Makanya sayang banget kalo kita cuman puasa kita dipake bengang-bengong gak ada kerjaan nunggu bedug magrib dipukul. Mentang-mentan liburan, banyak waktu untuk besantuy ria. Meskipun tidurnya orang puasa berpahala, tetep aja masih lebih baik ikut kajian Islam, tilawah qur’an, atau bersedekah. Jadi, jangan biarkan Ramadhan cuman berakhir di pelaminan, eh di pembaringan. Jauh-jauh deh dari komunitas kaum rebahan. Rugi!

iklan buletin teman surga

Teladan Ramadhan Para Shahabat

Sebaik-baiknya teladan kita dalam berperilaku mulia, tentu Rasulullah saw dan para shahabat. Seperti yang mereka tunjukkan saat Ramadhan tiba. Para Shahabat sangat menanti kedatangan Ramadhan setiap tahunnya. Kerinduan mereka, bak calon pengantin menantikan hari pernikahannya. Begitu menggebu.

Nggak heran kalo ekspresi bahagia menyambut datangnya bulan mulia, ditunjukkan para shahabat sejak bulan Sya’ban. Diriwayatkan Anas bin Malik bahwa para sahabat Nabi saw jika melihat bulan sabit Sya’ban mereka serta merta meraih mushaf mereka dan membacanya. Kaum Muslimin mengeluarkan zakat harta mereka agar yang lemah menjadi kuat dan orang miskin mampu berpuasa di bulan Ramadhan. Para gubernur memanggil tawanan, barangsiapa yang mesti dihukum segera mereka dihukum atau dibebaskan. Para pedagang pun bergerak untuk melunasi apa yang menjadi tanggungannya dan meminta apa yang menjadi hak mereka. Sampai ketika mereka melihat bulan sabit Ramadhan segera mereka mandi dan i’tikaf.”

Ketika memasuki bulan Ramadhan, para Shahabat makin greget. Diriwayatkan bahwa Umar bin Khatthab menyambutnya dengan menyalakan lampu-lampu penerang di masjid-masjid untuk ibadah dan membaca Al-Qur’an. Dan konon, Umar adalah orang pertama yang memberi penerangan di masjid-masjid. Sampai pada zaman Ali bin Abi Thalib. Di malam pertama bulan Ramadhan ia datang ke masjid dan mendapati masjid yang terang itu ia berkata, “Semoga Allah menerangi kuburmu wahai Ibnul Khatthab sebagaimana engkau terangi masjid-masjid Allah dengan Al-Qur’an.”

Sebagaimana Nabi saw, dalam bulan Ramadhan mereka meningkat kedermawanannya. Pada bulan agung ini mereka semakin rajin bersedekah. Mereka melakukan demikian karena meneladani Rasulullah SAW yang digambarkan Ibnu Abbas, “Beliau lebih dermawan di bulan Ramadhan melebihi angin yang berhembus.” (HR. Bukhari, Muslim). Bentuk sedekah yang sering diberikan mereka di bulan Ramadhan ialah: memberi makan dan menyiapkan buka (ta`jil) bagi orang-orang yang berpuasa.

Sahabat semisal Abdullah bin Umar RA, setiap kali berbuka, beliau selalu menyertakan orang miskin dan anak yatim. Anda bisa membayangkan betapa besarnya sedekah mereka di bulan Ramadhan. Apa yang mereka lakukan terinspirasi dari hadits nabi yang menyatakan bahwa orang yang menyiapkannya, akan diberi ganjaran tanpa mengurangi ganjarannya sedikit pun (HR. Ahmad, Nasai).

Hal lain yang dilakukan sahabat ialah tadarus al-Qur`an. Pada momen agung ini, mereka bersungguh-sungguh dalam membaca al-Qur`an. Utsman bin Affan misalnya, menyelesaikan bacaan al-Qur`annya setiap hari sekali. Abdullah bin Amru bin `Ash mampu mengkhatamkan al-Qur`an seharian (walaupun diperintah Rasul minimal tiga hari). Ada yang mengkhatamkannya selama tiga malam sekali, ada yang tujuh malam sekali, sampai ada juga yang sepuluh malam sekali baru bisa khatam. Itu semua menggambarkan betapa semangatnya mereka dalam membaca al-Qur`an.

Di samping itu, mereka terbiasa duduk di masjid bakda shalat shubuh hingga terbit matahari. Mereka meneladani kebiasaan nabi duduk di masjid setelah subuh hingga matahari terbit (HR. Muslim). Di sisi lain, mereka juga tahu bahwa orang yang duduk di masjid pada waktu tersebut, ganjarannya bagaikan haji dan umrah secara sempurna (HR. Tirmidzi). Selanjutnya biasa dilanjutkan dengan ibadah lain seperti shalat Dhuha. Poll banget kegiatan harian Ramadhannya.

Persiapan Menjelang Ramadhan

Ramadhan udah di depan mata. Layaknya menyambut sang pujaan hati, tak ada salahnya kita persiapkan diri. Agar ramadhan kali ini lebih berarti. Biar kamu nggak bingung tanya sana-sini, berikut beberapa tips dari kami. Monggo!

Pertama, murnikan niat. Setiap amal ibadah, nggak akan punya nilai kalo ada noda dalam keiklhasan kita. Makanya hati-hati kalo dorongan kita berpuasa karena temen-temen juga puasa atau iming-iming door prize dari ortu di akhir Ramadhan. Padahal hanya yang berpuasa karena Allah swt saja yang dijanjikan pengampunan dosa. Rasul saw bersabda:

Barangsiapa shaum Ramadhan karena beriman dan ikhlas, maka diampuni dosanya yang telah lalu dan yang sekarang ( HR.Bukhary Muslim).

Kedua, sisihkan harta. Selagi masih dikasih uang jajan, bagus banget kalo kita sisihkan untuk Ramadhan ntar. Eit, jangan salah sangka ya. Uang simpanan itu bukan untuk berburu kuliner Ramadhan. Tapi untuk dilipatgandakan nilainya di hadapan Allah swt. Diantaranya dengan menyediakan ifthar alias makanan berbuka bagi yang berpuasa. Rasul saw bersabda:

“Barangsiapa pada bulan Ramadhan memberi makan kepada orang yang berbuka puasa, maka itu menjadi ampunan bagi dosa-dosanya, dan mendapat pahala yang sama tanpa sedikit pun mengurangi pahala orang lain.  Mereka (para sahabat) berkata, ‘Wahai Rasulallah, tidak setiap kami mempunyai makanan untuk diberikan kepada orang yang berbuka puasa.’ Beliau berkata, ‘Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi buka puasa meski dengan sebutir kurma, seteguk air, atau sesisip susu…Barangsiapa memberi minum orang yang berpuasa maka Allah akan memberinya minum seteguk dari telagak di mana ia tidak akan haus hingga masuk surga.” (HR. Ibnu Khuzaimah dan Baihaqi)

Ketiga, jaga lisan dan perilaku kita. Kamu pasti bisa kalo cuman menahan lapar dan haus selama kurang lebih empat belas jam. Tapi jangan lupa kalo puasa juga mengharuskan kita untuk menahan hawa nafsu dalam perkataan maupun perbuatan. Terkadang puasa sih iya, tapi gosip jalan terus. Gaul bebas tanpa hambatan. Padahal gara-gara hawa nafsu itu, kita akan kehilangan pahala puasa kita. Rasul saw bersabda:

“Betapa banyak orang yang berpuasa, tapi mereka tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali lapar dan dahaga.” (HR Ahmad)

Keempat, mengkaji Islam. Amal tanpa ilmu, gak bermutu alias nggak bernilai.  Ilmu tanpa amal, cuman nyampe teori belaka. Dalam Islam, setiap amal kudu dibarengi ilmu dan setiap ilmu kudu diamalkan. Makanya, kita kudu punya ilmunya biar amalan di bulan Ramadhan bener-bener berbuah tiket surga di akherat kelak. Disinilah pentingnya kita ikut kajian Islam.

Nah teman surga, mumpung di bulan puasa, jangan sampe waktu terbuang percuma. Ikuti kajian ramadhan online yang saban hari digelar demi menimba ilmu. Luangkan untuk tilawah qur’an setiap waktu. Syukur-syukur bisa hatam 30 juz minimal satu kali selama Ramadhan.

Yang ini juga nggak boleh kelewat, shalat tarawih sebulan penuh. Dan tetep beraktivitas seperti biasa meski #dirumahaja. Semoga Allah swt memasukkan kita dalam golongan mukmin kuat yang dicintai-Nya. Amiin. Meski puasa, tetep perkasa dan selalu greget mengejar pahala. []

iklan buletin teman surga

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *