Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted on May 14, 2020 in Buletin Teman Surga, Headline | 0 comments

Buletin Teman Surga 112. School From Home Terus Berlanjut, Bikin Seneng atau Puyeng?

Buletin Teman Surga 112. School From Home Terus Berlanjut, Bikin Seneng atau Puyeng?

buletin teman surga 112. scholl from homeAwalnya, tidak ada yang menduga bahwa covid -19 akan masuk ke Indonesia dan bertahan cukup lama. Nyatanya sejak diumumkan sosial distancing 16 Maret 2020 lalu, pandemi corona belum juga usai. Si-virus justru merajalela, menjamah setiap wilayah yang ada di seluruh nusantara. Tercatat 10.843 kasus pasien positif terpapar virus corona per 2 Mei 2020.  Innalillahi wa inna ilahi rojiun!

Kondisi seperti ini belum bisa dipastikan sampai kapan, Guys. Bahkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tengah menyiapkan skenario belajar dari rumah hingga akhir tahun 2020. Merinding enggak sih dengarnya? Yapz, artinya ada kemungkinan besar wabah corona belum mampu dienyahkan dalam waktu yang cukup panjang. Kudu seneng atau puyeng nih, Guys?

iklan buletin teman surga

Kejenuhan Mulai Melanda

Hayo ngaku, siapa yang sudah mulai gabut ngejalani belajar di rumah aja? Sepertinya rata-rata sudah dilanda resah-gelisah yang sama ya, kan? Mulai kangen kelas dan bangku. Rindu teman-teman dan jajan di kantin sekolah.  Ingin duduk menyimak guru di kelas. Tidak hanya meneguk materi pelajaran yang mereka ajarkan, tetapi juga nasihat serta adab yang melekat padanya. Berat, rindu ini sungguh berat!

Wajar kok jika memang muncul jenuh. Biasanya kita selalu berinteraksi dengan banyak teman dan kegiatan. Mobilitas tinggi lah pokoknya. Sekarang sudah lebih satu bulan kita diam di rumah aja. Belajar dan berinteraksi hanya dengan layar kotak yang terbatas. Ya, terbatas interaksi fisik dan terbatas kuota tentunya. Hehehe!

Saat ini tidak ada yang bisa kita lakukan kecuali bersabar serta terus berusaha mendekat ke Allah Swt. Perbanyak dzikir, berdoa dengan sungguh-sungguh. Semoga wabah ini segera diangkat dari muka bumi dan kita bisa kembali menjalani hidup dengan normal.

Memang kita berada pada kondisi yang sulit, namun selalu ada hikmah dalam setiap keadaan. Semakin menghargai waktu, kebersamaan, dan kedisiplinan dalam hal kebersihan merupakan hal positif yang bisa kita tingkatkan di masa pandemi ini. Harapannya bukan hanya saat pandemi, tetapi menjadi habits untuk selamanya. Semoga!

iklan buletin teman surga

Ternyata, Guru Di Rumah Lebih Garang dari Guru Di Sekolah!

”Gile, Ndro! Emak gue lebih sadis ngajarnya daripada guru di sekolah,” ada yang samaan? Jangan buru-buru membully Emak di rumah ya, Guys. Ketahuilah, tidak semua orang tua yang memiliki keterampilan sebagai guru. Apalagi harus menjadi guru dadakan untuk semua jenis mata pelajaran, ditambah lagi dengan sistem serba internet, percayalah bahwa tidak semua Emak mampu.

Peka, inilah sikap yang harus lebih kita asah lagi. Bro dan Sist, hari ini orang tua kita berada pada tekanan yang luar biasa. Dari atas, bawah, samping kanan, kiri, semuanya melindas tanpa ampun. Lebay? Biar aja! Emang begitu kondisinya. Kita kudu ngerti!

Bukan hanya mengajar kita di rumah, orang tua kita juga harus memutar otak bagaimana agar tetap berpenghasilan. Tahu, kan? Sejak pandemi corona ini banyak pihak yang terancam pendapatannya. Ada yang terkena PHK. Ada pula gulung tikar usahanya. Tidak laku jualannya. Tidak terpakai jasanya. Intinya, kondisi keuangan semakin melilit.

Yes, perekonomian keluarga sulit tetapi kebutuhan hidup terus melejit. Tahukah kita? Biaya pendidikan, listrik, BBM, kesehatan, gas, beras, bumbu, lauk-pauk, semuanya itu harus tetap dibeli meski pemasukan tidak lagi menghampiri. Pening? Ya, inilah yang dirasakan oleh Emak dan Bapak kita. sedih aku tuh, hiks!

So, jangan bawel ya kalau di perintah belajar sama Emak atau Bapak. Mingkem aja tuh mulut. Cukup bilang ”iya”, “asiap”, “ok”, ”sip, Emak-Bapakku sayang!”. Setidaknya, sikap kita yang manis tidak akan menambah beban di pundak dan pikiran mereka. Jangan lupa, doakan kedua orang tua kita agar kuat dan lulus menghadapai ujian wabah corona ini.

iklan buletin teman surga

Tidak Semua Bisa Belajar Di Rumah Saja

Dear #TemanSurga, bersyukur bagi yang tinggal di perkotaan. Peroleh fasilitas untuk bisa santuy belajar di rumah aja. Baek-baek deh itu belajarnya, jangan disia-siakan. Kenapa? Karena tidak semua peserta didik yang memiliki kesempatan untuk bisa belajar dari rumah.

Beberapa waktu lalu sempat viral, aksi seorang guru di Jawa Timur yang mendatangi muridnya satu persatu untuk mengajar. Hal ini dikarenakan kebijakan belajar di rumah diperpanjang, sedangkan banyak wali murid yang tidak memiliki smartphone bahkan juga tidak punya televisi.

Lantas bagaimana jika belajar di rumah terus berlanjut lagi dan lagi? Akankah mampu para guru ini bergerilya terus-menerus di tengah wabah yang kian ngeri? Jika tidak, lalu bagaimana nasib pelajar yang tidak seberuntung kita? Yuk, coba asah daya kritis dan kepedulian diri ini, Bro dan Sist!

Inilah realita, belum semua rakyat indonesia yang hidup dalam kecukupan. Sehingga kebijakan untuk belajar di rumah ternyata tidak mampu menjadi solusi bagi seluruh pelajar Indonesia. Kemiskinan, keterbatasan sarana dan prasarana, bagai mimpi buruk yang siap mencabik angan dan cita-cita. Haruskah berhenti belajar jika corona tidak juga kunjung kelar? Sungguh menyedihkan, Guys!

iklan buletin teman surga

Islam Punya Aturan Soal Pendidikan!

Sebagai agama sekaligus pandangan hidup, Islam punya aturan yang super duper lengkap. Termasuk dalam hal pendidikan. Sepanjang peradaban Islam, perihal pendidikan adalah soal yang sangat diperhatikan. Tidak peduli di kota atau desa, pendidikan dalam peradaban Islam dipandang sebagai kebutuhan seluruh warga negara tanpa kecuali.

Bukan hanya itu, Guys. Islam juga mengharuskan kesetaraan fasilitas, sarana dan prasarana di setiap sekolah. Tanpa peduli di mana letaknya. Kota ataukah desa. Juga tidak dilihat strata sosial peserta didiknya. Berpunya ataukah kaum papa, semuanya mendapat hak yang sama. Kualitas terbaik dari peradaban terbaik. Inilah yang pernah terjadi. Sehingga wajar, jika pada masa kejayaan Islam ini banyak ilmuan yang dilahirkan.

Selain para pelajar, guru juga tidak kalah peroleh perhatian. Bahkan, pada masa kepemimpinan Umar bin Khatab Ra., para guru diberi gaji sebesar 15 dinar atau setara dengan 30 juta, Guys! Bikin ngiler enggak, sih? Begitulah Islam dalam memuliakan ilmu dan orang yang berilmu. Masyaallah!

Jadi, seluruh pembiayaan pendidikan memang wajib dipenuhi oleh negara. dalam pandangan Islam, negara harus memastikan seluruh warga negaranya dapat mengenyam pendidikan tanpa terkecuali. Termasuk dalam masa pandemi seperti ini.

Tidak ada istilah ”siapa yang kuat maka dia menang” dalam pandangan Islam. Sebab pemangku kekuasaan akan bertanggung jawab dan bergerak memberikan pelayanan terbaik untuk seluruh rakyatnya. Apalagi di masa pandemi, makin ekstra deh pelayananya. Jika demikian, maka tidak akan ada kekhawatiran dalam proses belajar di rumah aja, kan? Guru senang, murid riang, orang tua tenang. No puyeng-puyeng club! Sebab semua berada dalam jaminan negara. Siapa yang tidak suka?

Ah, betapa rindu ini semakin menggebu untuk berjumpa dengan peradaban Islam yang kedua. Eits, semakin dekat, kok! Sabar, sebentar lagi. Insyaallah![]

iklan buletin teman surga

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *