Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted on Jun 2, 2020 in Buletin Teman Surga, Headline | 0 comments

Buletin Teman Surga 116. The Power of Syawal

Buletin Teman Surga 116. The Power of Syawal

buletin teman surga 116. the power of syawalAllahu Akbar… Allahu Akbar… Allahu Akbar… Laa ilaaha illallahu wallahu Akbar Allahu Akbar walillaahilhamd!

Hallo #TemanSurga se-nusantara, selamat lebaran, yah! Mohon maaf lahir dan batin. Semoga semua amal ibadah kita selama Ramadhan diterima oleh Allah Swt. Semoga pula kita semua peroleh predikat takwa. Amin!

Eits, ada yang sudah kangen sama Ramadhan? Nah, yuk lah kencangkan doa semoga kita dapat kembali berjumpa dengan Ramadhan tahun depan. Ya kali, umur kan tidak ada yang tahu. Siapa coba yang bisa menjamin usia kita bakal sampai ke Ramadhan besok? #AutoMendadakMelow

Bagi yang sudah tahu keutamaan Ramadhan, pasti susah banget deh untuk move on. Gimana enggak, coba? Macem-macem amal kebaikan pahalanya dilipatgandakan. Timbang tidur aja nih, dihitung pahala. Kan amazing pakai banget, tuh! Ya tapi, bukan berarti kegiatan Ramadhan kita cuma untuk rebahan aja loh. Bukan itu maksudnya, Guys!

Yapz, maksudnya itu begini: ”Tidur aja berpahala,  gimana kalau salat, baca Al Qur’an, sedekah, bantuin ortu di rumah, bersih-bersih kamar, nyapu halaman, baca buku, ikut kajian, dan kegiatan positif lainnya?” Mantabbb dah, bisa surplus nih transferan pahalanya! Yakin mau dilewatin gitu aja? Serius cuma mau rebahan selama Ramadhan? Ramadhan cuma datang satu kali loh dalam setahun.

Nah, iya. Makanya bagi yang paham, bakal mati-matian dah tu beramal selama Ramadhan. Enggak mau kehilangan kesempatan untuk memborong pahala yang lagi diobral besar-besaran, Guys! Waktunya limited, makanya tidak bisa dibawa bercanda. Kedatangannya dirindui, kepergiannya ditangisi. Yes, itulah Ramadhan yang mulia!

Eh, sedih boleh, tapi mogok dalam beramal jangan ya, Dear! Ramadhan memang telah pergi, tetapi roda kehidupan tidak boleh berhenti. Kita harus terus bergerak. Mengayunkan pedal kehidupan, sehingga rodanya akan terus berputar. Menebar banyak kebermanfaatan bagi semesta. Melanggengkan amal-amal yang telah ditempa sebulan penuh selama Ramadhan. Sehingga kita sampai pada Ramadhan tahun depan dengan kondisi iman yang kian cantik dan cemerlang. InsyaAllah!

iklan buletin teman surga

Setelah Ramadhan, Terbitlah Syawal

Tidak kalah mulia, bulan Syawal juga memiliki banyak sisi istimewa. Bulan ini dikenal dengan bulan kemenangan. Di mana seluruh kaum muslimin merayakannya setelah berpuasa selama satu bulan. Berpuasa hakikatnya bukan sekadar menahan haus dan lapar. Tetapi juga menahan diri dari segala apa yang Allah Swt haramkan. Ketika diri telah ditempa sedemikian rupa dan berhasil melewatinya, maka layaklah bulan Syawal sebagai lambang kemenangan yang disambut penuh suka cita. MasyaAllah!

Hayo, ngaku! Siapa yang bahagia plus terharu plus diam-diam mewek ketika mendengar kumandang takbir mulai menggema di malam lebaran? Yes, kita samaan! Paling enggak bisa nahan air mata ketika takbiran lebaran mulai bersahut-sahutan. Kayak ada desir-desir aneh di hati yang nyundul-nyundul mata untuk menjatuhkan mutiara. Eh, menjatuhkan air mata maksudnya. Hihihi!

Inilah fitrah manusia, Dear! Hati tidak bisa berbohong bahwa sebagai manusia kita tuh sebenarnya rindu banget dengan suasana tenang, adem, syahdu, di bawah naungan kalimat-Nya. Kita butuh Allah Swt. dalam setiap detik hidup kita. Hanya saja ya itu tadi, terkadang hawa nafsu lebih mendominasi sehingga getaran-getaran syahdu di hati seolah tidak berarti. Hiks! Semoga kita mah bukan yang termasuk mati hati kek gitu ya, Guys!

iklan buletin teman surga

Berburu Kebaikan di Bulan Syawal

Bagi yang belum bisa move on dari kemuliaan Ramadhan. Terus malah uring-uringan dan ogah-ogahan. Amalnya jadi berantakan enggak karu-karuan gara-gara ngambek pisah sama Ramadhan. Atau sagking merasa stock pahala sudah diamankan selama Ramadhan, terus sebelas bulan ke depan berencana malas-malasan. Yuk sini, kita ngobrol-ngobrol syantik dulu!

Dear #TemanSurga, hitungan amal itu tidak berhenti ketika Ramadhan telah pergi. Argo amal terus jalan, loh. Malaikat Raqib dan Atid always menjalankan tugasnya. Mencatat semua amal-amal kita. Tidak peduli di dalam atau di luar Ramadhan, selama kita masih bernafas maka selama itu pula catatan amal terus melaju. Yakin masih bertahan dalam kehaluan? Stop! Kuy, kita kudu bangkit untuk terus beramal sampai tapak kaki kita benar-benar menjejak di Surga. Asyik!

#TemanSurga nan saleh-saleha, banyak banget amalan terbaik yang sayang untuk dilewatkan selama syawalan. Berbagai amal kebaikan yang juga menjanjikan pahala menggiurkan dapat kita raup di bulan nan fitri ini. Jadi, tidak ada alasan bagi kita untuk berhenti beramal ya, Dear. Sebaliknya, kita tuh kudu semakin giat berlomba-lomba untuk berbuat kebaikan.

Lagi pula, bukankah buah takwa itu terlihat paska bulan puasa? Yapz, banyak ulama menjelaskan bahwa sukses atau tidaknya seseorang di bulan Ramadhan, ditentukan oleh kesudahannya. Maksudnya, bulan-bulan sesudah Ramadhan itu sangat menentukan apakah amalan-amalan kita selama Ramadhan diterima oleh Allah Swt. atau tidak. Nah, loh!

Menurut banyak ulama, jika amalan kita selama Ramadhan diterima oleh Allah Swt. maka kitapun akan sangat mudah dan ringan untuk melakukan amalan serupa di luar Ramadhan. Merasakan kenikmatan dalam beramal. Terus seperti itu hingga purnama silih berganti dan Ramadhan kita jumpai kembali. Catet dan inget-inget, nih!

Jelas banget deh ya, jika sesungguhnya Allah Swt. menjadikan Bulan Ramadhan sebagai wadah untuk menempah kita. Sehingga kita akan kuat dan tangguh dalam beramal saleh di sebelas bulan berikutnya. Luar biasa!

Baiklah, kembali lagi ke soalan Bulan Syawal. Apa aja sih amalan yang harus diperjuangkan? cekidot!

  1. Puasa Enam Hari di Bulan Syawal

”Siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di Bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim)

Dear pemburu pahala sebagai bekal menuju Surga, ijo enggak sih nih mata lihat hadis begini? Bener, Guys! Ini tuh udah kayak gunung emas di depan mata. Jangan biarkan lolos!

Khusus bagi sobat muslimah-nya, kudu ketat binti rinci deh itu ngehitungin kalendernya. Sebelum tamu bulanan datang, usahakan sudah kelar membayar hutang puasa Ramadhan. Setelah itu cusss nyambung ke puasa syawalnya. Cakep banget, dah!

Kapankah waktunya puasa syawal? Pastinya di Bulan Syawal ya, Guys. Bisa dimulai di hari ke dua. Jangan coba-coba puasa di hari pertama loh ya. mentang-mentang semangat mau memborong pahala, 1 Syawalpun dijabani puasa. Kagak boleh, Tong. Haram hukumnya, Neng! Bukannya pahala yang didapat, guyuran dosa dah itu yang membasahi. Ambyar!

Jadi, puasa Syawal itu boleh dilakukan mulai hari kedua di Bulan Syawal. Waktunya bebas milih selama satu bulan itu. Boleh enam hari berturut-turut. Boleh juga putus nyambung gitu, Guys! #YaelahBucin

  1. Silaturahmi

Amalan ini merupakan amal yang disyariatkan. Menjadi lebih istimewa lagi ketika dilakukan di Bulan Syawal. Saling meminta dan memberikan maaf merupakan tradisi yang mesti dibudayakan. Pastinya semakin melengkapi kesempurnaan sucinya jiwa dan hati kita di hari ya fitri. MasyaAllah!

Oh ya, lebaran kita tahun ini lebaran yang istimewa kan ya? Yup, kita berlebaran di tengah pandemi corona. Berbagai pertemuan fisik dibatasi apalagi yang bersifat berkumpul-kumpul. Sama sekali tidak boleh dilakukan. Namun demikian, aktivitas silaturahmi tetap bisa kita upayakan, kok! Kita bisa memanfaatkan teknologi untuk berlebaran tahun ini. Yes, tidak ada rotan, akarpun jadi. Paling penting, tetap peroleh rida illahi. InsyaAllah!

  1. Melanggengkan Amalan Ramadhan

Di bulan yang fitri ini harus menjadi momentum bagi kita untuk menata amalan-amalan terbaik. Sudah selama satu bulan kita ditempa untuk melakukan puasa, menahan hawa nafsu, salat wajib tepat waktu, memperbanyak salat sunnah, bersahabat dengan Al Qur’an, sedekah, dan banyak lagi amal saleh lainnya. Semestinya, waktu satu bulan sudah cukup menjadikan amal-amal tersebut sebagai habits baru bagi kita.

Jangan biarkan habits keren ini menguap begitu saja. kita harus merawat dan menjaganya agar terus ada bahkan kian kuat setiap waktunya. Bagaimana caranya? Kita bisa buat catatan perencanaan. Tempel di tempat yang selalu terlihat. Ajak orang tua, kakak, adik, saudara, bahkan teman-teman untuk melakukan hal yang sama. Kemudian saling mengingatkan satu sama lain setiap harinya. Semisal saling berlomba dalam kebaikan gitu.

Dengan demikian kita akan terpacu dan termotivasi untuk selalu berada dalam koridor ketakwaan. Tetap ya, dengan meluruskan niat. Bukan karena ingin dapat pujian manusia. Bukan pula untuk gaya-gayaan. Tetapi murni untuk mempertahankan ketakwaan. Agar Allah Swt. berikan ampunan dan keridaan. Sehingga Surga bisa kita dapatkan!

Gimana #TemanSurga, siap mempersembahkan amal terbaik meski Ramadhan telah berlalu? The power of Syawal, pancangkan niatmu sekarang untuk menjalani hari-hari dengan amalan terbaik di sebelas bulan ke depan. Semangat![]

iklan buletin teman surga

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *