Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted on Jul 1, 2020 in Buletin Teman Surga, Headline | 0 comments

Buletin Teman Surga 120. Waspada, Pencuri Masa Depan Mengintai Kita!

Buletin Teman Surga 120. Waspada, Pencuri Masa Depan Mengintai Kita!

buletin teman surga 120. pencuri masa depanHai #TemanSurga, annyeong haseo? Semakin enjoy belajar dari rumah atau justru gabut enggak tentu arah, nih? Semoga, bagaimanapun kondisinya tidak membuat kita olenglah, ya. Terlebih sebagai seorang muslim, sudah semestinya kita punya pegangan yang kokoh serta arah yang jelas dalam mengarungi lembah bukitnya kehidupan. So,  anti galau-galau club, dong. Daebak!

Ngomong-ngomong soal jalan kehidupan, pasti bakal garing kalau alurnya datar-datar bae. Normalnya, setiap kita memiliki angan-angan untuk masa depan. Butuh proses untuk mewujudkan angan-angan ini. Seringkali akan muncul banyak tantangan dalam prosesnya. Bahkan, masa depan kita rentan kecolongan, loh! Yaps, ada pencuri masa depan yang stay tune mengintai kita. Omo! Omo! Omo!

iklan buletin teman surga

Tandai Pilihan Masa Depanmu!

Dear #TemanSurga, masa depan itu identik dengan tujuan akhir yang ingin kita capai. Ibaratnya, kehidupan dunia ini adalah sebuah perjalanan dan akhirat adalah tujuan akhirnya. Ada dua tempat yang Allah Swt. siapkan di sana. Yakni Surga dan Neraka. Mau pilih yang mana?

Surga dan Neraka adalah masa depan  bagi kehidupan manusia. Lantas seperti apa masa depan untuk kita? Pertanyaan ini hanya kita yang mampu menjawabnya. Betul! Hidup adalah pilihan. Bagaimana kondisi kita kelak, ditentukan oleh pilihan-pilihan kita di masa sekarang. So, jangan sampai salah dalam menentukan pilihan jika tidak ingin masa depanmu menjadi korban.

Selayaknya muslim, tentu kita ingin masa depan yang penuh tawa di akhirat sana. Pilihannya enggak sulit, kok. Cuma ada dua, Surga dan Neraka. Iyaps, kita pasti inginkan surga sebagai tempat kembali di alam keabadian.  Hanya saja, memilih untuk masuk surga itu tidak cukup sekadar ucapan. Melainkan harus ada amal-amal pilihan selama di dunia untuk menjadi bekal bagi kita menuju Surga.

Lantas, salahkan jika kita berpikir tentang keduniaan untuk meraih masa depan selama hidup di dunia? Misal punya cita-cita ingin jadi pengusaha, dokter, guru, atau psikolog, gitu?

Nah, ini yang harus selalu diingat. Bahwa tidak ada pemisahan antara kehidupan kita di dunia dengan kehidupan di akhirat kelak. Antara kehidupan dunia dan akhirat justru memiliki keterkaitan yang sangat erat. Kita harus sadar sesadar-sadarnya, bahwa pilihan-pilihan manusia selama di dunialah yang akan menentukan destinasi akhirnya  di akhirat kelak.

Maka, apapun pilihannya selama di dunia harus dipastikan dapat menolong kita kelak di hadapan Allah Swt. Jadi tidak mengapa kita memilih cita-cita apa saja di dunia ini asalkan itu sesuai dengan syariat.  Mau jadi dokter, guru, insinyur, desainer, ataupun pengusaha, boleh-boleh saja selagi tetap menyematkan gelar takwa dalam jiwa kita.

Intinya, apapun pilihannya haruslah sesuai dengan syariat-Nya. Sebab pilihan kita inilah yang akan menentukan masa depan kita yang sesungguhnya di akhirat sana. Pastikan bahwa pilihan kita tidak hanya membahagiakan di dunia, tetapi juga harus sampai ke Surga. Yes, kita emang kudu istimewa hanya denga syariat-Nya!

Gimana, sudah yakin dengan masa depan yang mau dipilih? Tandai!

iklan buletin teman surga

Sang Pencuri Masa Depan

Dear #TemanSurga, menggapai masa depan tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh perjuangan untuk meraihnya. Berbagai halangan dan rintangan pasti akan setia membersamai. Fitrahnya memang demikian.

Dari berbagai rintangan, ada satu hal yang patut kita waspadai tingkat tinggi. Yaps, dia adalah sang pencuri masa depan. Heol?! Yes, beneran!

Dari Ibnu Abbas ra. dia berkata, Nabi Saw. bersabda: Dua kenikmatan, kebanyakan manusia tertipu pada keduanya, yaitu kesehatan dan waktu luang. (HR. Bukhari)

Nah, waktu luang seringkali melalaikan kita. Betul atau bener, Sist dan Bro? Inilah  dia pencuri masa depan itu jika kita tidak bijak dalam mengelolanya, Dear.  Setiap kita diberikan jumlah waktu yang sama, yakni 24 jam. Hanya saja pemanfaatannya dan hasil yang didapatkan akan berbeda-beda. Ada yang berfaedah. Ada pula yang unfaedah. Ini semua ditentukan oleh pilihan kita sendiri.

So, pilihlah mimpimu yang menghantarkanmu pada masa depan hakiki. Selanjutnya, lakukan manajemen waktu untuk kebaikan masa depan dunia akhirat dengan aktifitas yang bermanfaat. Semisal: menambah pahala, menambah ilmu, menambah skill, dll.

Bukan malah terhanyut dengan kegiatan yang sia-sia. Banyak rebahan, ngegame dari pagi sampai pagi, ngehalu setinggi langit. Ujung-ujungnya ngejogrok dalam keterpurukan akibat ekspektasi yang tidak disertai usaha diri. Rugi bin celaka dunia akhirat dah tuh! Aigoo!

iklan buletin teman surga

Yuk, Mengelola Waktu!

”Kemudian sesungguhnya Tuhanmu (mengampuni) orang yang mengerjakan kesalahan karena kebodohannya, kemudian mereka bertaubat setelah itu dan memperbaiki (dirinya), sungguh, Tuhanmu setelah itu benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang.”  (QS. An-Nahl:119)

Dear #TemanSurga, Allah Swt. sangat sayang kepada setiap hamba-Nya. Bahkan saat hamba tersebut berlumuran dosa, Allah Swt. tetap membukakan pintu maaf selebar-lebarnya. Allah Swt. sangat mencintai siapa saja yang bertobat kepada-Nya.

Artinya, tidak ada kata terlambat. Masing-masing kita punya kesempatan yang sama untuk meperbaiki diri. Menata kembali pilihan-pilihan dalam hidup. Memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Mengejar ridha-Nya demi peroleh masa depan Surga. Masyaalah!

Bagaimana agar waktu dapat kita manfaatkan secara optimal untuk kebaikan? Kuy, simak tips berikut!

  1. Pancangkan Niat yang Lurus

Jangan sampai lupa bahwa niat adalah perkara awal yang harus disiapkan sebelum beramal. Pastikan niat kita lurus, semata hanya karena Allah Swt. Kenapa perkara niat ini begitu penting? Yaps, karena niat adalah poin utama yang akan menentukan diterima atau ditolaknya amal kita.

”Setiap amal bergantung pada niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  1. Pastikan Caranya Benar

Ingat, selain niat yang harus lurus, cara beramal kita juga harus benar. Standar benarnya bukan mengikuti nafsu semata loh, ya. Benar di sini maksudnya adalah mengikuti apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw.

”Dan apa-apa yang diberikan Rasul kepadamu maka teri malah dia, dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.” (QS. Al-Hasyr: 7)

  1. Buat Skala Prioritas

Agar waktu yang kita miliki menjadi produktif untuk menggapai masa depan, kita harus membuat rincian aktivitas. Menyusun skala prioritas dalam hidup sehingga kita enggak galfok dalam memperjuangkan cita-cita. Caranya adalah dengan merunutkan dari yang wajib terlebih dahulu. Kemudian baru ke sunnah dan kalau masih ada waktu sisa bolehlah ke aktivitas mubah. Tetapi ingat, hanya yang berfaedah saja loh, yah!

  1. Cusss, Amalkan!

Niat sudah lurus, tata caranya sudah benar, skala prioritas juga sudah tersusun rapi. Selanjutnya adalah eksekusi. Kuy, amalkan dengan penuh semangat dan kesabaran segala sesuatu yang sudah kita rancang.

Jangan takut untuk memulai kebaikan, yes! Hal ini akan sangat mudah jika sudah terbiasa. Maka tugas kita hanyalah membiasakannya saja. Yaps, membiasakan diri untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Mengisinya dengan amal saleh serta penguasaan skil-skil tertentu sebagai bekal kehidupan di dunia dan akhirat. Jika kita istikomah dalam mengamalkannya, insyaallah masa depan kita adalah Surga. Hwaiting! Fighting! Semangat![]

iklan buletin teman surga

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *