Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted on Jul 16, 2020 in Buletin Teman Surga, Headline | 0 comments

Buletin Teman Surga 122. Remaja Melek Finansial, Why Not!

Buletin Teman Surga 122. Remaja Melek Finansial, Why Not!

buletin teman surga 122. remaja melek finansialPandemi corona masih bertahan. Sekolah pun kembali resmi diliburkan. Praktis, hampir semua kegiatan dialihkan ke dunia dalam jaringan. Maka rebahan menjadi posisi ternikmat dalam menjalani hari-hari yang tidak  biasa ini. Ngusap-ngusap layar hp udah melebihi jadwal minum obat. Over dosis deh rasanya. Ada yang samaan?

Belum lagi godaan saat berselancar di samudera persosmedan. Bbeeeh! Banyak iklan berseliweran. Segala rupa penawaran terpampang nyata di beranda. Dari mulai cemilan, aksesoris hp, fashion, dan aneka barang menggiurkan lainnya berlenggak-lenggok minta perhatian. Huh! Sering deh khilaf klik ”Beli sekarang”. Padahal setelah dipikir-pikir, apa yang dipesan itu hanya keinginan bukan kebutuhan. Ada yang begitu juga? Hiks!Fix, Dear! Kita para remaja harus melek finansial agar hidup lebih bijak dalam memperhitungkan nominal. Ingat, dalam persoalan harta ini kelak kita akan ditanya ”dari mana” dan ”untuk apa”. Bukan kaleng-kaleng nih, Guys. Kalau sudah menyangkut pahala dan dosa, enggak ada kata santuy untuk kita. Sepakat!

iklan buletin teman surga

Sumber Penghasilan Remaja

Biarpun masih remaja dan berstatus siswa sejatinya kita sudah memiliki sumber penghasilan loh, Guys. Yapz, sebab kepemilikan harta di dalam Islam itu bukan sekadar dari bekerja. Tanpa bekerja pun, seseorang bisa peroleh harta. Dari mana? Salah satunya adalah dari pemberian. Nah, coba dihitung sudah berapa jumlah rupiah yang orang tua berikan untuk kita? Dijamin bakal kesulitan deh menghitungnya. Enggak terhitung, kan?

Eh, tapi, sebagai remaja kita juga sangat bisa kok bekerja untuk menghasilkan uang. Di zaman serba digital seperti saat ini, rasanya banyak cara untuk bisa menghasilkan uang. Secara mandiri kita bisa berjualan apa saja secara online. Minimal untuk kalangan teman sekitar dulu. Eits, tapi tetap harus patuhi protokol loh, ya. Hanya menjual sesuatu yang halal. Aaasiap!

Apa sih pentingnya ngomongin sumber penghasilan bagi remaja? Jelas sangat penting, Guys. Sebab kita adalah seorang muslim dan semua urusan itu tidak ada yang sia-sia. Semuanya penting di dalam Islam. Apalagi masalah harta, penting banget untuk diobrolin. Seperti yang sudah kita singgung di awal tadi, soal harta ini berat hisabnya. Nah, loh!

Dear #TemanSurga, rasa syukur akan muncul dengan mengetahui dari mana sumber harta yang kita miliki. Jika syukur itu sudah bertabur di hati, maka kita tidak akan sembarangan lagi dalam memperoleh dan membelanjakan harta. Kita akan mudah mendeteksi dari mana dan untuk apa harta yang kita punya. Kita akan berjuang untuk mendapatkan harta yang halal. Juga membelanjakannya untuk apa-apa yang diridai Allah Swt. Begitulah rasa syukur, mendekatkan kita kepada takwa. Masyaallah!

Jadi, meskipun sumber penghasilan kita baru dari orang tua saja, kita juga tetap harus memastikan bahwa itu halal. Artinya, kita benar-benar menerima pemberian itu dari orang tua. bukan mengambil sendiri tanpa izin. Uppss, ini namanya mencuri ya, Guys! Jangan dilakukan meskipun itu milik orang tua kita sendiri. Mencuri tetaplah mencuri dan dia haram hukumnya. Harta yang didapat dari mencuri pun menjadi haram dan haram pula dibelanjakan untuk apapun. Tahukan konsekuensi haram? Yaps, haram sama dengan dosa, dosa sama dengan neraka. Ampun, dah! Amit-amit!

Nah, sudah tergambar kan kenapa penting ngomongin sumber penghasilan bagi remaja? Yes, agar kita paham dan memastikan bahwa uang yang kita pakai untuk beli cilok itu adalah uang yang halal. Sehingga tubuh kita tumbuh tanpa terpapar sedikitpun keharaman. Alhasil, belajar jadi berkah. Ibadah terasa mudah. Hidup di dunia terasa indah. Mati dengan gelar husnul khatimah. Di akhirat mendapat Jannah. Omo!

iklan buletin teman surga

Prinsip dalam Membelanjakan Harta

Setelah tahu dari mana sumber harta yang kita punya, selanjutnya adalah cari tahu bagaimana cara membelanjakannya. Bener banget, Dear! Islam memang super keren dengan seperangkat aturan yang telah Allah Swt tetapkan. Begitu detailnya, sampai permasalahan belanja juga masuk dalam pembahasan. Enggak sembarangan nih, Guys! Allah Swt. langsung berikan panduan untuk kita dalam perkara ini.

”Janganlah kalian berbuat israf (menafkahkan harta di jalan kemaksiatan) karena Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat israf.”(QS. al-An’am [6]: 141)

Nah, jelas banget kan ya! Meskipun harta itu ada dalam genggaman kita, bukan berarti kita bebas mau pakai buat apa saja. Batasannya sudah sangat jelas dalam firman Allah Swt. Bahwa kita dilarang membelanjakan harta dalam kemaksiatan.

Karena hakikatnya, harta yang  ada di kita itu hanyalah titipan, Guys. Hak milik tetap ada pada Allah Swt. sebagai Sang Penguasa alam semesta. So, dalam menggunakan harta kita harus dapat izin dari-Nya. Alias enggak boleh asal nyelonong aja beli-beli ini dan itu. Catet!

Termasuk dalam kemaksiatan adalah menjadikan hawa nafsu dalam menghambur-hamburkan harta. Yaps, lebih kepada mengutamakan keinginan (nafsu) dari pada kebutuhan. Hayo ngaku, siapa yang begini? Kuy istigfar berjamaah! Nastagfirullah!

Tidak dipungkiri, sih! Bahwa saat ini godaan belanja itu sangat besar. Bukan hanya kaum emak-emak yang diserang tawaran menggiurkan. Kita para kalangan remaja pun tidak lepas dari bidikan para pembuat iklan. Mulai dari produk yang unyu-unyu sampai tawaran diskon gila-gilaan, seringkali membuat kita kalap enggak karu-karuan. Pontang-panting cari aliran dana demi mendapatkan apa yang sedang diinginkan. Tidak jarang manyun ke orang tua gara-gara enggak dapat barang incaran. Busyet bener deh tuh tukang iklan, tahu aja kalau saat ini kita selalu on di jagad persosmedan! Serbuan iklan berhamburan membutakan mata dan pikiran. Tepok jidat!

Kalau sudah sekacau ini, lantas bagaimana solusinya? Tenang, selalu ada solusi dalam Islam. Mari kita simak bersama pesan-pesan berikut ini. Cusss!

iklan buletin teman surga

Bedakan antara Kebutuhan dan Keinginan

Dear #TemanSurga, ketahuilah bahwa Islam membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Disebut kebutuhan adalah ketika sesuatu itu tidak kita dapatkan maka akan menyebabkan kematian. Apa saja yang termasuk kebutuhan?  Makanan, minuman, pakaian, dan tempat tinggal merupakan kebutuhan bagi manusia. Demikian juga pendidikan, kesehatan, dan keamanan.

Nah, Islam memandang bahwa kebutuhan ini bersifat terbatas. Artinya, kita bisa menakar seberapa harta yang harus dibelanjakan untuk memenuhi kebutuhan hidup kita. Misalnya seperti makan. Lambung kita pasti memiliki keterbatasan dalam menampung makanan, kan? Begitu juga dengan kebutuhan yang lainnya, memiliki sifat yang terbatas. Artinya, dalam memenuhi kebutuhan untuk hidup semestinya tidak perlu berfoya-foya.

Adapun yang memiliki sifat tidak terbatas itu adalah keinginan. Keinginan ini lebih cendrung kepada hawa nafsu. Seringkali berhasrat membeli sesuatu bukan karena butuh tetapi hanya sekadar ingin. Inilah yang menjadikan kita terpacu untuk berbudaya konsumtif. Membeli apa saja yang terlihat. Istilahnya mah lapar mata. Akhirnya tanpa sadar telah berprilaku boros bahkan mubazir. Betul apa bener?

Lalu bagaimana agar kita bisa mengendalikan keinginan sehingga dapat menggunakan harta sesuai dengan kebutuhan?  Kita bisa memulainya dengan mendahulukan skala prioritas. Pertama, membeli benda atau makanan hanya yang halal saja. Standar halal ini sudah harga mati, yes. Tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Kedua, pastikan barang atau makanan itu memang kita butuhkan. Sebelum membeli coba pikirkan terlebih dahulu. Jika berbentuk makanan maka timbang-timbang maslahatnya untuk tubuh. Membawa maslahat atau mudharat. Jadi mengkonsumsi sesuatu bukan hanya sekadar enak atau kekinian semata, tetapi juga harus dipertimbangkan kebaikannya untuk tubuh. Sebab memasukkan makanan atau minuman sembarangan ke dalam tubuh adalah bentuk kedzaliman terhadap diri sendiri.

Jika yang akan kita beli dalam bentuk benda, kitapun harus jeli dalam memilihnya. Pastikan barang tersebut memang kita butuhkan. Kemudia ia akan kita gunakan dalam kebaikan. Menjadi sarana untuk menunjang kebaikan masa depan  di dunia dan akhirat kita.

Ketiga, kendalikan diri dari budaya konsumtif dengan selalu bersikap qonaah.  Yakni bersyukur dengan apa yang sudah dimiliki. Tutup mata dari berbagai godaan iklan yang menggila. Dari pada stalking aneka promo dan diskonan, lebih baik mata digunakan untuk mengulang pelajaran atau hafalan Al Qur’an. Cakep!

Keempat, jangan lelah untuk terus mengkaji Islam secara kaffah alias menyeluruh. Hal ini dipastikan mampu membentengi diri kita dari bisikan hawa nafsu setan. Sebab pemahaman ilmu Islam adalah senjata bagi kita untuk melawan derasnya arus kebebasan dalam kehidupan. Memahami Islam secara keseluruhan artinya kita memiliki pegangan yang kokoh dalam menghadapi berbagai godaan. Insyaallah kita pun tidak akan hanyut terseret-seret tren yang tidak pernah ada habisnya. Yapz, kita menjadi pribadi yang memiliki prinsip hidup sekokoh karang. Tidak tergoyahkan!

Dear remaja, semoga semakin semangat ya untuk bijak dalam mengelola finansialnya. Ingat, bahwa harta yang kita punya kelak akan dimintai pertanggungjawaban. Pastikan bahwa harta kita bersumber dari yang halal dan dibelanjakan hanya untuk yang halal lagi kita butuhkan. So, remaja melek finansial? Why not! Justru harus bin kudu![]

iklan buletin teman surga

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *