Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted on Jul 30, 2020 in Buletin Teman Surga, Headline | 0 comments

Buletin Teman Surga 124. Guys, Pengorbananmu untuk Apa?

Buletin Teman Surga 124. Guys, Pengorbananmu untuk Apa?

Allahuakbar! Allahuakbar! Allahuakbar!

Idul Adha hanya tinggal hitungan hari lagi. Suka cita umat Islam dalam menyambut hari besar ini sudah mulai terhirup aromanya. Paling terasa adalah suasana berkurban yang gencar digaungkan oleh berbagai kalangan. Yapz, Idul Adha adalah hari raya kurban!

iklan buletin teman surga

Perjuangan Butuh Pengorbanan

Menurut kalian, hidup ini butuh ada perjuangan enggak sih? Emmm, kalau dipikir-pikir sih ya, bagaimana mungkin hidup tanpa berjuang? Bahkan sejak sel sperma mau bertemu dengan indung telur lalu kemudian menjadi kita, ini aja udah penuh perjuangan. Iya, kan? Ok, fix! Hidup adalah perjuangan!

Sudah menjadi aturan alam bahwa perjuangan memiliki sahabat karib yang bernama pengorbanan. So, kita tidak perlu alergi dengan istilah berkorban ya, Guys. Tanpa kita sadaripun, sepanjang hidup yang telah kita lalui sejatinya penuh dengan pengorbanan. Benarkah?

Coba lihat anak bayi. Para bayi itu harus berjuang dan berkorban untuk bisa telungkup, merangkak, sampai akhirnya berjalan. Jatuh bangun loh itu prosesnya. Kejedot, keguling, kepleset, macem-macem deh halangan dan rintangannya. Nah kan, bayipun juga harus berjuang dan berkorban dalam kehidupan. Hihihi!

Bagaimana dengan kita yang udah beranjak gede ini? lebih kompleks lagi deh perjuangannya. Kita sering kali dihadapkan dengan banyak soal dalam hal pendidikan, pergaulan, sosial, keluarga dan lain sebagainya. Semua soal ini membutuhkan perjuangan untuk menaklukkannya. Tentu saja, pengorbanan akan turut menyertai di dalamnya. Ya, sekali lagi, karena memang perjuangan berteman akrab dengan pengorbanan. Ok, fine!

Sekolah pasti harus berjuang. Disiplin datang dan pulangnya. Belajar sungguh-sungguh agar mendapatkan ilmu. Taat dan tertib pada aturan yang ada. Mengerjakan setiap tugas yang diberikan oleh guru. Semua ini membutuhkan pengorbanan baik waktu, tenaga, pemikiran, juga harta. Iya, kan?

Berteman juga seringkali menuntut pengorbanan. Korban perasaan paling sering deh kayaknya. Hihihi! Yah, intinya mah dalam pergaulan kita juga dituntut untuk berkorban. Adakalanya kita harus menekan ego dan marah demi utuhnya sebuah persahabatan. Hayo siapa yang pernah berkorban demikian? Ada nyesek-nyeseknya ya, kan? Wkwkwk!

Berhadapan dengan keluargapun sama. Kita juga harus berjuang dan berkorban di dalamnya. Macem-macem deh pengorbanannya agar suasana di tengah keluarga tetap hangat dan menyenangkan. Bahkan barangkali ada yang turut berjuang demi tetap berjalannya roda perekonomian keluarga. Membantu mencari nafkah di sela-sela kesibukan sekolah. Masyaallah!

Ada pula yang rela berjuang dan berkorban demi sang idola. Dibela-belain nahan selera buat jajan demi bisa beli tiket konser si doi, atau sekadar koleksi marchandise bergambar dirinya. Sumpah, pasti banyak nih yang rela berkorban kayak gini. Bener enggak nih? *Jawab dalam hati masing-masing aja! Hehehe!

Gimana dear, tergambar jelas yah bahwa perjuangan dan pengorbanan itu sangat dekat dengan kita. Luar biasa,  ternyata kita sehero itu loh dalam perjuangan dan pengorbanan. Daebak!

iklan buletin teman surga

Pengorbanan itu Niscaya, Bagaimana dengan Pahalanya?

Ok, nyata kita sadari bahwa hidup ini pasti butuh perjuangan dan pengorbanan. Banyak hal yang sudah kita korbankan di sepanjang usia yang kita punya kan? Nah, pertanyaannya adalah untuk apa sih pengorbanan yang kita curahkan?

Jadi gini Dear, setiap aktivitas kita itu sejatinya tidak hanya berhenti sampai di dunia aja. Yapz, berbagai kata dan perbuatan kita juga akan terbawa-bawa sampai di hadapan Allah Swt. Dia akan menjadi penentu nasib kita di akhirat kelak. Dosa atau pahala, surga atau neraka, semuanya ditentukan oleh amalan kita di dunia.

Artinya, alangkah ruginya diri kita jika lelah-lelah berkorban tetapi tidak mendapatkan pahala di sisi-Nya.  Bahkan tidak hanya rugi, tetapi juga celaka. Oleh karena itu, mulai sekarang kita harus serius bertanya dan mengkaji ”Pengorbananku untuk apa?”

Maka, semestinya kita hadirkan Allah Swt. dalam amal-amal kita. Niatkan ikhlas semata hanya karena Allah Swt. setiap kali beramal. Selain itu pastikan bahwa cara-cara yang kita tempuh dalam beramal sesuai dengan apa yang Rasulullah Saw. teladankan. Jangan sekali-kali menyalahi.

Apabila niat dan cara dalam beramal sudah benar, insyaallah bukan hanya lelah berkorban yang kita dapatkan. Tetapi berlipat kebaikan akan Allah Swt. curahkan untuk kita. puncaknya, Allah Swt. akan meridai kita sebagai hamba-Nya. Adakah kebahagiaan yang melebihi dari ini? sungguh tidak ada, kawan!

Inilah yang harus kita fokuskan dalam perjuangan dan pengorbanan. Yakni memastikan bahwa apapun yang kita kerjakan, pahalanya harus kita dapatkan. Ya, dengan senantiasa melibatkan Allah Swt. dan Rasulullah Saw. dalam setiap aktivitas kita. Bravo!iklan buletin teman surga

Berkorban dalam Ketaatan!

Menjelang momen Idul Adha ini tentu kita akrab banget dengan kata kurban ya kan? Yapz, kita juga pasti sudah hafal tentang kisah Nabi Ismail yang menyerahkan lehernya untuk disembelih oleh sang ayah (Nabi Ibrahim). Lalu kemudian Allah Swt. menggantikan Ismail dengan seekor domba untuk kemudian disembelih dan dikurbankan.

Nah, sebenarnya apakah kisah ini hanya berhenti di teksnya begitu saja? Tentu saja tidak, Guys. Ada banyak hikmah bertabur dari kisah yang melatarbelakangi hari raya kurban ini. sebagai generasi muslim kita wajib mengulik hikmah tersebut untuk kemudian menjadikannya pelajaran dalam kehidupan. Sehingga jalan hidup kita akan menjadi lebih baik lagi ke depannya. Cimiwiw!

Kisah tentang Nabi Ismail pada hakikatnya mengajarkan kepada kita tentang makna ketaatan  yang totalitas kepada Allah Swt. Tidak ada keraguan sedikitpun di dalam hati ketika sesuatu itu datang dari-Nya. Maka sikap seorang muslim ketika mendengar seruan Allah Swt. adalah ”Saya mendengar dan saya taat”. Bukan malah sebaliknya, ”Saya mendengar, tetapi pikir-pikir dulu deh!”. Gubrak!

Seruan untuk menghamba kepada Allah Swt. secara totalitas ini sangat gamblang disebutkan di dalam Alquran yang mulia. Adalah surat Al-Baqarah ayat 208, begitu gamblang menjelaskan.

”Wahai orang-orang yang beriman masuklah ke dalam Islam secara menyeluruh. Dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al Baqarah:208)

Jelaslah bahwa tiada pilihan bagi kita dalam ketaatan. Tidak boleh bagi kita menjadikan Islam seperti hidangan di meja prasmanan. Terlarang pilih-pilih bagi kita jika sudah berbicara soal syariat-Nya. Taat sepenuhnya, inilah sikap yang harus kita rawat sebagai hamba-Nya.

Oleh sebab itu, maka sudah semestinya kita mengarahkan medan perjuangan dan pengorbanan pada sesuatu yang Allah Swt. perintahkan. Hentikan segala rupa perjuangan jika ternyata itu hanya membawa pada kesia-siaan. Terlebih lagi membawa kita pada murka Allah Swt., fix tidak ada basa-basi! Bay-bay, ucapkan selamat tinggal deh segera!

Jika semua amalan hakikatnya adalah perjuangan dan pengorbanan, maka pastikan amalan kita membawa kebahagiaan di dunia dan akhirat. Mari kita berjuang dan berkorban untuk menjadi pribadi yang lebih saleh-saleha. Berjuang dan berkorban untuk meninggikan kalimat Islam. Berjuang dan berkorban untuk mengembalikan kemuliaan dan persatuan umat Islam. Bagaimana caranya?

Pertama, sisihkan waktu khusus untuk kita korbankan dalam mengkaji Islam. Yapz, butuh pengorbanan untuk meluangkan waktu agar bisa duduk di majelis ilmu, Guys! Berapa banyak tawaran kongkow, nonton, dan kegiatan hedon lainnya yang mesti kita abaikan demi bisa ikut kajian Islam? Pastinya, semakin banyak tawaran hedon yang kita abaikan demi bisa ikut kajian, maka akan semakin besar pula kebaikan yang akan Allah Swt. berikan. Allah Swt. bayar kontan untuk kita, Guys! Buktiin, deh!

Kedua, amalkan setiap ilmu yang sudah kita dapatkan. Meski tertatih-tatih, tetaplah bertahan untuk mengamalkan setiap kalam-Nya. Menutupi aurat, menjaga pergaulan, bakti pada orang tua, giat belajar, dan aneka kebaikan lainnya. Meski sedikit, lakukan itu secara terus menerus hingga akhirnya akan menjadi kebiasaan yang begitu indah dalam kehidupan. Masyaallah!

Ketiga, tebarkan ilmu yang kita pahami sebagai tanda cinta pada sesama. Jangan pendam kemuliaan ilmu pada diri sendiri. Ilmu apalagi dalam hal kebaikan Islam, harus ditebar ke seluruh penjuru alam. Jika kita cinta dan sayang pada siapapun, maka kita tidak akan mebiarkannya berada dalam kegelapan, kan? Kita juga tidak akan tinggal diam melihatnya berada di tepi jurang yang mematikan. Kita akan berlari dan memberikan cahaya padanya. Memberikan pertolongan untuknya. Yakni dengan merangkul dan membimbingnya untuk menapaki jalan yang sama dengan kita. Belajar dan mengamalkan Islam! Luar biasa!

Demikianlah fokus perjuangan dan pengorbanan yang mesti kita lakukan. Agar tidak hanya lelah yang kita dapatkan. Tetapi juga pahala yang membawa bahagia sampai ke Surga. Dear #TemanSurga, yuk semangat bejuang dan berkorban untuk Islam, yes! Kita pasti bisa![]

iklan buletin teman surga

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *