Buletin Teman Surga 136. Cinta Nabi Saw., Harga Mati!

0
52
buletin teman surga 136. cinta nabi harga mati

buletin teman surga 136. cinta nabi harga matiKatakanlah, “Jika kalian (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Ali Imran[3]:31)

Hai #TemanSurga, sudah pada tahu belum dengan nash Alquran di atas? Jangan-jangan baru pada tahu. Wah, wah, wah! Bisa tereliminasi dari golongan yang mendapat syafaat Rasulullah Saw, nih. Mau? Jangan ya, Dear!

Jadi begini, ketika kita mengaku sebagai seorang muslim, maka kita tidak boleh hanya beriman kepada Allah Swt. tetapi mengingkari Rasulullah Saw. Kewajiban kita sebagai muslim adalah beriman kepada Allah Swt. dan juga Rasul-Nya. Begitupun dalam beramal, harus bin kudu mengikuti Allah Swt. sekaligus Baginda Nabi Saw. yang mulia. Begitu, ya!

Termasuk dalam mencinta dan mengharapkan cinta. Maka kita harus mencintai dan berharap dicintai oleh Allah Swt. plus Rasulullah Saw. juga. Sebagaimana yeng telah Allah kabarkan dalam QS. Ali Imran ayat 31 tadi, bahwa siapa yang mengikuti Nabi Saw. maka akan mendapatkan cinta dan ampunan dari Allah Swt. Siapa saja yang telah dicintai dan diampuni oleh Allah Swt. maka baginya adalah surga. Masyaallah!

iklan buletin teman surga

Tak Kenal Maka Tak Sayang

Sebagaimana pribahasa berkata ”tak kenal maka tak sayang”, maka begitu pula kadar cinta kita kepada Nabi Saw. Seberapa besar cinta kita untuknya, sangat dipengaruhi oleh seberapa dekat kita mengenali Beliau Saw. Sudah sejauh apa kamu mengenal sosok Muhammad Saw? Yuk lah kita sama-sama berkenalan lebih dekat dengan kekasih Allah Swt. ini. Cekidot!

Namanya Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib. Beliau adalah sosok yang istimewa sejak lahir ke dunia. Seluruh penduduk Mekah bersuka cita menyambut kelahirannya. Keberkahan seketika dirasakan oleh segenap masyarakat Quraisy pada saat itu.

Gelar Al Amin telah tersemat kepada Muhammad Saw., jauh sebelum dirinya diangkat menjadi Rasulullah. Ada yang tahu apa arti al-amin? Ya, al-amin berarti terpercaya. Pemuda berparas tampan ini memang selalu amanah dalam setiap kata dan lakunya. Tidak pernah sekalipun berdusta. Maka wajar jika penduduk Mekah kompak memberikan gelar Al Amin kepadanya.

Muhammad bin Abdullah adalah sosok yang sangat baik. Hal ini jelas diakui oleh seluruh masyarakat Quraisy bahkan juga diakui oleh masyarakat di luar Mekah. Semua orang sangat mencintai dan menyayangi keturunan Abdullah Muthalib ini. Hingga tibalah waktunya, manusia istimewa ini memperoleh wahyu. Dirinya diangkat menjadi seorang Rasul. Sejak saat itu, dirinya tidak hanya baik secara pribadi tetapi juga berupaya untuk melakukan perbaikan di tengah-tengah masyarakat yang jahiliyah.

Pandangan masyarakat kepada Baginda Nabi Saw. pun mulai berubah sejak saat itu. Rasa cinta berganti menjadi benci. Telinga mereka terasa panas mendengar dakwah demi dakwah yang Rasulullah Saw. sampaikan. Mereka merasa terusik dengan aktivitas utusan Allah Swt. ini yang selalu mengkritisi kezaliman. Orang-orang jahiliyah itu merasakan hati yang terbakar hingga kemarahan menjadikan pandangan mereka gelap. Sulit menemukan cahaya kebenaran.

Perjuangan dalam dakwah terus dilakukan oleh Baginda Nabi Saw. Berbagai rintangan dan halangan Beliau hadapi dengan penuh kesabaran. Cacian, celaan, hinaan, bahkan penganiayaan acap kali menghampiri. Namun tetap saja, semua ini tidak mengendorkan langkah Rasulullah Saw. untuk tetap mendakwahkan Islam.

Begitulah perjuangan Rasulullah Saw. dalam dakwah. Semua ini Beliau lakukan demi kita, umatnya. Ya, sejak 1400 tahun lalu Beliau telah benar—benar mencintai kita. Jauh sebelum kita terlahir ke dunia. Begitu cintanya Beliau kepada umatnya, hingga Beliau rela berjuang demi  memperjuangan jalan keselamatan untuk kita. Jalan itu adalah Islam yang kita kenal hingga saat ini. Masyaallah!

Bukan hanya itu saja, Rasulullah Saw. juga senantiasa memintakan maaf atas segala kesalahan kita kepada Allah Swt. Dirinya sangat mengkhawatirkan nasib kita. Tidak ada yang Beliau inginkan kecuali keselamatan dan surga untuk umatnya. Beliau memiliki istri, anak, keluarga, kerabat dan sahabat yang memujanya. Tetapi nama kita jua yang terus Beliau ulang di akhir hidupnya. ”Ya Ummati, ya ummati, ya ummati…!”. Allahumma Shalli ‘ala Muhammad. Assalamualaika ya Rasulallah. Assalamualaika Ya Habiballah.

iklan buletin teman surga

Membalas Cinta Nabi Saw.

Adakah cinta manusia kepada sesama sebegitu besarnya, melebihi cintanya Nabi Saw. kepada umatnya? Enggak ada! Cinta Rasulullah Saw. kepada umatnya tidak dapat ditandingi oleh siapapun. Pengorbanannya demi cinta kepada umatnya, tidak akan ada yang bisa mengimbangi. Sungguh besar. Sangat besar! Lantas, tegakah kita mengkhianati cintanya? Mestinya enggak akan tega. Apalagi cinta Beliau adalah cinta yang akan menghantarkan kita sampai ke Surga. Bagaimana mungkin kita akan mengabaikannya? Sungguh merugi orang-orang yang mengabaikan cintanya Nabi Saw.

Maka sudah sepantasnya kita membalas cintanya Baginda Nabi Saw. Bagaimana caranya? Sedangkan Nabi Saw. sudah tidak ada lagi di muka bumi ini. Beliau sudah lama meninggal dunia. lalu dengan cara apa kita membalas cintanya?

Senantiasa bershalawat untuk Beliau Saw. adalah sebuah keharusan. Insyaallah sudah menjadi rutinitas harian. Namun tidak cukup sekadar bershalawat. Lebih besar dari itu, bukti nyata cinta kita kepada Nabi Saw. adalah dengan mengamalkan apa yang Beliau Saw. wariskan. Yakni Alquran dan As Sunnah. Catat!

Mengaku mencintai Nabi Saw., maka sudah selayaknya mencintai apapun yang Beliau Saw. contohkan. Secara suka rela kita mesti berupaya untuk menjadi orang baik. Bahkan tidak hanya baik sendirian, tetapi juga berjuang sebagaimana Rasulullah Saw. untuk memperbaiki seluruh umat manusia.

Sebab memang begitulah yang Beliau contohkan, kan? Memiliki kepribadian yang baik dan peduli dengan kondisi umat. Dua hal ini harus kita instal ke dalam diri. Pastikan bahwa kepribadian yang melekat pada diri kita adalah kepribadian Islam. Yakni berupa pola pikir dan pola sikap Islam. Kemudian peka terhadap persoalan umat sekaligus melakukan amar makruf nahiy mungkar di dalamnya. The best!

Bagaimana agar kepribadian Islam dan kepekaan terhadap urusan umat bisa terinstal sempurna? Tidak ada cara lain kecuali kita harus terus belajar, mengkaji Islam. Ingat, kajian yang dilakukan harus menyeluruh. Tidak boleh setengah-setengah. Misal hanya mengkaji soal salat saja, puasa saja, atau zakat saja. Kajian semisal ini harus disempurnakan sebagaimana Islam yang sempurna.

Ya, Islam yang dicontohkan oleh Baginda Nabi Saw. adalah Islam yang paripurna. Tidak hanya mengatur persoalan ibadah ritual. Tetapi mengatur seluruh aspek kehidupan. Dari mulai bangun tidur hingga bangun negera, ada  aturannya dalam Islam. Demikianpun dengan bagaimana tata cara masuk ke dalam toilet sampai pada tata cara bagaimana agar masuk surga, lengkap aturannya dalam Islam. Masyaallah!

Masih mengaku cinta kepada Rasulullah Saw.? Jangan hanya di ucapan tetapi segeralah amalkan apa yang telah Beliau Saw. wariskan. Mencintai Nabi Saw. artinya mencari jalan keselamatan untuk diri kita sendiri. Sungguh, benci ataupun cinta tidaklah berpengaruh pada posisi Rasulullah Saw. yang mulia di sisi-Nya. Lantas untuk siapa sebenarnya cinta itu? Sejatinya cinta tersebut akan kembali kepada diri kita sendiri. Mencintai Nabi Saw. sama dengan meniti jalan untuk peroleh syafaatnya sebagai bekal untuk menuju Surga. Jika begini, tidak ada kata lain. Lantangkan dengan penuh keyakinan, cinta kepada Nabi Saw. adalah harga mati. Tidak akan pernah bisa dinegosiasi. Allahuakbar!   []

iklan buletin teman surga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here