Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted on Nov 15, 2020 in Buletin Teman Surga, Headline | 0 comments

Buletin Teman Surga 138. Para Pahlawan Kehidupanku

Buletin Teman Surga 138. Para Pahlawan Kehidupanku

buletin teman surga 138 Para Pahlawan KehidupankuBangsa yang besar adalah Bangsa yang menghormati jasa para pahlawannya. Kalau dipikir-pikir, kalimat tersebut ada benarnya loh, Sobat. Coba bayangkan, bagaimana jadinya kalau kita-kita yang hidup di masa kini enggak hormat sama jasa pahlawan. Lebih parah lagi, sampai enggak tahu sejarah pahlawannya. Ya ampun, bisa kacau dunia. Beneran!

Bagaimana enggak, coba? Dengan sikap apatis dan individualis yang terpelihara maka akan terkikis hormat kita kepada yang berjasa. Akhirnya berbuat suka-suka. Bahkan tanpa sadar, bisa jadi mengkhianati semangat juang para pahlawan. Korupsi, menjual aset negara ke swasta atau asing, suap-menyuap, dan perbuatan buruk lainnya. Apa namanya jika bukan pengkhianat?

Nah, makanya penting bagi kita mengetahui tentang seluk-beluk para pahlawan dalam kehidupan kita. agar kita menjadi generasi yang santun, hormat pada mereka yang berjasa. Kemudian mengambil pelajaran serta semangat juang untuk menghantarkan bangsa dan agama kita memimpin peradaban dunia. Keren banget!

iklan buletin teman surga

Mengingat Peristiwa 10 November

Hayuk, sini! Kita duduk sambil ngobrol tentang peristiwa 10 November. Ada apakah gerangan?

”Ada peringatan hari pahlawan!”

Iya, betul. Ini sih semua juga tahu. Secara informasinya selalu terpampang di kalender. Juga senantiasa disiarkan kemeriahan perayaannya di segala lini media. Jadi kebangetan kalau sampai enggak tahu soal peringatan hari pahlawan ini. Hehehe!

Tetapi, sebagai generasi muslim, tentu bukan karakter kita dong kalau hanya sekadar ikutan euforia. Hanya ikut-ikutan memperingati tanpa berusaha untuk mengerti. Ya, mengerti tentang makna dari hari pahlawan. Bahwa bukan sekadar untuk dikenang, hari pahlawan harusnya menjadi pelajaran bagi kita. Pelajaran untuk berjuang dan berkorban demi sebuah kemerdekaan dari penjajahan.

Kita pasti tahu, kenapa 10 November diperingati sebagai hari pahlawan. Ya, hal ini dilatarbelakangi oleh peristiwa besar yang luar biasa. Yakni pertempuran yang pecah di Surabaya. Pertempuran yang dilakukan oleh arek-arek Suroboyo dalam melawan serdadu NICA yang diboncengi Belanda.

Pertanyaannya, siapa yang mengomandoi arek-arek ini sehingga dengan gagah berani berjuang di medan perang? Benar, komando peperangan dikendalikan oleh pahlawan nasional kita, Bung Tomo. Seorang pemuda yang memiliki keberanian luar biasa. Iman di dadanya memberikan dorongan kuat untuk maju bersama para pemuda melawan penjajah. Konsekuensinya juga tidak main-main, merdeka dari penjajah atau mati sebagai syuhada. Maka tidak heran jika teriakan takbir menjadi senjata Bung Tomo untuk menyatukan dan  mengobarkan semangat para pemuda di medan pertempuran. Allahuakbar!

Selain Bung Tomo, tentu masih banyak lagi pahlawan-pahlawan yang menumpahkan darahnya sehingga kita bisa merasakan kehidupan seperti saat ini. Menjadi keharusan bagi kita untuk membaca kisah-kisahnya. Sehingga kita mengerti dan dapat memaknai arti perjuangan. Selanjutnya berusaha meneladani semangat perjuangan para pahlawan untuk menyelamatkan dunia dari penjajahan. So, bukan sekadar ikut-ikutan merayakan. Sip, ya!

iklan buletin teman surga

Mengasihi Pahlawan Sepenuh Hati

Dear #TemanSurga, bicara soal kepahlawan tentu tidak hanya berhenti sebatas garis teritorial bangsa kita. Sebagai generasi islam, kita harus terus mengingat bahwa ikatan yang tertinggi adalah ikata aqidah. Sebab itu, tidak ada batasan antara kita yang di Nusantara dengan  para pahlawan di negeri-negeri lainnya.

Nabi Muhammad Saw, misalnya. Beliau bukan hanya pahlawan bagi bangsa Arab. Tetapi Baginda Nabi Saw juga merupakan pahlawan bagi kita. bahkan juga pahlawan bagi umat islam di seluruh penjuru dunia. Masyaallah!

Jiwa kepahlawan pada Rasulullah Saw. terlihat sangat jelas dalam setiap gores kisah perjalanan hidupnya. Pengorbanannya untuk membebaskan manusia dari kedzaliman dan kejahiliyahan tidak bisa diragukan. Cinta yang beliau miliki untuk umatnya juga bukan sembarangan. Jiwa, raga, harta, bahkan nyawa Beliau pertaruhkan demi kita. Bahkan di akhir hidupnya sekalipun, kita senantiasa disebut di antara rasa pedihnya sakaratul maut. Ummati, ummati, ummati!

Demikian Baginda Nabi Saw dalam memperjuangkan keselamatan untuk kita. Bukan hanya selamat di dunia, Rasulullah Saw. berjuang agar kita juga selamat hingga di akhirat. ”Allahumma shalli ‘ala syaidina Muhammad, wa’ala alihi syaidina Muhammad. Assalamualika ya Rasulallah. Assalamualaika ya Habiballah.”

Demikian pula dengan orang tua dan guru-guru. masing-masing adalah pahlawan dalam hidup kita. Tidak ada satupun alasan bagi kita untuk mengabaikan eksistensi para pahlawan tersebut. Baik mereka yang telah lebih dulu meninggalkan dunia ataupun mereka yang masih berada di sisi kita. Masing-masing memiliki hak untuk kita kasihi sepenuh hati.

Masing-masing juga memiliki potensi untuk kita jadikan sumber inspirasi. Kewajiban kita adalah menghormati dan memuliakan mereka. Agar kehidupan kita menjadi terarah dan penuh makna. Bukan sekadar hidup, tetapi hidup harus penuh perjuangan demi keselamatan setelah kehidupan dunia. Ya, sebagaimana yang dicontohkan oleh para pahlwan kita.

iklan buletin teman surga

Balas Budi untuk Para Pejuang

Cukupkah rasa terimakasih hanya terlompat dari lisan saja? Tidak! Membalas budinya para pejuang tidak cukup hanya dengan ucapan. Lebih dari itu, harus ada tindakan nyata sebagai wujud pemuliaan dan penghormatan.

Semangat juang dan prinsip hidup yang dimiliki oleh para pahlawan harus kita teladani. Berani berkorban demi membela harkat dan martabat bangsa serta agama. Menyertakan Allah Swt. dalam setiap perjuangan. Adalah semangat yang harus terus kita jaga eksistensinya.

Maka akan terbebaslah dunia dari belenggu penjajahan. Sehingga kita dapat tegak berdiri menggemakan kalam Ilahi di seluruh penjuru negeri-negeri. Terwujudlah kehidupan yang bebas dari belenggu penghambaan kepada selain Allah. Menuju pada kehidupan yang berlimpah keberkahan dari-Nya. Keberkahan yang Allah Swt curahkan dari pintu langit dan pintu bumi. Masyaallah!

Inilah balas budi yang semestinya ya, Sobat. Juga jangan lupa, kunjungi mereka yang masih hidup. Sambung silahturahmi. Dengarkan segala cerita dan nasihat dari lisan-lisan mereka. Simak dan renungkan sebagai pelajaran untuk meniti kehidupan. Bagi yang sudah tiada, ziarahilah mereka di kuburnya. Ucapkan salam kepada mereka.

Kirimkan pula doa terbaik kepada mereka yang telah tiada ataupun yang masih hidup di dunia. semoga Allah Swt. senantiasa mencurahkan Rahmat-Nya untuk mereka, para pahlawan kehidupan kita. Nabi kita. orang tua kita. guru-guru kita. Juga para pejuang-pejuang pembela kebenaran yang berjuang melenyapkan penjajahan. Mereka adalah pahlawan bagi kita semua, berikrarlah untuk melanjutkan perjuangan. Allahu Akbar!

”Jika kamu (pada perang uhud) mendapatkan luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapatkan luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran). Dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada’. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim. (QS. Ali ‘Imran [3]: 140)

iklan buletin teman surga

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *