Buletin Teman Surga 140. Boikot Budaya Liberal

0
52
buletin teman surga 140 boikot budaya liberal

buletin teman surga 140 boikot budaya liberalHai para remaja #TemanSurga, apa kabar? Masih tetap “sehat” meski hampir satu tahun belajar dari rumah, kan? Hehehe! Ya, bersabar dan bersyukur aja ya, Dear! Jangan dijadikan beban. Paling penting itu Allah Swt. dan Rasulullah Saw. ridha dengan amal kita. So, apa dan bagaimanapun kondisinya  bagi seorang muslim itu sama. Baik semuanya. Karena setiap kejadian yang menimpa pasti adalah ketetapan-Nya. Pasti pula ada maslahat di sana. Yakin!

Salah satu maslahat dari pandemi ini apa coba? Yapz,  bisa lebih fokus dan banyak waktu untuk bercengkrama dengan BTS alias Buletin Teman Surga, kan? Betul aja atau betul banget? Hehehe! Nah, kali ini BTS hadir dan siap berbagi informasi yang super duper penting banget. Remaja keren kayak kita-kita enggak boleh kudet pokoknya. Bahas apaan sih? Cekidot!

Marak Pemboikotan

Teman-teman pasti pada tahu kan, kalau akhir-akhir ini masif banget seruan boikot produk-produk yang berasal dari Perancis. Ya, betul! Gara-gara pemimpin Perancis terang-terangan menghina Rasulullah Saw., Nabi kita yang mulia. Tak terbendung, kemarahan umat Islam di seluruh duniapun tumpah. Bergulir berbagai aksi dan juga ajakan untuk memboikot produk-produk mereka. Suasana memanas!

Eh, ngomong-ngomong udah pada tahu kan apa itu boikot? Hah, ada belum tahu?! Oh, ya ampun! Baiklah, simak dulu deh review soal boikot berikut ini agar nyambung ya, Guys!

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata boikot itu diartikan sebagai “tolak kerja sama”. Artinya, boikot adalah aktivitas yang menolak kerja sama. Jadi kalau ada aksi boikot produk Perancis, artinya ya enggak mau lagi beli atau pakai produk-produk Perancis. Alias loe-gue, end! Begitu, Guys! Paham, ya?!

Pemboikotan produk Perancis secara masif ini sebenarnya bentuk kemarahan dari umat Islam. Kaum muslimin tidak terima Baginda Nabi Saw. dilecehkan. Mengadu kepada pemimpin di negaranya masing-masing, kaum muslimin hanya dapat gigit jari. Alhasil, bahu-membahulah umat Islam untuk menunjukkan pembelaan mereka terhadap kemulian Rasulullah Saw. Boikot produkpun menjadi pilihan. Bergulir dari satu negara ke negara yang lainnya bahkan juga sampai di Indonesia.

Dari sini kita patut bangga. Ternyata kekuatan persatuan umat itu sungguh luar biasa. Padahal tinggal di benua dan bangsa yang berbeda, tetapi bisa memiliki perasaan yang sama. Bagaimana jika umat Islam berada dalam satu kesatuan tanpa ada sekat kebangsaan ya? Pasti lebih keren lagi. Luar biasa!

iklan buletin teman surga

Jangan Lupa Boikot Liberalisme

Bagaimanapun, kita mesti apresiasi sebesar-besarnya solidaritas mayoritas umat Islam dalam aksi boikot produk Perancis demi membela Baginda Rasulullah Saw. Aksi ini sungguh mampu menggetarkan hati negara-negara adidaya dunia. Mata duniapun menjadi terbuka, bahwa umat Islam memiliki kekuatan luar biasa dalam hal persatuan membela agama. Tidak perlu bayaran ataupun iming-iming duniawi, cukup dengan kekuatan aqidah Islam semuanya siap maju di garda terdepan untuk bela Allah Swt. dan Rasulullah Saw. Tak ada lawan!

Hanya saja, kita juga tidak boleh mencukupkan hanya pada aktivitas boikot produk saja. lebih dari itu, ada hal yang jauh lebih urgen untuk diboikot. Ya, paham-paham barat yang menjadi biang dari berbagai kesewenang-wenangan. Bahkan juga menjadi ancaman yang merusak generasi Islam.

Paham tersebut salah satunya ialah liberalisme. Liberal artinya bebas. Liberalisme berarti sebuah paham yang mengagungkan kebebasan. Kalau sekilas mendengar, seolah bagus dan keren, ya. Tapi kita harus tahu dan waspada, bahwa ternyata paham kebebasan inilah yang banyak menimbulkan kerusakan di kalangan remaja.

Mumpung masih muda, waktunya untuk suka-suka! Bebas blasss!”, hayo ngaku siapa yang punya pikiran begini? Hati-hati, ini merupakan hembusan menyesatkan dari paham liberal. Seolah menyenangkan padahal mematikan. Ibarat racun yang dibalut madu. Manis sih di awal, lama-lama bikin sekarat. ngeri, kan?!

Misalnya nih ya, aktivitas pacaran. Paham kebebasan itu membolehkan bahkan menganjurkan para remaja untuk mabuk kepayang dengan cinta semu. Memfasilitasi para pemuda untuk bersuka-cita dalam kubangan rasa yang belum semestinya. Lihat saja berbagai konten di TV, buku-buku, ataupaun di sosial media. Mayoritas mengumbar soal hasrat percintaan, kan? Ya, semua berangkat dari satu kata, kebebasan. Alhasil jadi kebablasan. Akhirnya amblas dalam kebinasaan. Nastagfirullah!

Jujur, berapa banyak remaja yang hamil di luar nikah karena pacaran? Berapa banyak pula remaja yang mati sia-sia karena kebebasan ini? Dan, berapa banyaknya bayi-bayi tak berdosa yang diaborsi paksa oleh para remaja? Inilah buah dari kebebasan itu, Dear. Miris banget, kan?!

Jadi bohong besar jika ide kebebasan itu dapat memberikan kebahagiaan. Sebaliknya, ide kebebasan hanya menghantarkan pada kehancuran dan kenestapaan. Jikapun peroleh kesenangan, yakinlah itu semu semata. Tidak jarang kesenangan yang didapatkan pun dengan cara mendzalimi pihak lain. Bar-bar lah tepatnya.

Sebuah dusta juga jika ide liberal dikatakan sebagai ide yang memanusiakan manusia. mengangkat harkat dan martabatnya. Prettt! Ada juga justru menjauhkan manusia dari fitrahnya sebagai manusia. Tidak heran, orang-orang yang memuja kebebasan itu biasanya berperilaku bagaikan binatang bahkan lebih rendah lagi. Ini nyata!

Lihat saja, adakah singa yang mencabik-cabik janinnya sendiri? Seganas-ganasnya singa, dia tetap mengasihi buah hatinya, kan? Padahal dia binatang yang tidak berakal. Dia hanya sekadar menggunakan insting untuk menyayangi dan melindungi anaknya. Binatang, tidak berakal, buas, tetapi masih punya nurani dan berlaku baik kepada si buah hati.

Apa kabar dengan manusia yang sudah dipasung dengan kebebasan? Sama sekali tidak merasa berdosa ketika harus mencabik-cabik janin di rahimnya. Belum siap menjalani kehamilan seolah jadi pembenaran untuk menghabisi nyawa yang tidak berdosa. Tega mengeluarkan paksa si mungil yang merupakan darah dagingnya. Tidak peduli mati atau hidup, yang penting makhluk kecil itu tidak bersemayam di rahimnya apalagi membebani hidupnya. Begitu kan faktanya?

Lantas sebutan apa yang pantas untuk manusia model begini? Sama seperti binatang ataukah lebih sesat lagi? MasyaAllah, sungguh Allah Swt. Maha Benar dengan segala firman-Nya.

”Dan sesungguhnya kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia. Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. (QS. Al-A’raf: 179)

Demikianlah kondisi orang-orang yang memuja kebebasan. Enggan diatur dengan aturan Tuhan. Maunya bebas berbuat apa saja demi memuaskan hawa nafsunya. Ternyata bukan kebahagiaan yang didapatkan. Tetapi justru kenestapaan. Celakanya bukan hanya di dunia, tetapi juga kelak di akhirat yang kekal selamanya. Nastagfirullah!

Dear, paham kan kenapa kita juga kudu boikot ide liberal? Yapz, demi keselamatan diri kita, keluarga, masyarakat, bangsa, bahkan dunia dari kehancuran. Sudah semestinya kita mengabdi hanya kepada Allah Swt. Sudah pasti memanusiakan. Sudah jelas memuliakan. Tidak hanya di dunia tetapi juga sampai ke surga. Masak sih enggak mau? Mau lah, ya? Sip!!![]

iklan buletin teman surga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here