Buletin Teman Surga 148. Temenan Sama Insecure, Siap?

0
25
Buletin Teman Surga 148. Temenan Sama Insecure, Siap?

Buletin Teman Surga 148. Temenan Sama Insecure, Siap?“Kuping kamu lucu ya. ngegemesin kaya telinga gajah”

“Suara kamu bagus juga. Tapi lebih baik nyanyinya dalam hati ya”

“Pantas kamu pinter. Keliatan jidatnya lebar kaya lapangan terbang”

Pernah dengar omongan temen kamu seperti di atas? Yang disambut dengan gelak tawa teman-teman lainnya? Hmm.. jangan-jangan kamu termasuk salah satu yang ngomong atau malah korbannya. Ups!

Tahu gak, omongan di atas itu termasuk body shaming alias mengejek penampilan fisik seseorang yang bisa bikin teman kamu illfill alias sakit hati. Meski niatnya cuman becanda biar ada hiburan. Tapi ujung-ujungnya bisa bikin temen yang diledekin insecure lho. Hati-hati.. !

iklan buletin teman surga

Insecure, Apaan tuh?!

Insecure adalah situasi kondisi saat mental kita lagi nggak fit. Ibaratnya badan itu lagi ngedrop daya tayan tubuhnya. Jadinya gampang goyah. Mudah galau, nggak percaya diri, lebih sering menyendiri, ngerasa nggak berguna, tak ada yang menghargai keberadaannya, akhirnya jadi gundah gulana dan malu untuk ketemu orang.  Waduh, ‘penyakit hati’ semua ini mah.

Emang gitu kenyataanya. Remaja insecure itu sensor bapernya sensitif banget. Omongan apa aja yang terkaitnya dengan cepat dibaperin. Nggak peduli temennya itu lagi bercanda atau sekedar mencairkan suasana. Kalo dia yang jadi objek penderitanya, sinyal insecurenya langsung menguat.

Sialnya, kadang kita sering nggak peka dengan teman yang baperan itu. Becandanya suka kelewatan. Apalagi kalo udah main fisik, body shammingnya gak tanggung-tanggung. Dari ujung rambut sampai ujung kepala, semuanya diroasting. Teman-teman yang lain pada tertawa di atas penderitaan batin sang korban. Nyesek.

Body shamming di kalangan remaja seolah jadi budaya. Makanya nggak heran kalo menurut survei Body Peace Resolution yang dilakukan oleh Yahoo ditemukan bahwa 94% remaja putri telah mengalami tindakan body shaming, sementara remaja putra hanya 64%. Dari hasil survei tersebut, ternyata remaja putri lebih banyak mengalami tindakan body shaming dibandingkan dengan remaja putra. Dan paling banyak jadi korban insecure.

Selain body shaming, pemicu remaja jadi insecure juga bisa disebabkan oleh pola pergaulan baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Di dunia nyata, budaya bullying yang masih merajalela paling banyak jadi faktor pemicu remaja insecure. Mana ada remaja yang tahan kalo setiap hari diejek, dihina, direndahkan oleh temannya baik secara fisik maupun verbal cuman lantaran ada kekurangannya yang dibesar-besarkan. Atau karena gak bisa matching alias ngikutin penampilan, atau ritme gaul remaja modern yang latah ngikutin tren kuliner, musik, film, dan hiburan lainnya.

Sementara di dunia maya, lekatnya keseharian remaja dengan sosial media memaksa mereka untuk terus kepoin tren dunia digital yang terus berubah setiap waktu. Beranda mereka dijejali gambar dan cerita artis idola atau teman sebaya dengan penampilan fashion terbaru, lagi makan bareng di tempat yang lagi viral, hingga jalan-jalan ke tempat wisata elite. Mupeng mode ON. Jadi sering ngebandingin antara dirinya dengan kondisi temannya. Jika dirasa bagai punduk merindukan bulan, minder yang ada. Insecure merajalela.

Kalopun coba ngikutin tren yang lagi viral, eh bukannya dapat love atau like yang ada malah banjir komen negatif. Dibilang nggak cocoklah, nggak pantaslah, terlalu maksain, atau dikatain lebay. Ekspektasi yang tinggi mendadak turun drastis. Nyungsep. Sakit tapi tak berdarah.

iklan buletin teman surga

Insecure, Bisa Bikin Hidupmu Hancur. Wadidaw!

Insecure wujudnya gak keliatan. Tapi akibatnya bisa bikin hidup kita berantakan. Sebelum kejadian, kenali beberapa ciri yang sering kedapatan pada remaja yang terpapar virus insecure.

Pertama, memandang diri sendiri lebih rendah. Karena sering jadi korban bully, ngerasa tak ada yang membanggakan pada dirinya. Dari penampilan fisik hingga prestasi belajar. Seolah setiap inci permukaan tubuhya gak ada nilainya kecuali dijadikan bahan olokan teman-teman.

Kedua, menghindari berinteraksi dengan orang lain. Karena ngerasa rendah diri, selalunya gak nyaman kalo udah ngumpul dengan teman-temannya. Ada rasa takut bakal jadi korban bully atau dihinggapi rasa insecure. Jadinya lebih senang menyendiri, sibuk dengan dunianya sendiri.

Ketiga, merasa enggan untuk keluar dari zona nyaman. Asyik menyendiri, tak ada perasaan khawatir jadi korban bully. Punya ruang sendiri untuk bebas berekspresi. Tapi akibatnya, jadi terkucil dan anti sosial.

Keempat, sering membandingkan diri dengan yang lain. Terutama kalo rajin mantengin sosial media. Karena doyan melototin foto dan cerita orang lain yang keliatannya ideal banget kondisinya, berakibat pada penilaian diri sendiri yang lebih rendah dibandingkan orang lain. Tak lebih dari bubuk rengginang di kaleng biskuit saat lebaran. Remeh temeh.

Kelima, memiliki ketakutan dan kekhawatiran yang berlebihan. Bawaannya paranoid dengan segala situasi. Serba salah aja kalo pakai baju. Takut salah kostum dan jadi korban bully. Sama orang lain juga gampang berburuk sangka.

Keenam, haus akan pengakuan dan pujian dari orang lain. Agar tak merasa insecure, mesti ada prestasi yang keliatan orang lain. Apapun caranya bakal dijabanin. Kalo ada cewek yang badannya dibilang over size alias landscape, dia coba diet ekstrim biar cepet kurus. Kalo ada cowok dikatain wajahnya kurang sedap dipandang, bisa jadi dia bela-belain ke Korea untuk operasi plastik biar kinclong bin glowing kaya opa-opa.

Nah, semoga keenam ciri remaja insecure di atas gak ada pada diri kamu ya. Seriusan, gak ada baik-baiknya melihara perasaan insecure. Yang ada, bakal ngabisin waktu, tenaga, pikiran, tapi non produktif. Galau everyday. Ngerinya, kalo udah nggak tahan  bisa depresi dan ujungnya bunuh diri. Nah lho!

Salah satu contoh yang menggemparkan dunia, yakni ketika penyanyi sekaligus aktris Korea Selatan Choi Jin-Ri atau dikenal sebagai Sulli meninggal karena bunuh diri pada tahun 2019 lalu. Karena setelah diteliti, Sulli mengakhiri hidupnya lantaran merasa insecure akibat komentar-komentar buruk mengenai dirinya oleh para netizen sehingga depresi dan mengganggu mentalnya. Tuh kan!

iklan buletin teman surga

Berdamai Dengan Insecure

Teman surga, jangan biarkan perasaan insecure mengambil kebahagiaanmu sebagai seorang muslim. Karena hakikatnya, seorang muslim itu pantang mundur oleh perasaan insecure. Rasulullah saw udah ngajarin kita untuk gak gampang baperan. Apapun yang terjadi pada diri kita, Islam punya dua kunci untuk menjaga hati dan mental agar tetap strong. Bersabar dan bersyukur.

Dari Shuhaib bin Sinan radhiallahu’anhu dia berkata, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Alangkah mengagumkan keadaan orang yang beriman, karena semua keadaannya (membawa) kebaikan (untuk dirinya), dan ini hanya ada pada seorang mukmin; jika dia mendapatkan kesenangan dia akan bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya, dan jika dia ditimpa kesusahan dia akan bersabar, maka itu adalah kebaikan baginya” (H.R Muslim).

Tak ada alasan bagi kita untuk terjerumus dalam jurang mental illness alias jiwa yang rapuh. Kalopun si insecure datang menghampiri, ajakin temenan aja. Jangan dimusuhin biar gak bikin galau dan morotin produktifitas kita. Apa yang bisa kita lakukan untuk menjinakkan insecure?

Pertama jangan membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Ingat ya, Allah swt menciptakan kita sebagai makhluk terbaik bukan untuk dibanding-bandingkan kaya emak-emak berburu barang flash sale. Dia menciptakan manusia berbeda-beda dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jauhkan deh tuh perasaan rendah diri karena ngerasa nggak pintar, nggak cantik, atau gak punya keahlian yang bisa dibanggakan.

Bagaimanapun kondisi fisik kita, syukuri apa yang ada. Cintai dirimu sendiri (self love). Karena Allah swt menilai kita dari ketakwaan bukan penampilan fisik atau harta. Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk rupa dan harta kalian. Akan tetapi, Allah hanyalah melihat pada hati dan amalan kalian.” (HR. Muslim no. 2564).

Kedua, hidup dalam lingkungan yang positif. Carilah teman yang bisa menguatkan kita kala insecure menghadang dan mengingatkanmu kala insecure meradang. Teman yang selalu berada di sampingmu dalam suka dan duka. Teman yang mendukungmu untuk berubah menjadi lebih baik. Teman yang menerimamu apa adanya, bukan ada apanya. Teman yang menularkan semangat dan perilaku taat, bukan yang hoby ngebully atau ngajak maksiat. Temukan mereka dalam komunitas dakwah.

Ketiga, positif thinking. Tak ada salahnya kita belajar berbaik sangka pada siapa saja yang bikin kita insecure. Kalo niat mereka bercanda, anggap aja angin lalu. Gak usah ditanggapin. Kalo mereka ngebully, syukurin aja karena kita sedang dikasih banyak pahala dari mereka.

Rasulullah Muhammad SAW menyebut orang yang suka menghina sesamanya sebagai golongan yang bangkrut. Sebab, pahala yang susah payah dia kumpulkan berkurang banyak karena telah menghina.

” Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut itu?” Para sahabat menjawab, ” Orang yang bangkrut di tengah-tengah kita adalah orang yang tidak punya uang dan tidak punya harta.

“Orang yang bangkrut dari umatku adalah yang datang pada hari kiamat nanti dengan membawa pahala shalat, puasa, dan zakat, (namun) ia telah menghina si A, menuduh berzina si B, memakan harta si C, menumpahkan darah si D, dan memukul si E. Maka si A diberi pahala kebaikannya dan si B, si C… diberi pahala kebaikannya. Apabila amal kebaikannya habis sebelum terbayar (semua) kedzalimannya, dosa-dosa mereka yang dizalimi itu diambil lalu dilemparkan kepadanya, kemudian dia dilemparkan ke dalam neraka.” (HR. Muslim 2581)

Perasaan insecure itu anugerah dari Allah swt. Tapi bukan berarti bikin kita galau atau penghambat untuk berkarya dan berkontribusi. Jadikanlah omongan-omongan orang yang bikin kita insecure itu sebagai pemacu untuk menjadi diri yang lebih baik. Dengan catatan, niatkan perubahan itu untuk mendapat ridho Allah swt dan kebaikan diri sendiri bukan karena ingin terlihat keren di mata orang lain.

Mulailah mencintai diri sendiri dengan segala kelebihan yang Allah swt berikan agar rasa percaya diri kita meningkat. Dan jangan lupa rutin ikut kajian agar benteng keimanan kita terus menguat dan mental kita kokoh sehingga rasa insecure akan hilang dengan sendirinya. Jadi, daripada insecure mending kita ber-syucure.[]

iklan buletin teman surga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here