Buletin Teman Surga 149. Urusan Perut Bikin Semaput

0
49

buletin-teman-surga-149-urusan-perut-bikin-semaputHallo #TemanSurga, kali ini agak beda ya obrolan kita. Yapz, kita bakalan ngobrol soal urusan perut alias makan dan minum. Sepenting apa sih soal perut ini kok sampai diangkat di Buletin Teman Surga? Penting banget, Zeyeng!

Tahukah bahwa kasus Diabetes kini terus meningkat dan menyasar usia muda? Bukan hanya Diabetes, aneka penyakit degenerasi juga membidik para remaja. Sudah banyak beredar berita tentang nasib remaja yang harus terbaring tak berdaya karena penyakitnya. Bahkan juga tidak sedikit yang meregang nyawa. Padahal semestinya usia remaja adalah masa produktif, kan? Menyedihkan!

Terlepas bahwa sakit dan mati adalah ketetapan/kuasa Allah SWT, kita juga mesti mengerti bahwa harus ada ikhtiar yang dijalani. Jadi pasti ada sebab dan akibat dalam setiap peristiwa yang terjadi. Oleh karena itu menjadi sangat penting bagi kita untuk ngobrol soal ini. Sip, ya!

iklan buletin teman surga

Bicara Fakta

”Remaja Sehat, Bebas Anemia” inilah tema yang diangkat untuk merayakan Hari Gizi Nasional pada 25 Januari 2021. Tema ini dipilih bukan tanpa alasan. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan bahwa 3 dari 10 remaja Indonesia mengalami kekurangan sel darah merah atau anemia.

Kondisi ini disebabkan karena tubuh kekurangan zat gizi mikro. Gawatnya, jika kondisi ini dibiarkan akan menimbulkan resiko bagi remaja. Manusia muda yang digadang-gadang sebagai aset negara ini beresiko tumbuh menjadi penerus bangsa yang tidak produktif. Ya bagaimana mau produktif kalau mau melek aja payah, kan?!

Tahukah kita bagaimana jadinya jika tubuh tidak produktif alias hanya nyaman di posisi rebahan? Masalah lainnya akan muncul. Tubuh yang tidak produktif bisa menyebabkan remaja obesitas hingga hipertensi. Dua masalah ini yang kemudian memicu timbulnya penyakit Jantung, Diabetes, hingga sakit Stroke yang semakin ke sini semakin menyasar masyarakat muda. Ngeri enggak, sih?

Selain itu, tubuh yang tidak produktif atau kurang produktivitas juga dapat menyebabkan perkembangan otak terhambat.  Bagaimana ceritanya mau jadi pengukir peradaban emas kalau otaknya mandeg? Beneran, ini soal penting bin serius yang tidak boleh diabaikan!

Pertanyaannya adalah kenapa remaja zaman now justru rentan jadi sasaran aneka jenis penyakit menyeramkan tersebut? Biarkan data yang berbicara. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan data bahwa 65 persen remaja Indonesia tidak sarapan sebelum memulai aktivitas belajar. Termasuk juga didapatkan 95 persen remaja Indonesia kurang makan sayur dan buah. (suara.com 22/1/2021)

Hayo para remaja, ngaku! Kenapa enggak sarapan? Terlalu khusyuk bercengkarama dengan smart phone? Terus betulan kurang makan sayur dan buah, kah? Atau malah enggak mau makan sayur dan buah sama sekali? Wahai para remaja, bersuaralah!

iklan buletin teman surga

Makan Jangan Asal Makan

Dear remaja wabilkhusus generasi Islam, jangan zalimi diri sendiri. Tubuh memiliki hak untuk dipenuhi kebutuhannya. Kelak kita akan dimintai pertanggungjawaban akan hal ini.

Ingat penuhi kebutuhan tubuh. Bukan sekadar menuruti keinginan. Tidak dipungkiri bahwa saat ini banyak sekali makanan dan minuman yang tampilannya menggiurkan. Tapi tahukah bahwa ternyata kebanyakan dari jenis makanan dan minuman tersebut hanya memuaskan rasa semata? Kandungan gizi sama sekali tidak ada di dalamnya. Serba sintetis dan pastinya berbahaya bagi tubuh kita. So, jangan asal makan ya!

Sudah selayaknya kita mulai selektif dalam memasukkan segala sesuatu ke dalam tubuh agar memberikan manfaat. Paling utama tentu mesti terjamin halalnya. Apakah cukup sekadar halal? Ternyata belum cukup. Selain halal, makanan atau minuman yang kita konsumsi juga harus thoyib (baik). Dalam artian tidak menimbulkan kemudharatan.

Coba ngaku, siapa yang sering challenge makan mie pedes sampai level 14? atau challenge-challenge konyol lainnya? Kelihatannya sih seru, ya. Tapi akibatnya bagaimana? Merana! Jikapun tidak dirasakan seketika itu juga, di kemudian hari pasti akan mendera.

Minuman juga sama. Aneka warna, rasa, dan aroma lengkap tersedia. Komplit dengan kemasan yang unyu-unyu, kekinian, dan instragamabel. Udah deh, pasti bakalan booming. Rela antre demi sensasi nyeruput dan cekrak-cekrek dengan minuman kekinian. Masalah gizi atau nutrisi mah urusan nanti. Pokonya paling utama harus trendi. Bisa jadi setiap hari ganti variasi rasa. Bahkan mungkin juga ada yang sehari wajib tiga kali konsumsi minuman serupa demi mengisi konten instagramnya. Ada yang begitu? Segera tobat, sebelum terlambat. Sebelum sehat menjadi keramat. Sepakat, ya!

Perkara makan dan minum bukan persoalan main-main dalam Islam. Allah Swt. langsung yang memberikan titah kepada kita untuk menjaga setiap yang masuk ke dalam tubuh kita. tidak boleh sembarangan, Guys!

”Wahai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan jangan kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al Baqarah: 168)

Ini baru satu ayat Al Qur’an, masih ada beberapa ayat lagi yang memberikan informasi serupa. Yakni perintah untuk makan yang halal dan baik. Bagi kita seorang muslim, seharusnya ayat-ayat Al Qur’an sudah cukup menjadi petunjuk bagi kita dalam memenuhi urusan perut. Sekali lagi, makan jangan asal makan. Ikuti aturan yang telah disiapkan agar tubuh mendapatkan hak sesuai kebutuhan. Tubuhpun akhirnya bisa produktif sebab dibalut dengan kesehatan yang paripurna. Begitu!

iklan buletin teman surga

Mari Mencontoh Suri Teladan

Siapakah manusia terbaik yang wajib untuk diteladani? Betul, Beliau adalah Rasulullah Saw. Manusia yang telah dinobatkan oleh Allah Swt. sebagai teladan terbaik bagi seluruh umat manusia. Apalagi kita sebagai muslim, meneladani Rasulullah Saw. merupakan keharusan bahkan juga kewajiban. Dalam hal apa? Seluruhnya harus mem-follow Baginda Nabi Muhammad Saw. tanpa terkecuali. Termasuk juga dalam perkara makan dan minum.

Masyaallah, begitulah sempurnanya Islam. bahkan dalam perkara makan dan minum pun ada aturannya. Demi apa coba? Ya, semata adalah demi kita. Agar manusia ini memiliki kehormatan dan kemulian dalam kehidupan dunia. Juga kebahagiaan ketika di akhirat kelak.

Makan dan minum sesuai tuntunan syariat pasti maslahat. Tubuh akan menjadi sehat dan kuat. Jika tubuh sehat dan kuat, maka ibadah pun tidak akan terhambat. Semua lancar tanpa kendala. Kita hidup dengan produktifitas tinggi yang berdampak pada kebaikan kualitas hidup di dunia juga kelak di sisi-Nya. Masak sih enggak mau jadi sekeren ini?

Nah, lantas bagaimana Rasulullah Saw. mencontohkan makan dan minum kepada kita? Sebelumnya kita harus tahu bahwa Rasulullah Saw. adalah hamba Allah Swt. yang paling memperhatikan pola makannya. Rasulullah Saw. sangat menjaga hal tersebut. Maka tidak heran jika selama hidup Beliau Saw. tidak pernah sakit kecuali hanya dua kali saja menjelang wafatnya.  Masyaallah!

Maka dari itu penting bagi kita untuk mengetahui bagaimana pola yang Beliau Saw. ajarkan untuk kita. Siap menyimak dan mempraktikkannya, ya?!

Pertama, Rasulullah Saw. selalu memulai makan dengan membaca bissmillah dan menutupnya dengan hamdalah. Hal ini terkesan gampang, tetapi hari ini banyak sekali yang melalaikannya. Harus kembali dibiasakan!

Kedua, Makan dan minum dengan tangan kanan. Bahkan dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa makan dan minum dengan tangan kiri adalah perilaku syaitan. Jangan coba-coba!

Ketiga, Memakan makanan yang paling dekat dengan dirinya. Maksudnya, jika ada hidangan di hadapan kita maka ambillah yang paling dekat. Jangan menyeret yang letaknya jauh dari posisi kita. Sip, ya!

Keempat, tidak tergesa-gesa. Makanan dikunyah secara sempurna agar mudah dicerna oleh usus dan lambung. Jadi tidak dianjurkan makan dengan tergesa-gesa ya, Dear!

Kelima, makan dan minum sesuatu yang halal lagi baik. Rasulullah Saw. makan dan minum hanya yang dibutuhkan dan bermanfaat bagi tubuh. Kaya akan gizi dan nutrisi. Bahasa kekiniannya itu real food. Hanya makanan asli yang dimakan oleh Rasulullah Saw. Kurma, madu, daging, gandum, dan lain sebagainya.

Bagi kita yang hidup di Indonesia tentu bisa makan makanan yang lebih variatif lagi. buah-buahan dan sayur-mayur yang beraneka ragamnya sangat bisa untuk konsumsi harian kita. Daging ataupun ikan segar juga melimpah di negeri kita. Masyaallah, artinya tidak ada alasan bagi kita untuk menjalankan pola hidup dan pola makan sehat, kan?

So, mulai saat ini tidak ada lagi asal-asalan dalam urusan makan dan minum. jangan sampai urusan perut menyebabkan kita semaput, apalagi sampai mendatangkan maut. Jangan! Waspada dan pilah-pilih selalu setiap memasukkan apapun dalam tubuh kita. Ingat, ini adalah bagian ikhtiar yang akan dimintai pertanggungjawaban. Menjaga tubuh titipan Allah Swt. sama artinya dengan bersyukur. Bersiap menjadi generasi kuat dan hebat untuk peradaban masa depan. Ok, ya![]

iklan buletin teman surga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here