Buletin Teman Surga 152. Belajar Bahasa, Siapa Takut!

0
29
Buletin Teman Surga 152. Belajar Bahasa, Siapa Takut!

Buletin Teman Surga 152. Belajar Bahasa, Siapa Takut!“Antum berasal dari sekolah mana?”

“Maaf Kak, Nama saya Apip bukan Antum” Ups!

Kebayang ya, kalo bahasa yang dipake oleh yang ngomong dan yang denger gak nyambung, bisa jadi salah paham. Pesannya nggak sampai. Yang ada cuman bete. Capek deh!

Bahasa di Sekitar Kita

Nah kalo udah ngomongin bahasa, obrolan kita bakal nyambung dengan beberapa jenis bahasa yang sering dipake dalam keseharian. Mulai bahasa daerah, bahasa nasional, hingga bahasa asing. Masing-masing punya tempat tesendiri dalam dunia remaja.

Bahasa daerah. Nggak bisa dipungkiri kalo banyak dari generasi Z yang nggak familier dengan bahasa daerahnya. Kalo ngomong pakai bahasa daerah sering dianggap kampungan, wong ndeso, nggak modern dan ketinggalan jaman. Padahal jumlah bahasa daerah di Indonesia diperkirakan lebih dari 700 bahasa. Kebayang kalo remaja ogah pakai bahasa daerah, bisa berujung punahnya bahasa daerah. Waduh!

Beberapa bahasa daerah sudah mengalami kondisi ini. Bahkan, hingga penghujung 2017, Badan Bahasa memastikan 11 bahasa daerah di Indonesia Bagian Timur (seperti Maluku, Papua, dan Maluku Utara) sudah punah. Padahal, bahasa daerah adalah identitas dan penopang budaya daerah yang tak bisa dipandang sebelah mata. Gimana dengan kemampuan bahasa daerahmu?

Bahasa nasional alias bahasa Indonesia. Seiring lunturnya minat remaja untuk membiasakan diri berbahasa daerah otomatis mendongkrak jumlah remaja penutur bahasa Indonesia. Namun di sisi lain, saking mahirnya berbahasa indonesia tak jarang remaja juga mengemas cara bertuturnya dengan campuran bahasa gaul dan bahasa asing. Biar kesannya uwuw gitu.

Pedoman Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dalam tulisan dan lisan, tak selalu dijadikan panduan oleh remaja. Mereka lebih nyaman pakai bahasa semaunya. Perkara pantas atau nggak, urusan bekalangan. Yang penting keliatan keren dan nggak ketinggalan jaman.

Bahasa asing. Di antara bahasa daerah, bahasa nasional dan bahasa asing, sepertinya belajar bahasa asing paling banyak digandrungi oleh remaja. Bukan nuduh ya cuman keliatan aja dari obrolan mereka. Ada beberapa bahasa asing yang sering keluar dari mulut remaja saat ngobrol sama teman sebayanya. Biar kata masih belepotan, tapi asyik aja ngomongnya campur dengan bahasa Indonesia. Apa saja bahasa asing yang paling diminati remaja?

Pertama, bahasa inggris. Bahasa internasional yang satu ini emang dari jaman kita masih dalam kandungan udah diajarin oleh guru-guru di sekolah. Lantaran lebih dari 375 juta penduduk dunia dikenal sebagai penutur asli bahasa Inggris. Dan jumlah seluruh orang di dunia yang menuturkan bahasa Inggris ada 1.5 miliar orang. Banyak banget kan.

Nggak heran kalo bahasanya Mr. Bean ini didaulat sebagai bahasa ibu internet dan teknologi komputer, yang telah diakui secara global. Apalagi bahasa Inggris juga menjadi bahasa resmi negara Amerika Serikat, Inggris, dan Kanada, yang mana mereka termasuk dalam 10 negara dengan tingkat ekonomi paling tinggi di dunia.

Kedua, bahasa jepang. Bahasa Nobita dan Doraemon ini banyak digandrungi oleh remaja. Lantaran gencarnya anime dan manga yang membanjiri tontonan remaja dalam negeri. Dari eranya Kapten Tsubasa, Naruto, Pokemon, Dragon Ball, hingga komik Kungfu Boy atau One Piece semuanya bikin remaja kepincut pengen ngerti dan bisa ngomong bahasa Jepang.

Ketiga, bahasa korea. Seperti halnya bahasa Jepang, ketertarikan remaja untuk belajar bahasa Korea banyak dipengaruhi oleh korean wave alias gelombang budaya korea yang membanjiri informasi media remaja. Dari mulai drama korea, k-pop, hingga budaya kuliner dan tren fashionnya.

Walhasil, remaja pengen bisa ngomong Korea meski cuman kata Saranghaeyo atau Kamsahamnida. Nggak ketinggalan tulisan bahasa Korea alias Hangeul juga asyik dipelajari. Kalo bisa nulis dan paham artinya, bangga banget karena teman yang lain gak ngerti. Serasa hebat gitu.

Keempat, bahasa arab. Nah kalo yang ini, makin diminati remaja seiring makin ramainya fenomena hijrah di kalangan generasi milenial. Mereka kembali pada Islam dengan membenahi semua sisi hidupnya. Dari mulai penampilan, pergaulan, tutur kata, perilaku, ibadah, dan gaya bahasa.

Apalagi bahasa arab ini kenal dengan doa dan bacaan shalat yang sering dilafadzkan saat menunaikan ibadah wajib. Otomatis, tuntutan untuk belajar bahasa arab makin menguat. Dari mulai percakapan (muhadatsah), nahwu, sharaf, cara membaca huruf arab gundul, menerjemahkannya, hingga cara menulisnkannya. Lengkap.

Pentingnya Belajar Bahasa Asing

Selagi masih remaja, kita berpeluang besar untuk terus mengasah kemampuan bahasa asing sampai fasih. Lantas, apa pentingnya kita belajar bahasa asing?

Pertama, menunjang pergaulan. Seiring dengan perkembangan dunia informasi, begitu mudahnya kita dapat mengakses budaya dari luar. Malah nggak perlu kita jemput, budaya luar itu udah nyamperin melalui tayangan media massa dan sebaran info dalam genggaman tangan. Mau nggak mau kita mesti belajar bahasa asing, biar tahu budaya luar itu baik atau buruk untuk kita.

Nggak mesti jadi ahli bahasa, yang penting kita paham asal usul budayanya biar kita bisa bijak mensikapinya. Kalo nggak sesuai dengan identitas keislaman kita, seperti budaya valentine, mesti kita tolak. Karena urusannya bukan cuman kebiasaan masyarakat barat tapi dari asal-usulnya sudah bagian dari ritual keagamaan.

Kedua, persiapan masa depan. Selain budaya, sebaran teknologi informasi dengan segudang kecanggihannya cepat juga sampai ke telinga kita. Makin hari, kerjaan kita makin dimanjakan dengan kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi teranyar yang sumbernya hasil riset ilmuwan asing di negerinya masing-masing.

Ke depannya, kalo kita punya cita-cita belajar di luar negeri dan menggeluti dunia teknologi dengan segala perkembangannya tentu harus didukung dengan kemampuan kita dalam berbasa asing. Terutama bahasa inggris, korea, atau Jepang tempat tumbuh suburnya perkembangan teknologi kekinian.

Ketiga, menambah keilmuan. Sumber ilmu pengetahuan tak hanya berasal dari bahasa nasional yang kita kuasai. Tak jarang, kita perlu referensi buku-buku terbitan luar negeri yang sarat dengan keilmuan. Makanya, belajar bahasa asing bisa membantu kita dalam menambah wawasan dan ilmu pengetahuan. Bukan untuk pamer kepintaran, tapi nambah kapasitas ilmu biar kelak bisa menjadi orang yang bermanfaat bagi masyarakat, negara, dan agama.

So, apapun alasan kamu, mulailah belajar bahasa asing. Bukan cuman hapal bahasa gaul atau lagu tiktok yang lagi trending. Biar kehidupan kita amazing!

Remaja Muslim, Wajib Belajar Bahasa Arab

Di antara empat bahasa asing yang banyak digandrungi remaja, kita nyaranin bahasa Arab mesti kita pelajari. Apa pasal? Yang terpenting karena kita seorang muslim. Dan bahasa arab, tak bisa dipisahkan dari ajaran Islam. Itu.

Terlebih lagi, Rasulullah saw meninggalkan panduan hidup bagi kita biar selamat dunia akhirat. Sebagaimana disampaikan oleh beliau saw:

Aku tinggalkan sesuatu bersama kalian, jika kamu berpegang teguh padanya, kalian tidak akan tersesat selama-lamanya yaitu Kitabullah dan Sunnahku.” (HR. Imam Malik dalam Al-Muwaththa’ 2/899)

Dan Allah Ta’ala telah menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur’an karena bahasa Arab adalah bahasa terbaik yang pernah ada. Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala,

 “Sesungguhnya Kami telah jadikan Al-Quran dalam bahasa Arab supaya kalian memikirkannya.” (QS. Yusuf [12]: 2)

Ibnu Katsir rahimahullah berkata ketika menjelaskan ayat di atas,

”Karena bahasa Arab adalah bahasa yang paling fasih, paling jelas, paling luas, dan paling banyak pengungkapan makna yang dapat menenangkan jiwa. Oleh karena itu, kitab yang paling mulia ini (yaitu Al-Qur’an, pen.) diturunkan dengan bahasa yang paling mulia (yaitu bahasa Arab, pen.).”

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,

“Sesungguhnya ketika Allah menurunkan kitab-Nya dan menjadikan Rasul-Nya sebagai penyampai risalah (Al-Kitab) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta menjadikan generasi awal agama ini berkomunikasi dengan bahasa Arab. Maka tidak ada jalan lain dalam memahami dan mengetahui ajaran Islam kecuali dengan bahasa Arab. Oleh karena itu, memahami bahasa Arab merupakan bagian dari agama. Keterbiasaan berkomunikasi dengan bahasa Arab mempermudah kaum muslimin memahami agama Allah Ta’ala dan menegakkan syiar-syiar agama ini, serta memudahkan dalam mencontoh generasi awal dari kaum Muhajirin dan Anshar dalam keseluruhan perkara mereka.”

Beliau rahimahullah juga berkata,

“Dan sesungguhnya bahasa Arab itu sendiri bagian dari agama. Hukum mempelajarinya adalah wajib, karena memahami Al-Qur’an dan As-Sunnah itu wajib, dan keduanya tidaklah bisa dipahami kecuali dengan memahami bahasa Arab. Hal ini sesuai dengan kaidah di dalam ilmu ushul fiqh: sebuah kewajiban yang tidak akan sempurna (pelaksanaannya) kecuali dengan melakukan sesuatu (yang lain), maka sesuatu yang lain tersebut hukumnya juga menjadi wajib. Namun di sana ada bagian dari bahasa Arab yang wajib ‘ain dan ada yang wajib kifayah.” 

Imam Asy-Syafi’i rahimahullah mengatakan,

“Maka wajib atas setiap muslim untuk mempelajari bahasa Arab sekuat kemampuannya. Sehingga dia bersaksi bahwa sesungguhnya tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah Ta’ala dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, dan dengannya dia bisa membaca kitabullah … “ 

Tuh kan, kita sebagai seorang muslim wajib mencintai bahasa Arab dan berusaha menguasainya. Kebayang kalo kita buta aksara bahasa Arab, gimana kita bisa memahami panduan hidup yang Rasulullah saw tinggalkan untuk kebaikan kita di dunia dan di akhirat.

Jangan Lupakan Bahasa Ibu

Tetap utamakan belajar bahasa Indonesia. Secara gitu lho kita hidup di bumi nusantara dengan keanekaragaman budaya, pastinya bahasa Indonesia sudah harus kita kuasai di luar kepala. Tak hanya lisan, tapi juga tulisan sesuai EYD. Sebagai bentuk kecintaan kita pada dunia literasi dalam negeri.

Satu lagi, jangan lupakan bahasa daerah. Sayang banget kalo kita sampai belepotan atau malah terasing dengan bahasa daerah kita sendiri. Meski kalah populer dengan tren bahasa Inggris atau Korea, bahasa daerah sangat membantu kita untuk berkomunikasi dengan tetangga sekitar dan menjalin silaturahmi dengan sanak kerabat. Ini yang paling penting. Karena mereka adalah orang terdekat dalam lingkungan kita.

Dan sebagai seorang muslim, bahasa Arab adalah ‘bahasa ibu’ bagi kita. Tak ada alasan bagi kita untuk meremehkan bahasa Arab. Karena kemuliaannya dijamin dunia akhirat. Belajar bahasa Arab, siapa takut![]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here