Buletin Teman Surga 154. Pelajaran Berharga Dalam Perjalanan Istimewa

0
69
buletin teman surga 154 pelajaran berharga dalam perjalanan istimewa

buletin teman surga 154 pelajaran berharga dalam perjalanan istimewaDear, sudah pada tahu kan ada apa di 27 Rajab? Yes, peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad Saw. Teman-teman pasti sudah pada hafal dong ya kisahnya. So, kali ini kita akan bincang-bincang lebih dekat lagi soal ini. Agar semakin nyata betapa istimewanya agama kita! Siap, ya?!

iklan buletin teman surga

Perjalanan Suci

“Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar Lagi Maha Mengetahui” (TQS. Al Isra: 1)

Masyaallah, sebuah keajaiban telah Allah SWT tunjukkan begitu nyata ya, Dear. Kebangetan kalau kita enggak _ngeh_ juga. Sungguh Allah SWT Maha Kuasa memperjalankan Rasulullah Saw dari satu tempat ke tempat lainnya  dalam sekejap mata. Ya, padahal jaraknya tidak dekat. Seolah mustahil hanya butuh waktu satu malam untuk sampai. Bahkan tidak hanya di dunia, tetapi juga sampai pada langit ketujuh. Beneran enggak nembus akal ya kayaknya?

Tapi namanya akal manusia kan emang terbatas. Ia hanya mampu menjangkau pada hal-hal yang bisa diindera. Adapun untuk hal-hal yang tak terindra, manusia cukup menundukkan akalnya pada apa yang telah Allah SWT beritakan melalui nash-nash Al Qur’an ataupun As Sunnah. Begitu, kan?! Yapz!

Kita sudah pahami bahwa Al Qur’an adalah sebuah kitab yang pasti benar. Tidak ada keraguan sedikitpun di dalamnya. Allah SWT yang langsung menjaminnya. Enggak percaya? Jika memang enggak yakin bahwa Al Qur’an pasti benar, coba aja buat yang semisal Al Qur’an. Sanggup?

Udah deh, enggak usah aneh-aneh. Lah wong orang asli Arab yang ahli bersastra Arab aja nyerah kok ketika ditantang membuat hal serupa Al Qur’an. Lalu siapa kita berani-beraninya mau coba-coba challenge ini? Udah deh, mending nurut dan manut aja. Insyaallah selamat di dunia sampai ke surga. Cakep!

Oke, balik lagi ke soal perjalanan Baginda Nabi Saw. dalam peristiwa Isra dan Mi’raj ya, Dear. Isra dan Mi’raj sudah sering kita dengar kisahnya.  Yakni sebuah peristiwa yang intinya bercerita tentang perjalanan spiritual Rasulullah Saw. dalam menerima perintah shalat lima waktu.

Namun apakah hanya sampai pada hal tersebut? Tidak, Dear! Banyak kisah saat perjalanan ini dilakukan. Dari kisah-kisah yang ada, banyak banget hikmah dan informasi yang dapat kita petik untuk dijadikan bekal dalam menjalani kehidupan masa kini. Hal Ini penting banget untuk kita ketahui! Setuju ya kalau kita ulik lebih jauh lagi? Asiappp!

iklan buletin teman surga

Allah Maha Kuasa Sedangkan Manusia adalah Hamba

Dear #TemanSurga, jangan kejauhan menghayalnya, ya. Sini, balik lagi! Sadar, bahwa sesungguhnya kita ini hanyalah hamba. Allah SWT menciptakan kita dengan tujuan agar kita beribadah kepada-Nya. Tunduk, taat sepenuh jiwa dan hati. Tanpa tapi, tanpa nanti. So, kita ada di dunia ini bukan untuk gagah-gagahan atau hebat-hebatan. Segagah dan sehebat apapun kita, tetap Allah Swt. lebih hebat dari segalanya. Catet, ya!

Artinya, demikian pula kita bersikap dengan peristiwa Isra dan Mi’raj. Inilah kuasa Allah SWT. Tugas kita adalah sami’na wa ‘ato’na, yakni mendengar dan taat. Segala sesuatu yang telah Allah SWT kabarkan maka itu adalah sebuah keniscayaan. Pasti terjadi. Tidak perlu ada keraguan di dalam hati.

Balik lagi, Isra dan Mi’raj tidak hanya bicara soal sholat lima waktu. Jika kita kaji kembali, maka sesungguhnya ada beberapa pelajaran penting yang harus kita pahami.

Pertama, spirit baru. Telah kita ketahui bersama bahwa Rasulullah Saw tengah dirundung kesedihan bertubi-tubi sebelum peristiwa Isra dan Mi’raj terjadi. Satu persatu orang-orang yang dicintainya sekaligus sebagai pelindung dan pendukung dakwahnya telah dipanggil pulang oleh Allah SWT.

Ibunda Khadijah ra., istri tercinta Rasulullah Saw yang totalitas mendukung dakwah, telah tiada. Begitupun dengan paman Nabi Saw yang sungguh-sungguh melindungi dakwah,  juga telah berpulang. Betapa kesedihan merundung hati Baginda Nabi Saw. Kelebat kelam akan masa depan jalan dakwah telah berhasil memuramkan hati Baginda Nabi Saw. Rasulullah Saw sedih sesedih-sedihnya pada waktu itu.

Hingga kemudian Allah SWT dengan kuasa-Nya, memperjalankan Nabi yang mulia dalam perjalanan yang istimewa. Allah SWT ingin menghibur sekaligus kembali menunjukkan kepada Rasul-Nya. Bahwa ada Allah SWT yang Maha Besar. Allah SWT Maha Berkehendak. Tidak perlu larut dalam duka nestapa. Yakinlah bahwa Allah SWT akan selalu ada dan memberikan pertolongan-Nya. Demikianlah kira-kira, Dear!

Maka kembalilah semangat dan gairah Rasul Saw. Harapan cerah telah memenuhi rongga dada. Keyakinan bahwa Allah SWT Maha Memberikan Pertolongan  semakin bulat dan tidak tergoyahkan. Hanya kepada Allah SWT. Rasulullah Saw. menyandarkan segala harapan dan meminta pertolongan. Yakin secara total bahwa dakwah pasti akan dimenangkan!

Gelora semangat ini juga dirasakan oleh kaum muslimin. Sehingga terjadilah geliat yang dahsyat dalam perjalan dakwah seusai peristiwa Isra dan Mi’raj terjadi. Beliau Saw beserta kaum muslimin menawarkan Islam dengan penuh semangat dan optimis. Secara rata, dakwah disampaikan kepada suku-suku dan para delegasi yang datang berhaji ke Mekkah. Masyaallah! Keren banget ya kekuatan iman, Dear!

Pelajaran kedua dalam peristiwa Isra, ketika Rasulullah Saw. sampai di Masjidil Aqsa. Beliau Saw melaksanakan sholat dua rakaat sebagai imam.  Memimpin para Nabi terdahulu dari berbagai bangsa dan warna kulit. Ya, para Nabi menjadi makmum dalam sholat yang diimami oleh Baginda Rasulullah Saw. Masyaallah!

Hal ini menunjukkan bahwa Rasulullah Saw. diutus untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam. Islam yang diembannya adalah agama yang memimpin agama-agama lainnya. Terbukti, para Nabi terdahulu berada di belakang Rasulullah Saw. Mengikuti sholat yang dipimpin oleh Muhammad Saw.

Hal ini juga menunjukkan kepada kita bahwa hakikatnya Islam adalah agama yang ditetapkan oleh Allah Swt. pondasi dan arah kehidupan manusia. Islam mampu menjadi peradaban dunia yang menebar rahmat ke seluruh penjuru alam semesta beserta isinya.

Keagungan peradaban Islam inipun kemudian mulai terwujud sempurna tatkala Baginda Rasulullah Saw. bersama para sahabat melakukan hijrah ke Madinah. Di sanalah pondasi keimanan ditanamkan untuk bangunan peradaban. Kemudian segera menyebar kebaikan demi kebaikan Islam di seluruh lapis kehidupan manusia. Sejak saat itu jadilah Islam benar-benar memimpin peradaban dunia. Hingga di akhir kejayaannya, Islam telah memiliki luas kekuasaan hingga 2/3 belahan dunia. Wilayah seluasnya ini tidak kurang dari 13 abad berada dalam naungan islam. Spektakuler!

Bagaimana dengan hari ini? Ya, faktanya memang sangat jauh dengan apa yang dulu pernah terjadi. Tetapi kita tidak boleh lupa, bahwa melalui peristiwa Isra dan Mi’raj Allah SWT telah menunjukkan tanda-tanda bahwa Islam adalah pemimpin kehidupan. Maka harus tetap tertanam sebuah keyakinan, bahwa Islam harus kembali ditegakkan. Jika fakta hari ini tidak sesuai harapan, maka sesungguhnya inilah ladang amal bagi kita. Proyek besar yang Allah SWT sediakan agar kita berlomba-lomba untuk menuntaskannya.

Ya, Islam akan kembali berjaya. Inilah janji Allah SWT dan juga kabar gembira dari Rasul-Nya. Memang akan dipergilirkan menang dan kalah. Tetapi endingnya, kemenangan itu akan kembali pada pangkuan Islam. Bagaimana dengan kita, Dear. Mau jadi pejuang atau pecundang? Life is Choice! Maka pilihlah yang sudah ada jaminan dari Allah SWT Yang Maha Segala. Fight!

Pelajaran ketiga, kebanggaan diri menjadi seorang muslim. Bagaimana tidak, melalui peristiwa Isra dan Mi’raj kita dapati pesan ini begitu nyata. Allah SWT sebagai Tuhan seluruh alam semesta telah mendeklarasikan keagungan dan kemuliaan Islam dari peristiwa demi peristiwa pada Isra dan Mi’raj. Tugas kita adalah memaknainya dengan benar. Kemudian menjadikannya sebagai amunisi perjuangan untuk mengembalikan kejayaan Islam.

Kiprah kita sebagai pemuda muslim tentu sangat berarti. Umat juga pasti menanti. Allah SWT dan Rasulullah Saw pun turut meneliti. Wahai pemuda muslim, apa kiprahmu untuk mengembalikan kejayaan Islam?

Melalui peringatan Isra dan Mi’raj yang telah 14 abad dilalui, hendaknya hati kita bergetar dan bergelora. Tergerak untuk segera mengambil estafet perjuangan. Meluaskan kebermanfaatan, menebarkan Rahmat Islam ke seluruh penjuru alam. Cinta dan bangga menjadi muslim, inilah yang mestinya terpatri dalam jiwa-jiwa kita. Jangan sampai padam, harus selalu dijaga nyalanya hingga kemenangan itu benar-benar tiba.

Demikianlah beberapa pelajaran berharga dalam peristiwa Isra dan Mi’raj. Bukan sekadar tentang tunggangan bernama Buroq yang memiliki kecepatan bagai kilat. Lebih dari itu, peristiwa Isra dan Mi’raj juga merupakan penegasan bahwa Baginda Muhammad Saw. membawa agama Islam yang diridai-Nya. Agama yang akan memimpin dunia.

Jika dulu pernah ada, maka kelak pasti akan kembali. Kalaupun saat ini tidak terindra, yakin saja bahwa ini adalah kesempatan amal yang Allah SWT berikan untuk kita generasi akhir zaman. Dear #TemanSurga, gimana? Mau jadi pejuang atau pecundang? Bissmillah, insyaallah siap jadi pejuang, ya?! Allahuakbar![]

iklan buletin teman surga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here