Buletin Teman Surga 156. Lagi Bad Mood Nih!

0
10
buletin teman surga 156 lagi bad mood nih

buletin teman surga 156 lagi bad mood nihDear #TemanSurga, hayo ngaku siapa yang sering ngalamin moodnya naik-turun? Kayaknya setiap kita pernah ngalamin deh, ya. Hihihi! Sebenarnya banyak ruginya sih kalau kita itu mood-mood-an. Di antaranya banyak pekerjaan yang numpuk dan terabaikan. Alhasil, jadi mager deh mau ngapa-ngapain. Yang rugi siapa? Paling pertama ya kita sendiri. Jadi mandeg aktivitas dan kreativitasnya. Sayang banget ya kan?!

Nah, ngomong-ngomong ada apa ya dengan si mood ini? Kenapa dia bisa naik dan turun? Kenapa pula dia sangat mempengaruhi kualitas hidup kita? Terus ada enggak ya cara agar mood bisa on terus? Bagaimana pula Islam memandang soal mood ini? #TemanSurga penasaran? Kuy lah kita ulik-ulik. Cekidot!

Fenomena Generasi Moody

Seperti yang kita obrolin di awal tadi ya Dear, bahwa setiap kita rasanya pernah mengalami bad mood. Juga tidak bisa dipungkiri, bahwa ternyata gaya moody ini menjadi trend di kalangan generasi. Sedikit-sedikit selalu laporan, ”Lagi enggak mood, nih!”. Setelah itu lanjut rebahan seharian. Hayo, ada yang begini?

Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan mood? Ya, mood itu berasal dari bahasa inggris ya, Dear. Mood dalam bahasa Indonesia diartikan dengan suasana hati. Bisa juga lah ya kalau kita mau sebut dengan perasaan.  Artinya fenomena generasi moody ini sama dengan generasi baperan. Apa-apa dibawa perasaan. Mau ngapa-ngapain juga tergantung perasaan. Kalau pas happy, ngapain aja hayuk. Tapi kalau lagi enggak happy, bawaannya mau selonjoran aja seharian. Iya apa iya?

Nah, fenomena generasi moody ini ternyata beneran ada loh. Gawatnya, fenomena ini sudah menimbulkan kemalasan masal di kalangan remaja. Jadi jauh dari kata aktif, kreatif, dan produktif. Belajar ogah-ogahan, main game tahan berjam-jam. Begadang demi menjelajahi sosial media juga udah biasa. Alhasil hidupnya ada dalam jaringan dan lupa dengan kehidupan nyata. Gawat enggak, tu? Gawat banget, dong!

Sebab sehebat apapun teknologi, tetap enggak akan bisa menggantikan fungsi manusia. Ya, sebagai manusia kita adalah makhluk sosial. Saling membutuhkan antara yang satu dengan yang lainnya. Ditambah lagi bahwa manusia adalah sebaik-baik makhluk yang diciptakan oleh Allah Swt. Begitu istimewanya manusia, sampai Allah Swt menghendaki kita mejadi pengelola di bumi ini. Masyaallah!

Nah, lantas bagaimana kalau kitanya justru moody? Malas belajar dan minim ilmu pengetahuan. Apa yang akan kita lakukan untuk mengelola bumi ini? Bisa-bisa justru kerusakan yang akan merajalela. Ngeri banget, kan?!

iklan buletin teman surga

Ada Apa dengan Mood?

Dear, sepertinya penting ya bagi kita untuk tahu lebih dalam tentang mood. Bagaimana sih Islam memandangnya? Apakah ada bab pembahasan soal mood  dalam syariat Islam? Semoga dengan kita memahami si mood lebih dalam, kita bisa lebih bijak dalam menyikapinya. Jadi enggak keseret-seret gitu dalam kemageran berbungkus mood-mood-an. Hehehe!

Mood atau suasana hati pasti ada  pada setiap manusia. Ada perasaan sedih, bahagia, dan sebagainya. Itu semua sebenarnya fitrah alias alami. Perangkat bawaan yang Allah Swt ciptakan dalam diri manusia. Bahasa kerennya mah naluri, begitu. Jadi wajar aja sebenarnya jika kita sebagai manusia adakalanya sedih, kecewa, enggak suka, dan lain sebagainya. Selagi masih dalam batas normal, its ok aja.

Perkara mood ini menjadi masalah ketika hadirnya menjadikan kita mager dalam beramal saleh. Nah, loh! Artinya, kita emang kudu benar-benar lihai dalam mengelola mood. Jangan sampai kita dikendalikan oleh si moody. Jika kita sukses menaklukkan si moody, insyaallah beres segala urusan.

Hal yang harus kita pahami adalah bahwa si mood ini tidak muncul dengan sendirinya, Dear. Dia bisa sliweran ke diri kita kalau ada faktor luar yang memicu. Nah, kurang-kurangi deh itu pemicunya. Amati linngkaran pertemanan, bacaan, ataupun tontonan yang membersamai kita. Beneran, ini ngefek banget ke mood  kita. So, pastikan apa-apa yang membersamai kita itu adalah hal-hal yang positif. Hempaskan aja kalau missal ada yang negative. Alias hindari, jaga jarak.

Selain adanya faktor pemicu, si moody ini juga memiliki kriteria lain yang wajib kita tahu. Yes, mood itu adalah suasana hati. Adanya si mood sebenarnya tidak perlu dipusingin. Karena keberadaannya tidak akan menyebabkan kita mati. Paling mentok cuma gelisah doang. So, enggak masalah kok kalau kita abaikan si mood ini. Lawan aja. Insyaallah kita akan baik-baik saja bahkan jauh lebih baik lagi. Enggak percaya? Langsung aja praktik, ya!

Gimana, sudah tergambar kan bagaimana cara bergaul dengan si moody agar tidak terpedaya?  Emang sulit, sih. Tapi yakin, pasti bisa!

iklan buletin teman surga

Kunci Agar Mood On Terus

Dear, waktu terus berlalu. Cepat banget perputarannya. Rasanya baru kemarin daftar TK, tiba-tiba saat ini kita sudah remaja bahkan beranjak dewasa. Betul aja atau betul banget? Maka benarlah sebuah ungkapan yang menyebutkan bahwa waktu ibarat tebasan pedang. Jika tidak pandai mengelola, habislah kita kena tebasannya.

Apalagi generasi muda seperti kita. Serius, waktu kita benar-benar terbatas. Ketika sudah terlewat masa ini, maka tidak akan pernah terulang lagi. Padahal, masa muda ini adalah masa istimewa. Bahkan Allah Swt. Memberikan apresiasi khusus bagi para pemuda. Yapz, generasi muda yang menghabiskan masa mudanya dalam ketaatan, kelak di yaumil akhir akan mendapatkan naungan dari Allah Swt. Masyaallah!

Pertanyaannya, sampai detik ini apa yang sudah kita persembahkan untuk Allah Swt? Sudahkah amal saleh senantiasa menghiasi hari-hari? Atau justru kebanyakan mager, terbelenggu oleh si moody? Hati-hati ya Dear, jangan sampai merugi!

Lantas bagaimana agar mood on terus sehingga amal saleh tidak pernah terputus? Tenang, ada kok kuncinya. Yang penting kita mau terus belajar dan berproses. Kemudian siap untuk kosisten dalam mempraktikkannya. Siap, ya?!

Kuy, coba deh simak terjemahan firman Allah Swt. Berikut ini:

”Demi masa. Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang yang beriman dan beramal saleh, sabar dalam kebaikan, dan sabar dalam nasihat-menasihati.” (QS. Al-‘Asr: 1-3)

Coba perhatikan, Dear. Ternyata Allah Swt. sudah memberikan warning untuk kita dalam menyikapi waktu. Agar jangan sampai kita merugi dalam mengarungi kehidupan dunia. Pertama, pastikan kita menjadi orang-orang yang beriman. Tidak perlu menunggu tua, sebab yang muda justru mendapat tempat istimewa. Lagi pula, umur siapa yang tahu ya kan? Emangnya yakin usia kita bakalan sampai tua? Enggak ada yang bisa menjamin, Guys. So, kapan mestinya kita mulai memupuk keimanan? Yes, dari sekarang. Tanpa tapi dan nanti.

Iman artinya adalah 100% meyakini Allah Swt. Yakin terhadap eksistensi-Nya. Yakin dengan kekuasaan dan juga segala aturan-Nya. Keyakinan ini bulat dan penuh. Kaffah (menyeluruh), bukan setengah-tengah. Sehingga terimplikasi dalam setiap amal-amal harian. Gimana caranya agar iman bisa sekeren ini? Ya kudu rajin ngilmu. Ngaji Islam, duduk di majelis ilmu atau juga di lingkaran-lingkaran halqoh.

Kedua, mesti melakukan amal saleh. Apa sih yang dimaksud amal saleh? Amal saleh itu adalah semua amal yang diniatkan ikhlas karena Allah Swt. dan dikerjakan sesuai dengan tata cara syariat Islam sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw. Jadi bukan hanya salat dan puasa. Berbakti pada orang tua, giat dan sungguh-sungguh dalam belajar juga merupakan amal saleh. Asal niat dan caranya benar sesuai dengan syariat Islam. Bagaimana cara tahu benar dan salahnya? Lagi-lagi ya kudu ngaji, Dear. Enggak bisa enggak!

Ketiga, bersabar dalam kebaikan dan sabar untuk saling nasihat-menasihati. Yapz, bersabar untuk selalu saleh itu memang berat. Berbagi nasihat kebaikan, apalagi menerima nasihat, ini jauh lebih berat. Karena itu Allah pesankan agar kita sabar di dalamnya. Kalau kita sabar maka akan beruntung. Tidak hanya di dunia, tetapi juga hingga ke surga. Masyaallah!

Demikianlah kunci-kunci agar mood selalu on, Dear. Sibukkan diri dengan kebaikan. Jika kunci yang ada digunakan semua, maka yakinlah tidak akan ada waktu untuk baper, bad mood, dan aura negatif lainnya. Sebaliknya, yang ada justru semakin bersemangat dalam beramal karena tahu bahwa ada Allah Swt yang Maha Melihat dan Maha Menghisab amal-amal kita. Sekecil apapun itu.

Terlebih lagi menjelang Ramadhan seperti saat ini. Maka sudah seharusnya semangat menyala dan menggebu-gebu. Harus mulai latihan, meningkatkan amal sejak sekarang. Bissmillah, semoga kita semua sampai di bulan Ramadhan dan memiliki kemampuan untuk gas pol-polan dalam amal kebaikan. So, katakan selamat tinggal pada si moody, yes! Bye, bye![]

iklan buletin teman surga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here