Buletin Teman SUrga 159. Amazing Islamic Booster

0
85
buletin teman surga 159. amazing islamic booster

buletin teman surga 159. amazing islamic boosterKalo cuman lihat dari pergantian waktu, Ramadhan emang gak jauh beda dengan bulan hijriah lainnya.  Sehari 24 jam dan sebulan kurang lebih 29 atau 30 hari. Tapi kalo kita tengok dari sisi akidah, kemuliaan Ramadhan nggak ada lawan. Bayangin aja, selama satu bulan Allah obral pahala bagi hamba-Nya. Setiap detik.

Pahala ibadah sunah disamain dengan ibadah wajib. Pahala ibadah wajib dilipatgandakan ratusan kali. Gimana nggak bahagia kita dapat kesempatan yang langka ini. Makanya, jangan anggap remeh kehadiran Ramadhan. Apalagi disia-siakan. Ruginya tujuh turunan!

Sahabat rasul aja, nangis saat Ramadhan akan berganti bulan. Mereka super sedih khawatir nggak ketemu lagi bulan puasa berikutnya. Itu berarti, gak dapat kesempatan untuk berburu pahala demi memantaskan diri masuk surga.

Dari Jabir RA, Rasulullah SAW bersabda, “Di malam terakhir Ramadhan, menangislah tujuh petala langit dan tujuh petala bumi dan para malaikat, karena akan berlalunya Ramadhan, dan juga keistimewaannya. Ini merupakan musibah bagi umatku.”

Kemudian ada seorang sahabat bertanya, “Apakah musibah itu, ya Rasulullah?”

“Dalam bulan itu segala doa mustajab, sedekah makbul, segala kebajikan digandakan pahalanya, dan siksaan kubur terkecuali, maka apakah musibah yang terlebih besar apabila semuanya itu sudah berlalu?”

Ketika mereka memasuki detik-detik akhir penghujung Ramadhan, air mata mereka menetes. Hati mereka sedih.

Mungpung saat ini Allah swt ngasih kita kesempatan untuk ketemu Ramadhan, jangan sia-siakan momen amazing islamic booster ini. Genjot dengan kegiatan bermanfaat yang berbuah pahala berlimpah. Tanpa tapi tanpa nanti. Meski kegiatan belajar mengajar di sekolah beralih ke rumah, jangan sampai mengurangi semangat kita  untuk ikutan kajian online. Banyak banget pilihan acara kajian remaja di sosial media yang bisa kita pantengin. Bertabur hikmah menjemput berkah. Gas poll!

iklan buletin teman surga

Mal Praktek Amaliyah Ramadhan

Idealnya, sehari-hari di bulan Ramadhan dipenuhi nuansa ketakwaan. Setiap orang belomba-lomba ngumpulin pahala. Setiap waktunya dipakai untuk beramal shalih. Apalagi Rasul mengingatkan kalo di bulan mulia ini, setan-setan dibelenggu. Biar yang pada puasa nggak diganggu. Sayangnya, nggak semua begitu.

Ada aja umat Islam yang belum bisa move on dari keseharian di luar Ramadhan yang dipenuhi godaan setan terutama dalam urusan perut. Ada yang terang-terangan nggak puasa dengan alasan kerja. Terutama pekerja keras dalam arti yang sebenarnya. Kerjaan yang mengandalkan otot dan menguras tenaga. Penulis pernah lihat tuh oknum tukang galian kabel pinggir jalan yang cuek aja minum di tengah hari bolong saat bulan puasa. Ada juga supir angkot yang asyik ngepulin asap rokok sambil nyetir. Padahal penumpangnya pada puasa dan hanya bisa geleng kepala.

Ada yang sembunyi-sembunyi nggak puasa takut ketauan orang yang dikenalnya. Saat jam makan siang, warung makan yang buka berusaha melindungi aib pelanggannya dengan memasang gorden atau penghalang. Jadi kalo di warteg pinggir jalan, yang keliatan cuman kakinya aja sementara mulutnya sibuk mengunyah makan siang.

Kalo remaja, insya Allah nggak ya. Nggak jauh beda. Hehehe…gak ding. Biasanya remaja muslim masih bisa menjaga diri untuk tak berpuasa terang-terangan. Gengsinya masih tinggi. Nggak tahu ya kalo lagi sendiri. Cuman dirinya, Allah, dan malaikat yang tahu.

Meski begitu, namanya remaja selalu kreatif bin inovatif dalam mengisi Ramadhan. Kegiatannya beragam sambil tunggu waktu berbuka. Ada yang beneran memaksimalkan Ramadhan dengan aktifitas bermanfaat, ada juga yang sekedar modus. Ada udang di balik bakwan. Niatnya yang mulia jadi ternoda. Pengennya dapet pahala, bisa tergelincir ke perilaku tercela.

Bada shubuh, remaja isi dengan JJSH alias jalan-jalan shubuh. Ada yang jalan kaki menelusuri jalan raya sambil menikmati kesejukan udara pagi. Ada yang ngumpul bareng sambil ngobrol ngalor-ngidul sama sohib nunggu matahari terbit. Nggak ketinggalan, ada yang memanfaakan aksi JJSH buat ngeceng cari gebetan yang ketemu di jalan. Puasa sih, tapi tuh mulut nggak tahan godain lawan jenis yang berpapasan, ngajakin kenalan, ujung-ujungnya pdkt biar bisa berduaan. Parahnya, ada yang pacaran backstreet saat JJSH ini. Pahalanya puasanya bisa hangus woy!

Beranjak siang, perut mulai keroncongan. Kalo nggak ada kegiatan, gelisah nggak karuan. Kalo udah bete, dipake buat tiduran sampai tidur beneran. Dari pagi sampai siang. Break shalat dzuhur dan kalo sempat mandi siang. Abis itu, lanjut tidur sampai ashar. Mentang-mentang tidurnya orang berpuasa ada pahalanya, jadi amaliyah Ramadhan banyak diisi tidur 3 kali sehari. Pagi, siang dan sore. Kaya minum obat aja.

Kalo tidur bosen, hari-hari Ramadhan diisi main game. Kalo dulu, permainan populer yang banyak dicari saat Ramadhan nggak jauh dari main catur, karambol, halma, atau monopoli. Ada juga yang betah duduk pegang joystik PS. Keasyikan permainannya lumayan banyak menyita waktu. Kalo sekarang, game-nya udah beralih ke game online. Ratusan game menarik bisa diunduh gratis. Dijamin keriting tuh jempol dipake maen game seharian.

Menjelang maghrib, acara jalan-jalan sore alias ngabuburit jadi favorit. Sambil tunggu waktu berbuka, remaja en remaji asyik jalan di tempat keramaian dengan tampilan menawan. Wisata kuliner cari menu berbuka yang bikin ngiler. Nongkrong di cafe bareng sahabat ngadain acara buka bersama. Cewek-cowok ngumpul bareng tanpa batas. Saking serunya, waktu maghrib yang cuman sebentar aja bablas. Pulang ke rumah kecapean, langsung ketiduran. Dibangunin ibu saat sahur nggak kedengeran. Tahu-tahu, bangun saat waktu shalat dhuha. #tepokjidat

Kebangetan kalo kamu habiskan waktu Ramadhan sia-sia cuman buat nunggu bedug maghrib. Padahal, nggak ditunggu juga bedug maghrib pasti berbunyi. Rasul mengingatkan kita kalo puasa Ramadhan mengajak kita untuk berproses menjadi pribadi yang bertakwa. Dan salah satu ciri ketakwaan adalah dengan meninggalkan akfititas yang minim manfaat dan cenderung mendekatkan pada maksiat. 

“Seorang hamba tidak akan sampai kepada derajat orang-orang yang bertakwa hingga ia meninggalkan perkara yang tidak ada masalah (mubah), karena khawatir akan terjerumus dalam perkara yang bermasalah (terlarang). (HR. Al-Hakim)

Masih mending kita manfaatkan waktunya untuk tadarrus qur’an, mengkaji Islam, bantu kerjaan ortu, atau mengasah keterampilan. Percaya deh, meski kegiatan berbau syurga dan sok tua ini nggak populer tapi ‘imbalannya’ gak ada tandingan.

iklan buletin teman surga

The Power Of Amazing Islamic Booster

Kita bisa belajar banyak dari ’keperkasaan’ orang-orang yang tetep produktif walau puasa. Seperti para shahabat dan pasukan kaum Muslimin yang berhasil memenangkan berbagai peperangan yang terjadi di bulan mulia.

Di antaranya perang Badar al-Kubra yang terjadi para 17 Ramadhan 2 H. Boleh dibilang, ini adalah perang “hidup-mati” antara kaum muslimin dengan orang-orang kafir Quraisy. Rasulullah pernah merasa takut, kalau pertempuran itu akan memusnahkan kaum mukminin Madinah di muka bumi ini. Beliau berdoa kepada Allah: “Ya, Allah, jika kelompok ini sekarang binasa tidak ada lagi yang menyembah-Mu di atas muka bumi ini.”

Alhamdulillah, Allah Swt. turut ’campur tangan’ dalam peperangan tersebut. Dan hasilnya, 313 tentara kaum muslimin berhasil menghajar telak dan melibas 1000 pasukan kaum kafir Quraisy.

Atau perang Ain Jalut pada 25 Ramadhan 658 H yang terjadi antara kaum muslimin dan Tartar merupakan perang yang besar dalam sejarah Islam. Hal itu dikarenakan Tartar mampu menguasai banyak daerah Islam, menjatuhkan Khilafah Abbasiah dan berhasil membunuh Khalifah Mu’tashim Billah di Baghdad pada tahun 656 H / 1256 M. Bahkan meminta Sultan Mamluki “Quds” untuk tunduk di bawah kekuasaannya. Permintaan ini ditolak dan Sultan memutuskan untuk menghadapi Tartar dalam peperangan.

Maka pada hari Jum’at tanggal 25 Ramadhan 658 H, bertemulah dua pasukan besar di wilayah Ain Jalut. Dalam peperangan ini Sultan Quds mengumandangkan syiar “Wahai Allah tolonglah hamba-Mu Quds dari kaum Tartar.” Peperangan ini berakhir dengan kemenangan kaum muslimin.

Kebayang nggak sih. Udah mah puasa, ‘dipanggang’ panas terik matahari, menjelajah gurun pasir yang gersang, dan satu lagi…, harus perang! Wah, pastinya berat banget ya jalaninnya. Untungnya, perjuangan kaum Muslimin dilandasi dengan keimanan kepada Allah Swt. Jadinya nggak gampang mundur apalagi kabur dari medan tempur.

Kita juga bisa belajar pada keperkasaan mereka yang komitmen berhijrah. Move on dari kemaksiatan menuju ketaatan. Meski menghadapi banyak tantangan, tak surut semangatnya mengejar ampunan. Terutama di bulan Ramadhan, saat ridho Allah swt membersamai mereka dalam ibadah dan amal sholehnya demi menghapus dosa.

Untuk jadi perkasa, yang kita perlu lakukan cuman satu. Bangun dan perkuat benteng akidah sebagai pertahanan untuk menaklukkan hawa nafsu. Karena hawa nafsu kalo nggak dikendalikan bisa menginjak-nginjak harga diri kita sebagai hamba Allah. Itu yang bikin kita lemah bin letoy. Seperti diingatkan dalam firman-Nya:

Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan”. (QS. Shâd [38]: 26)

Jalan yang paling pas untuk memperkuat benteng akidah adalah dengan mengenal Islam lebih dalam. Plus getol beribadah dan berdakwah. Biar lebih ngejoss, banyak deh bergaul dengan orang alim dan takwa agar keimanan tetep terjaga. Kalo keimanan kita udah tangguh, insya Allah hawa nafsu juga bakal ngeper. Fisik kita pun lebih siap ngadepin tantangan demi meraih ridho Allah swt. Nggak peduli meski badan tinggal tulang dan dosa. Yang penting, pantang menyerah meraih berkah!

Nah, mumpung di bulan puasa, jangan sampe waktu terbuang percuma. Nikmati kegiatan menimba ilmu dengan sukacita. Luangkan waktu untuk tilawah qur’an. Yang ini juga nggak boleh kelewat, shalat tarawih sebulan penuh. Ini semua yang melahirkan the power of amazing islamic booster dalam diri kita. Mau? Berangkat..![]

iklan buletin teman surga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here