Buletin Teman Surga 160. Al Qur’an Kunci Hidup Penuh Arti

0
32
buletin teman surga 160. alquran kunci hidup penuh arti

buletin teman surga 160. alquran kunci hidup penuh artiBulan Ramadhan adalah bulan turunnya Al Qur’an. Tidak heran jika kemudian gemuruh lantunan kalam Al Qur’an menjalar ke seluruh belahan bumi di bulan ini. Muda maupun tua, pria ataupun wanita, semuanya berlomba-lomba untuk dapat mengkhatamkan Al Qur’an. And than bagaimana dengan kabar tilawahmu dear #TemanSurga? Sudah khatam berapa kali sampai detik ini? Hayuk, segera evaluasi agar bisa lebih melejit lagi. Siap, ya?!

 Bersahabat dengan Al Qur’an

Dear #TemanSurga, Al Qur’an adalah kitab istimewa. Allah SWT mempersiapkannya dengan sempurna untuk kita umat manusia. Di dalamnya terdapat banyak kisah, berita gembira, perintah, juga larangan dari Allah SW. Sungguh, semua yang ada di dalam kitab Al Qur’an merupakan mukjizat dari Allah SWT yang telah Rasulullah SAW wariskan kepada kita. Pertanyaanya, sudah seakrab apa diri kita denga Al Qur’an?

Ya, kita perlu bersahabat dekat dengan Al Qur’an. Sebab di dalam Al Qur’an itulah kita akan menemukan kompas yang menjadi petunjuk jalan selama mengarungi rimba kehidupan. Jika kompas telah ada dalam genggaman, insyaallah perjalanan hidup kita bagai jalan tol. Bebas tanpa hambatan. Cusss mulus sampai masuk ke surga. Tetapi jika kompasnya saja belum ditemukan, maka jangan terbelalak jika jalan yang terbentang penuh rintangan dan halangan. Celakanya tidak hanya pedih di dunia, tetapi juga bertambah-tambah derita kelak di neraka. Serem banget kan, ya?! Naudzubillah!

Dari Umar RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:

”Sesungguhnya Allah mengangkat derajat beberapa kaum dengan kitab ini (Al Qur’an) dan Dia merendahkan beberapa kaum dengan kitab ini pula” (HR. Muslim)

Nah, semakin benderang kan ya? Bahwa memang Al Qur’an merupakan kitab sakral bagi kita. Kitab yang mampu meninggikan ataupun menjungkir balikkan derajat manusia. Dalam kondisi seperti apa? Ya, tergantung bagaimana sikap kita terhadap Al Qur’an.

Menurut Maulana Zakariyya al-Khandahlawi dalam kitabnya yang berjudul  Fadhilah Amal, siapa saja yang beriman dan beramal dengan Al Qur’an maka Allah akan mengangkat derajatnya. Memuliakannya di dunia dan akhirat. Sebaliknya, jika seseorang tidak beramal dengan Al Qur’an, maka Allah SWT pasti menghinakannya. So, enggak ada kata main-main lagi ya, Dear. Kita beneran kudu serius menjadikan Al Qur’an sebagai kompas kehidupan. Lantas bagaimana agar kompas itu bisa ada dalam genggaman dan tidak akan pernah hilang?

Nah itu dia, Dear. Kita harus PDKT terus dengan Al Qur’an. Kita harus membangun persahabatan yang begitu karib dengan Al Qur’an. Dengan demikian, insyaallah kompas akan kita genggam dan tidak akan pernah hilang. Dimulai dari mana nih PDKTnya? Cekidot!

Pertama, kenalan dulu dong ya. Belajar bagaimana cara berinteraksi dengan Al Qur’an. Bagaimana adab bergaul dengannya. Apa saja huruf yang ada di dalamnya serta bagaimana cara membacanya. Salami deh dalam-dalam. Ibarat pepatah mengatakan, ”Tak kenal maka tak sayang!”. Demikian pula kita dengan Al Qur’an. Jangan harap bisa akrab kalau belum kenalan. Sip, ya!

Kedua, sering-sering deh saling tatap dengan Al Qur’an. Alias  perbanyak membacanya. Kalau sudah kenal, jangan dicuekin. Kamu aja enggak mau kan ducuekin sama teman? Hihihi! Ingat loh ya, persahabatan dengan Al Qur’an itu begitu istimewa. Kalau kita sudah diakui sebagai sahabatnya, Al Qur’an bakalan menerangi gulitanya jalan kehidupan. Bahkan, Al Qur’an juga akan membela dan memberikan syafaatnya bagi kita di akhirat kelak. Uwuuuww banget enggak sih? Aku mah mau pakai banget digituin!

Ketiga, kalau kita sudah terbiasa membaca Al Qur’an selanjutnya adalah bercengkrama dengannya. Yes, mulailah memahami makna demi makna yang terkandung di dalam Al Qur’an. So, jangan Cuma membaca tanpa tahu arti. Karena jika demikian, kamu bagai sedang mencium wanginya buah durian tapi tidak menemukan dagingnya untuk dinikmati. Nyesek enggak, tuh? Banget!

Jadi kita itu kudu peka dan sadar diri ya. Al Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab, sedangkan kita bukan orang yang ahli dalam bahasa Arab. Maka usaha kita untuk memahami Al Qur’an harus lebih lagi, Guys. Yapz, baca tuh terjemahan Al Qur’an. Pelajari pula tafsir-tafsirnya. Dijamin deh bakalan ketemu tuh daging durian yang super empuk, lembut, legit, dan manis. Eh, bahkan jauh lebih nikmat lah dari daging durian. Hehehe!

Keempat, sedikit demi sedikit cobalah menghafalkan Al Qur’an. Hafalin ayat demi ayat dalam surat cinta-Nya. Resapi, rasakan getaran indah darinya. Ingat, kemulian diberikan kepada para penghafal Al Qur’an. Bahkan juga untuk kedua orang tuanya. Masyaallah! Kudu gercep dan kobaran semangat nih, Guys. Apalagi momen Ramadhan gini, kan. Cocok banget dah! Gas pol!

Kelima, jangan hanya membaca, menghafal, dan memahami maknanya ya, Dear. Hal paling penting dari interaksi dengan Al Qur’an adalah mengamalkan apa yang telah kita pahami darinya. Inilah kompas itu, Guys. Rambu-rambu yang harus kita patuhi dalam berjalan di muka bumi. Bukan karena apa-apa, melainkan demi keselamatan kita dalam mengarungi dunia hingga kelak bisa sampai ke surga. Sepenting ini loh pengamalan Al Qur’an dalam hidup kita. Yakin enggak baper?

Masih ada waktu, Dear. Yuk kita optimalkan sisa Ramadhan untuk lebih intens PDKT ke Al Qur’an. Semoga kita benar-benar bisa bersahabat karib dengannya.

iklan buletin teman surga

Al Qur’an Bikin Hidup Lebih Berarti

Sebagai generasi muslim, kita sudah sangat paham bahwa kitab kebanggaan milik kita adalah Al Qur’an. Hanya saja sayang, masih banyak di antara kaula muda  yang belum memahami bahwa Al Qur’an adalah kunci yang penuh arti dalam kehidupan. Sehingga tidak jarang, banyak pemuda yang mengabaikan kunci berharga ini.

Coba yuk kita sedikit menoleh ke belakang. Dulu, tatkala Islam belum ada. Ketika wahyu Allah Swt belum turun dalam bentuk ayat-ayat Al Qur’an. Apa yang terjadi pada kehidupan manusia? Bagaimana corak peradaban mereka? Ya, jahiliyah. Diliputi kebodohan. Diselimuti kedzaliman dan kesewenang-wenangan. Hidup bagaikan di hutan belantara. Hukum rimba menjadi punggawa. Siapa yang kuat, dialah yang menang. Yapz, persis bagai kehidupan binatang.

Kemudian Allah SWT mengutus Muhammad SAW sebagai Rasul. Perlahan tapi pasti, ayat-ayat cinta-Nya turun ke bumi. Melalui perantara malaikat Jibril yang patuh meneruskan kepada baginda Nabi SAW, kalam-Nya menjadi penerang kehidupan. Tersibaklah  kejahiliyahan. Terkoyaklah kedzaliman. Berganti dengan kehidupan yang beradab, adil, damai, dan sejahtera. Terang benderang dan gemilang dengan pendar cahaya Al Qur’an. Masyaallah!

Demikianlah Al Qur’an mampu mengubah corak kehidupan. Sebab ia bukan datang dari lemahnya akal manusia. Melainkan Al Qur’an adalah wahyu yang diturunkan oleh Sang Pencipta langit dan bumi. Dialah Allah SWT. Maka tidak layak muncul keraguan di hati kita kepada Al Qur’an. Hati kita harus bulat dan mantap bahwa benar Al Qur’an adalah kunci penuh arti dalam kehidupan.

Jika keyakinan ini telah terpatri maka tekad untuk memahami dan mengamalkan Al Qur’an tentu jauh lebih dahsyat lagi. Mantap dan tegap langkah kaki. Penuh kesadaran diri akan menjadi penjaga dan pembela Al Qur’an yang terpercaya. Dengan cara apa? Ya, dengan cara membaca, memahami, dan mengamalkan setiap titah Allah SWT yang tercantum di dalam Al Qur’an.

Kapan harus dimulai? Sekarang. Detik ini juga. Tanpa tapi, tanpa nanti. Mumpung masih momen Ramadhan mari kita sempurnakan niat dan ikhtiar terbaik. Sisanya kita serahkan kepada Allah SWT. Biarkan Allah SWT yang akan menyempurnakannya. Semoga istikomah selalu terjaga. Hingga jiwa kita tutup usia dan husnul khatimah menjadi gelar kehormatan untuk kita. Amin Allahumma Amin![]

iklan buletin teman surga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here