Buletin Teman Surga 163. Sudah Siapkan Masa Depanmu?

0
22
buletin teman surga 163. sudah siapkan masa depanmu

buletin teman surga 163. sudah siapkan masa depanmuMasa depan adalah sebuah kepastian. Gitu kata pepatah. Seiring dengan waktu yang terus berjalan, mau nggak mau kita akan ketemu dengan hari esok jika Allah mengizinkan. Usia kita bertambah tanpa bisa kita cegah.

Belasan tahun kemarin mungkin di antara kita ada yang baru nongol melihat dunia. Lalu menjadi bayi yang lucu dan imut. Tak lama jenjang pendidikan pun mulai ditapaki. Dari taman kanak-kanak, SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi. Selepas itu, biasanya lanjut cari kerja, berkeluarga, lalu beranak pinak. Kaya gitu polanya yang sering kita temui.

Kebayang ya kalo masa depan kita seperti kebanyakan orang, standar banget. Gak ada tantangan. Ngalir aja seolah tak punya kuasa untuk nentuin jalan hidup kita. Padahal, hidup kita hanya sekali dan kita berharap hidup gak cuman numpang bernapas doang di muka bumi. Tapi kehadiran kita punya arti untuk orang banyak gak cuman diri sendiri.

Untuk itu, penting untuk kita mulai mikirin masa depan yang glowing. Bukan untuk cari muka dan sensasi biar dibilang keren. Tapi untuk ngasih umpan biar jalan hidup kita terarah. Dan itu semua bisa kita awali dengan bermimpi indah, eh bermimpi besar.

iklan buletin teman surga

Big Dream Big Challenge

Mungkin masih di antara kita yang ngerasa punya mimpi besar itu gak penting-penting banget. Biasa aja. Seperti kebanyakan remaja yang tanpa sadar ngikutin cara berpikir kaum fatalisme alias orang-orang yang memasrahkan hidupnya mengalir gitu aja. Buat apa punya mimpi, toh hidup akan mengantarkan mereka pada keberhasilan atau kegagalan dengan sendirinya. Gitu kata mereka.

Padahal punya mimpi besar itu, bukan cuman penting, tapi puenting buanget..! 😀 Mimpi besar itu adalah sebuah energi yang bisa menggerakan seseorang untuk meraih cita-cita dengan segala keterbatasannya. Kalo diibaratkan, mimpi besar itu seperti ambisi pemain sepakbola yang berkeinginan melesakkan goal ke gawang lawan. Dia akan berusaha sekuat tenaga melewati hadangan pemain bertahan, bersinergi dengan kawan, dan mengarahkan tembakan ke sudut yang sulit dijangkau penjaga gawang. Jadi mimpi besar itu secara otomatis memompa dan memotivasi seluruh sumber daya yang dimiliki seseorang untuk tujuan hidupnya.

Jadi bisa dibayangin gimana kalo seseorang nggak punya mimpi besar alias big dream? Hidupnya dijamin garing bin kering kerontang. Nggak ada semangat untuk menjadikan dirinya lebih hebat. Hidupnya nggak terarah atau malah nggak punya tujuan mau dibawa ke mana endingnya. Tinggal tunggu mati aja. Padahal tanpa mimpi, kita bagaikan mayat hidup. Jasadnya ada tapi tanda-tanda kehidupannya nol. Yup, nggak punya mimpi membuat hidup kita tidak bergairah. Letoy,  loyo alias lemah semangat. Hanya mereka yang punya mimpi besar hidupnya punya nilai tambah dan bergairah.

Syahid Hasan Al Banna pernah menyatakan “Kenyataan hari ini adalah mimpi hari kemarin dan kenyataan esok hari adalah mimpi hari ini” artinya apa yang kita dapatkan sangat ditentukan dengan mimpi-mimpi kita. Karena mimpi-mimpi kitalah yang akan menggerakkan langkah kaki untuk menempuh jalan hidup yang mendekatkan kita pada raihan mimpi. Mimpi kitalah yang menjadi amunisi untuk membakar semangat kita menjalani kehidupan. Karena ada target yang ingin dicapai.

Semakin besar mimpi yang ingin kita raih, semakin besar tantangan yang akan kita hadapi. Itu berarti, semakin besar peluang untuk menjadikan hidup kita punya arti dan memancing keluarnya potensi diri. Kalo udah gitu, dijamin gak ada cerita waktu keseharian kita habis dengan kegiatan yang minim manfaat. Sebaliknya lebih banyak aktifitas yang produktif untuk mendekatkan diri pada pencapaian mimpi. Ajib!

iklan buletin teman surga

Temukan Mimpi Besarmu

Tentu aja bukan hanya mimpi yang sifatnya materi atau yang hanya berorientasi pada kesenangan duniawi. Sebuah mimpi besar seorang muslim harus tembus sampe akhirat dan berdimensi ‘kemanfaatan’ bagi orang banyak. Karena mimpi seorang muslim itu harapan sekaligus doa. Makanya mimpi besar kita itu nggak cuman sekedar harapan masa depan tapi udah kita kemas dalam bingkai kesadaran akan hubungan dengan Allah swt. Agar mimpi besar kita mulia sehingga penting dan kudu binti harus untuk segera terwujud.

Boleh aja kita menginginkan sukses harta, tahta, keluarga, dunia, tetapi tetap harus dijaga biar nggak kebablasan. Saat menemukan mimpi besarmu, selalu bertanyalah pada dua hal “apakah keinginan itu bertentangan dengan Islam?”, dan “apakah keinginan itu berdimensi akhirat atau nggak?”. Yup, pertanyaan itulah yang akan mengendalikan sekaligus mengarahkan ke mana mimpi besar kita akan kita bawa.

Sahabat Rasul Saw seperti Mushab bin Umair, telah menggadaikan hidupnya untuk menempuh mimpi besarnya berkontribusi dalam dakwah Islam. Mushab adalah simbol cowok ideal. Udah kaya, ganteng pula, trus juga cerdas dan dari keturunan bangsawan. Tapi bukan itu semua yang mempesona dari seorang Mushab. Karena setelah Mushab kenal Rasulullah Saw dan masuk Islam, Mushab meninggalkan semua atribut dunia tadi dan rela dihapuskan namanya dari garis keturunan keluarga Konglomerat Umair. Sejarah mencatat dengan kecerdasan dan kegigihannya, Mushab berhasil mengislamkan pimpinan dua suku besar di Madinah Aus dan Khazraj, serta membawa mereka untuk membela Rasulullah Saw. Dari sinilah berawalnya pendirian negara Islam di Madinah.

Selain Mushab, ada Muhammad al-Fatih, yang mempunyai mimpi besar menaklukkan Konstantinopel. Al-Fatih yang hidup ratusan tahun setelah masa Rasulullah, tapi mimpi besarnya terinspirasi dari hadits Rasulullah Saw tentang penaklukan dua kota, Roma dan Konstantinopel. Guru beliau Aa’ Syamsudin pun selalu mendengungkan tentang hadits itu ke telinga al-Fatih, bahwa dirinyalah sang penakluk itu. Maka al-Fatih pun memantaskan diri menjadi sang penakluk, mulai dari belajar mengatur strategi, melatih pasukan unggulan, serta juga membina nafsiyah/kejiwaan beliau dan pasukannya. Hasilnya, pada tahun 1453 M, kota Konstantinopel yang saat itu jadi simbol peradaban Romawi Timur, takluk di bawah tangan seorang pemuda berumur 24 tahun!

Inspirasi pencapaian mimpi besar juga kita bisa ambil dari kisah Syaikh Abdurahman As-Sudais imam Masjidil Haram. Ternyata Ibu Syaikh Abdurrahman As-Sudais selalu menanamkan dan mengarahkan mimpi besarnya itu kepada anaknya. Ibunya sering mengingatkan, “Wahai Abdurrahman, sungguh-sungguhlah menghafal Kitabullah, kamu adalah Imam Masjidil Haram…” “Wahai Abdurrahman, sungguh-sungguhlah, kamu adalah imam Masjidil haram…” Wahai Abdurrahman, jangan malas menghafal kembali hafalan harianmu, bagaimana kamu bisa menjadi Imam Masjidil Haram bila kamu malas?” Akhirnya, Syaikh Abdurrahman As-Sudais kini menjadi imam Masjidil Haram. Dan menjadi salah satu ulama besar yang disegani di dunia Islam.

Semoga kisah inspiratif di atas bisa menjadi motivasi kuat bagi kita untuk menemukan mimpi besar. Nggak usah takut punya mimpi besar, toh nggak bayar ini alias gratis. Termukanlah mimpi besarmu dan jadikan target pencapaian dalam kehidupan. Bayangkan jika mimpi besar itu tercapai, berapa banyak orang yang akan mendapat manfaatnya. Berapa besar peluang kita untuk menjadikan mimpi besar itu sebagai ladang pahala. Mantab!

iklan buletin teman surga

Pantaskan Diri Meraih Mimpi

Kalo punya impian positif yang pengen diraih, jagain deh mimpi itu jangan sampe buyar. Kecuali kalo kamu nggak punya niat untuk meraihnya. Ya udah bubarin aja. Daripada nambah-nambah pikiran. Tapi, kalo mau diseriusin, ayo mulai langkah pertama untuk berproses. Meski kamu udah bangun dari tidur nyenyak, biarin aja tuh mimpi tetep mangkal di kepala kita. Nggak rugi kok.

Kita nggak usah minder dengan tingginya impian yang pengen kita capai. Biar kata impian itu digantung di lapis langit ke tujuh, jangan risau. Yang penting sekarang, jangan tunggu situasi dan kondisi berpihak pada kita untuk memulai langkah dalam berproses. Karena kita yang bakal jadi aktor utama dalam perubahan yang terjadi pada diri sendiri. Bukan orang lain. Allah swt berfirman yang artinya:

“Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (TQS. Ar-Ra’du [13]: 11)

Untuk membantu mewujudkan impian, langkah pertama yang mesti kita perhatiin adalah bentuk impian itu sendiri kudu jelas dan spesifik. Kalo perlu, tulis di selembar kertas dan gambarkan sedetail mungkin. Untuk ngingetin kita. Persis kaya kita mau pergi ke suatu tempat, Jakarta misalnya. Bagus kalo kita punya denahnya. Lebih rinci lebih bagus. Biar nggak muter-muter ngabisin duit dan waktu. Betul?

Kalo udah kebayang, tinggal kita bikin deh coret-coretan kegiatan apa aja yang bakal dijalanin untuk meraih impian. Kalo bermimpi dapet beasiswa kuliah di luar negeri, berarti kudu mulai mengukir prestasi. Untuk berprestasi berarti kudu banyak belajar, baca buku, cari info peluang beasiswa, diskusi ama temen yang dapet beasiswa, plus melatih kemampuan bahasa Inggris. Ini hanya contoh lho. Nanti sesuaikan aja dengan mimpi-mimpi kamu. Yang penting, inget-inget hubungan sebab akibat.

Perlu kesabaran ekstra untuk jalanin proses. Soalnya nggak selalu mulus. Malah cenderung berliku dan ditaburi kerikil tajam. Tapi nggak usah khawatir. Allah swt pasti bakal ngasih jalan keluar untuk setiap kesulitan yang kita hadapi. Apalagi kalo kesulitan itu hadir di tengah usaha kita meraih impian yang mulia. Impian yang ngasih kebaikan nggak cuman untuk diri sendiri, tapi juga untuk Islam dan kaum Muslimin. Rasulullah bersabda, Allah berfirman:

“Aku sesuai dengan persangkaan hambaKu kepadaKu. Aku bersamanya bila dia ingat Aku, bila dia mengingatKu dalam dirinya Aku mengingatnya dalam diriKu, bila dia menyebut namaKu dalam suatu perkumpulan, Aku menyebutnya dalam perkumpulan yang lebih baik dari mereka, bila dia mendekat kepadaKu sejengkal Aku mendekat kepadanya sehasta, bila ia mendekat kepadaKu sehasta Aku mendekat kepadanya sedepa, bila dia datang kepadaKu dengan berjalan, maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat.” (THR. Al-Bukhari 5/175 dan Muslim 4/2061)

At least, satu lagi yang juga perlu kita inget. Jangan sampai kita menghalalkan segala cara untuk meraih impian. Karena itu akan merusak kemuliaan impian kita. Jadikanlan mimpi-mimpi positif kita sebagai jalan untuk meraih ridho Allah swt. Karena di sanalah letak kemuliaan mimpi yang menjadi kunci pembuka pintu kebaikan dunia akhirat bagi kita. Segera temukan mimpi besar demi persiapan masa depanmu. Yuk![]

iklan buletin teman surga

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here