Buletin Teman Surga 167. Menjadi Pemuda Istimewa

0
42
buletin teman surga 167. menjadi pemuda istimewa

buletin teman surga 167. menjadi pemuda istimewaKalau bicara soal pemuda itu seru. Enggak ada habisnya. Banyak hal yang bisa diulik dari sosok pemuda. Mau zaman apa saja, sama. Dari zamannya Nabi Adam sampai akhir zaman saat ini, si pemuda tetap segar untuk diperbincangkan.

Nah sobat, kali ini kita akan  berbincang tentang sosok pemuda yang luar biasa. Di mana kisahnya menjadi inspirasi kebaikan bagi segenap manusia. Padahal kisahnya sudah berlalu ribuan tahun yang lalu, loh. Tetapi keviralannya tetap riuh hingga detik ini. Terutama di setiap bulan Dzulhijjah seperti sekarang. Siapakah Dia

Pemuda Penuh Cinta

Namanya Ismail. Kehadirnnya di muka bumi sangat lama dinantikan. Ia adalah keturunan dari seorang Nabi yakni Nabi Ibrahim, as. Bahkan kelak dirinya pun menjadi seorang Nabi.

Lamanya penantian akhirnya terbalas. Ismail lahir ke muka bumi sebagai hadiah terindah dari Allah SWT atas kesabaran Nabi Ibrahim beserta istrinya dalam menantikan keturunan. Ismail kecil disambut penuh suka cita dan kehangatan oleh kedua orang tuanya.

Ismail pun tumbuh menjadi pemuda yang tidak biasa. Dirinya memiliki kesabaran juga ketakwaan yang sangat besar. Santun dan hormat kepada kedua orang tuanya. Taat kepada Rabbnya. Maka tidak heran kedua orang tuanya pun begitu mengasihi dan menyayangi. Keluarga ini hidup penuh dengan berlimpah bahagia dan keberkahan. Masyaallah!

Hingga tiibalah ujian yang Allah SWT turunkan untuk keluarga yang berbahagia ini. Berkali-kali, Nabi Ibrahim as. bermimpi. Dalam mimpi tersebut, Allah SWT memerintahkan kepada Nabi Ibrahim as. agar menyembelih anak semata wayangnya, Ismail. Kegundahan pun merajai jiwa sang Nabi. Namun berbekal takwa, Nabi Ibrahim pun menyampaikan mimpi tersebut kepada anaknya.

Sungguh di luar jangkauan akal. Ismail yang kala itu baru beranjak remaja memberikan jawaban yang begitu menggetarkan. Dirinya mengaminkan mimpi sang ayah, kemudian meyakinkan agar perintah Allah SWT tersebut segera ditunaikan.  Aneka rasa berkecamuk di hati Nabi Ibrahim as., terlebih lagi istrinya.

Hingga tibalah hari yang ditentukan. Seluruh anggota keluarga Nabi Ibrahim telah siap menaati perintah Allah SWT. Demikian pula Ismail yang akan segera disembelih, hatinya tenang tiada gundah sedikitpun. Dadanya dipenuhi rasa cinta kepada Allah SWT. Hidup dan matnya benar-benar ia persembahkan hanya untuk-Nya. Masyaallah!

Sungguh telah teruji keimanan keluarga beserta keturunan Nabi Ibrahim as. Allah SWT menyaksikan itu semua dan  mengganjarnya dengan sesuatu yang tidak terduga. Ganjaran yang sukses melipat gandakan bahagia beserta takwa. Ya, Allah SWT menggantikan Ismail dengan hewan kurban terbaik.  Sehingga hewan tersebutlah yang disyariatkan untuk disembelih, bukan lagi Ismail. Allahuakbar!

Demikianlah kisah seorang pemuda yang masih tetap viral hingga masa sekarang. Sudah ribuan tahun peristiwanya berlalu, tetapi manusia dari masa ke masa tetap saja tahu. Tidak kehilangan jejak sama sekali. Sebab memang kisah tersebut telah Allah SWT abadikan di dalam Al Qur’an yang mulia. Bagaimana pula manusia akan melupakannya. Hehehe!

Lantas apa sih pelajaran yang bisa kita ambil dari sosok pemuda bernama Ismail? Yes, takwanya yang begitu istimewa. Tandai!

iklan buletin teman surga

Pemuda, Harapan Bagi Setiap Masa

Hai, kamu yang masih muda! Hari-harimu, terutama selama pandemi ini sudah digunakan untuk apa saja? Coba kilas balik sejak awal mula corona menyapa negeri kita. Bagaimana kondisimu saat itu. Bandingkan dengan yang sekarang. Apakah kondisi sekarang jauh lebih baik, sama saja, atau justru jauh memburuk?

Bagaimana salat lima waktu mu, cek! Tilawah dan tadabur Al Qur’an, cek! Serius mengikuti pembelajaran, cek! Semakin respect pada orang tua, cek! Dari segelintir aktivitas ini, bagaimana kira-kira? Sudah mendapatkan jawaban dari kondisi terbarumu? Cukup jawabnya dalam hati ya, Guys!

Waktu terus melaju. Tidak terasa, tiba-tiba kamu sudah naik kelas. Bahkan mungkin ada juga yang sudah lulus sekolah. Hari-hari berlalu tanpa mau menunggu. Jika kita tidak bergegas, maka bersiaplah menjadi pecundang di dunia yang fana ini. Terkatung-katung dalam amalan yang sia-sia bahkan juga membinasakan. Nastagfirullah!

Tidak dipungkiri, bahwa aneka rupa kesenangan dunia begitu menggoda. Utamanya bagi para pemuda. Salah melangkah, maka kaki akan tergelincir dan tubuh pun berkubang pada lumpur dosa yang menyengsarakan. Karenanya, pemuda harus waspada. Jangan terlena dan berfoya-foya dengan tipu daya dunia.

Pemuda harus mengingat kembali apa tujuan hidupnya di dunia. Terlebih sebagai seorang muslim. Pemuda muslim semestinya sudah memahami bahwa tujuan hidupnya di dunia bukanlah sekadar riuh dalam canda tawa semata. Dirinya juga tahu, bahwa hidup di dunia sejatinya hanyalah jembatan untuk mencapai pada tujuan yang sesungguhnya yakni Surga. Maka hidupnya di dunia ditujukan tidak lain adalah untuk beribadah kepada Allah SWT. Zat Yang Maha Menggenggam dunia dan seisinya. Zat yang Maha Menghidupkan dan Mematikan. Zat yang Maha Memiliki surga dan neraka.

Maka tidaklah seorang pemuda muslim akan menghabiskan waktunya pada hal yang sia-sia. Apalagi masa muda adalah masa yang singkat lagi terbatas. Usainya masa muda juga tidak lagi dapat diulangi. Maka sungguh merugilah pemuda yang tidak memanfaatkan masa mudanya dalam ketaatan. Sungguh kerugian yang teramat besar.

Tidak ada pilihan yang lebih baik bagi para pemuda kecuali terus mempertebal imannya. Mengasah takwanya. Mempertajam ilmunya. Inilah bekal terbaik baginya di dunia dan akan menghantarkan pada derajat istimewa kelak di surga. Bahkan bukan hanya memberikan maslahat bagi dirinya, tetapi juga bagi segenap manusia dan alam semesta pada masanya. Sungguh istimewa!

Tidakkah ingin menjadi pemuda yang istimewa? Ayo, perjuangkan segera!

iklan buletin teman surga

Agar Menjadi Istimewa

Menjadi sosok yang istimewa tentu bukanlah bisa didapat begitu saja. Butuh usaha dan perjuangan untuk bisa perolehnya. Sebagaimana Ismail muda yang merelakan lehernya untuk disembelih, maka demikianlah gambaran sebenar-benarnya takwa yang melahirkan sosok istimewa.

”Apakah harus disembelih dulu baru disebut takwa?”

Bukan begitu juga maksudnya, Guys. Esensi dari kisah keluarga Nabi Ibrahim as. yang harus kita pahami dan amalkan dalam konteks saat ini. Yakni iman dan takwa yang totalitas kepada Allah SWT. Sehingga apapun yang diperintahkan Allah SWT., semua dilaksanakan. Betul-betul mendengar dan taat. Inilah esensinya yang mesti kita aplikasikan dalam kehidupan. Begitu!

Jadi, iman dan takwa itulah kata kuncinya. Bagaimana cara mendapatkannya? Mari kita bedah bersama!

Pertama, kita harus mengerti bahwa iman dan takwa ini harus dicari. Tidak bisa jika hanya sekadar faktor keturunan. Sebab iman dan takwa adalah rasa serta amal yang muncul karena adanya pemahaman. Maka, pastikan bahwa pemahaman yang kita miliki adalah pemahaman yang benar. Pemahaman yang bersumber pada sesuatu yang terjamin kebenarannya yakni Al Qur’an dan As Sunnah.

Oleh karena itu menjadi penting mengkaji sumber pemahaman tersebut. Karenanya wajib bagi setiap muslim untuk mengkaji Islam secara menyeluruh. Dengan langkah awal ini, maka dipastikan iman dan takwa akan didapatkan dan kokoh bersemayam di dalam jiwa.

Kedua, tidak cukup jika hanya berjuang untuk mendapatkan iman dan takwa. Hal penting lainnya adalah bagaimana agar kunci ini tetap ada dalam genggaman. Ya, kita harus berjuang agar tetap istikomah dalam keimanan dan ketakwaan hingga peroleh gelar husnul khatimah di akhir cerita kehidupan.

Caranya adalah dengan senantiasa bergaul dengan orang-orang yang saleh. Senantiasa bersama dengan para pemburu kebaikan. Selalu duduk bersama orang-orang yang berilmu. Ingat, jangan sekali-kali menyendiri. Karena godaan setan itu tidak akan pernah berhenti. Baik dari golongan jin ataupun manusia, bisikan untuk berbuat kemaksiatan itu selalu tajam mengintai. Sedikit saja kita lengah, maka mereka siap menerkam. Waspadalah!

Wahai pemuda, jangan sampai lunglai dengan kesenangan dunia yang menipu. Fokuskan pandangan pada tujuanmu diciptakan. Jadilah pemuda yang istimewa dengan iman dan takwa sebagaimana Nabi Ismai as. Sebab sungguh indah yang telah Allah SWT janjikan bagi para pemuda yang beriman lagi bertakwa. Maka ambil keistimewaan tersebut, jangan sia-siakan!

Ada tujuh golongan yang akan dinaungi Allah di bawah naungan-Nya, pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, yaitu pemimpin yang adil; Pemuda yang senatiasa beribadah kepada Allah semasa hidupnya; Seseorang yang hatinya senantiasa terpaut dengan Masjid; Dua orang yang saling mencintai karena Allah, keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah; Seorang lelaki yang diajak oleh seorang perempuan cantik dan berkedudukan untuk berzina tetapi dia berkata, ”Aku takut kepada Allah!”; Seseorang yang memberi sedekah tetapi dia merahasiakannya seolah-olah tangan kanannya tidak mengetahui apa yang diberikan tangan kirinya; dan seseorang yang mengingat Allah di waktu sunyi sehingga bercucuran air matanya. (HR. al-Bukhari dan Muslim)

iklan buletin teman surga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here