Buletin Teman Surga 168. Teman Tapi Racun

0
14
buletin teman surga 168. teman tapi racun

buletin teman surga 168. teman tapi racunPersahabatan tak selamanya indah seperti kepompong yang kemudian berubah menjadi kupu-kupu cantik. Adakalanya, persahabatan berujung nestapa lantaran kamu dikeliling oleh temen-temen toxic. Eit apaan tuh?

Toxic Friend di Sekitar Kita

Gini. Orang  bilang, teman itu kan kado dari Allah swt untuk kita. Namanya kado, kita nggak tahu isinya apa. Bisa jadi sesuatu yang kita harapkan, atau malah tak seperti yang kita inginkan. Nah dalam urusan teman, kita senang banget kalo dapat teman yang nyaman diajak ngobrol, asyik jalan bareng, kompak ngerjain tugas, tempat curhat dan ngajak kita pada kebaikan.

Sebaliknya, ada juga ternyata teman yang kehadirannya bikin kita salah tingkah. Kalo ngomong seenaknya bahkan terkadang bikin ilfiil. Kalo ngobrol, pengennya didengerin mulu. Giliran yang lain ngomong, dia sibuk dengan dunianya. Bete. Kalo terus nempel dengan teman macam ini, bisa jadi bukan kebaikan yang kita dapat malah menjerumuskan keseharian kita pada keburukan. Toxic friend. Ngeri!

Biar kita lebih asyik dalam menjalin persahabatan, berikut beberapa karakter toxic friend menurut psikolog yang perlu dipertimbangkan untuk dijadikan sahabat dekat.

Pertama, hanya memprioritaskan dirinya. Nggak ada yang lebih penting di dunia ini selain kepentingan dirinya. Walhasil, kalo doi lagi ada keperluan kita mesti bantuin. Tanpa tapi tanpa nanti. Nggak peduli kita lagi ngapain. Pokoknya harus stop aktifitas dan segera membantunya. Kalo nggak bergerak cepat, dunia akan kiamat. Ups lebay!

Kedua, hanya memanfaatkan kita. Doi nongol pas lagi ada perlu bantuan. Kalo urusannya udah kelar, langsung hilang ditelan bumi. Nggak peduli lagi dengan kita yang terkadang perlu bantuannya. Habis manis sepah dibuang.

Ketiga, sering memunculkan drama. Gak ada angin badai tiba-tiba marah-marah gak karuan. Tak ada hujan rintik, mendadak suasananya melow hingga nangis bombai. Toxic friend kaya gini bikin kita salah tingkah kalo dekat dengannya. Moodnya gak jelas. Dan sialnya, kita harus selalu memperhatikan dia karena seolah hidup dia hanya dipenuhi kekecewaan dan kesedihan.

Keempat, selalu bersikap negatif. Di mata doi, apa yang kita lakukan salah melulu. Nggak sesuai dengan harapan dia. Kalo udah gitu, bawaannya selalu mengritik dan minim apresiasi. Sementara dirinya, anti kritik dan selalu ngerasa paling benar.

Kelima, hanya membicarakan dirinya. Tema obrolan Toxic friend nggak jauh dari dirinya, keluh kesahnya, dan pencapaiannya. Ia ogah dengerin kesulitan yang kita alami atau sekedar menghargai pencapaian kita.

Keenam, Bersikap baik di hadapan orang lain. Kalo lagi berdua, udah kaya orang musuhan. Diem-diem bae. Gak akan ngomong kalo gak ditanya duluan. Tapi pas giliran lagi ngumpul, berusaha nunjukin kalo dirinya ramah, humble, banyak bicara.

Ketujuh, menyuruh kita berubah sesuai keinginannya. Kalo dia salah, gak terima ditegur atau diminta memperbaikin perilakunya. Malah sebaliknya. Toxic friend ini yang dominan ngerasa dirinya yang benar, dan pendapat orang lain salah. Untuk itu, dia berusaha untuk mengajak temannya berubah seperti dirinya.

Kedelapan, tukang gosip. Mulutnya serasa gatel kalo gak ngomongin orang lain. Yang kaya gini bawa pengaruh negatif. Menebar hawa berburuk sangka pada teman. Dan bisa jadi, kalo kita lagi gak ada kena sasaran gosipnya juga.

Kesembilan, mengadu domba. Toxic friend paling doyan membanding-bandingkan kita dengan teman lainnya. Dan baginya, teman yang baik itu sesuai keinginannya. Sehingga kita dipaksa untuk berkompetisi dengan yang lain demi merebut perhatiannya.

Kesepuluh, tukang cari masalah. Jiwa petualang toxic friend seringkali menyeret kita pada masalah yang dia buat sendiri pada orang lain. Kita yang gak tahu apa-apa malah kena getahnya. Ujung-ujungnya, kita bisa ikut-ikutan jadi korban. Pusing mikirin kelakuannya bahkan secara fisik bisa terpapar penyakit lantaran depresi.

Nah, kalo beberapa karakter di atas nempel pada teman-teman kita, berhati-hatilah. Boleh aja temenan, tapi gak harus deket banget selengket prangko. Secukupnya aja. Karena toxic friend kalo jadi sahabat dekat, bisa bikin kita tekor dunia akhirat!

iklan buletin teman surga

Teman Itu Masa Depan Kita

Teman bagi kita sebagai seorang muslim, bukan cuman pelengkap dalam keseharian. Lebih dari itu, mereka adalah cerminan masa depan kita. Disadari atau nggak, keberadaan mereka bakal ngasih pengaruh pada kita di dunia dan akhirat.

Dalam sebuah hadis, Rasululah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan, “Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

Pengaruh dari teman itu bisa positif atau negatif. Toxic friend akan ngasih pengaruh negatif. Sebaliknya honey friend alias sahabat sejati akan nularin pengaruh positif. Karena itu Imam Ali bin Abi Thalib mengatakan, “Temukan teman untuk dirimu sendiri dari antara saudara seagamamu karena mereka adalah harta dunia ini dan juga dunia berikutnya.” Ini menunjukkan bahwa sahabat sejati itu ibarat harta dunia dan akhirat. Mereka tidak akan hanya membuat kita bahagia di dunia, tetapi persahabatan berlanjut di akhirat.

iklan buletin teman surga

No Toxic Friend Dalam Islam

Kalo ternyata kita dikelilingi toxic friend, nggak usah bete. Kita bisa jadi sahabat sejati bagi orang lain. Apalagi sebagai seorang muslim, menjadi sahabat sejati bukan semata-mata pengen dihargai balik. Tapi bagian dari kewajiban kita sebagai umat terbaik. Bernilai ibadah pula. Nggak sulit kok. Berikut aturan mainnya dalam Islam.

Pertama, Mencintai dan membenci karna Allah swt. Dalam Islam, persahabatan bukan untuk meraih manfaat atau simbol status sosial. Tapi untuk meningkatkan ketaatan kepada Allah swt. Rasul saw bersabda:

“Tidaklah kedua orang saling mencintai karena Allah swt, kecuali bahwa dia lebih mencintai sahabatnya.” (Ihya ‘Ulumu al-Dîn).

Kedua, saling menghormati dan menghargai. Jalinan persahabatan nggak selalu mulus. Terkadang ada perbedaan pendapat atau perbuatan yang menyinggung. Sikap terbaik sebagai sahabat sejati, obrolin dan diskusikan dengan kepala dingin. Bukan mendendam atau ngomongin di belakang. Selain untuk mengurangi prasangka buruk, bagus juga untuk menambah kedekatan. Rasul saw mengingatkan, “

Jangan saling membenci, jangan saling memusuhi, dan jangan memutus hubungan. Jadilah kalian hamba Allah yang saling bersaudara. Tidak diperbolehkan seorang Muslim memboikot sesamanya selama lebih dari tiga hari” (HR. Muslim dan Tirmidzi).

Ketiga, menyembunyikan aib. Kalo kita tahu sahabat sejati berbuat nggak pantas bin tercela, jangan bingung apalagi malah ikut-ikutan dengan alasan solidaritas. Sahabat terbaik akan menjaga aib sodaranya alias nggak diobral ke orang lain. Dan nggak lupa untuk ngingetin juga agar nggak mengulangi perbuatan tercela itu. Rasul saw bersabda,

“Siapa saja yang menyembunyikan (aib) seorang muslim, maka Allah akan menyembunyikan (aibnya) di dunia dan akhirat. Allah akan menolong seorang hamba yang gemar menolong saudaranya.” (HR. Muslim).

Keempat, saling mengutamakan. Ada saatnya sahabat perlu uluran tangan kita. Baik waktu, tenaga, harta, atau masukan. Jadi jangan sungkan untuk menawarkan bantuan. Atau kita bisa ngasih hadiah untuk meringankan bebannya. Itulah yang diajarkan rasul saw.

“Tidaklah seorang menemani sahabatnya, meskipun hanya sesaat di siang hari, kecuali ia akan ditanya (tentang tanggung jawabnya) dalam persahabatan itu, apakah dia melaksanakan hak-hak Allah atau mengabaikannya.” (Ihya’ Ulumu al-Diin).

Keempat, saling mengingatkan. Sahabat sejati pastinya akan mengajak untuk berbuat taat, bukan maksiat. Saling menasihati untuk kebaikan dunia akhirat. Karena seorang sahabat sejati, nggak pengen temannya celaka atau dibenci Allah swt. Sama seperti dirinya. Jadi, jangan segan untuk saling mengingatkan dan menyampaikan kebenaran Islam meski terasa pahit.

Semoga beberapa aturan main di atas bisa menjadikan kita sahabat sejati bagi orang lain. Atau nyari sahabat yang memenuhi kriteria di atas. Percaya deh, sahabat sejati pasti ngasih kebaikan bagi kita dunia akhirat. Karena pengaruh teman plus lingkungan sangat besar membentuk cara berpikir dan perilaku kita. Rasul saw mengingatkan,

“Orang itu mengikuti agama teman dekatnya; karena itu perhatikanlah dengan siapa ia berteman dekat”. (HR Tirmidzi).

Oh ya, dalam mencari sahabat sejati harus sesama jenis. Yang cewek bersahabat ama cewek, juga yang cowok ama cowok lagi. Bukan berarti anti lawan jenis lho. Boleh aja temenan ama lawan jenis selama ada keperluan yang mengharuskan adanya komunikasi dan interaksi. Seperti dalam mengenyam pendidikan, belanja di pasar, atau berobat ke dokter. Di luar itu, sebaiknya kembali ke alam masing-masing. Selain sesama jenis, muslim or muslimah lebih layak kita jadikan sahabat sejati. Allah swt berfirman:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. [QS. Ali-Imran [3]: 118]

Punya sahabat itu memang indah tiada tara. Lebih indah lagi kalo dia adalah sahabat sejati. Yang bisa ngasih semangat kita untuk tetep terikat dengan aturan syar’i dan bersama-sama meraih ridho Illahi. Dan kalo udah punya sahabat, jagalah jalinan persahabatan jangan sampe disia-siakan. Seperti dikatakan Umar bin Khaththab,

“Menjumpai saudara-saudaramu akan menghapuskan segala kesedihan. Apabila Allah swt memberkahi kalian dengan hubungan yang erat dengan Muslim lainnya, maka peliharalah hubungan tersebut baik-baik”.

Teman tapi racun, ajakin ngaji aja. Sahabat dunia akhirat, mari merapat. No toxic friend, wellcome honey friend.[]

iklan buletin teman surga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here