Buletin Teman Surga 169. Hijrah Bareng Lebih Mudah

0
12
Buletin Teman Surga 169. Hijrah Bareng Lebih Mudah

Buletin Teman Surga 169. Hijrah Bareng Lebih MudahHai, Guys! Enggak kerasa tahun baru Hijriyah udah nongol aja yah. Efek pandemi nih kayaknya, jadinya kita PPKM alias Pelan-pelan Kelupaan Masa (waktu). Hihihi, maksa banget ya singkatannya! Tapi emang beneran kok, di rumah aja sambil rebahan dari hari ke hari tahu-tahu udah naik kelas. Tahu-tahu udah lulus sekolah. Tahu-tahu tahun udah berganti. Ngerasa kayak gitu enggak, sih?

Waktu Terus Maju, Perubahan Tak Akan Menunggu

Guys, sadar enggak jika setiap hari itu selalu terjadi perubahan. Bahkan di setiap detiknya. Ya, enggak usah jauh-jauh mikirnya. Coba deh perhatikan diri kita. Apa yang sudah berubah? Banyak, kan?!

Bilangan umur sudah pasti bertambah, meski jatah usia sejatinya berkurang. Hal ini tentu sangat berpengaruh pada perubahan diri kita. Baik dari sisi fisik, cara berfikir, perilaku, kebiasaan, dan banyak hal lainnya. Begitulah, perubahan itu adalah sebuah keniscayaan. Dia akan terus bergerak tanpa menunggu kata setuju dari kita.

Nah, jika perubahan itu pasti, pertanyaannya adalah perubahan seperti apa yang kita inginkan? Perubahan yang terencana atau perubahan yang sekadar “lihat nanti aja”? Semoga, sudah ada perencanaan mau berubah ke arah mana ya, guys. Jangan sampai mengalir gitu aja. Karena mengalir tanpa tujuan bisa mengakibatkan tersumbat di perjalanan. Jika sudah tersumbat, maka perlahan akan keruh dan hanya berakhir sebagai comberan. Hiiiii, ogah kan?!

Karenanya perlu bagi kita untuk persiapkan segalanya. Jangan sampai fisik, pikiran, dan perbuatan kita menuju pada perubahan yang mencelakakan. Maksudnya bagaimana? Ya, berubah dari hari ke hari menuju pada fisik yang semakin tua tetapi pikiran dan perbuatan semakin jauh dari Sang Pencipta. Serius Guys, ini perubahan yang mencelakakan diri kita. karenanya kita butuh panduan yang benar agar setiap detik waktu yang tersisa menjadi berarti dan memberikan jaminan keselamatan pada diri kita di dunia hingga ke surga.

Eh, ngomong-ngomong kamu mau masuk Surga, kan? Jangan bilang kalau kamu enggak kenal Surga loh, ya. Kembali kita harus terus mengingat ya Guys, bahwa hidup di dunia hanya sementara. Tak ada yang selamanya di dunia ini. Semuanya fana. Maka surgalah sebaik-baik tempat kita kembali, kekal dan abadi. Gimana, mantap mau menjadi penduduk surga, kan? Kudu mantap banget, enggak perlu mikir ya Guys. Sip!

iklan buletin teman surga

Memilih Berubah, Jangan Gegabah

Kita sudah sepakat bahwa berubah itu sesuatu yang pasti, ya. Selanjutnya kita harus pastikan bahwa perubahan yang kita tempuh adalah perubahan yang benar. Bukan sekadar berubah, tapi harus berubah yang membawa berkah bagi dunia dan akhirat kita. Kuy!

Guys, perubahan yang terjadi itu nyatanya tidak selalu baik. Tidak selalu benar. Ada kalanya, bahkan sering terjadi perubahan yang menuju pada keburukan. Semakin luwes berbuat kemasiatan. Semakin leluasa berbuat sesuka hati, menjunjung tinggi kebebasan sampai kebablasan. Pura-pura lupa pada datangnya hari pertanggungjawaban. Parah! Parah!

Makanya, penting bagi kita untuk ngerti arah perubahan yang hakiki. Enggak sekadar ngikuti naluri. Bukan sekadar suka-sukaan sebab lagi viral jadi pembicaraan. So, gimana sih berubah yang bener itu?

Berubah yang bener adalah berubah yang membawa kebaikan sesuai dengan keinginan Allah SWT. dan Rasulullah SAW. Yapz, jadi bukan berubah sesuai dengan yang kita inginkan. Sebab apa yang kita ingini, biasanya lebih dekat dengan hawa nafsu. Maka harus banget waspada dan berhati-hati.

Nah, untuk bisa tahu arah perubahan yang mau kita tempuh maka dibutuhkan sebuah peta pemandu kehidupan. Peta ini harus seratus persen benar tanpa ada keraguan sedikitpun. Ngomong-ngomong, apa sih peta hidup yang mesti jadi pegangan kita? Pastinya bukan peta buatan manusia ya, Guys apalagi petanya si-Dora, xixi. Sebab manusia itu lemah akalnya. Banyak kurangnya. Cenderung pada kesesatan. Intinya, bisa gawat kalau peta kehidupan kita  bersumber dari manusia.

Lantas peta yang seperti apa, dong? Peta kehidupan yang sudah pasti benar tanpa salah adalah Al-Qur’an dan As-Sunah. Firman Allah SWT serta penjelasan yang dijabarkan dalam diam, perkataan, dan perbuatannya baginda Nabi SAW. Inilah peta hidup yang harus erat kita genggam, Guys. Jangan dilepaskan meskipun sesaat.

Kedua peta inilah yang dapat memandu arah perubahan, membawa pada keselamatan. Dengan dua peta ini, kita akan terhindar dari sifat gegabah dalam menempuh jalan untuk berubah. Insyaallah, dengan Al-Qur’an dan As-Sunah kita akan berubah dengan berlimpah berkah. Selamat dan bahagia di dunia hingga ke surga. Gaskeun!

iklan buletin teman surga

Berubah Berarti Hijrah

Dari tadi kita udah panjang banget ngomongin soal perubahan ya, Guys. Intinya sih mau ngingetin, bahwa kita sudah memasuki tahun baru hijriyah. Tahun bagi umat Islam yang identik dengan perubahan. Tahun yang kental diingat sebagai momentum hijrah. Memang ada apa sih di balik tahun Hijriyah?

Sekadar info ya Guys, penamaan tahun Hijriyah itu dibuat pada masa Khalifah Umar Bin Khatab. Jadi ceritanya, Khalifah Umar risau karena umat Islam tidak memiliki kalendernya sendiri. Sehingga diputuskanlah bahwa umat Islam harus memiliki penanggalan sendiri, ala Islam.

Maka bermusyawarahlah para sahabat yang hebat-hebat waktu itu. setelah diskusi yang sangat panjang, akhirnya diputuskanlah penanggalan untuk umat Islam dengan sebutan Hijriyah. Penamaan Hijriyah ini bukan sembarang nama ya, Guys. Melainkan ada filosofi penting yang kelak akan terus dikenang oleh kaum muslimin. ya, sampai detik ini masih terkenang bagi kita bahkan mampu menggelorakan semangat perubahan.

Apa sih filosofinya? Yapz, kata Hijriyah diambil dari momentum hijrahnya Baginda Nabi SAW yang meninggalkan Mekah Menuju Madinah. Dimulai dari sanalah penanggalan Hijriyah. Yakni di mana kaum muslimin bersama denga Rasulullah SAW beranjak meninggalkan kekufuran di Mekah menuju pada keimanan total di Madinah.

Jadi gitu, Guys. Momen tahun baru Hijriyah itu bukan sekadar dimaknai sebagai hijrah musiman. Hijrah yang sekadar ikut-ikutan. Hijrah yang sekadar ganti kostum semata. Bukan! Bukan begitu ya, Guys. Sebenar-benarnya hijrah ya sebagaimana yang dicontohkan oleh Baginda Nabi SAW. Yakni meninggalkan segala macam kemaksiatan menuju pada ketaatan sepenuhnya kepada Sang Pencipta. Taat luar dan dalam, lahir dan batin.

Maka hakikatnya berubah adalah hijrah. Hijrah menuju pada apa yang Allah SWT dan Rasulullah SAW cintai. Hijrah yang tidak nanggung alias setengah-setengah. melainkan hijrah untuk berislam secara kaffah (totalitas). Hijrah untuk menghamba hanya pada Sang Pencipta. Menjadikan Allah SWT. sebagai satu-satunya Tuhan yang akan kita taati segala titah-Nya. Demi apa? Demi peroleh rida-Nya dan demi peroleh surga.

Sesungguhnya orang-orang yang berkata, ”Tuhan kami adalah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka maka Malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.” (QS. Fussolat 41: 30)

iklan buletin teman surga

Istiqomah Tidak Semudah Hijrah

Pernah dengar kalimat, “Hijrah itu mudah, yang sulit itu istiqomah!”? Ternyata ada benarnya loh kalimat ini. Pada masa serba digital seperti sekarang, bisa dikatakan kita kebanjiran informasi setiap harinya. Termasuk perihal gelombang hijrah yang menyentuh sampai ke level orang terkenal (artis), sangat banyak kita dapati. Auto baper dan pengen hijrah juga kayak mereka, dong! Kayaknya adem banget. Seru dan penuh kejutan yang membahagiakan.

Maka berduyun-duyun deh ikutan hijrah. Sehari, sebulan, setahun. Dan, balik lagi putar arah bahkan semakin jauh melangkah meninggalkan hijrah. Ada yang begini? Banyak! Tapi insyaallah kejadian ini enggak menimpa sobat #TemanSurga, yah. Cukup kita jadikan pelajaran.

Selain itu, perlu juga kiranya bagi kita untuk terus meningkatkan pemahaman tentang hijrah itu sendiri. Baik dari sisi maknanya maupun dari sisi konsekuensinya. Sehingga hijrah kita bisa istiqomah. Beneran kokoh enggak mudah loyo kayak kerupuk kena angin. Bagaimana caranya agar  bisa kokoh dan istiqomah dalam hijrah?

Guys, setan itu enggak akan pernah rida pada jalan hijrah kita. macem-macem tipu daya akan mereka lakukan demi menggelincirkan kita pada jurang kesesatan. Karenanya, jangan pernah sendiri menempuh jalan hijrah. Berkumpullah bersama sahabat-sahabat yang memiliki tujuan serupa. Yakni inginkan hijrah secara kaffah demi peroleh Jannah. Inilah sahabat idaman yang sangat cocok sebagai teman hijrahmu.

Maka pastikan hijrahmu bareng-bareng agar terasa mudah tanpa kata susah. Melangkahlah bersama sahabat dalam taat. Berpadulah dalam satu langkah untuk menuju Jannah. Bissmillah, semangat tahu baru Hijriyah. Semangat berubah, hijrah bareng berislam kaffah. Tabarakallah![]

iklan buletin teman surga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here