Pages Menu
Categories Menu

Posted on Sep 24, 2018 in Buletin Teman Surga, Headline | 0 comments

Buletin Teman Surga 30. Gak Percaya Tuhan? Ngawur…!

Buletin Teman Surga 30. Gak Percaya Tuhan? Ngawur…!

Buletin Teman Surga-030. gak percaya TuhanSok alim. Sok suci. Biasanya kata-kata ini yang meluncur mulus dari orang-orang yang belum move on karna ngelihat temannya atau orang lain yang berubah jadi lebih baik. Bukannya support terlebih termotivasi buat jadi lebih baik malah nyinyir ngata-ngatain. Ahh.. sudahlah. Apapun yang orang lain katakan, jangan sampe merubah keputusan kita untuk hijrah menjadi manusia yang lebih baik, lebih sholih/sholihah. Karna ngga ada alasan lain selain because of You (Allah SWT). Emang sih, saat kita berniat dan hendak melangkah hijrah banyak banget ujiannya.

Pertama dari diri sendiri, dimana si-musuh yang nyata meski wujudnya tak terindera yaitu SyaithonirRojiim ngga akan pernah rela kalo kita jadi lebih baik, jadi rajin ibadah, jadi lebih ta’at. Dibisikinlah kita biar ngga usah taubat, biar ngga usah hijrah, apalagi kamu yang cewek saat kamu memutuskan untuk menutup aurat, syaithon akan membuat hatimu galau dengan bisikan-bisikan kalo nanti pakai kerudung dan jilbab bakal ribet, susah dapet kerja, susah dapet jodohlah dan berjuta godaan yang tak jemu-jemu dihembuskan.

“Dan setan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) kesesatan yang sejauh-jauhnya”. (TQS. An Nisa: 60).

Kalo untuk musuh yang pertama ini kamu cukup beristighfar dan memohon perlindungan dari Allah, In syaa Allah tuh setan bakal ngacir

“Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah”. (TQS. Al A’raf: 200).

Kedua, ujian selanjutnya sangat bisa jadi dari orang-orang di sekitar kita teman atau mungkin saudara. Kalo untuk yang kedua ini jangan coba-coba berta’awudz kenceng depan mukanya ya he hee.. hhmm.. emang butuh kesabaran dan juga pelan-pelan memahamkan mereka dengan cara yang baik, misal kenapa sekarang kamu menutup aurat, trus kenapa kamu milih ngga pacaran alias jadi jomblo mulia.

KLIK di SINI untuk mendapatkan buletin versi PDF-nya.

Kalo kita lihat belakangan ini, semakin banyak yah figur publik yang berhijrah lebih mendekat dengan agama dengan ikut pengajian, yang artis muda juga banyak yang mantap memutuskan untuk berhijab. Bagaimana seseorang menjemput hidayahnya bisa jadi berbeda-beda sampai akhirnya mereka berhijrah menjadi pribadi yang lebih baik dan semakin religius. Seorang mantan preman dan gangster atau bahkan penjahat sekalipun bisa berubah, karna Allah SWT telah memberi kita (manusia) fitrah beragama dan potensi berpikir. Dan selama kedua hal itu digunakan maka hidayah untuk berubah akan mudah, meski harus tetap menjaga istiqomah setelah berhijrah.

Manusia Butuh Agama (Islam)

Bicara soal agama, ada yang menganggapnya tabu untuk diperbincangkan karna katanya urusan agama adalah urusan diri pribadi dengan Tuhan saja. Misal saat seseorang yang tadinya sudah religius eh malah balik lagi ke kehidupan yang tak ingin diatur oleh agama dianggap biasa aja karna itu pilihan hidup dia, kita ngga usah komen dan ikut campur katanya, bahkan jika ada orang yang mudah berpindah-pindah keyakinan pun dianggap sebagai sesuatu yang lumrah katanya, semua agama sama saja. Bahkan yang milih ngga beragama sekalipun dianggap sah sah aja, haduuh.. ini makin kacau deh.

Eh, tapi bener lho ada yang menganggap agama itu racun atau candu bahkan ngga percaya sama Tuhan atau yang lebih familiar dengan istilah ateis. Do you know? Di dunia ini ada salah satu faham atau tepatnya ideologi bernama Sosialisme yang berasaskan materialisme di mana segala sesuatu berasal dari materi belaka. Oleh karna materi merupakan asal usul dari terciptanya sesuatu maka faham/ideologi ini menafikan atau menolak keberadaan Tuhan, pikirnya tanpa Tuhan semua bisa mewujud.

Salah satu Bapak Sosialis Karl Marx bilang kalo perubahan dari satu bentuk materi ke bentuk lainnya disebut sebagai dialektika materialisme. Contohnya nih, pakaian (baju) sebagai materi berasal dari kain (materi juga) trus kain dari mana? Ya kain dari benang yang tersusun-susun dan benang pun adalah materi. Trus benangnya? Dari pohon kapas atau dari serat yang dihasilkan oleh kepompong ulat sutra dan ulat berasal dari telur. Dan dari kesemuanya ternyata itu adalah materi. Jadi ngga salah dong kalo semua hal berasal dari materi sehingga tidak membutuhkan adanya Tuhan sebagai Pencipta. Eits, jangan cepet-cepet ambil kesimpulan dund brothers and sisters.

Gini deh, pertanyaan selanjutnya kalo materi satu bisa berubah menjadi materi lainnya lalu darimana asal dari materi pertama? Dalam hal ini telur ulat contohnya. Ada yang bisa jawab? Ngga mungkin ada tiba-tiba gitu aja kan TemanS. Trus misalnya lagi, manusialah yang bisa merubah air mentah menjadi air matang dengan cara memasaknya, manusialah yang bisa merubah air tawar menjadi air yang manis dengan memasukkan gula kedalamnya. Pertanyaannya, siapa yang menentukan titik didih air hingga menjadi matang adalah 100 derajat celcius? Siapa juga yang menciptakan gula itu rasanya manis semanis kamu? Tentu itu semua menunjukkan adanya Sang Pencipta sekaligus Sang Pengatur “… Katakanlah: “Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dialah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa”. (TQS. Ar Ra’d: 16) dan dalam QS. Yunus: 3 “Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy untuk mengatur segala urusan…”

Ada lho Negara yang mengemban ideologi ini. Negara ini akan melarang rakyatnya untuk beragama terlebih menjalankan perintah agama di kehidupan. Fitrah beragama pun dienyahkan begitu saja, jika ada yang kedapatan meyakini agama tertentu negara akan bertindak tegas seperti yang terjadi pada kaum muslim minoritas Uighur di Xinjiang China dilarang untuk beribadah, yang wanita dilarang menggunakan hijab.

Sedih ya, melihat kondisi khoiru ummah (umat terbaik), ummatnya Nabi Muhammad saw saat ini. Ideologi ini memang benar-benar mengingkari adanya naluri beragama dan tak mengimani adanya Tuhan, Pencipta. Sampe-sampe Charles Darwin bilang kalo manusia itu berasal dari kera / monyet yang berevolusi. Wadduuh… ini sih kelewatan, meski akhirnya banyak yang menentang pendapat Darwin ini. Lha, kalo manusia berasal dari kera itu kera yang ada di Taman Safari masih tetep aja tuh jadi kera.

Allah SWT, ciptakan manusia udah sempurna banget friends ngga mungkin ada yang bisa mencipta sesempurna Dia (Allah). Diberikannya manusia potensi ghorizah tadayyun (naluri beragama) sebagai wujud keberadaannya sebagai seorang hamba dari Sang Pencipta. Nah trus, kalo di dalam ideologi ini ngga ngebolehin percaya sama Tuhan dan agama dianggap sebagai candu/racun berarti paham ini ngga sesuai dengan fitrah manusia dong? Ya iyalah.. manusia itu hakikatnya adalah makhluk ciptaan yang lemah, terbatas dan membutuhkan kepada yang lain. Eh, bukan hanya butuh tapi bahkan ketergantungan dengan Tuhan (Allah SWT). Gimana ngga bergantung buat nafas doang kita bergantung banget sama udara yang lagi-lagi udara diciptakan oleh Allah.

“Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu” (TQS. Al Ikhlas: 2)

Siapapun bisa dengan hebat bikin pesawat tercanggih, tapi bisa ngga dia ciptakan seekor lalat atau nyamuk kecil yang kalo ditepak kita juga udah mati tuh lalat? Di sini Allah SWT ngajak mikir kita sakaligus menyadarkan orang-orang sombong yang ngga mau beriman kepada Allah. Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu…” (TQS. Al Baqarah: 26). Jangankan ciptakan nyamuk, ngobatin nyamuk yang pingsan aja ngga mungkin bisa.

Gimana TemanS, makin yakin dong kalo alam, manusia dan kehidupan ini adalah makhluk yang hakikatnya berawal dan pasti berakhir. Sedangkan Allah SWT azali alias tidak berawal dan tidak berakhir, “Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan” (TQS. Al Ikhlas: 3). Allah itu kekal “Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi” (TQS. Al Baqarah: 255)

Who am I?

Teman Surga yang sholih dan sholihaah, kita berkontemplasi yuk?? Dari mulai kenali diri kita ini siapa? Kenapa kita perlu mengenali diri kita karna bisa jadi di antara kita ada yang belum kenal siapa sebenarnya kita. Jangan sampe kita “amnesia” tentang diri kita sendiri. Setelah panjang lebar pembahasan di atas kita semakin paham kan bahwa hakikat diri kita ini adalah seorang hamba Allah, di mana keberadaan kita sebagai makhluk yang terbatas, lemah dan bergantung kepada yang lain khususnya kepada Allah.

Nah, setelah kita kenal siapa diri kita maka selanjutnya kita harus terima diri bahwa seorang hamba itu wajib ta’at dan tunduk kepada Allah “Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa” (TQS.  Al  Baqarah: 21) nih yang lebih spesifik “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku” (TQS. Adz Dzariat: 56).

Seperti sosok-sosok di tas atau siapapun yang berhijrah menjadi pribadi yang bertaqwa atau seseorang yang akhirnya menemukan agama yang benar (Islam). Tentu keberadaan naluri beragama dan potensi akal yang diberikan oleh Allah bisa menghantarkan seseorang pada jalan keimanan yang lurus. Allah Ta’ala telah memerintahkan kepada kita agar menggunakan akal atau berpikir tentang keberadaan Allah sebagai Al Khaliq (Pencipta) dan Al Mudabbir (Pengatur). “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang berakal” (TQS. Ali Imran: 190). So, sangat mudah banget kan kita bisa membantah pandangan yang tidak meyakini adanya Tuhan (Pencipta)? Semua yang ada di sekitar kita terlalu sempurna kalo bukan Allah Ta’ala yang menciptakan.

The last but not least, seperti apapun kamu dulu, sebandel-bandelnya kamu dulu cukup jadikan itu sebagai pelajaran yang berharga karna yang terpenting adalah bagaimana kita sekarang mengisi kehidupan ini menjadi remaja muslim yang bertaqwa dengan tunduk patuh menjalankan perintah Allah SWT sampai kelak kita akhiri kehidupan ini dengan husnul khotimah.

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam”. (TQS. Ali Imran: 102)[]

KLIK di SINI untuk mendapatkan buletin versi PDF-nya.

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *